You are on page 1of 28

Asuhan Keperawatan

Klien dengan Hipertensi

By : Gad Datak
Disampaikan pada Perkuliahan KMB I
Epidemilogi

• World Health Organization (WHO)


memperkirakan, jumlah pasien hipertensi
akan terus meningkat seiring dengan
jumlah penduduk yang meningkat tahun
2025 diproyeksikan sekitar 29 persen
warga dunia terkena hipertensi.
• Prosentase pasien hipertensi saat ini
paling banyak terdapat di negara
berkembang.
• Meningkat pd populasi lansia, lebih
dari separuh (>65 thn)
• The National Health and Nutrition
Examination Survey (NHNES) thn
1999-2000 insiden hipertensi
dewasa 29%-31% (58-65 jt org) di
USA pe 15 jt dr survei 1988-1991
(sumber : Yogiantoro,Ilmu Penyakit Dalam , FKUI, Jakarta, 2006)
• Prevalensi hipertensi di Indonesia yang
didapat melalui pengukuran pada umur
≥18 tahun adalah 31,7 % (riskesdas 2007)
 menjadi 25,8 persen (riskesdas 2013)
• Prevalensi hipertensi di Kalteng adalah
(riskesdas 2007) 33,6 persen tahun
2007 menjadi 26,7 persen (riskesdas
2013) 10 besar
• Data Riset Kesehatan Dasar 2013 
Terjadi peningkatan prevalensi
hipertensi berdasarkan wawancara
(apakah pernah didiagnosis nakes
dan minum obat hipertensi) dari 7,6
persen tahun 2007 menjadi 9,5
persen tahun 2013
Normal Regulation Of Blood Pressure

Sympathetic Nervous system:


Alpha- adrenergic receptors
Cardiac :
(Vasoconstriction)
Heart rate
Betha- adrenergic receptors
Inotropic state
(Vasodilatation)
Neural
Humoral

Local Regulation
•Vasodilatators
Blood Cardiac Systemic Vascular Resistance Prostaglandins
= Out Put
X EDRF
Pressure
•Vasoconstrictors
Endothelin

Renal fluid volume control


Renin-angiotensin Humoral :
Pressure natriuresis •Vasoconstrictors
Aldosterone Angiotensin
Atrial natriuretic factor Catecholamines
l
What is
Hypertension ?
Klasifikasi Tekanan Darah Menurut JNC-7

Category Systolic Diastolic


( mm Hg ) ( mm Hg )
Normal < 120 < 80
Prehipertensi 120 -139 80-89
Hypertension
Stage 1 140 -159 90-99
Stage 2 >160 >100

The Seventh Report of The Joint National Committee On Prvention, Detection,


Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNC-7,2003)
Patofisiologi
SSP

Saraf simpatis

Angiotensinogen (Hati)

