You are on page 1of 28

Destruksi Kering

Pengertian
Menurut KBBI destruksi mempunyai arti : perusakan;
pemusnahan; penghancuran; pembinasaan

Dalam ilmu kimia destruksi berarti suatu perlakuan pemecahan


senyawa menjadi unsur-unsurnya sehingga dapat dianalisis. Istilah
destruksi ini disebut juga perombakan, yaitu dari bentuk organik
logam menjadi bentuk logam-logam anorganik.

2
Jenis Destruksi
Pada dasarnya ada dua jenis destruksi yang dikenal
dalam ilmu kimia yaitu
1. destruksi basah, dan
2. destruksi kering.
Kedua destruksi ini memiliki teknik pengerjaan
atau pendestruksian yang berbeda.

3
Destruksi Kering
Distruksi Kering adalah perombakan organic logam di
dalam sampel menjadi logam-logam anorganik dengan
jalan pengabuan sampel dalam muffle furnace dan
memerlukan suhu pemanasan tertentu.
Pada umumnya dalam destruksi kering ini dibutuhkan
suhu pemanasan antara 400-800oC, tetapi suhu ini sangat
tergantung pada jenis sampel yang akan dianalisis. Dalam
destruksi kering, bahan organik dibakar habis dalam muffle
furnace dengan menaikkan suhu perlahan-lahan, yaitu 500–
600oC, tergantung bahan.
4
Destruksi Basah
Destruksi basah adalah metode destruksi yang
dilakukan dengan menambahkan senyawa
tertentu pada bahan yang diabukan sepeti gliserol,
alkohol asam sulfat atau asam nitrat. Pengabuan
cara basah dilakukan untuk penentuan elemen
mineral. Waktu pengabuan relatif cepat, suhu yang
dibutuhkan tidak terlalu tinggi, untuk analisis
sampel dalam jumlah sedikit, memakai reagen
kimia yang sering berbahaya sehingga perlu
koreksi terhadap reagen yang digunakan.

5
Prinsip Destruksi Kering
Prinsip destruksi adalah perlakuan pendahuluan
terhadap sampel sebelum dianalisa
zatnya,(perlakuan pendahuluan tersebut adalah
pengabuan).

6
Pada destruksi kering suhu pengabuan harus
diperhatikan karena banyak elemen abu yang dapat
menguap pada suhu tinggi, selain itu suhu
pengabuan juga dapat menyebabkan dekomposisi
senyawa tertentu. Oleh karena itu suhu pengabuan
untuk setiap bahan berbeda-beda bergantung
7
destruksi kering secara umum dilakukan pada suhu
antara 400-550 ° C selama 4 sampai 8 jam
(Christian, G.D, 1994)

8
Tujuan
Mengukur nilai kandungan logam atau mineral
yang terdapat dalam sampel dengan perlakuan
pendahuluan terhadap sampel. (pengabuan)

9
Kegunaan
Dapat menetukan kandungan mineral dalam
bahan makanan
Dapat menentukan baik tidaknya suatu
proses pengolahan, mengetahui jenis bahan
yang digunakan, serta dijadikan parameter
nilai gizi bahan makanan.

10
Proses
a) Ditimbang beberapa gram (1-2 gram) sampel ke cawan
porselen dan arangkan
b) Diabukan pada suhu tertentu sesuai bahan hingga
berwarna putih, kemudian dinginkan
c) Ditambahkan HCl lalu panaskan ± 2ml, dinginkan
d) Ditambahkan HCl lagi (kira kira 10ml) kemuadian aduk
e) Disaring ,lalu masukkan ke labu takar dan ditambahkan
air bebas ion
f) Dibaca kandungan mineralnya dengan metode AAS
(digunakan spektrofotometer)
11
Alat
Alat-alat yang digunakan dalam metode destruksi
kering tersebut adalah sebagai berikut:
Muffle Furnace

Crucible Porcelain

Volumetrik Flask

12
Muffle Furnace

13
Muffle Furnace berguna untuk melakukan
analisis gravimetri, berbagai uji pengapian
dan penentuan padatan tersuspensi dan
volatile. Mereka membantu dalam banyak
proses seperti membakar bahan organik
dan anorganik, ekstraksi seng, logam
pengerasan, melakukan pekerjaan enamel,
pengujian semen, pengujian material,
mempersiapkan timbal merah,
pengeringan, dan pemurnian logam
seperti perak dan emas.

