You are on page 1of 24

Syok pada Anak

BATASAN :
Sindrom klinis akibat kegagalan sistim sirkulasi 
ketidak cukupan pasokan oksigen dan substrat
metabolik lain ke jaringan, serta kegagalan
pembuangan sisa metabolisme.

Angka Kejadian :
• Pd anak paling sering adalah syok hipovolemik
• Di IRD RS dr Sutomo 400 – 500/ 6000 penderita
Anak/th ( 6 – 8 % )
Paling banyak DBD dan Diare
Patofisiologi Syok
Tergantung dari penyakit primer penyebab syok 
tiap syok akan berbeda dengan yg lain

Integritas sirkulasi tergantung pada :


- Volume darah yang beredar
- Tonus pembuluh darah yang beredar
- Sistim pompa jantung
Gangguan dari salah satu  syok
Patofisiologi
Cerebral ischemic
Receptor
Baroreseptor Chemoreceptor

pH, PaO2

Renal Humoral
Autotransfusi
Autotransfusi
ISF
Tek.hidrostatik

Tek.hidrostatik
IVF
Tek.osmotik Tek.onkotik

Tek.osmotik Tek.onkotik
Akibat-2 yang terjadi
• Tekanan darah
• Tachicardia
• Vasokonstriksi  acral dingin
• Retensi air dan garam
• Aliran darah lambat  Capillary refill time
PaO2-PaCO2 & PvO2-PvCO2 different
• Hipoksia :
- asidosis metabolik
- tonus otot  kelemahan, ileus paralitik
- gangguan kesadaran
Klassifikasi syok :
I. Syok Hipovolemik : Kehilangan vol. Darah
- Cairan dan elektrolit
- Plasma
- Darah
II. Syok Distributif : Gangg. tonus pembuluh
darah
- Anafilaksis
- Neurogenik
- Septik
- Overdosis obat-obatan
III. Syok Kardiogenik
IV. Miscellaneus
Syok Anafilaksis
 Suatu reaksi anafilaksis berat dg insuffisiensi sirkulasi
• Antigen + IgE Mediator vasoaktif

• Gejala : Syok + Tanda-tanda allergi


Kulit : Urtikaria,Pruritus,Angioneurotik edema,eritema
G I T : Mual, muntah, diare, kolick
Sal Nafas : Batuk, pilek, sesak, udema laring
C V S : Vasodilatasi, hipotensi
• Penyebab : Obat-obatan, Serum, gigitan serangga,
makanan
Pengobatan :
- Lar. Adrenalin 1%o 0,2 – 0,5 ml s.c
- Ringer laktat
- Koreksi kelainan metabolik
- Oksigen
- Antihistamin : diphenhydramin 2 mg/kgBB im/iv
- Kortikosteroid
- Aminofilin
Syok Kardiogenik
Terjadi karena kegagalan sistim pompa jantung
atau kontraktilitas miokard
Gangguan miokard terjadi karena :
- Myocardial depressant factor
- Kelainan metabolisme
- Insuffisiensi coroner blood flow
Sebab- sebab syok kardiogenik :
- Gangguan irama jantung
- Miokarditis
- Asidemia, kelainan elektrolit
- Kelainan Metabolik
- Congenital heart disease
Syok Septik
Patofisiologi : ?? Endotoksin
Penyebab plg sering adalah bakteri gram negatif
Faktor-2 patofisiologi terjadinya syok septik :
- Pengaruh langsung kuman
- Kekacauan metabolisme intermedier
- Pengeluaran mediator vasoaktif
- Kegagalan sel mengambil oksigen & nutrisi
- Pengeluaran produk yg sekunder timbul pd
sepsis ( complemen, anafilatoksin dsb.)
Akibat yg terjadi :
- Kekacauan metabolisme dengan berbagai akibatnya
- Kerusakan endotel
- Permeabilitas pembuluh darah meningkat
- Vasodilatasi
- Pooling intravaskular
- Shunting arteriovenous
Hipotensi
Syok septik : kelainan metabolisme selluler
mendahului terjadinya syok ;
Syok krn sebab lain : kel. metab terjadi sesudah
syok
Heat stroke
Pada keadaan hyperthermia, terjadi :
- Konsumsi O2 meningkat dengan cepat
- Kerusakan jaringan ( direct tissue injury )
- Lekoaktivasi & pengeluaran berbagai mediator
- Pengeluaran air dan garam meningkat
- Tahanan pemb.darah perifer menurun

