You are on page 1of 19

KEBUTUHAN

PEMUTAKHIRAN
DATABASE 100-0-100
UNTUK PENYESUAIAN
DATA NUMERIK
PERHITUNGAN
OUTCOME
PENANGANAN
KUMUH
(Permen PUPR
No.2/2016 Ttg PKP)
MENGAPA DATABASE 100-0-100 PERLU
DIREVIEW/DIUPDATE?
• MEMENUHI KEBUTUHAN DATA NUMERIK PERHITUNGAN OUTCOME
PENANGANAN KUMUH SESUAI PERMEN PUPR NO.2 TAHUN 2016 TTG
PENINGKATAN KUALITAS TERHADAP PERUMAHAN KUMUH & PERMUKIMAN
KUMUH;

• MENINGKATKAN KUALITAS DOKUMEN PERENCANAAN

PERBANDINGAN KRITERIA FISIK KEKUMUHAN (baseline existing x Permen No.2)


BASELINE PERMEN PUPR
100-0-100 No 2/2016
JUMLAH TOTAL KRITERIA FISIK KEKUMUHAN 15 19
JUMLAH KRITERIA FISIK KEKUMUHAN PADA - 6
PERMEN PU NO 2/2016 YG TIDAK ADA DI
BASELINE 100-0-100
JUMLAH KRITERIA FISIK KEKUMUHAN PADA 2 -
BASELINE YG TIDAK ADA DI PERMEN PUPR
PERBANDINGAN ASPEK/KRITERIA FISIK KEKUMUHAN
(SESUAI PERMEN PUPR No.2/2016 DENGAN DATABASE100-0-100)
ASPEK/KRITERI KEKUMUHAN (PERMEN PUPR No.2/2016) ASPEK/KRITERIA KEKUMUHAN (BASELINE 100-0-100)

1 ASPEK KONDISI BANGUNAN GEDUNG 1 ASPEK KONDISI BANGUNAN GEDUNG


a. Ketidakteraturan bangunan a. Ketidakteraturan bangunan
b. Tingkat Kepadatan Bangunan b. Tingkat Kepadatan Bangunan
c. Ketidaksesuaian dengan Persyaratan Teknis Bangunan c. Ketidaksesuaian dengan Persyaratan Teknis Bangunan
d. Bangunan Hunian Memiliki Luas Lantai < 7,2m2/orang
2 ASPEK KONDISI JALAN LINGKUNGAN 2 ASPEK KONDISI JALAN LINGKUNGAN
a. Cakupan Pelayanan Jalan Lingkungan a. Cakupan Pelayanan Jalan Lingkungan
b. Kualitas Permukaan Jalan lingkungan b. Kualitas Permukaan Jalan lingkungan
3 ASPEK KONDISI PENYEDIAAN AIR MINUM 3 ASPEK KONDISI PENYEDIAAN AIR MINUM
a. Ketersediaan Akses Aman Air Minum a. Ketersediaan Akses Aman Air Minum
b. Tidak terpenuhinya Kebutuhan Air Minum b. Tidak terpenuhinya Kebutuhan Air Minum
4 ASPEK KONDISI DRAINASE LINGKUNGAN 4 ASPEK KONDISI DRAINASE LINGKUNGAN
a. Ketidakmampuan Mengalirkan Limpasan Air a. Ketidakmampuan Mengalirkan Limpasan Air
b. Ketidaktersediaan Drainase b.
c. Ketidakterhubungan dengan Sistem Drainase Perkotaan c.
d. Tidak Terpeliharanya Drainase d.
e. Kualitas Konstruksi Drainase e. Kualitas Konstruksi Drainase
5 ASPEK KONDISI PENGELOLAAN AIR LIMBAH 5 ASPEK KONDISI PENGELOLAAN AIR LIMBAH

a. Sistem Pengelolaan Air Limbah Tidak Sesuai Standar Teknis a. Sistem Pengelolaan Air Limbah Tidak Sesuai Standar Teknis

