You are on page 1of 19

NAMA KELOMPOK :

1. ARYATI ANDINATA
2. ANUGRAH MURISKI
3. AMALIA DISPA
4. BUDI IRAWAN
5. JOVAN
6. NOVELA LYRISKI
7. ?
8. ?
9. ?
Pada pemeriksaan tekanan darah akan di dapat dua angka. Angka yang
lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih
rendah diperoleh saat jantung berelaksasi (diastolik). Dikatakan tekanan darah tinggi
jika pada saat duduk tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, atau tekanan
diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih

Kategori Tekanan darah sistolik Tekanan darah diastolik Tindak lanjut yang dianjurkan
(mmHg) (mmHg)

Pilihan <120 <80 Cek ulang dalam waktu 2


tahun
Normal <130 <80 Cek ulang dalam waktu 2
tahun
Normal tinggi 130-139 85-90 Cek ulang dalam waktu 1
tahun
Hipertensi :

Derajat I (ringan) 140-159 90-99 Konfirmasi dalam waktu 2


bulan
Derajat II (sedang) 160-179 100-109
Evaluasi dalam waktu 1 bulan
Derajat III (berat) >180 >110
Rujuk dalam waktu 1 minggu
Hipertensi :

Derajat I 140-159 90-99 Konfirmasi


(ringan) dalam waktu 2
160-179 100-109
bulan
Derajat II >180 >110
(sedang) Evaluasi dalam

Derajat III waktu 1 bulan

(berat) Rujuk dalam


waktu 1 minggu
B. Etiologi

1. Hipertensi primer (esensial)


Sekitar 95% kasus penyebab hipertensi tidak dapat ditentukan.
Hipertensi esensial biasanya muncul pada pasien yang berusia antara 25-55
tahun, sedangkan usia dibawah 20 tahun jarang ditemukan. Patogenesis
hipertensi esensial adalah multifaktorial.\
2. Hipertensi sekunder
Riwayat penyakit, pemeriksaan dan tes laboratorium rutin
dapat mengidentifikasikan pasien yang mugkin mempunyai
hipertensi sekunder dan memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Penyebab hipertensi sekunder adalah sebagai berikut :
a. Penggunaan estrogen
Terjadi peningkatan tekanan darah pada wanita yang
menggunakan kontrasepsi oral. Hipertensi yang berhubungan
dengan kontrasepsi lebih umum dialami wanita berusia lebih dari
35 tahun, yaitu pada wanita yang telah mengkonsumsi obat-
obatan kontrasepsi lebih dari 5 tahun dan pada individu yang
obesitas.
b. Penyakit ginjal

Setiap penyakit parenkim ginjal dapat mengakibatkan


hipertensi, dan kondisi ini merupakan penyebab hipertensi
sekunder yang paling umum. Sebagian besar kasus berhubungan
dengan peningkatan volume intravaskular atau peningkatan
aktivitas hormon angiotensin-aldosteron.

c. Kelainan hormonal

d. Hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan

e. Penyebab lain hipertensi sekunder

Seperti pada orang yang mengalami keracunan timbal akut.


(Lawrence M Tierney, 2003).
C. Patofisiologi
Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi
pembuluh darah terletak di pusat vasomotor, pada
medulla di otak. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras
saraf simpatis, yang berlanjut kebawah ke kordaspinalis
dan keluar dari kolumna medulaspinalis ke ganglia
simpatis ditoraks dan abdomen. Rangsangan pusat
vasomotor di hantarkan dalam bentuk impuls yang
bergerak kebawah melalui saraf simpatis ke ganglia
simpatis.
D. Tanda dan gejala

Pada pemeriksaan fisik, tidak di jumpai kelainan apapun selain tekanan


darah yang tinggi, tetapi dapat pula ditemukan pada retina seperti perdarahan,
eksudat (kumpulan cairan), penyempitan pembuluh darah, dan pada kasus
berat edema pupil (edema pada diskusoptikus).

Corwin (2000: 359) menyebutkan bahwa sebagian besar gejala klinis


timbul setelah mengalami hipertensi bertahun-tahun berupa : nyeri kepala saat
terjaga, kadang-kadang disertai mual dan muntah, akibat peningkatan tekanan
darah intracranial, penglihatan kabur akibat kerusakan retina akibat hipertensi,
ayunan langkah yang tidak mantap karena kerusakan susunan saraf pusat,
nokturia karena peningkatan aliran darah ginjal dan filtrasi glomerulus, edema
dependent dan pembengkakan akibat peningkatan kapiler.
E. Faktor-faktor resiko
Faktor resiko hipertensi meliputi :
Faktor usia sangat berpengaruh terhadap hipertensi
karena dengan bertambahnya umur maka semakin tinggi
mendapat resiko hipertensi. Insiden hipertensi makin
meningkat dengan meningkatnya usia. Ini sering
disebabkan oleh perubahan alamiah di dalam tubuh yang
mempengaruhi jantung, pembuluh darah dan hormon.
Hipertensi pada yang berusia kurang dari 35 tahun akan
menaikkan insiden penyakit arteri koroner dan kematian
premature.
Jenis kelamin juga sangat erat kaitanya terhadap terjadinya
hipertensi dimana pada masa muda dan paruh baya lebih tinggi
penyakit hipertensi pada laki-laki dan pada wanita lebih tinggi
setelah umur 55 tahun, ketika seorang wanita mengalami
menopause Perbandingan antara pria dan wanita, ternyata wanita
lebih banyak menderita hipertensi.