Akibatnya terjadi syok campuran ( hipovolemik,


distributif dan cardiogenik )
Diagnosis Syok
Penting Diagnosis Dini !!!
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan fisik :
- Tek. Darah , tek.nadi
- Nadi cepat, lemah
- Pucat, dingin
- Beda suhu tubuh sentral dan perifer > 20 C
- Capillary refill time
- Gelisah, apatis, coma
- Oliguria, anuria
- CVP
3. Pemeriksaan Laboratorium :
- Hb/PCV : N /
- Urine : lebih pekat, BD > 1,020
- pH, PaO2, PaCO2, HCO3 , bila
berlangsung lama PaCO2 dan HCO3
- Fungsi ginjal
- EKG
- Pemeriksaan- 2 lain ( gula darah, kultur )
Penatalaksanaan
Tujuan : - Optimalisasi perfusi jaringan/ organ-
organ vital
- Cegah & perbaiki kel. metabolik yg
timbul
1. Pemberian cairan
2. A B C : Ventilasi + O2
3. Koreksi Asidosis
4. Obat-obatan utk jantung
5. Kortikosteroid
6. Pengobatan Penyebab
7. Pengobatan komplikasi dan penyakit penyerta
1. Pemberian Cairan
- Kecepatan pemberian cairan lebih penting daripada
macam cairan yang diberikan
- Cairan yang diberikan :
* kristalloid ( RL/ PZ ) : 20 ml/kg/ 10 menit
* Kolloid (Plasma- plasma expander) 10 ml/kg/jam

2. Resussitasi (ABC)
- Bebaskan jalan nafas
- Perbaiki ventilasi ( breathing )
- O2
Tx. Cairan :
I. Kristalloid
II. Kolloid :
1. Natural plasma :
- Plasma
- Plasma protein fraction ( albumin )
2. Dextrans ( 40,70 )
- Polymolecular polysach + D5
- Efek osmotik
- Expansi vol sirkulasi 2x vol kristaloid
- Sekresi mel ginjal cepat
- Bereaksi dg fibrinogen koagulopati
- Dosis maksimal 1,5 g/kg BB
3. Gelatin ( Hemacel )
- Isoosmotik
- Defek koagulasi tidak ada
- Gangguan fungsi ginjal tdk ada
- T ½ = 6 jam

III. Oxygen Carrying Blood Substitutes


- Fluorocarbon emulsion ( Fluorosol DA )
3. Koreksi Asidosis :
Nabic = 1 – 2 meq/ kg BB
= 0,3 x BB x BE
= 0,5 x BB x Δ HCO3-
4. Obat-2 utk memperkuat fungsi jantung :
1. Dopamin : 3 – 10 µg/kgBB/menit
2. Dobutamin : 1 - 20 µg/kgBB/menit
3. Obat-obat utk menurunkan after load :
- Nitroglycerine
- Nitroprusside
- Furosemid
5. Kortikosteroid
- Masih menjadi kontroversi
- Pada syok septik diberikan dengan dosis tinggi
Methyl Prednisolone : 30 mg/kg BB
Dexamethasone : 1,5 - 6 mg/kg BB

Peran kortikosteroid pada gangguan sirkulasi :


1. Mempunyai efek inotropik
2. Menurunkan tahanan perifer
3. Stabilisasi dinding sel dan membran lisosome
4. Mencegah aktivasi komplemen & proses koagulasi
5. Mencegah pengeluaran mediator vasoaktif
6. Pengobatan terhadap penyakit primer
- Syok septik : antibiotika yang sesuai
- Perdarahan : hentikan perdarahan
- Syok anafilaksis : adrenalin 0,01 mg/kg BB
7. Pengobatan terhadap komplikasi dan peny.
penyerta
Komplikasi :
1. Gagal ginjal
2. Gagal jantung
3. ARDS ( Acute Respiratory Distress Syndrome )
4. Gagal nafas
5. DIC
6. Syok irreversibel
Pemantauan ( Monitoring ) penderita Syok :
1. Fungsi Vital :
Tek. Darah,Kesadaran, Nadi, RR, Suhu tbh
2. Monitor tanda-tanda penyakit primer
3. Monitor kemungkinan terjadinya komplikasi
4. Monitor hasil/efek pengobatan :
- Jumlah cairan masuk/ keluar
- Efek samping obat yang diberikan
- Infeksi nosokomial
Syok
T , , tek.nadi < 20,
nadi cepat, lemah

RL/PZ 20 ml/kg Perbaikan


Oksigen
- Tek darah
- Perfusi baik,
Perbaikan - hangat
- Urine : >1 ml/
RL/PZ 20 ml/kg kg/jam
Kolloid 10 ml/kg

CVP>10 cm Perbaikan - Perbaikan


- Cairan hati- 2 CVP< 10 cm
- Cari penyebab CVP
- Inotropik Infus 5-10ml/kg