Angiotensin I (Paru)
↓  ACE
Angiotensin II

Rangsang Saraf Vasokontriksi Aldosteron
Pusat haus

ADH Retensi Na+

Over Volume TD Over Volume


Faktor Resiko Hipertensi Primer
• Usia ( lk> 55 thn, Prmn > 65 thn)
• Sex
• Ras
• Riwayat Keluarga
• Obesitas
• Merokok
• Hiperlipidemia
• DM
• Kurangnya aktifitas fisik
• Stress
Klasifikasi
 Hipertensi Primer
Hipertensi Esensial atau Hipertensi
Idiopatik
95 % dari seluruh kasus hipertensi
Penyebab tidak diketahui
 Hipertensi Sekunder
Secara spesifik penyebabnya dpt
diidentifikasi dan dikoreksi
5 % dari seluruh kasus hipertensi
 Etiologi :
• Kelainan ginjal : glomerulonefritis akut & kronis,
pyelonepritis kronis, penyempitan arteri renalis
• Kelainan neurologis : ponineuritis & polymyelitis
• Kelainan hormon : DM, tumor adrenal, pil KB
• Lain-lain: preeklampsi, koartio aorta, obat-obatan
Kerusakan Organ Target
 Hypertensive Heart Disease (HHD)
Coronary Artery Disease (CAD)
Left Ventricular Hypertrophy (LVH)
Heart Failure
 Stroke/TIA
 Penyakit Ginjal Kronik
 Penyakit Arteri Perifer
 Retinopati
Manifestasi Klinik
• Silent Killer
• Secondary Symptoms :
sakit kepala/pusing, fatigue,
berkurangnya toleransi aktivitas,
palpitasi, angina, dyspnea
Pemeriksaan Fisik
• BB & TB
• Mata : retina & pupil
• Leher : JVP, bising
• Paru : pernapasan (irama, frekuensi, jenis
suara napas), suara napas tambahan
• Jantung :
-TD diukur dgn posisi berbaring atau duduk
sebanyak 2 kali dgn selang waktu 1-5 menit.
menit Pengukuran sebaiknya dilakukan kedua
sisi lengan, & nilainya berbeda maka nilai
tertinggi yg diambil.
-Denyut nadi
-Suara jantung
• Abdomen : bising, peristaltik
• Ekstremitas : refleks & edema
• Pemeriksaan Penunjang :
 EKG : kemungkinan ada pembesaran ventrikel
kiri, pembesaran atrium kiri. Adanya PJK atau
aritmia
 Lab : fungsi ginjal (urine lengkap), ureum
kreatinin, BUN, asam urat, darah lengkap
lainnya
 Foto rontgen : kemungkinan ditemukan
pembesaran jantung, vaskularisasi atau aorta yg
lebar.
 Ekokardiogram : tampak penebalan dinding
ventrikel kiri, mungkin jg sdh terjadi dilatasi &
gangguan fungsi sistolik & diastolik
Terapi
 Target TD <140/90 mm Hg, utk px berisiko
tinggi (DM, gagal ginjal proteinuria) <130/80
mm Hg.
 Pe morbiditas & mortalitas kardiovaskular
 Menghambat laju penyakit ginjal proteinuria
Terapi Nonfarmakologis
• Menghentikan merokok
• BB berlebih
• Me konsumsi alkohol berlebih
• Latihan fisik
• Me asupan garam & lemak
• Managemen stress
Terapi Farmakologis
• Diuretika, terutama jenis Thiazide atau Aldosterone
Antagonist, mis : hydrochlorothiazide (HCT), etc
• Beta Blocker (BB), mis: acebutolol, atenolol, etc
• Calsium Channel Blocker atau Calsium Antagonist
(CCB), mis : diltiazem, verapamil, etc
• Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI)
mis :captopril, quinapril, etc
• Angiotensin II Receptor Blocker , mis :candesartan,
eprosartan, etc
Diagnosa Keperawatan
• Ggn rasa nyaman: nyeri kepala b.d.
peningkatan tekanan pembuluh darah serebral
• Perubahan pemeliharaan kesehatan b.d
kurangnya pengetahuan ttg patologi,
komplikasi & managemen hipertensi
• Anxiety b.d. kompleksitas manegemen
regimen , kemungkinan komplikasi dan
perubahan gaya hidup
• Risiko tinggi penurunan curah jantung b.d.
beban akhir meningkat, vasokontriksi, LVH
• Inefektif managemen regimen terapeutik b.d
tingginya biaya pengobatan, kurangnya
pengetahuan, sife efek yg tidak menyenangkan
dari pengobatan , kembalinya tekanan darah ke
normal selama pengobatan
• dllnya
Planning
Pasien akan :
 Mencapai & keinginan memelihara
tekanan darah
 Memahami , menerima dan
melaksanakan rencana terapeutik
 Meminimalkan pengalaman tdk
menyenangkan terhdp side efk
pengobatan
 Menyakini kemampuan utk mengelola &
coping terhdp kondisinya
Implementasi
• Health Promotion
 Evaluasi pasien secara individual
 Screening program
 Modifikasi faktor resiko Cardiovascular
• Rawat Jalan & Home Care
 Nutrisi
 Terapi pengobatan
 Aktivitas fisik
 Monitor tekanan darah
Evaluasi
• Disesuaikan dgn tujuan di dalam perencanaan