Вы находитесь на странице: 1из 42

Case Report Session

Gout Arthritis

Yuli Nopita
G1a106011

Pembimbing: dr. Eryasni Husni Sp.PD


Identitas Pasien
 Nama :Tn. K
 Umur : 80 Tahun
 Jenis kelamin : Laki-laki
 Pekerjaan : Petani
 Alamat : Desa Tanah tumbuh RT.06 RW.02
Kec. Renah Mendaluh Kab.Tanjab
Barat
 No.MR : 738417
 Masuk RS : 12 September 2013
Anamnesa
 Keluhan Utama :
Os tidak bisa berjalan sejak 5 hari SMRS karena benjolan di
jempol kanan dan kiri yang semakin membesar
 Riwayat Penyakit Sekarang
 + 5 tahun yang lalu timbul benjolan di jempol kaki kanan,
benjolan kira-kira sebesar biji jagung, berwarna seperti biasa,
tidak nyeri, teraba agak lunak, dan tidak nyeri. Selang beberapa
hari timbul juga benjolan yang sama di jempol kiri.
 Demam (+), kaku pagi hari (-), os berjalan seperti biasa.
Kemudian os berobat ke Puskesmas dan diberi obat yang os
tidak tau namanya. Selang beberapa minggu benjolan
tersebut tampak agak mengecil.
 + 1 tahun yang lalu benjolan semakin bertambah membesar
bengkak dan terasa agak keras dan agak berwarna kemerhan
serta nyeri berdenyut denyut sehingga os sulit berjalan
karena sakit.
 Os mengaku ada keluar cairan putih seperti kapur. Benjolan juga
timbul di jari-jari tangan kanan dan kiri serta siku. Kemudian os
berobat lagi ke Puskesmas dan diberi obat.selang beberapa hari
bengkak tersebut tidak mengecil dan tidak nyeri lagi.
 + 5 hari ini benjolan tersebut semakin membesar, berwarna
merah, nyeri, dan os tidak bisa berjalan, demam (+), pada waktu
malam os sering terbangun tiba-tiba karena mengeluh sakit.
BAK lancar, tidak nyeri, tidak terputus-putus, kencing berpasir
dan seperti cucian daging(-). BAB tidak ada keluhan.
 Riwayat Penyakit Dahulu
 Riwayat nyeri sendi + sejak 10 tahun dan sering kambuh dalam
beberapa tahun terakhir dan sering berobat ke Puskesmas.
 Riwayat hipertensi (-)

 Riwayat Penyakit Keluarga


Anggota keluarga dengan keluhan yang sama tidak ada.
Pemeriksaan Fisik
 Keadaan umum : Tampak sakit sedang
 Kesadaran : Compos Mentis
 Vital sign :
 o Tekanan darah : 120/80 mmHg
 o Frekuensi nadi : 80 x/ menit, regular, isian cukup
 o Frekuensi nafas: 20x/ menit
 o Suhu axilla : 36,8 0C
Pemeriksaan Kepala dan Leher :
 Rambut : warna putih, lurus, tidak mudah dicabut, alopesia
(-)
 Kepala : bentuk simetris, tidak ada trauma maupun memar.
 Mata : konjungtiva anemis (+/+), sklera ikterik (-/-),
pupil isokhor diameter 3mm, refleks cahaya (+/+)
 Hidung : Nafas cuping hidung (-), epistaksis (-), sekret (-)
 Mulut : bentuk normal, mukosa tidak anemis, lidah kering
berselaput (-), stomatitis (-)
 Tenggorokan : faring hiperemis (-), tonsil T1-T1
 Leher : tidak ada pembesaran kelenjar getah bening, JVP
tidak meningkat (5-2) cmH2O, kaku kuduk tidak
ada.
Pemeriksaan Thoraks
Paru :
 I = Simetris kanan dan kiri, abdominotorakal, kecepatan
20x/menit
 P = Fremitus sama kanan dan kiri
 P = Sonor, batas paru hari ICS VI linea midclavicularis
dekstra
 A = vesikuler, Ronkhi (-), Wheezing (-)
• Jantung
I = Iktus cordis tidak terlihat
P = Ictus cordis teraba di 1 jari lateral linea midclavicularis sinistra dengan intercostal
V, tidak kuat angkat, thrill tidak teraba
P = Batas Kanan linea parasternal dekstra
Batas Kiri ICS V 1 jari LMC Sinistra
Batas Atas ICS II linea parasternal sinistra
Pinggang jantung ICS III
A = S1 dan S2 regular, bising tidak ada
 Abdomen
I = Datar
P = nyeri tekan (-) regio epigastrium, defans muskuler (-),
hepatosplenomegali (-), tidak teraba massa di epigastrium.
P = timpani, shifting dullness tidak ada, nyeri ketok CVA dextra
(+), sinistra(-)
A = Bising usus (+) normal.