Prasarana dan Sarana Pengelolaan Air Limbah Tidak Sesuai Prasarana dan Sarana Pengelolaan Air Limbah Tidak Sesuai
b. b.
dengan Persyaratan Teknis dengan Persyaratan Teknis
c. Sal. Air Limbah RT Tercampur dengan Drainase Lingkungan
6 ASPEK KONDISI PENGELOLAAN PERSAMPAHAN 6 ASPEK KONDISI PENGELOLAAN PERSAMPAHAN
Prasarana dan Sarana Persampahan Tidak Sesuai dengan
a. a.
persyaratan Teknis
Sistem Pengelolaan Persampahan yang tidak sesuai Standar Sistem Pengelolaan Persampahan yang tidak sesuai Standar
b. b.
Teknis Teknis
Tidakterpeliharanya Sarana dan Prasarana Pengelolaan
c. c.
Persampahan
7 ASPEK KONDISI PROTEKSI KEBAKARN 7 ASPEK KONDISI PROTEKSI KEBAKARN
a. Ketidaktersediaan Prasarana Proteksi Kebakaran a. Ketidaktersediaan Prasarana/sarana Proteksi Kebakaran
b. Ketidaktersediaan Sarana Proteksi Kebakaran b.
6 KRITERIA FISIK KEKUMUHAN PERMEN PUPR No.2/2016
YANG BELUM ADA PADA DATABASE 100-0-100

1) KETIDAKTERSEDIAAN DRAINASE;
2) KETIDAKTERHUBUNGAN DENGAN SISTEM DRAINASE
ASPEK DRAINASE PERKOTAAN;
3) TIDAK ADA PEMELIHARAAN DRAINASE

4) PRASARANA DAN SARANA PERSAMPAHAN TIDAK SESUAI


ASPEK DENGAN PERSYARATAN TEKNIS;
PERSAMPAHAN 5) TIDAKTERPELIHARANYA SARANA PRASARANA
PENGELOLAAN PERSAMPAHAN

ASPEK PROTEKSI 6) TIDAKTERSEDIANYA SARANA PROTEKSI KEBAKARAN;


KEBAKARAN

2 KRITERIA KEKUMUHAN PADA BASELINE 100-0-100 YANG


TIDAK ADA PADA PERMEN PUPR No.2/2016
1) BANGUNAN HUNIAN MEMILIKI LUAS LANTAI ≥ 7,2 M2/ORANG;
2) SALURAN PEMB. AIR LIMBAH R.TANGGA TERPISAH DENGAN SALURAN
DRAINASE LINGKUNGAN
KEBUTUHAN PENYESUAIAN DATABASE 100-0-100
UNTUK MEMENUHI DATA PADA 19 KRITERIA FISIK KEKUMUHAN
PERMEN PUPR No.2/2016

7 ASPEK KONDISI DATA BASELINE


100-0-100

19 KRITERIA

JUMLAH DATA
YANG DIPERLUKAN
5
DATA SAMA

6
21 DATA DATA PERLU
KONVERSI
MEMENUHI DATA
10 6 KRITERIA
BARU &
DATA HARUS UPDATE
UPDATE “PERKERASAN
+ JALAN LEBAR
1,5 METER”
(DIABAIKAN}
11 DATABASE EXISTING TANPA DIUPDATE
UNTUK MENJADI DATA NUMERIK FISIK KEKUMUHAN
5 6
Langsung dari Cukup Konversi
DATA NUMERIK PARAMETER KEKUMUHAN (PERMEN PUPR No.2/2016) Baseline dari Baseline
Existing Existing
1 ASPEK KONDISI BANGUNAN GEDUNG
b. Tingkat Kepadatan Bangunan  Luas Kawasan memiliki kepadatan tidak sesuai ketentuan Ha 1
c. Ketidaksesuaian dengan Persyaratan Teknis
Bangunan  Jumlah bangunan tidak memenuhi persyaratan teknis Unit 1

