You are on page 1of 61

S TA TE U N I V ER S I TY O F JA KA R TA 2 0 1 8

Air dan Mineral


ANISA NURRISMAWATI (1304617010)
ANGGIETA DANIELLA (1304617007)
NOVITA NOVA NAA (1304617077)
RETNO SRI D.L (1304617008)
YUNITA AMELIA (1304617056)

PENDIDIKAN BIOLOGI A 2017


Air
AIR

 Air merupakan senyawa yang paling


berlimpah di dalam sistem hidup dan
mencakup 70% atau lebih dari bobot
semua bentuk kehidupan

 Karena Air mengisi semua bagian dari


tiap sel, Air merupakan medium tempat
berlangsungnya transport nutrient,
reaksi reaksi enzymatic metabolisme,
sel dan transfer energy kimia
STRUKTUR MOLEKUL AIR
Sifat –Sifat Air

• Bersifat netral namun memiliki


muatan positif dan negatif terpisah
(dipole elektrik).
• Bersifat polar
• Merupakan ikatan kovalen polar
• Dapat membentuk ikatan hidrogen
Ikatan Hidrogen
Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen: merupakan ikatan
Yang terjadi antara gugus O
dengan H membentuk molekul
H2O

Setiap atom hidrogen air memakai bersama


sepasang elektron dgn atom oksigen.
Geometri dari pasangan elektron yang dipakai
bersama ini menyebabkan molekul berbentuk
V
Sifat –Sifat Air
• Pelarut yang Istimewa
1. Melarutkan kristal garam, seperti sodium klorida
2. Senyawa organik netral yang mencakup gugus fungsional polar, seperti gula,
alkohol, aldehid dan keton
Na+ Na+ Na+
3. Senyawa amfipatik Na+ Na+
Mempunyai gugus hidrofobik dan gugus
hidrofilik. Contoh : asam oleat Na+ Na+

Na+
Na+

Na+
Na+ Na+

Pembentukan misel pada air


Ionisasi Air

reaksi ionisasi air adalah reaksi penguraian senyawa


air (H2O) menjadi ion H+ dan OH–
Kw = tetapan kesetimbangan air
H2O(l) ↔ H+(aq) + OH–(aq) [H+] = molaritas ion H+ (M)
[OH–] = molaritas ion OH– (M)

Dari reaksi bolak balik tersebut ada yang namanya


tetapan kesetimbangan. Tetapan kesetimbangan
air (Kw) dapat dinyatakan dengan penurunan
rumus.
Skala pH Menunjukkan Konsentrasi Ion H+ Dan OH -

 Pengertian pH  Rumus mencari pH


Ukuran konsentrasi ion 1
pH= log [𝐻 + ] = -log [H+ ]
hidrogen dari larutan.
Pengukuran pH (potensial
Hidrogen) akan
mengungkapkan jika larutan
bersifat asam atau alkali (atau
basa). Jika larutan tersebut
memiliki jumlah molekul
asam dan basa yang sama, pH
dianggap netral.
Larutan Penyangga
MANFAAT AIR
1. Sebagai pelarut berbagai zat organik dan anorganik, misalnya berbagai jenis ion-ion,
glukosa, sukrosa, asam amino, serta berbagai jenis vitamin
2. Sebagai bahan pengsuspensi zat-zat organik dengan molekul besar seperti protein,
lemak, dan pati. Dalam hal tersebut, air merupakan dispersi dari sistem koloid
protoplasma
3. Air merupakan media transpor berbagai zat yang terlarut atau tersuspensi untuk
berdifusi atau bergerak dari suatu bagian sel ke bagian sel yang lain
4. Air merupakan media berbagai proses reaksi-reaksi enzimatis yang berlangsung di
dalam sel
5. Air sebagai bahan baku reaksi hidrolisis dan sintesis karbohidrat, misalnya dalam
fotosintesis
Mineral
Apa itu mineral?
 Mineral dikenal sebagai zat anorganik atau kadar abu , dalam proses
pembakaran, bahan-bahan organik terbakar, tetapi zat anorganik tidak
terbakar, karena itu bahan anorganik disebut abu.

