You are on page 1of 15

KONDILOMA AKUMINATA

Oleh : Oliffa Salma At-thahiroh, S.Ked


Pembimbing : dr Pedia Primadiarti Sp.KK

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR


BAGIAN ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH H. ABDUL MANAP
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016
Pendahuluan
Kondiloma akuminata  HumanPapilloma Virus (HPV)
tipe tertentu yang ditularkan melalui hubungan
seksual

• AS 30 – 40 juta penduduk


• 0,1-0,5%  dewasa muda puncak insidensi pada usia 20-24
tahun
• 2/3 orang yang berhubungan dgn penderita terkena
KA
• Perempuan = laki-laki
Definisi
•Kondiloma akuminatum adalah
Vegetasi oleh Human Papilloma Virus tipe
tertentu, bertangkai, dan permukaannya
berjonjot.1

Sinonim  anogenital warts, genital warts,


condyloma, veneral warts. 2,3
Etiologi
• Human Papilloma Virus (HPV)
 virus DNA, Papova.
 100 tipe
 tipe pada kondiloma akuminatum adalah tipe 6, 11, 16, 18, 30, 31,33, 35, 39,
41, 42, 44, 51, 52, dan 56.

 Potensi onkogenik tinggi : tipe 16 dan 18,


 Potensi onkogenik yang moderate yakni 33, 35, 39, 40, 43, 45, 51,
56, 58.4
 Potensi onkogonik ringan : tipe 6 dan 11. > 95% dari lesi dijumpai
pada kondiloma akuminatum.1,2,3
Patogenesis
Gejala Klinis
• Kelainan kulit berupa vegetasi yang bertangkai dan berwarna
kemerahan - keabuan.
• Permukaannya berjonjot (papilomatosa)
• Ukurannya bermacam-macam, kecil - besar, eksofitik,
• Masa seperti kembang kol (cauliflower like) / seperti jengger ayam
jago

Pria  di perineum dan sekitar anus, sulkus koronarius, glans penis,


muara uretra eksterna, korpus dan pangkal penis.
Wanita  vulva dan sekitarnya, introitus vagina, kadang-kadang pada
porsio uteri.
• Anamnesis : asimptomatik – simptomatik
• Pemeriksaan Fisik :
• Lesi sering ditemukan pada daerah yang mudah
terjadi trauma disaat interkoitus
• Lesi bisa soliter, namun seing sekitar berjumlah 5-15
lesi dengan diameter 1-5 mm
• Kondiloma akuminata dibagi dalam 3 bentuk yaitu: 6
• Bentuk akuminata
• Bentuk papul
• Bentuk datar
Pemeriksaan Penunjang
• Tes asam asetat
• Kolposkopi
• Tes Sitologi
• Tes Histologi
• Metode Molekular  PCR dan Hybrid Capture
• ELISA
Diagnosis Banding

• Pearly penile papules


• Kondiloma lata
• Veruka vulgaris
• Karsinoma sel skuamosa
• Moluskum kontagiosum
Pengobatan
• Kemoterapi
• Podofilin
• Podofilotoksin 0,5% (podofiloks)
• Asam triklorasetat
• 5-fluorourasil
• Tindakan Bedah
• Bedah listrik (elektrokauterisasi)
• Bedah beku (N2, N2O cair)
• Bedah skalpel
• Laser karbondioksida
• Interferon
• Imunoterapi
Komplikasi
• Implikasi Fisik dan Psikoseksual
• Pre-kanker dan Kanker
Pencegahan
• Menghindari hubungan seksual yang bebas dan berganti-ganti
pasangan.
• Menggunakan kondom
• Skrining dan pemberian edukasi tentang HPV dan IMS yang lain
• Vaksin 4 subtipe HPV (6, 11, 16, dan 18) sudah diizinkan oleh Food
and Drug Administration (FDA) untuk diberikan pada wanita
berumur 9-26 tahun  di Cina 83% efektif
Prognosis
• Walaupun sering mengalami residif, prognosisnya baik. Faktor
presdiposisi dicari, misalnya higiene, adanya fluor albus, atau
kelembapan padapria akibat tidak disirkumsisi
DAFTAR PUSTAKA
• Djuanda A, dkk.2010.Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin: Edisi Keenam.Jakarta: Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta. Hal:113-114
• Lacey CJN et all.2011. European Guidlines for the Management of Anogenital
Warts.Birmingham: Hull York Medical School, University of York, York,UK. Pp: 1-20
• Kartowigno, S.2011. 10 Besar Kelompok Penyakit Kulit. Palembang:Fakultas Kedokteran
Universitas Sriwijaya. Hal:104
• Ghadishah, D.2009 Condyloma Acuminata, FACEP. Available from:
http://emedicine.medscape.com/article/781735-overview diakses tanggal 18 Januari
2016
• Chin-Hong, P.V. & Palefsky, J.M. 2007.External Genital Warts. In J.D. klausner,& Hook III
(Eds). Current Diagnosis & Treatment of Sexually Transmitted Diseases. The McGraw -
Hill Companies. Inc. Pp 92-98.
• Zubier F. 2003. Kondiloma Akuminata. In S. F Daili, W. I Makes F Zubier &J. Judanarso
(Eds), Infeksi Menular Seksual. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Hal 125-130
• Androphy, E.J & Lowy, D.R. 2008. Warts. In K. Wolff, L. A. Goldsmith, S.I.Katz, B. A.
Gilcherst,A.S. Paller, & D. J. Leffell, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine (7ed,
Vol.2 pp 1914-1923). The McGraw-Hill Companies.
• Oats, J. & Abraham, S. 2005. Fundamentals of Obtetrics and Gynaecology (8 ed)
Elseiver Mosby.
• Hunter, J. Savin. J, & Dahl M.2002. Clinical Dermatology (3 ed ). Blackwell Science