2 ASPEK KONDISI JALAN LINGKUNGAN


 Panjang jalan eksisting m' 1
3 ASPEK KONDISI PENYEDIAAN AIR MINUM
a. Ketersediaan Akses Aman Air Minum  Jumlah KK tidak terakses air minum aman KK 1
b. Tidak terpenuhinya Kebutuhan Air Minum  Jumlah KK tidak terpenuhi kebutuhan Air Minum minimalnya KK 1
4 ASPEK KONDISI DRAINASE LINGKUNGAN
a. Ketidakmampuan Mengalirkan Limpasan Air  Luas kawasan yang terkena genangan Ha 1
b. Ketidaktersediaan Drainase  Panjang saluran drainase eksisting m' 1
e. Kualitas Konstruksi Drainase  Panjang saluran drainase rusak m' 1
5 ASPEK KONDISI PENGELOLAAN AIR LIMBAH
Sistem Pengelolaan Air Limbah Tidak Sesuai Jumlah KK tidak terakses sistem air limbah sesuai standar
a.  KK 1
Standar Teknis teknis
Prasarana dan Sarana Pengelolaan Air Jumlah KK dengan sarpras air limbah tdk sesuai persyaratan
b.  KK 1
Limbah Tidak Sesuai dengan Persyaratan teknis
Teknis
ASPEK KONDISI PENGELOLAAN PERSAMPAHAN
6
Sistem Pengelolaan Persampahan yang tidak Jumlah KK dg sistem pengolahan sampah tdk sesuai standar
b.  KK 1
sesuai Standar Teknis teknis
10 DATA YANG HARUS DIUPDATE
DENGAN SURVEY KEMBALI ATAU DENGAN DATA SEKUNDER
DATA NUMERIK PARAMETER KEKUMUHAN (PERMEN PUPR No.2/2016) Perlu Update Data Baseline 100-0-100

1 ASPEK KONDISI BANGUNAN GEDUNG


a. Ketidakteraturan bangunan  Jumlah bangunan tidak memiliki keteraturan Unit 1 Update untuk meng-abaikan lebar jalan <1,5m
2 ASPEK KONDISI JALAN LINGKUNGAN
Update jika ada rencana Jalan baru sesuai hasil
a. Cakupan Pelayanan Jalan Lingkungan Panjang jalan ideal m' 1
 perencanaan
b. Kualitas Permukaan Jalan lingkungan  Panjang jalan dengan permukaan rusak m' 1
Update untuk meng-abaikan lebar jalan <1,5m
dan perkerasan
4 ASPEK KONDISI DRAINASE LINGKUNGAN
Update jika ada Drainase baru+Kebutuhan
 Panjang drainase ideal m' 1
Akses ke sisitem Kota sesuai hasil
c. Ketidakterhubungan dengan Sistem Drainase Update jika ada Kebutuhan Drainase untuk
 Panjang saluran penghubung/akses ke sistem kota m' 1
Perkotaan Akses ke sisitem Kota sesuai hasil
d. Tidak Terpeliharanya Drainase  Panjang saluran drainase tidak terpelihara m' 1 Update Survey Lapangan/Data Sekunder
6 ASPEK KONDISI PENGELOLAAN PERSAMPAHAN
Prasarana dan Sarana Persampahan Tidak Jumlah KK dengan sarpras pengolahan sampah yang tdk
a.  KK 1 Update Survey Lapangan/Data Sekunder
Sesuai dengan persyaratan Teknis sesuai persyaratan teknis