 bahan mikronutrien anorganik yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit

 unsur esensial bagi fungsi normal sebagian enzim dan sangat penting
dalam pengendalian komposisi cairan tubuh 65% adalah air dalam
bobot tubuh.
Mineral

Organik J J
Makro
E U
N M
I L
S A
anorganik H
Mikro
Mineral berdasarkan jumlah
mikro
makro
Mineral yang dibutuhkan
Mineral yang dibutuhkan
tubuh dalam jumlah sedikit
dalam jumlah banyak
dibutuhkan dengan jumlah
dibutuhkan dengan jumlah >
<100 mg per hari.
100 mg per hari
Besi, tembaga , iodium,
Kalsium , magnesium ,
mangan , seng , kobalt,
sodium,potassium, fosfor ,
molibdenum, selenium,
sulfur,klor
vanadium, nikel
Mineral Makro
Kalsium (Ca)
 Kalsium merupakan sebuah elemen
 ion kalsium secara aktif diabsorbsi ke
kimia yang memiliki simbol Ca dengan
dalam darah terutama dari duodenum
nomor atom 20.
dan jumlah absorbsi ion kalsium
dikontrol sangat tepat untuk memenuhi
 Kalsium merupakan mineral terbanyak
kebutuhan harian tubuh akan kalsium.
di tubuh manusia dan paling banyak
ditemukan di tulang dan gigi

 Kalsium dan fosfat membentuk


endapan hidroksiapatit [Ca3(PO4)2]3.
Ca(OH)2.Ca2+ di bawah jaringan
kolagen.
Fungsi Kalsium (Ca)
 kekuatan tulang dan gigi, membantu pembekuan darah,
transmisi impulse syaraf, kontraksi otot, dan membantu
regulasi sel.

 aktivator enzim yaitu pada aktivasi enzim lipase pankreas


pada proses pencernaan lemak

 pada enzim fosfatase yang menghidrolisis glukosa 6-P


menjadi glukosa dan fosfat
Kalsium dan fosfat membentuk
hidroksiapatit
Mekanisme Pembekuan Darah
Sumber
Kalsium (Ca)
Natrium (Na)
Fungsi
Natrium merupakan kation utama  Menjaga keseimbangan cairan dalam
dalam cairan ekstraseluler . Sekitar kompartemen ekstraseluer
35-40 % terdapat dalam kerangka
tubuh dan cairan saluran cerna  Mengatur tekanan osmosis yang
seperti cairan empedu dan pancreas. menjaga cairan tidak keluar dari darah
dan masuk ke dalam sel.

 Menjaga keseimbangan asam basa


dalam tubuh dengan mengimbangi zat-
zat yang membentuk asam
Mekanisme Pompa Natrium-Kalium
Sumber Natrium (Na)
Kalium (K) Fungsi
 Berperan dalam pemeliharaan
keseimbangan cairan elektrolit serta
ion yang bermuatan positif dan keseimbangan asam dan basa bersama
terdapat di dalam sel dan cairan natrium
intraseluler.
 Bersama kalsium, kalium berperan dalam
transmisi saraf dan kontraksi otot
Kalium berasal dari tumbuh-
tumbuhan dan hewan. Sumber  Di dalam sel, kalium berfungsi sebagai
utama adalah makanan segar atau katalisator dalam banyak reaksi biologi,
mentah,terutama buah, sayuran dan terutama metabolisme energi dan sintesis
kacang-kacangan. glikogen dan protein
Mekanisme Pompa Natrium-Kalium
Sumber Kalium
Klor (Cl) Fungsi
 Berperan dalam memelihara keseimbangan
cairan dan elektrolit dalam
 Klor merupakan anion utama cairan ekstraseluler.
cairan ekstraselular.
 Memelihara suasana asam dalam lambung
 Konsentrasi klor tertinggi adalah sebagai bagian dari HCL, yang diperlukan
untuk bekerjanya enzim-enzim pencernaan
dalam cairan serebrospinal (otak
dan sumsum tulang belakang),  Ion klor dapat dengan mudah keluar dari sel
lambung dan pancreas. darah merah dan masuk ke dalam plasma
darah guna membantu mengangkut
karbondioksida ke paru-paru dan keluar
dari tubuh
Peran Klor

