You are on page 1of 9

ANALISIS INSTRUMEN

KOLORIMETRI
DASAR - DASAR ANALISIS KOLORIMETRI

kesamaan warna larutan sampel uji dengan


KOLORIMETRI warna larutan standar

Metode analisis yang digunakan


menentukan konsentrasi larutan ber
warna atau larutan (komponen) tidak
berwarna yang tidak dapat dijadikan
berwarna, didasarkan atas kesamaan
warna larutan sampel uji dengan war
na larutan standar menggunakan si
nar tampak (visible) dan pengamat
(detector) mata.
BERKAS SINAR JIKA MENGENAI SUATU MEDIA

DIPANTULKAN (REFLECTED)

DISERAP (ABSROBED)

DIPANCARKAN (TRANSMITTED)
Ket :
I0 = Ia + Ir + It I0 = Intensitas cahaya mula-mula
Ia = Intensitas cahaya diserap
Ir = Intensitas cahaya dipantulkan
It = Intensitas cahaya diteruskan

METODE KOLORIMETRI
1. Metode standar seri
2. Metode standar sintetis
3. Metode hehner
4. Metode bajerum komparator
5. Metode kolorimetri Duboscq
Metode seri membandingkan warna larutan
sampel yang diuji dengan warna dari larutan
standar.
Langkahnya :
1. Buat satu larutan standar/baku yang konsentrasinya tinggi (larutan
induk) belum berwarna dengan cara menimbang dan melarutkan
secara teliti.
2. Mengencerkan larutn induk menjadi larutan antara (intermediet)
yang lebih kecil konsentrasinya
3. Mengencerkan larutan intermediet menjadi beberapa deretan
larutan standar dengan urutan standar seri/deretan standar yang
lebih kecil konsentrasinya.
4. Membuat larutan sampel dengan cara menambahkan perekasi
warna yang sama dengan deretan larutan standar
5. Membandingkan warna sampel uji dengan warna deretan larutan
seri
6. Mencari dan mencatat kesamaan warna
7. Menghitung kadar / konsentrasi sampel
Metode standar sintetis digunakan cara membandingkan
warna larutan blanko dititar menggunakan larutan standar
dengan warna larutan sampel
Vs tan dar
Cx  xCs tan dar
Cs tan dar  Cblanko
Langkah kerja :
1. Buat larutan standar/baku yang konsentrasinya tinggi (larutan induk) belum
berwarna dengan menimbang dan melarutkan secara teliti
2. Mengencerkan larutan induk menjadi larutan antara (intermediet) yang lebih
kecil konsentrasinya
3. Memasukkan larutan intermediet kedalam buret untuk digunakan pada
waktu pentitaran balnko
4. Menyiapkan blanko yang sudah ditambahkan asam dan pereaksi warna
5. Menimbang, melarutkan dan menjadikan larutan berwarna untuk sampel uji
padat
6. Menitar balnko tetes demi tetes denga larutan intermediet serta
membandingkan warna sampel uji dengan warna blanko yang dititar
7. Mencari dan mencatat volume pentitaran
8. Menghitung kadar/konsentrasi sampel
Metode hehner
Menggunakan tabung silinder yang tingginya 2,5 cm dari
dasar. Untuk pemakaiannya dimasukkan ke dalam suatu
kotak, sinar dilewatkan dari atas. Warna larutan dalam
dua silinder tersebut harus sama.
Bajerum Comaparator
Cara mencapai kesamaan warna antara larutan sampel
dengan larutan standar dilakukan dengan cara
menggeser larutan sampel disepanjang skala yang
berada di atas bajerum.
Kolorimeter Dubosq
Kesamaan warna didapatkan dengan dua cara mengatur
tinggi rendahnya pemberat (plunger), agar tinggi larutan
dalam bejana berubah sehingga didapatkan intensitas
warna yang sama
PRINSIP KOLORIMETRI

Lambert (1760).
"Jika suatu sinar monokromatik melalui suatu media
yang transparan maka bertambah turunnya intensitas
sinar yang dipancarkan sebanding dengan bertambah
nya tebal media "

Beer (1852)
" Jika suatu sinar monokromatis melalui suatu media yang transparan
maka bertambah turunnya intensitas sinar yang dioancarkan sebanding dengan
bertambahnya kepekatan "

Gabungan :
" Jika suatu sinar monokromatik melalui media yang transparan maka bertambah
turunnya intensitas sinar yang dipancarkan sebanding dengan bertambahnya tebal
dan kepekatan dari media "
A = a. b. c
Keterangan :
A = absorban
a = koefisien absorptivitas
b = tebal media
c = konsentrasi