Tidakterpeliharanya Sarana dan Prasarana Jumlah KK dengan sarpras pengolahan sampah tidak
c.  KK 1 Update Survey Lapangan/Data Sekunder
Pengelolaan Persampahan terpelihara
7 ASPEK KONDISI PROTEKSI KEBAKARN
Ketidaktersediaan Prasarana Proteksi Jumlah bangunan tidak terlayani prasarana proteksi
a.  Unit 1 Upadate Re-Cek Data Baseline By Nama-Add
Kebakaran kebakaran
b. Ketidaktersediaan Sarana Proteksi Kebakaran  Jumlah bangunan tidak terlayani sarana proteksi kebakaran Unit 1 Upadate Re-Cek Data Baseline By Nama-Add
LANGKAH – LANGKAH
PEMUTAKHIRAN DATA
BASELINE 100 – 0 – 100
MARI KITA CEK DATA – DATA YANG
AKAN DIMUTAKHIRKAN
UPDATE DATA
KRITERIA KETIDAKTERATURAN BANGUNAN
UNTUK MEMPEROLEH DATA NUMERIK KETERATURAN BANGUNAN SETELAH ADANYA
REVIEW (MENIADAKAN)
RT : RT02/RW09
“LEBAR JALAN > 1,5 METER”
Tanggal Pendataan :.......................................... DATA UPDATE DATA EXSISITING RUMUS UPDATE
(DATA BARU) (DATA AWAL 2015) (DGN DATA BARU)
A.1 KETERATURAN BANGUNAN HUNIAN
Apakah bangunan
Posisi muka Menghadap langsung Di daerah buangan
hunian memiliki
Posisi muka Akses langsung ke bangunan hunian sungai/laut/rawa/danau limbah pabrik/ di
Akses langsung ke Di atas sempadan
bangunan hunian jalan dg lebar min menghadap ke jalan dan/atau TIDAK berada di bawah jalur listrik SKOR A.1
jalan dan tidak sungai/laut/rawa/danau
menghadap ke jalan > = 1,5 m dgn lebar min atas tegangan tinggi
terhalang oleh
NOMOR INDUK > = 1,5 m sungai/laut/rawa/danau (sutet)
NO NAMA KEPALA RUMAH TANGGA bangunan lain KETERATURAN
KEPENDUDUKAN
1 2 1 (Awal) 2 (Awal) 3 4 5 BANGUNAN
a b a b a b a b a b c a b c a b

Tdk ada Tdk ada


Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk sungai Ya Tdk sungai Tidak Ya Tidak Ya
dll dll

[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16] [17] [18] [19] [20]
1 Oey Sian Lie 1 1 1 1 1 1 1 1
2 Sutarno 1 1 1 1 1 1 1 1
3 Endang Sunarto 1 1 1 1 1 1 1 0

Penilaian SKOR A.1 Keteraturan Bangunan Hunian (Kolom [20]) mengakomodasi data
baru (kolom warna Hijau). Data lama (Warna Kuning tidak diperhitungkan pada Skor A1).
Tips: Lakukan verifikasi ulang semua Data Baseline Awal yang nama Kepala Rumah
Tangganya (pada Kolom [9] dan [11]) bernilai 1. Pada contoh diatas, yaitu Endang
Sunarto. Lalu jawablah pertanyaan seperti yang tertera di Daftar Pertanyaan (DP-RT)
No. 1 dan No. 2.
UPDATE DATA
KRITERIA JANGKAUAN JARINGAN JALAN
UNTUK MEMPEROLEH DATA PANJANG KEBUTUHAN JALAN BARU DAN PANJANG JALAN IDEAL
B2. AKSESIBILITAS LINGKUNGAN

1. Jangkauan Jaringan Jalan

Panj ang
kebutuhan Jal an
Total Panj ang j al an
SATUAN PERMUKIMAN Panj ang baru di l uar
NO Jari ngan l i ngkungan dgn Panj ang
j al an eks i s ti ng untuk JANGKAUAN
(RT/RW/Dusun) Jal an l ebar ≥ 1.5 meter
l i ngkungan mel ayani Jari ngan JARINGAN JALAN
Li ngkungan yang Jal an
dgn l ebar ≥ permuki man? LINGKUNGAN
yang tel ah permukaannya Li ngkungan
1,5 meter (Jawaban sesuai
ada/eks i s ti ng di perkeras Ideal
hasil
perencanaan)