Alat kelamin : nyeri saat BAK (-), edem (-)


 Ekstremitas atas
I : Tampak tofus di jari-jari tangan kanan dan kiri.
P : Ukuran 1x1 cm sampai 3x3 cm, konsistensi lunak, tidak panas, krepitasi (-)
M : Gerakan terbatas
Ektremitas bawah :
 I: Tampak tofus di pangkal ibu jari kaki (podagra) ,lutut dan di mata kaki kanan dan kiri, warna kemerahan.
 P : Ukuran 2x2 cm sampai 4x4 cm, konsistensi lunak, panas (+), krepitasi (-)
 M : gerakan terbatas
Pemeriksaan Penunjang
 Darah Rutin : Tanggal 12 September 2013
 WBC : 21.100 /mm3 î
 RBC : 2.960.000 /mm3 ↓
 HGB : 7.8 g/dl ↓
 HCT : 23.4% ↓
 PLT :559.000 /mm3 î
 PCT : 412%
 GDS : 120 mg/dl
Diagnosis Kerja
 Gout Arthtritis

Diagnosa Diferential
 Osteoarthritis
 Rematoid Arthtritis
Tatalaksana
 Bedrest
 Diet : Hindari makanan tinggi purin
 IVFD RL 20 tts/mnt
 Alopurinol 2x300 gram
 Inj. Cefriaxon 1x2 gram
 Inj. Ranitidin 2x1 ampul
Prognosis
• Quo ad vitam : dubia ad bonam
• Quo ad functionam : dubia ad malam
Follow up
Tgl Perjalanan penyakit Terapi Planning

13/09 S: benjolan di kaki dan lutut terasa IVFD RL= 20 Foto BNO, foto sendi
sakit, susah tidur, nyeri pada perut. tetes/menit yang terkena,
O:Kesadaran: CM Alopurinol 2x300 g Pemeriksaan cairan
TD: 120/60 mmHg Inj. Cefriaxon 1x2 tofi, pemeriksaan urin
RR: 18x/i gram
Nadi: 90x/i Inj. Ranitidin 2x50 mg
T: 36,8°C Diet rendah purin
Pemeriksaan Fisik:
nyeri tekan tofus di ibu jari kaki
kanan dan kiri, gerakan terbatas
A: Gout Arthritis
Tgl Perjalanan penyakit Terapi Planning
14/09 S: benjolan di kaki dan lutut masih sakit, nyeri •IVFD D5% : RL 1:1 = 30
perut (+), mual (+), muntah (-) tetes/menit
O: Kesadaran: CM •Alopurinol 2x300 g
TD: 130/90 mmHg
•Inj. Cefriaxon 1x2 gram
RR: 18x/i
Nadi: 92x/i •Tranfusi PRC s/d Hb 10
T: 36,3°C •Albumin 1 kolf
Pemeriksaan Fisik: •Ekstra putih telur 3x II
Nyeri tekan pada tofus, gerakan sendi ibu jari butir
kaki masih terbatas •Banyak minum
LAB tanggal 13/09/2013 •Diet rendah purin
Protein total:5,7 g/dl ↓
Albumin : 2,1 g/dl ↓
Globulin : 3,6 g/dl
SGOT : 174 U/L î
SGPT : 70 U/L î
Ureum :137.9 mg/dl î
Kreatinin : 3.5 mg/dl î
As. Urat : 13.0 mg/dl î
Cholesterol : 109 mg/dl
Trigliserida : 182 mg/dl î
HDL : 15 mg/dl ↓
LDL : 57 mg/dl ↓
A: Gout Arthritis
Tgl Perjalanan penyakit Terapi Planning