 Ion klor dapat dengan mudah


keluar dari sel darah merah
dan masuk ke dalam plasma
darah guna membantu
mengangkut karbondioksida
ke paru-paru dan keluar dari
tubuh
Sumber Klor
Phosphor (P) FUNGSI

Fosfor terdapat pada tulang dan gigi Kalsifikasi tulang dan gigi melalui
serta dalam sel yaitu otot dan cairan pengendapan fosfor pada matriks tulang
ekstraseluler. Fosfor merupakan
Mengatur peralihan energi pada
bagian dari asam nukleat DNA dan
metabolisme karbohidrat,protein dan lemak
RNA. melalui proses fosforilasi fosfor dengan
mengaktifkan berbagai enzim dan vitamin B
Sebagai fosfolipid, fosfor merupakan
komponen structural dinding sel. sebagai bagian dari enzim misalnya dalam
enzim pepsin, xantin-oksidase.
Sumber Fosfor
Sulfur (S)
Sulfur merupakan bagian dari zat-zat FUNGSI
gizi esensial, seperti vitamin, tiamnin  Berperan dalam reaksi oksidasi-
dan biotin serta asam amino reduksi
metionin dan sistein.
 bagian dari tiamin, biotin dan
Sulfur terdapat dalam tulang rawan, hormone insuline serta membantu
kulit, rambut dan kuku yang banyak detoksifikasi.
mengandung jaringan ikat yang
bersifat kaku. Sumber sulfur adalah  Berperan melarutkan sisa
makanan yang mengandung protein metabolisme sehingga bisa
dikeluarkan melalui urin,
Sulfur sebagai salah satu komponen
Asetil KoA
Cara Sulfur Diserap Tubuh
Diserap oleh Usus Halus, lalu diedarkan ke seluruh
jaringan yang membutuhkan (rambut, kulit, dan
kuku), jika tidak dibutuhkan maka akan di ekresikan
melalui urine dan feses.
Mineral Mikro
Tabel 1. unsur mikro dan fungsinya

Unsur Fungsi biokimiawi


Besi Gugus prostetik enzim heme
(katalase, oksidase sitokrom)
Iodium Diperlukan pada struktur hormon
tiroid
Tembaga Gugus prostetik pada oksidase
sitokrom
Mangan Kofaktor arginase dan enzim lain

seng Kofaktor pada dehidrogenase ,


polimerase DNA,anhidrase karbonik
Kobalt Komponen B12

Molibdenum Kofaktor oksidase xantin

Selenium Kofaktor peroksidase glutation


dan enzim lain

Vanadium Kofaktor reduktase nitrat

Nikel Kofaktor urease


Tabel 2. unsur mikro yang fungsinya belum diketahui

Unsur Fungsi biokimiawi belum diketahui


secara pasti
Kromium Pemanfaatan glukosa darah yang baik

Timah Pembentukan tulang

Fluor Pembentukan tulang

Silikon Pembentukan jaringan pengkat dan tulang

Arsenikum Tidak diketahui


Mangan (Mn)
FUNGSI
 Mangan adalah suatu unsur kimia yang  Terdapat pada enzim arginase
mempunyai nomor atom 25 dan menghidrolisa arginin menjadi urea, Ion
memiliki symbol Mn. Mn2+ berkoordinasi dengan air kemudian
berorietasi dan menyetabilkan molekul
 Konsentrasi mangan tertinggi terdapat
di hati, kelenjar tiroid, pituitary  Mangan membangun molekul yang dikenal
,pankreas, ginjal, dan tulang. sebagai Mukopolisakarida yang berguna
untuk membentuk tulang dan organ tubuh

 Berperan sebagai kofaktor beberapa enzim


pemindah fosfat dan di dalam reaksi
enzimatik yang menghasilkan oksigen
selama fotosintesis dalam kloroplas
Mangan Dalam Arginase
Sumber
Mangan
Besi (Fe)
Komponen gugus heme pada protein
pembawa oksigen hemoglobin & mioglobin

