You are on page 1of 38

KERATITIS

Pembimbing Klinik : dr. Citra Azma Anggita, Sp.M, M.Kes

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts


Anatomi
Lapisan Kornea
Keratitis adalah keadaan peradangan kornea yang
disebabkan oleh bermacam-macam penyebab.
Keratitis oleh karena infeksi dapat disebabkan oleh
bakteri, virus, jamur, dan protozoa. Keratitis juga dapat
diklasifikasikan berdasarkan lapisan kornea yang
terkena seperti keratitis superfisial dan profunda.

Keratitis merupakan penyakit yang serius karena dapat


mengancam ketajaman penglihatan. Penanganan yang
tidak sempurna atau terlambat akan mengakibatkan
gangguan penglihatan permanen berupa penglihatan
yang kabur ringan hingga kebutaan.
Etiologi
Bakteri

Reaksi alergi virus

Kekeringan
Jamur
pada mata
Patofisiologi
Klasifikasi

Keratitis Superfisial Keratitis Profunda


Keratitis Supefisial

Keratitis Keratitis Keratitis Keratitis Keratitis


pungtata flikten sika lepra numularis
superfisialis
Keratitis Profunda
Klasifikasi Berdasarkan Etiologi
Keratitis bakterial

Staphilokokus
aureus

Pseudomonas Staphilokokus
aeroginosa epidermis
Keratitis Virus

herpes herpes
simpleks zooster
Keratitis Jamur

Fusarium Cephalocepharium Culvularia.


Keratitis Alergi

• reaksi hipersensitivitas akibat


alergi terhadap tepung sari
rumput rumputan dan antigen
Keratokonjungtivitis Keratitis
Keratitis flikten
sika numularis

benjolan berwarna
infiltrat yang bundar
putih abu-abu pada Keringnya permukaan
berkelompok dan
lapisan superfisial korna dan konjungtiva
tepinya berbatas tegas
kornea
Tanda dan Gejala
Keluar air mata
yang berlebihan

Sensitif terhadap Nyeri


cahaya

Penurunan tajam
Mata merah
penglihatan

Radang pada
kelopak mata
(bengkak, merah)
Terapi

Terapi Antibiotik/Antivirus/Antijamur
• Golongan Kuinolon
• Acyclovir
• Golongan Imidazole

Terapi Antiinflamasi
• NSAID
• Steroid
Kasus Pasien
Nama : Tn. N

Umur : 48 tahun

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Agama : Islam

Pekerjaan : Wiraswasta

Alamat : Jl. Maleo


Anamnesis
Keluhan • Pandangan Mata Kanan Kabur
Utama :

Riwayat Penykit Sekarang :

Pasien datang ke Poliklinik Mata RS Anutapura Palu dengan keluhan pandangan


mata kanan kabur yang telah dialami sejak ± 3 Minggu yang lalu. Sebelumnya
pasien mengaku mata kanannya tiba-tiba merah setelah memotong rumput,
kemudian karena itu pasien sering mengucek – ngucek mata sehingga mata
menjadi merah dan bertambah gatal serta air mata yang mengalir terus – menerus.
Pasien juga mengeluhkan adanya bercak – bercak putih pada mata kanannya.
Pasien mencoba mengobati matanya dengan meneteskan Obat Propolis namun
pasien merasa mata kanannya semakin memburuk dan bertambah merah.
Riwayat Penyakit Mata
Tidak ada
Sebelumnya :

Riwayat Penyakit Lain : Tidak ada

Riwayat Trauma : Tidak ada

Riwayat Penyakit Mata


Tidak ada
dalam Keluarga :
Keadaan Kesadaran Tekanan Darah
Nadi Pernapasan Suhu
Umum : : 130/70
: 72 x/m : 22 x/m : 36,80C
: Sakit sedang Composmentis mmHg
Status Oftalmologis OD OS
Visus 6/15 6/6
Inspeksi:
- Palpebra Benjolan (-) Benjolan (-)
- Apparatus Lakrimalis Sekresi normal Sekresi normal
- Silia Trikiasis (-), sekret (-) Trikiasis (-), sekret (-)
- Konjungtiva Hiperemis (+) Hiperemis (-)
- Bola Mata Ortoforia Ortoforia
- Gerakan Bola Mata Normal Normal
- Lapang Pandang Normal Normal
- Kornea Keruh (+) Bercak Putih (+) Jernih (+)
- Bilik Mata Depan Volume sedang (+) Volume sedang (+)
- Iris Warna cokelat (+), kripta (+) Warna coklat (+), kripta (+)
- Pupil Bulat, isokor, RCL/RCTL (+/+) Bulat, isokor, RCL/RCTL (+/+)
Palpasi:
- Tensi Okular Normal Normal
- Nyeri Tekan Tidak Ada Tidak ada
- Massa Tumor Tidak ada Tidak ada
- Gland. Pre-aurikuler Normal Normal
Tonometri
Tes Buta Warna Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Oftalmoskopi Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Slit Lamp Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Pemeriksaan Penunjang