15/09
S: benjolan di kaki dan lutut masih •IVFD RL= 20
sakit, sulit digerakkan, susah tidur. tetes/menit
O: Kesadaran: CM •Alopurinol 2x300 g
TD: 100/70 mmHg •Inj. Cefriaxon 1x2 gram
RR: 18x/i •Inj. Ranitidin 2x50 mg
Nadi: 72x/i •Diet rendah purin
T: 36,5°C
Pemeriksaan Fisik:
Nyeri tekan pada tofus, gerakan sendi
ibu jari kaki masih terbatas
A: Gout Arthritis
Tgl Perjalanan penyakit Terapi Planning

16/09 S: benjolan di kaki dan lutut terasa •IVFD RL= 20 Cek kimia darah lengkap,
sakit, sakit saat BAK, sendi terasa tetes/menit DR, USG
ngilu. •Alopurinol 2x300 g
O:Kesadaran: CM •Inj. Cefriaxon 1x2 gram
TD: 100/80 mmHg •Inj. Ranitidin 2x50 mg
RR: 20x/i •Albumin 1 kolf
Nadi: 80x/i •Kaltropen 1 ampul IV
T: 36,8°C •Diet rendah purin
Pemeriksaan Fisik:
nyeri tekan tofus di ibu jari kaki kanan
dan kiri, gerakan terbatas
A: Gout Arthritis
Tgl Perjalanan penyakit Terapi Planning

17/09 S: Sendi-sendi masih terasa sakit, sulit •IVFD RL = 20 Cek ur/kr, asam urat.
digerakkan. tetes/menit
O: Kesadaran: CM •Alopurinol 2x300 g
TD: 130/90 mmHg •Inj. Cefriaxon 1x2 gram
RR: 18x/i •Tranfusi PRC s/d Hb 10
Nadi: 92x/i •Albumin 1 kolf
T: 36,3°C •Banyak minum
Pemeriksaan Fisik: •Diet rendah purin
Nyeri tekan pada tofus, gerakan sendi
ibu jari kaki masih terbatas
Fo.thorax PA:
Kesan: kardiomegali
A: Gout Arthritis
Tgl Perjalanan penyakit Terapi Planning

18/09 S: nyeri pada sendi, sulit digerakkan. •IVFD RL = 20 USG,


O: Kesadaran: CM
TD: 120/80 mmHg
tetes/menit BNO IVP .
RR: 18x/i •Alopurinol 2x300 g
Nadi: 80x/i •Inj. Cefriaxon 1x2 gram
T: 37°C •Banyak minum
Pemeriksaan Fisik:
Nyeri tekan pada tofus, gerakan sendi ibu jari kaki •Diet rendah purin
masih terbatas
LAB tanggal 17/09/2013
Ureum : 112.7 mg/dl î Kreatinin : 3.1
mg/dl î
As.Urat: 13.5 mg/dl î
Fo. genue
Kesan:
•OA genue bilateral
•Dengan suspek athritis bilateral
•DD: gout

USG ABDOMEN:
Hidronefrosis dextra grade II e.c suspec
ureterolitiasis distal
A: Gout Arthritis + hidronefrosis dextra grade II
e.c suspec ureterolitiasis distal
Tgl Perjalanan penyakit Terapi Planning

19/09 S: nyeri pada sendi, sulit digerakkan, •IVFD RL= 20


sakit kepala, susah tidur. tetes/menit
O: Kesadaran: CM •Alopurinol 2x300 g
TD: 140/80 mmHg •Inj. Cefriaxon 1x2 gram
RR: 19x/i •Inj. Ranitidin 2x50 mg
Nadi: 85x/i •Diet rendah purin
T: 37°C
Pemeriksaan Fisik:
Nyeri tekan pada tofus, gerakan sendi
ibu jari kaki masih terbatas

LAB tanggal 18/09


Albumin : 1,9 g/dl ↓
A: Gout Arthritis + hidronefrosis
dextra grade II e.c suspec
ureterolitiasis distal
Tgl Perjalanan penyakit Terapi Planning