5 6 7 8
(meter) (meter) (meter) (meter) (meter) %
[1] [2] [9] [10] [11] [12] [13]=[9+12] [14]=[9/13]x100

1 RT02/RW09 476.4 476.4 476.4 0 476.4 100%

Diasumsikan bahwa konsep desain peningkatan kualitas permukiman kumuh yang


tertuang dalam dokumen perencanaan telah mengakomodasi kajian kebutuhan jalan
ideal sehingga pada tahap ini data untuk kebutuhan jalan baru diperoleh dengan
melihat hasil perencanaan kawasan kumuh yang ada.
Kebutuhan jalan baru adalah jalan baru yang direncanakan diluar jalan eksisting.
Panjang jalan ideal adalah panjang jalan yang diperlukan untuk melayani seluruh
kawasan permukiman kumuh. Panjang jalan Ideal dirumuskan = panjang jalan
eksisting + panjang jalan baru
UPDATE DATA
KRITERIA KUALITAS PERMUKAAN JALAN LINGKUNGAN
UNTUK MEMPEROLEH DATA PANJANG KUALITAS JALAN YANG PERMUKAANNYA RUSAK
B2. AKSESIBILITAS LINGKUNGAN B2. AKSESIBILITAS LINGKUNGAN

1. Jangkauan Jaringan Jalan 2. Kualitas Permukaan Jalan Lingkungan

Panjang jalan Panjang jalan


Panjang jalan Panjang jalan Persentase
lingkungan lingkungan
Total lingkungan lingkungan Panjang jalan Panjang jalan Panjang Jalan
dgn lebar ≥1,5 dgn lebar <1,5 Total panjang
SATUAN PERMUKIMAN Jaringan dgn lebar ≥1,5 dgn lebar <1,5 lingkungan dgn lingkungan dgn Lingkungan
NO meter yang meter yang keseluruhan Jalan
Jalan meter yang meter yang lebar ≥1,5 lebar <1,5 yang
(RT/RW/Dusun) permukaannya permukaannya Lingkungan yang
Lingkungan permukaannya permukaannya meter yang meter yang permukaannya
tanah (tidak tanah (tidak permukaannya
yang telah diperkeras diperkeras dilengkapi sal. dilengkapi sal. tidak rusak
diperkeras) diperkeras) tidak rusak (sesuai
ada/eksisting dan tidak dan tidak samping jalan samping jalan (sesuai
dan tidak dan tidak persyaratan teknis)
rusak rusak persyaratan
rusak rusak
teknis)
5 9 10 11 12 13 14
(meter) (meter) (meter) (meter) (meter) (meter) (meter) (meter) %
[1] [2] [9] [15] [16] [17] [18] [19] [20] [21]=[15+16+17+18] [22]=[21/9]x100

1 RT02/RW09 476.4 391 0 0 0 466 0 391 82%

Kualitas permukaan jalan rusak merupakan panjang Total Jalan Eksisting [9] di kurangi
panjang keseluruhan Jalan Lingkungan yang permukaannya tidak rusak [21].
Jalan Lingkungan yang permukaannya tidak rusak meliputi:
a) Panjang jalan lingk. dgn lebar >1,5meter yang permukaannya diperkeras dan tidak rusak [15];
b) Panjang jalan lingk. dgn lebar ≥1,5meter yang permukaannya tanah (tidak diperkeras) dan
tidak rusak [16];
c) Panjang jalan lingk. dgn lebar <1,5meter yang permukaannya diperkeras dan tidak rusak [17];
d) Panjang jalan lingk. dgn lebar <1,5meter yang permukaannya tanah (tidak diperkeras) dan
tidak rusak [18]
UPDATE DATA
ASPEK DRAINASE LINGKUNGAN
UNTUK MEMPEROLEH DATA (1) PANJANG KEBUTUHAN DRAINASE BARU, (2) DRAINASE IDEAL,
(3) DRAINASE PENGHUBUNG KESISTEM KOTA, (4) DRAINASE TIDAK TERPELIHARAN
B3. DRAINASE LINGKUNGAN