 Heme adalah gugus prostetik yang terdiri


dari atom besi yang terdapat di tengah-
tengah cincin organik heterosiklik yang luas
yang disebut porfirin

 25 persennya merupakan besi cadangan Gugus porfirin-besi atau heme. Bagian ini
(iron storage) yang terdiri dari feritin edan merupakan gugus prostetik beberapa enzim
heme, seperti oksidase sitokrom, katalase,
homossiderin terdapat dalam hati, limfa dan
dan peroksidase.
sum-sum tulang
Peran Fe Dalam Gugus Heme
Atom besi didalam heme mengikat keempat atom nitrogen
dipusat cincin protoporfirin.

Atom besi dapat berbentuk fero (Fe2+ ) atau feri (Fe3+ ) sehingga
untuk hemoglobin yang bersangkutan disebut juga sebagai
ferohemoglobin dan ferihemoglobin atau methemoglobin.

Hanya bila besi dalam bentuk fero, senyawa tersebut dapat


mengikat oksigen
Fungsi Besi (Fe)

Fe sebagai gugus prostetik


Fe dalam mekanisme peroxidase dalam enzim heme
Sumber Besi
Seng (Zn)
 Komponen esensial pada hampir ratusan  Tubuh mengandung 2-2,5 gr
jenis enzim yang berbeda seng yang tersebar di hampir
semua sel. Sebagian besar seng
 Terdapat pada beberapa dehidrogenase berada di dalam hati,
yang berikatan dengan NAD dan NADP pankreas, ginjal, otot, dan
tulang.
 berperan dalam sintesis dan transkripsi
protein, yaitu dalam regulasi gen.

 Enzim karbonik anhidrase meng-katalisis


CO2 dalam darah, enzim karboksi
peptidase mengkatalisis protein dalam
prankreas.
Peran Zn Sebagai Kofaktor

Carboxypeptidase A

Carbonic anhydrase
Sumber Seng
Tembaga (Cu)
 Berperan dalam aktivitas katalitik •Tembaga berperan dalam aktivitas enzim
oksidase sitokrom pernapasan,sebagai kofaktor bagi enzim
tirosinase dan sitokrom oksidase.
 Tembaga terdapat dalam gugus aktif
oksidase lisil (enzim yang membuat •Tirosinase mengkristalisasi reaksi
ikatan silang di antara rantai oksidasi tirosin menjadi pigmen
polipeptida di dalam kolagen dan melanin (pigmen gelap pada kulit dan
elastin rambut).

 Tembaga ditemukan dalam protein •Sitokrom oksidase, suatu enzim dari


plasma,seperti seruloplasmin yang gugus heme dan atom-atom tembaga,
berperan dalam pembebasan besi dapat mereduksi oksigen
dari sel ke plasma.
Sumber Tembaga (Cu)

 Di dalam tubuh
tembaga dapat
disimpan dalam hati,
otak, sumsum tulang
belakang, limfa,
jantung dan ginjal.
Selenium (Sn)
 Unsur kimia yang memiliki kemiripan
dengan sulfur

 Dalam bentuk selenat dan selenit


bersifat racun

 Selenium yang berikatan dengan suatu


asam amino merupakan komponen
esensial dari gugus prostetik beberapa
enzim, terutama peroksidase glutation
yang berfungsi bersama dengan peptida
glutation untuk melindungi sel terhadap
pengaruh detruksi hidrogen peroksida
Selenium dalam Glutation
Peroxidase
 GPXs 1-4 adalah bergantung pada selenium , yang
mengandung empat residu selenocysteine

 GPX4 terutama untuk menghilangkan hydroperoxides


organik yang dikatalisis oleh glutation peroksidase,
menetralkan atau mengurangi hidrogen peroksida dan organik
( termasuk lipid) peroksida

 Ketersediaan selenium mempengaruhi aktivitas GPX,


konsentrasi, dan tingkat mRNA. Dengan kekurangan selenium,
konsentrasi GPX mRNA, konsentrasi GPX dan aktivitas GPX
berkurang.
Sumber selenium
MANY THANKS
KELOMPOK 8 PENDIDIKAN BIOLOGI A 2017