20/09 S: Sendi-sendi masih terasa sakit, •IVFD RL = 20 Cek albumin, ur/kr,


demam(+, )sulit digerakkan, susah tetes/menit asam urat.
tidur. •Alopurinol 2x300 g
O: Kesadaran: CM •Inj. Cefriaxon 1x2 gram
TD: 120/70 mmHg •Meloxicam 1x 7,5 mg
RR: 18x/i •Banyak minum
Nadi: 80x/i •Diet rendah purin
T: 37,5°C
Pemeriksaan Fisik:
Nyeri tekan pada tofus, gerakan sendi
ibu jari kaki masih terbatas

A: Gout Arthritis + hidronefrosis


dextra grade II e.c suspec
ureterolitiasis distal
Tgl Perjalanan penyakit Terapi Planning

21/09 S: Sendi-sendi masih terasa sakit, •IVFD RL = 20 Cek DDR


demam(+, )sulit digerakkan, susah tetes/menit
tidur. •Alopurinol 2x300 g
O: Kesadaran: CM •Paracetamol 3x1
TD: 130/90 mmHg •Inj. Cefriaxon 1x2
RR: 18x/i gram
Nadi: 80x/i •Albumin 1 kolf
T: 37,8°C •Banyak minum
Pemeriksaan Fisik: •Diet rendah purin
Nyeri tekan pada tofus, gerakan
sendi ibu jari kaki masih terbatas

LAB tanggal 20/09/2013


albumin : 2,5 g/dl ↓ Ureum
: 86.0 mg/dl î
Kreatinin : 3.1 mg/dl î
Asam Urat : 15.3 mg/dl î
A: Gout Arthritis + hidronefrosis
dextra grade II e.c suspec
ureterolitiasis distal
Tgl Perjalanan penyakit Terapi Planning

22/09 S: Sendi-sendi masih terasa •IVFD RL = 20


sakit, demam(+), sulit digerakkan, tetes/menit
muntah (+). •Alopurinol 2x300 g
O: Kesadaran: CM •Paracetamol 3x1
TD: 130/90 mmHg •Inj. Cefriaxon 1x2 gram
RR: 18x/i •Albumin 1 kolf
Nadi: 81x/i •Banyak minum
T: 37,7°C •Diet rendah purin
Pemeriksaan Fisik:
Nyeri tekan pada tofus, gerakan sendi
ibu jari kaki masih terbatas
LAB tanggal 21/09/2013
DDR(-)
A: Gout Arthritis + hidronefrosis
dextra grade II e.c suspec
ureterolitiasis distal
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
 Gout arthritis merupakan sindroma klinik akibat penimbunan
kristal asam urat (monosodium urate monohydrate) pada
persendian yang menyebabkan respon inflamasi akut, ataupun
penimbunan kristal asam urat pada jaringan lunak (kartilago)
yang tidak menyebabkan reaksi inflamasi.
ETIOLOGI
 Beberapa orang yang menderita gout membentuk lebih
banyak asam urat dalam tubuhnya dan tubuh tidak efektif
dalam membuang asam urat melalui air seni, sehingga asam
urat menumpuk dalam darah
 Genetik, jenis kelamin dan nutrisi (peminum alkohol,
obesitas) memegang peranan penting dalam pembentukan
penyakit gout
 hiperurisemia
PATOFISIOLOGI
Gangguan (pembentukan dan ekskresi) dari asam urat tersebut,
meliputi

 Penurunan ekskresi asam urat secara idiopatik


 Penurunan eksreksi asam urat sekunder, misalnya karena gagal ginjal
 Peningkatan produksi asam urat, misalnya disebabkan oleh tumor (yang
meningkatkan cellular turnover) atau peningkatan sintesis purin (karena
defek enzim-enzim atau mekanisme umpan balik inhibisi yang berperan)
 Peningkatan asupan makanan yang mengandung purin
Diagnosis
 Anamnesis
 Pemeriksaan Fisik
 Inspeksi: Daerah keluhan pasien seperti pada kulit, daerah sendi,
bentuknya, dan posisinya saat bergerak dan saat diam.
 palpasi: apakah terdapat kelainan seperti benjolan, dan dan merasakan
suhu di daerah sendinya
 Move: melakukan beberapa gerakan dan dibandingkan kiri dan kanan serta
dilihat apakah gerakan tersebut aktif, pasif atau abnormal.
 Lakukan gerakan dan dibandingkan kiri & kanan serta dilihat apakah
gerakan tersebut aktif, pasif atau abnormal.
 Pemeriksaan Lab
 Serum asam urat: diatas 7,5 mg/dl (hiperuricemia) akibat peningkatan
produksi asam urat atau gangguan ekskresi.
 Angka leukosit: Menunjukkan peningkatan yang signifikan mencapai
20.000/mm3
 LED: Meningkat selama serangan akut
 Urin spesimen 24 jam: Ketika produksi asam urat meningkat maka level
asam urat urin meningkat.
 Analisis cairan aspirasi dari sendi