14
Untuk cara perawatan dari muffle furnace sendiri
yaitu :

 Memeriksa dan mengganti filter secara rutin

 Selalu pastikan untuk menyalakan furnace


sebelum mengganti atau menghapus filter
untuk dibersihkan

15
Crucible Porcelain

16
Fungsi dari Crucible Porcelain
adalah untuk mereaksikan zat
dalam suhu tinggi,
mengabukan kertas saring,
menguraikan endapan dalam
gravimetric sehingga menjadi
bentuk stabil.

17
Untuk cara perawatan dari crucible procelain sendiri
yaitu :
rendam ke dalam air hangat suam suam dengan
kuku yang telah diberi sedikit sabun, gosok secara
perlahan bagian kotornya dengan spon yang
lembut, jika nodanya sulit hilang rendam lebih
lama lagi.

18
Volumetrik Flask

19
Berupa Labu dengan leher yang panjang dan bertutup
terbuat dari kaca dan tidak boleh terkena panas karena
dapat memuai. kegunaan nya merupakan alat ukur yang
teliti untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu
dan mengencerkan larutan dengan keakurasian yang tinggi.
20
Untuk cara perawatan dari Volumetrik Flask sendiri yaitu :

karena sifat sensitif dari percobaan ini, gelas yang bersih sangat
penting atau diperhatikan. Langkah pertama dalam setiap mencuci
kaca yang digunakan untuk pekerjaan laboratorium adalah
menetukan apa pereaksi atau pelarut yang digunakan. Beberapa jenis
solusi memerlukan penanganan khusus

21
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan dan kekurangan metode destruksi
kering adalah sebagai berikut :
a) kelebihan :
lebih sederhana dan lebih aman
tidak adanya kesalahan relatif akibat
kontaminasi karena hanya sedikit reagen yang
digunakan
Sampel dalam jumlah besar dapat dikerjakan
dengan lebih mudah
22
Dapat diaplikasikan pada berbagai jenis
sampel.
Memberikan destruksi sempurna terhadap
bahan organik yang merupakan prasyarat bagi
beberapa teknik penetapan kadar, seperti ICP-
OES;
Mensimplifikasi matriks sampel dan kondisi
akhir larutan (jernih, tidak berwarna, dan tidak
berbau);
23
b) Kekurangan
 hilangnya unsur-unsur karena retensi
terhadap dinding wadah.
tingginya temperature merupakan ancaman
terjadinya kehilangan unsur karena volatilisasi
 memerlukan waktu yang cukup lama
kontaminasi cuplikan dari logam bahan
wadah yang terkadang bersifat sebagai
penyerap.
penggunaan muffle furnace memakan banyak
biaya karena harus dinyalakan terus menerus
Penambahan bantuan pengabuan dapat
meningkatkan kandungan garam inorganic
secara signifikan yang merupakansuatu
masalah dalam penetapan kadar unsure
sekelumit dan berkontribusi pada kontaminasi 25
Sumber
Susila Kristianingrum, kajian berbagai proses
destruksi sampel dan efeknya, jurusan pendidikan
kimia fmipa uny.
digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-10632
1498100055-Chapter1.pdf
http://eprints.undip.ac.id/2920/1/Jurnal_Riset_Murt
y.pdf
coolkhas-chemistry.blogspot.com/.../destruksi-
basah-wet-ashing.htmleprints.uny.ac.id/1677
http://en.wikipedia.org/wiki/Muffle_furnace
http://en.wikipedia.org/wiki/Crucible
http://www.ehow.com/how_6026902_clean-
lab-glass.html
http://www.ciputraentrepreneurship.com/cipu
tra-way/8445-tips-merawat-peralatan-dari-
porselen.html
http://indonetwork.co.id/karya_mekanikacom
/2620951/volumetric-flask-labu-ukur.htm
http://id.hicow.com/tungku-
pembakaran/pemeliharaan-perbaikan-dan-
operasi/filter-oli-227
27
Terima Kasih

28