Kebutuhan Drainase Kesesuaian dgn


Kondisi Fisik Drainase Eksisting dipermukiman Genangan Yg Dipersyaratkan
Drainase baru Ideal Persyaratan Teknis

Periksa Daftar Usulan/Siteplan


Periksa Daftar Usulan/Siteplan
Peningkatan Kualitas Drainase sd 2020. Apakah drainase eksisting
Peningkatan Kualitas Drainase sd Panjang kebutuhan Panjang
Apakah ada Usulan Drainase penghubung bersih dan tidak bau Panjang Persentase Panjang Persentase
SATUAN PERMUKIMAN Panjang 2020. Apakah ada usulan drainase drainase baru Panjang penghubung drainase
dari drainase yang ada (eksisting) (terpelihara)? saluran kebutuhan
NO baru untuk melayani permukiman? sehingga permukiman drainase eksisting Kejadian Luas tidak ada Panjang drainase
(RT/RW/Dusun) total dengan sistem drainase kota ? drainase yang dengan drainase baru, Panjang
terlayani jaringan dengan sistem drainase tidak ada Genangan termasuk Jaringan dengan kondisi
drainase bersih dan kondisi fisik
drainase seluruhnya? kota? (Jawaban sesuai Genangan dalam penghubung drainase fisik baik/tidak
eksisting tidak bau baik/tidak
(Jawaban sesuai hasil hasil perencanaan)
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak (terpelihara) permukiman eksisting dengan Ideal rusak
perencanaan) rusak sistem drainase
Perkotaan

20 21 22 23 24 25 26 27
(meter) a b (meter) a b (meter) a b (meter) (meter) (%) (%)
[1] [2] [34] [35] [36] [37] [38] [39] [40] [41] [42] [43] [44] [45] [46] [47]=[37+40] [48]=[34+47] [49]=[44/34]

1 RT02/RW09 466 0 1 0 0 1 0 10 10 300 120 0 0% 0 466 26%

Diasumsikan bahwa konsep desain peningkatan kualitas permukiman kumuh yang tertuang
1 dalam dokumen perencanaan telah mengakomodasi kajian kebutuhan Drainase ideal
sehingga pada tahap ini data untuk kebutuhan Drainase baru diperoleh dengan melihat hasil
perencanaan kawasan kumuh yang ada.

2 Panjang Kebutuhan Drainase baru adalah Drainase baru yang direncanakan diluar Drainase
eksisting.
3 Drainase penghubung eksisting dengan sistem drainase kota adl Drainase untuk
menghubungkan eksisting ke sistem Drainase Perkotaan (Sal
Sekunder/Primer/Sungai/Danau/Laut)
UPDATE DATA
ASPEK DRAINASE LINGKUNGAN
B3. DRAINASE LINGKUNGAN

Kebutuhan Drainase Kesesuaian dgn


Kondisi Fisik Drainase Eksisting dipermukiman Genangan Yg Dipersyaratkan
Drainase baru Ideal Persyaratan Teknis

Periksa Daftar Usulan/Siteplan


Periksa Daftar Usulan/Siteplan
Peningkatan Kualitas Drainase sd 2020. Apakah drainase eksisting
Peningkatan Kualitas Drainase sd Panjang kebutuhan Panjang
Apakah ada Usulan Drainase penghubung bersih dan tidak bau Panjang Persentase Panjang Persentase
SATUAN PERMUKIMAN Panjang 2020. Apakah ada usulan drainase drainase baru dari drainase yang ada (eksisting)
Panjang penghubung
(terpelihara)? saluran drainase kebutuhan
NO baru untuk melayani permukiman? sehingga permukiman drainase eksisting Kejadian Luas tidak ada Panjang drainase
(RT/RW/Dusun) total dengan sistem drainase kota ? drainase yang dengan drainase baru, Panjang
terlayani jaringan dengan sistem drainase tidak ada Genangan termasuk Jaringan dengan kondisi
drainase bersih dan kondisi fisik
drainase seluruhnya? kota? (Jawaban sesuai Genangan dalam penghubung drainase fisik baik/tidak
eksisting tidak bau baik/tidak
(Jawaban sesuai hasil hasil perencanaan)
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak (terpelihara) permukiman eksisting dengan Ideal rusak
perencanaan) rusak sistem drainase
Perkotaan

