You are on page 1of 12

Baterai (Battery) adalah sebuah alat yang dapat merubah

energi kimia yang disimpannya menjadi energi Listrik


yang dapat digunakan oleh suatu perangkat Elektronik.

Hampir semua perangkat elektronik yang portabel seperti


Handphone, Laptop, Senter, ataupun Remote Control
menggunakan Baterai sebagai sumber listriknya.

Dengan adanya Baterai, kita tidak perlu menyambungkan


kabel listrik untuk dapat mengaktifkan perangkat
elektronik kita sehingga dapat dengan mudah dibawa
kemana-mana.
Arti mAH pada Baterai
Kapasitas sebuah Baterai biasanya diukur dengan satuan mAH. Jadi apa yang
dimaksud dengan mAH ini ?

mAH adalah singkatan dari mili Ampere Hour atau miliamper per Jam. Makin
tinggi mAH-nya makin tinggi pula kapasitasnya.
Pada dasarnya mAH (miliampere Hours) dalam Baterai menyatakan
kemampuan Baterai dalam menyediakan energinya selama satu jam.

Contoh :

Sebuah peralatan Elektronik yang digunakan memerlukan 100 mA setiap


jamnya. Jika kita memakai Baterai yang memiliki kapasitas 1000 mAH maka
Baterai tersebut mampu menyediakan energi untuk peralatan Elektronik
tersebut selama 10 Jam.
Jika kita menghubungkan 4 buah Baterai 1000 mAH secara paralel yang dapat
menghasilkan 4000 mAH.
maka gabungan paralel 4 buah Baterai ini akan mampu menyediakan energi
kepada peralatan Elektronik tersebut selama 40 jam.
Hampir semua peralatan Elektronika portable
menggunakan Baterai sebagai sumber dayanya.
Untuk mendapatkan tegangan yang diinginkan,
biasanya kita merangkai Baterai dalam bentuk
Rangkaian Seri. Contoh Rangkaian Seri Baterai
yang paling sering ditemukan adalah penggunaan
Baterai dalam Lampu Senter dan Remote kontrol
televisi.
Pada dasarnya, Baterai dapat dirangkai secara Seri
maupun Paralel. Tetapi hasil Output dari kedua
Rangkaian tersebut akan berbeda.

Rangkaian Seri Baterai akan meningkatkan Tegangan


(Voltage) Output Baterai sedangkan Current/Arus
Listriknya (Ampere) akan tetap sama.

Hal ini Berbeda dengan Rangkaian Paralel Baterai


yang akan meningkatkan Current/Arus Listrik
(Ampere) tetapi Tegangan (Voltage) Outputnya akan
tetap sama
Dari Gambar Rangkaian Seri Baterai diatas, 4 buah baterai masing-masing menghasilkan Current atau
kapasitas arus listrik (Ampere) yang sama seperti Arus Listrik pada 1 buah baterai, tetapi
Tegangannya yang dihasilkan menjadi 4 kali lipat dari Tegangan 1 buah baterai. Yang dimaksud
dengan Tegangan dalam Elektronika adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam
Rangkaian Listrik yang dinyatakan dengan satuan Volt.

Seperti yang digambarkan pada Rangkaian Seri Baterai diatas, 4 buah Baterai yang masing-masing
bertegangan 1,5 Volt dan 1.000 miliampere per jam (mAH) akan menghasilkan Tegangan 6 Volt tetapi
kapasitas arus Listriknya (Current) akan tetap yaitu 1.000 miliampere per jam (mAH).

Vtot = Vbat1 +Vbat2 + Vbat3 + Vbat4


Vtot = 1,5V + 1,5V + 1,5V + 1,5V
Vtot = 6 V

Rangkaian Seri Baterai : Meningkatkan Tegangan listrik


gambar diatas merupakan Rangkaian Paralel yang terdiri dari 4 buah Baterai.
Tegangan yang dihasilkan dari Rangkaian Paralel adalah sama yaitu 1,5 Volt
tetapi Current atau kapasitas arus listrik yang dihasilkan adalah 4.000 mAH
(miliampere per Jam) yaitu total dari semua kapasitas arus listrik pada Baterai.
Itot = Ibat1 +Ibat2 + Ibat3 + Ibat4
Itot = 1.000mAh + 1.000mAh + 1.000mAh + 1.000mAh
Itot = 4.000mAh

Rangkaian Paralel Baterai : Meningkatkan Arus Listrik


Rumus menghitung Waktu Pemakaian Sebuah Aki :

T=(C/I)–Φ
dimana :
T = Waktu Pemakaian ( Hours)
C = kapasitas Aki (Ah)
I = Arus listrik (A)
Φ = Waktu Diefisiensi (3 Hours)

Rumus menghitung arus listrik yang mengalir ke beban dari Aki :

I = P/V
dimana :
I = Current (A)
P= Beban (Watt)
V= Tegangan (Vdc)
Contoh soal :

Jika kita mempunyai suatu Aki mobil dengan label 120 Ah 12Vdc, dan kita
mempunyai beban pemakaian pada aki tersebut 100 W,

Maka untuk waktu pemakaian Aki tersebut kita dapat menggunakan rumus :

T=(C/I)–Φ
dimana :
C = 120 Ah
Φ = 3 jam
I = Current (A) ; dimana : I = P / V = 100 / 12 = 8.33 A

Maka :
T=(C/I)–Φ = ( 120 / 8.33 ) - 3 jam = 14,4 - 3 = 11,4 jam

Lama Pemakaian Aki tergantung dari besar Arus dan besar beban suatu Aki
Rumus untuk menghitung besar Pengisian ( Charge ) sebuah Aki, yaitu :
1. Besar Arus pengisian ( Kapasitas Trafo charge )

I = (C / T1) + Φ1
dimana :
I = Arus Pengisian (A)
C = kapasitas Aki (Ah)
T1 = Waktu pengisian yang kita inginkan (Jam)
Φ1 = % Diefisiensi (20%)

2. Besar Daya Pengisian yang dibutuhkan ( Kapasitas daya charge )

P = V. I . cosΦ
dimana :
P = Daya pengisian ( Watt )
V = Tegangan Aki ( Volt )
I = Besar arus listrik pengisian ( A )
cosΦ = Faktor daya listrik, dimana cosΦ = 1
Contoh soal :
Jika kita mempunyai suatu Aki mobil dengan label 50 Ah 12 Vdc, ingin diisi ulang
( charge ) selama 10 jam.
Maka untuk besar arus pengisian Aki tersebut kita dapat menggunakan rumus :
I = (C / T1) + Φ1
dimana :
C = 50 Ah
T1 = 10 jam
Φ1 = (20%)
maka akan didapat :
I = (50Ah / 10 h) + 20%
I = 5 A + 20%
I = 5A+1A
I = 6A

Jadi untuh mengisi Aki 50 Ampere dibutuhkan trafo charge sebesar 6 Ampere

daya yang dibutuhkan untuk mengisi aki tersebut :

P = V. I . Cos Φ ; dimana cos Φ = 1


maka :
P = 12V x 6A x 1
P = 72 Watt

Daya atau Kapasitas charge yang dibutuhkan untuk mengisi aki sebesar 72 Watt