Riwayat keluarga juga merupakan masalah yang


memicu masalah terjadinya hipertensi hipertensi
cenderung merupakan penyakit keturunan. Jika
seorang dari orang tua kita memiliki riwayat hipertensi
maka sepanjang hidup kita memiliki kemungkinan 25%
terkena hipertensi.
Garam dapur merupakan faktor yang sangat dalam
patogenesis hipertensi. Hipertensi hampir tidak pernah
ditemukan pada suku bangsa dengan asupan garam yang
minimal. Asupan garam kurang dari 3 gram tiap hari
menyebabkan hipertensi yang rendah jika asupan garam antara
5-15 gram perhari, prevalensi hipertensi meningkat menjadi
15-20%. Pengaruh asupan garam terhadap timbulnya
hipertensi terjadai melalui peningkatan volume plasma, curah
jantung dan tekanan darah (Basha, 2004).
F. Pengendalian tekanan darah
Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa
terjadi melalui beberapa cara:
1. Jantung memompa lebih kuat sehingga
mengalirkan lebih banyak cairan pada
setiap detiknya.
2. Arteri besar kehilangan kelenturannya dan
menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat
mengembang pada saat jantung memompa darah
melalui arteri tersebut.
3. Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa
menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal
ini terjadi jika terdapat kelainan funsi ginjal
sehingga tidak mampu membuang sejumlah
garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah
dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah
juga meningkat. (Wahyu Rahayu
Utaminingsih, 2009)
G. Komplikasi hipertensi
Komplikasi hipertensi berkaitan baik dengan tekanan darah yang
sudah meningkat sebelumnya dengan konsekuensi perubahan dalam
pembuluh darah dan jantung. Tekanan darah yang naik turun atau tidak
stabil sangat erat kaitannya dengan kerusakan organ terget. Komplikasi
spesifik antara lain sebagai berikut :
1. Komplikasi ginjal
Kelompok yang paling rentan terkena kerusakan ginjal akibat
hipertensi adalah orang berusia lanjut, penyandang obesitas, orang
berkulit hitam, dan mereka yang berasal dari subbenua India, terutama
penyandang diabetes.
2. Komplikasi Kardiovaskuler
Resistensi vaskular yang tinggi membuat jantung teregang
dan menyebabkan hipertrofi ventrikel kiri.
3. Retinopati
Kerusakan pada retina mata, dimana retinopati sering terjadi
dan dibagi dalam stadium menurut keparahannya.
4. Penyakit serebrovaskuler
Hipertensi cenderung merupakan penyeban utama stroke,
terutama perdarahan intraserebral. Komplikasi serebrovaskular
sangat erat berkaitan dengan tekanan darah sistolik daripada
diastolik. (Chris O’Callaghan, 2007)
H. Pencegahan
Modifikasi gaya hidup dapat mempunyai pengaruh yang mendasar
morbiditas dan mortalitas. Diet yang kaya akan buah-buahan, sayuran
dan rendah lemak serta rendah lemak jenuh dapat menurunkan tekanan
darah. Terapi tambahan dapat mencegah atau mengurangi hipertensi
akibat kardiovaskular seperti :
1. Kurangi berat badan jika berlebih.
2. Batasi asupan alkohol, etanol tidak lebih dari 1 oz (30ml), bir (misal 24
oz = 720 ml), anggur 10 oz (300 ml) atau wiski 2 oz (60 ml) tiap hari
atau 0,5 oz (15 ml) etanol tiap hari untuk wanita dan orang dengan
berat badan yang lebih ringan
3. Tingkatkan aktivitas fisik aerobik (30-45 menit hampir tiap hari
dalam 1 minggu)
4. Kurangi asupan natrium tidak lebih dari 10 mmol/hari (2,4 gram
natrium atau 6 gram natrium klorida)
5. Pertahankan asupan kalium yang adekuat dalam diet ( kira-kira
90 mmol/hari)
6. Pertahankan intake kalsium dan magnesium yang adekuat dalam
diet untuk kesehatan secara umum
7. Berhenti merokok dan kurangi asupan lemak jenuh dalam diet
dan kolesterol untuk kesehatan kardiovaskuler secara
keseluruhan (Lawrence M Tierney, 2003)
 KESIMPULAN
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu
peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum,
hipertensi adalah suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan
yang abnormal tinggi di dalam arteri mengakibatkan
meningkatkan resiko terhadap stroke, aneurisma, dan gagal
jantung, serangan jantung, dan kerusakan ginjal. Hipertensi
primer (esensial), Hipertensi sekunder, Penggunaan estrogen,
Penyakit ginjal, Kelainan hormonal, Hipertensi yang berhubungan
dengan kehamilan, Penyebab lain hipertensi sekunder, Seperti
pada orang yang mengalami keracunan timbal akut.