20 21 22 23 24 25 26 27
(meter) a b (meter) a b (meter) a b (meter) (meter) (%) (%)
[1] [2] [34] [35] [36] [37] [38] [39] [40] [41] [42] [43] [44] [45] [46] [47]=[37+40] [48]=[34+47] [49]=[44/34]

1 RT02/RW09 466 0 1 0 0 1 0 1 0 300 120 0 0% 0 466 26%

4 Drainase terpelihara merupakan kondisi drainase eksisting yang bersih dan tidak bau.
Kondisi ini dapat dilihat dari tidak adanya akumulasi tumpukan sampah, rumput, lumpur
didalam drainase.
Panjang Drainase terpelihara adalah panjang drainase eksisiting yang kondisinya bersih
5
dan tidak bau.
Panjang Drainase ideal adalah panjang Drainase yang diperlukan untuk melayani seluruh
6
kawasan permukiman kumuh. Panjang Drainase Ideal dirumuskan = panjang Drainase
eksisting + panjang Drainase baru
UPDATE DATA
PENGELOLAAN PERSAMPAHAN
UNTUK MEMPEROLEH DATA (1) KESESUAIAN SAPRAS PERSAMPAHAN DENGAN PERSYARATAN
TEKNIS, (2) PEMELIHARAAN SAPRAS PENGELOLAAN PERSAMPAHAN
B.5 PENGELOLAAN PERSAMPAHAN

Ketersediaan Prasarana & Sarana Pengelolaan Persampahan sesuai Pemeliharaan Prasarana & Sarana
persyaratan teknis Pengelolaan Persampahan

Apakah konstruksi sapras


Apakah ada prasarana pengelolaan Apakah ada sarana pengangkutan
persampahan (No. 29 dan Persentase
sampah yang melayani permukiman sampah yang melayani permukiman Persentase
SATUAN PERMUKIMAN 30), semua kondisinya sapras
(TPS/TPS-3R/TPST)? (Gerobak/Motor/Mobil)? Prasarana
NO baik/tidak rusak? persampahan
(RT/RW/Dusun) dan Sarana
dengan
Persampahan
Ya, (No 29 & Tidak, kondisi
Sesuai
30 (keduanya konstruksinya
dengan
Ya Tidak Ya Tidak baik/tidak
persyaratan keduanya atau salah
rusak
Teknis baik) satu rusak) (terpelihara)?
29 30 31
a b a b (%) a b (%)
[1] [2] [52] [53] [54] [55] [56] [57] [58] [59]

1 RT02/RW09 1 1 100% 1 100%

Pertanyaan No 29 dan 30 terkait dengan pelayanan sehingga Jawaban ketersediaan


sarana & prasarana tidak harus ada dilokasi basis/RT tersebut. Bila suatu basis/RT
telah dilayani meskipun lokasi ketersediaan sarana-prasarana tidak dilokasi tersebut
tetap dijawab telah terlayani.
TPS (Bak 6M3+Gerobak 2M3) : 25.000 Jiwa = 5000KK = 1 RW (Skala Lingkungan)
TPS (Bak 12M3+Gerobak 2M3) : 30.000 Jiwa = 6000KK = 1Kel (Skala Kawasan)
TPST + Gerobak : 30.000 Jiwa = 6000KK = 1 Kel (Skala Kawasan) SNI 03-1733-2004
UPDATE DATA PROTEKSI KEBAKARAN
B6. PENGAMANAN BAHAYA KEBAKARAN
Prasarana/Sarana Pencegahan Bahaya Kebakaran
Ketersediaan jalan KETERSEDIAAN KETERSEDIAAN
SATUAN Hidran
Pos/ Mobil/ dgn lebar minimal PRASARANA SARANA
air/Tangki
NO PERMUKIMAN Stasiun
Air/sumber
Motor
Tidak ada
3,5 m di lingkungan PROTEKSI PROTEKSI
(RT/RW/Dusun) Pemadam Damkar/ permukiman KEBAKARAN KEBAKARAN
air lain yang
Kebakaran APAR dengan jarak rumah
terbuka
terjauh < 100 m
34 35 {%) {%)
a b c d a b
[1] [2] [69] [70] [71] [72] [73] [74] [75] [76]