 Pemeriksaan Radiografi
Kriteria Diagnosis The American Rheumatism Association
kriteria A dan/atau kriteria B dan/atau 6 hal atau lebih dari kriteria C

a. Adanya
kristal urat yang
khas dalam
cairan sendi

c. Meliputi
1) Lebih dari sekali mengalami serangan arthritis akut
2)Terjadi peradangan secara maksimal dalam satu hari
3) Oligoarthritis (jumlah sendi yang meradang kurang dari empat)
4) Kemerahan di sekitar sendi yang meradang
5) Sendi metatarsophalangeal pertama (ibu jari kaki) terasa sakit atau
membengkak
6)Serangan unilateral (satu sisi) pada sendi metatarsophalangeal
pertama
7) Serangan unilateral pada sendi tarsal (jari kaki)
8) Tophus
9) Hiperuricemia (> 7,5 mg/dL)
10) Pembengkakan sendi secara asimetris
Penatalaksanaan
Non Medikamentosa
Medikamentosa
1. NSAIDs
2. Kortikosteroid
3. Colchicine , hasil cukup baik bila pemberiannya pada
permulaan serangan.
 Intravena: Cara ini diberikan untuk menghindari gangguan GTT. Dosis yang
diberikan tunggal 3 mg, dosis kumulatif tidak boleh melebihi 4 mg dalam 24 jam.
 Pemberian oral: Dosis initial adalah 1 mg kemudian dosis 0.5 mg/2 jam sampai
timbul gejala intioksikasi berupa diare. Jumlah dosis colchicine total biasanya
antara 4-8 mg
4. Allupurinol dapat menurunkan kadar asam urat dengan cara menekan
produksi asam urat.
5. Indometasin
 Pemberian oral: Dosis initial 50 mg dan diulang setiap 6-8 jam tergantung
beratnya serangan akut. Dosis dikurangi 25 mg tiap 8 jam sesudah
serangan akut menghilang.
 Pemakaian melalui rektal
Analisa Kasus
 Pada kasus ini penegakan diagnose gout arthritis adalah dari
ananmnesis os mengeluh tidak bisa berjalan sejak 5 hari
SMRS karena benjolan dijempol kaki kanan dan kiri yang
semakin membesar.
 benjolan tersebut berwarna kemerahan , terasa panas, serta
nyeri berdenyut denyut sehingga os tidak bisa berjalan karena
sakit.
 Os mengaku ada keluar cairan putih seperti kapur. Benjolan
juga timbul di jari-jari tangan kanan dan kiri serta siku.
 Pada pemeriksaan fisik didapatkan tofus di ibu jari kaki kanan
dan kiri, kemudian jari-jari tangan kanan. Ukuran mulai dari 1x1
cm sampai 4x4 cm, konsistensi lunak, agak panas, dan gerakan
terbatas.
 Dari pemeriksaan kadar asam urat dalam darah didapatkan nilai
yang tinggi yaitu 13,0 mg/dl.
 Pasien juga ada mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi
purin (jeroan) sebelum timbulnya serangan.
 Riwayat serangan dengan keluhan yang sama ada sekitar 5
tahun yang lalu.
 Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
kadar asam urat maka pasien ini di diagnosa menderita gout
arthritis.
istirahat dan terapi cepat dengan pemberian
NSAID untuk mengatasi serangan akut

Pada pasien gout yang mengalami serangan akut


sebaiknya tidak diberikan obat hipourisemik
Namun, jika pasien sudah terstabilkan/
menggunakan allopurinol pada saat terjadi
serangan akut, sehingga pada pasien tetap terus
diberikan
Pada pasien ini disarankan untuk pemeriksaan
LED, Urinalisa, Pemeriksaan cairan tofi.

konsul bedah untuk megatasi tofus dan konsul


spesialis bedah urologi untuk hidronefrosis.