You are on page 1of 10

EFEK OBAT-OBAT MAAG

PADA PENYAKIT SALURAN


CERNA
Obat maag
1. Antasida
2. Antagonis reseptor H2
3. PPI
4. Prostaglandin
ANTASIDA
• Antasida sistemik
• Antasida nonsistemik
1. Aluminium hidroksida
2. Magnesium hidroksida
3. Magnesium trisilikat
ALUMINIUM HIDROKSIDA
• Rex: Al(OH)3 + 3HClAlCl3 + 3 H2O
• Efek samping utama konstipasi
• Bisa menyebabkan mual dan muntah
• BereX dengan fosfat sukar diabsorpsi
usus halus resorpsi tulang
hiperkalsiuriabatu kalsium di saluran
kemih
MAGNESIUM HIDROKSIDA
• Rex: Mg(OH)2 + 2HCl  MgCl2 + 2H2O
• KATARTIK DAN ANTASID
• Pemberian kronik  magnesium yang
tidak larut tidak di absorbsi, tetap berada
dalam usus dan akan menarik air  diare
MAGNESIUM TRISLIKAT
• Mg2Si3O8(n)H2O + 4H+  2Mg++ + 3
SiO2 + (n+2) H2O
• Silikat dioksida gel penutup ulkus
• Pada high dose  diare
• Pada penggunaan kronik  terbentuk
batu silikat
ANTAGONIS RESEPTOR H2
• Simetidin, ranitidin, famotidin, nizatidin
• Efek samping: sakit kepala, pusing, diare,
nyeri otot
• ES jarang, sebagian kecil pemakai
PPI
(Proton Pump Inhibtor)
• Omeprazol
• ES: sakit kepala, nausea, diare, mabuk,
lemas, nyeri epigastrik, banyak gas
PROSTAGLANDIN
• Misoprostol
• ES: Mual, gangguan abdomen, pusing dan
sakit kepala, diare (14 – 40% pasien).
KESIMPULAN
• Obat-obat maag bisa menimbulkan efek
samping berupa diare, mual, muntah,
pembentukan batu, nyeri epigastrik, dll.