1 RT02/RW09 1 1 100% 100%

UPDATE DATA DILAKUAKAN DENGAN MEREVIEW DATA EKSISTING UNTUK MEMILAH


ANTARA PRASARANA DAN SARANA.
PRASARANA PROTEKSI KEBAKARAN [75]: SARANA PROTEKSI KEBAKARAN [76]:
• Hidran/Tangki air; • Pos/stasiun pemadam kebakaran;
• Sumber air lainnya yang terbuka; • Mobil/motor damkar;
• Akses jalan lebar 2,5-3,5m • Apar(untuk lingkungan)
(sesuai ukuran mobil Damkar yang tersedia setempat)
Pertanyaan Pengamanan Bahaya Kebakaran adalah terkait dengan pelayanan
sehingga Jawaban ketersediaan sarana & prasarana tidak harus ada dilokasi basis/RT
tersebut. Bila suatu basis/RT telah dilayani meskipun lokasi ketersediaan sarana-
prasarana tidak dilokasi tersebut tetap dijawab telah terlayani.
PERLINDUNGAN/PELAYANAN OLEH MOBIL DAMKAR PERKOTAAN BERJARAK 2,5KM DARI POS TERDEKAT
(WAKTU TANGGAP < 15 MENIT) ….. PERMEN PU No.25/PRT/M/2008 Tentang Ped. Teknis Penyusunan RISPK
DATA TAMBAHAN LAIN
• NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN PADA
FORMAT A.1.
• DATA PERTIMBANGAN LAIN PADA FORMAT
B.8.
UPDATE DATA PERTIMBANGAN LAIN
UNTUK MEMPEROLEH DATA (1) STRATEGIS LOKASI, (2) POTENSI SOSIAL EKONOMI,
(3). KEPADATAN PENDUDUK.
UNTUK DATA KEPADATAN PENDUDUK MENGGUNAKAN DATA BASELINE YANG TELAH ADA
SEBELUMNYA (TIDAK DIUPDATE)
B.8. DATA PERTIMBANGAN LAIN

Lokasi memiliki Potensi Sosial,


SATUAN Pertimbangan Strategis lokasi
Ekonomi, Budaya
NO PERMUKIMAN
(RT/RW/Dusun) Lokasi Berada pada fungsi Lokasi Tidak Berada pada Ya Tidak
strategis Kab/Kota fungsi strategis Kab/Kota
38 39
a b a b
[1] [2] [89] [90] [91] [92]

1 RT02/RW09 1 1

Pertimbangan Strategis Lokasi: Apakah Lokasi terletak Fungsi strategis


kabupaten/kota atau bukan fungsi strategis kabupaten/kota (al. Kawasan Startegis,
Pusat Ekonomi dan Pemerintahan…. Lihat Rencana Kota)
Pertimbangan Potensi Sosial, Ekonomi, Budaya: Apakah lokasi memiliki atau tidak
memiliki Potensi Sosial, Ekonomi, Budaya.
1) potensi social: tingkat partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan;
2) potensi ekonomi: adanya kegiatan ekonomi tertentu yang bersifat strategis bagi
masyarakat setempat;
3) potensi budaya: adanya kegiatan atau warisan budaya tertentu yang dimiliki
masyarakat setempat.
TERIMAKASIH