Tidak Dilakukan
Resume

Pasien Laki-Laki Inisial Tn. N usia 48 tahun datang ke


Poliklinik Mata RS Anutapura Palu dengan keluhan
pandangan Oculi Dextra kabur yang telah dialami sejak
± 3 Minggu yang lalu. Sebelumnya pasien mengaku
mata kanan tiba-tiba merah setelah memotong rumput,
kemudian karena itu pasien sering mengucek – ngucek
mata sehingga mata menjadi merah dan bertambah
gatal serta air mata yang mengalir terus – menerus.
Pasien juga mengeluhkan adanya bercak – bercak
putih pada mata kanannya dan terasa kurang nyaman .
Pasien mencoba mengobati matanya dengan
meneteskan Obat Propolis namun pasien merasa mata
kanannya semakin memburuk dan bertambah merah.
Diagnosis

Keratisis
Oculi
Dextra
Tatalaksana
Non Madikamentosa
Menjaga Kebersihan Mata
Memakai kacamata hitam bila di luar ruangan
Medikamentosa
Ciprofloxacin 2x500 mg
Metilprednison 2x 4 mg
C. Protagent A ED 6x1 gtt OD
C. LFX ED 6x1 gtt OD
Pembahasan

Keratitis adalah infeksi pada kornea yang biasanya


diklasifikasikan menurut lapisan kornea yang terkena yaitu
keratitis superfisialis apabila mengenal lapisan epitel atau
bowman dan keratitis profunda atau interstisialis (atau disebut
juga keratitis parenkimatosa) yang mengenai lapisan stroma.
Telah dilakukan anamnesis dan pemeriksaan terhadap seorang pasien laki-laki
berusia 48 Tahun dengan keluhan pandangan mata kanan kabur yang telah
dialami sejak ± 3 Minggu yang lalu. Sebelumnya pasien mengaku mata kanannya
tiba-tiba merah setelah memotong rumput, kemudian karena itu pasien sering
mengucek – ngucek mata sehingga mata menjadi merah dan bertambah gatal
serta air mata yang mengalir terus – menerus. Pasien juga mengeluhkan adanya
bercak – bercak putih pada mata kanannya. Pasien mencoba mengobati matanya
dengan meneteskan Obat Propolis namun pasien merasa mata kanannya semakin
memburuk dan bertambah merah. Pada pemeriksaan Oftalmologi menggunakan
snellen chart didapakan visus mata kanan 6/15 dan mata kiri adalah 6/6.
pemeriksaan mata sebelah kanan ditemukan hiperemi pada perikorneal.
Trias Keratitis

Lakrimasi

Blefarospasme Fotofobia
Terapi yang diberikan yaitu pemberian antibiotik, air mata
buatan, dan Antiinflamasi. Pasien juga dianjurkan
menggunakan pelindung mata (kaca mata hitam) untuk
melindungi dari exposure dari luar seperti debu dan sinar
ultraviolet.

Pada pasien diberikan antibiotik sistemik Ciprofloxacin 2x 500 mg


dan Antibiotik topikal C. LFX ED 6x1 gtt OD. Kedua Antibiotik
tersebut merupakan antibiotik golongan kuinolon yang
digunakan untuk menghilangkan gejala-gejala infeksi pada
mata.
Pasien juga diberikan Protagenta sebagai air mata buatan
yang juga berfungsi untuk melumasi kornea mata yang
meradang serta protagenta juga mengandung vitamin A
yang memberikan nutrisi pada mata. Pemberian
kortikosteroid metylprednisolon 2x4 mg bertujuan untuk
mengurangi proses Inflamasi pada kornea.
Kesimpulan
Keratitis merupakan radang pada kornea atau infiltrasi sel radang pada
kornea yang akan mengakibatkan kornea menjadi keruh sehingga tajam
penglihatan menurun. Infeksi pada kornea bisa mengenai lapisan
superficial yaitu pada lapisan epitel atau membran bowman dan lapisan
profunda jika sudah mengenai lapisan stroma. Diagnosa keratitis dapat
ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik serta beberapa
pemeriksaan penunjang seperti fluoresens. Penatalaksanaan keratitis
dapat diberikan berdasarkan etiologinya seperti pemberian antibiotik,
kortikosteroid dan vitamin, selain itu anjurkan pasien untuk
menggunakan kacamata saat bepergian dan bekerja untuk mencegah
terjadinya kekambuhan.
TERIMA KASIH