You are on page 1of 27

Titrimetri

3.1 Menerapkan Titrasi


Penetralan

4.1 Melaksanakan Titrasi


Penetralan
TITRIMETRI

ANALISIS KUANTITATIF

Suatu metode penentuan kadar (konsentrasi)


suatu larutan dengan larutan lain
yang telah diketahui konsentrasinya
peralatan titrasi
Larutan yang akan ditentukan
Buret
kadarnya disebut sebagai analit,
(larutan peniter biasanya diletakan di dalam
(larutan standar))
Erlenmeyer, sedangkan
larutan yang telah diketahui
konsentrasinya
disebut sebagai “larutan standart
atau peniter” dan diletakkan
di dalam buret.
erlenmeyer
(larutan yang akan
dititrasi (analit)) ANALIT = TITRAT

LARUTAN STANDAR = TITRAN


Larutan Standar

Suatu larutan yang konsentrasinya


diketahui secara akurat

larutan standar disiapkan dengan cara menimbang


secara akurat suatu zat yang memiliki kemurnian tinggi
dan melarutkannya dengan sejumlah tertentu
pelarut dalam labu ukur
LARUTAN
STANDAR

PRIMER SEKUNDER TERSIER


larutan standar primer
Syarat:

 Harus 100% mur ni (pengotor < 0,02%)


 Zat tersebut harus stabil baik pada suhu kamar ataupun
pada waktu dilakukan pemanasan, standart primer
biasanya dikeringkan terlebih dahulu sebelum ditimbang.
(tidak bersifat higroskopis)
 Biasanya zat standart primer memiliki Masa molar (MR)
yang besar hal ini untuk memperkecil kesalahan relative
atau eror pada waktu proses penimbangan.
larutan standar sekunder

larutan standar yang konsentrasinya sudah diketahui,


namun tingkat akurasi dan kemurnian rendah.

konsentrasi larutan standar sekunder harus


ditetapkan/standarisasi
dengan menggunakan larutan standar primer
syarat-syarat titrasi

Reaksi jelas

Reaksi harus berjalan dengan cepat

Ada Indikasi reaksi sudah selesai


(ekuivalen)

Tidak ada hal lain yang mengganggu


reaksi antara analit dengan titrant

Reaksi berkesudahan/kesetimbangannya
mengarah kearah pembentukan produk
istilah kondisi dalam titrasi

• titik ekuivalen
Adalah keadaan dimana
konsentrasi titran tepat sama
secara stoikiometri dengan analit

• Contoh : jika kita mempunyai senyawa


basa yang mengandung 0,250 mol OH-,
kemudian dititrasi dengan H+, titik equivalen
tercapai ketika jumlah H+ ditambahkan
sama dengan 0,250 mol H+.
• titik akhir titasi
– adalah keadaan saat proses titrasi diakhiri
karena titik ekuivalen sudah tercapai ytang
ditandai dengan perubahan warna indicator.
– dalam titrasi titik akhir titrasi harus sedekat
mungkin dengan titik ekuivalen, sehingga
dalam perhitungan titik akhir titiasi diangga
sama dengan titik ekuivalen.
Indikator

Adalah senyawa yang sensitif (berubah warna)


pada saat analit habis atau pada saat titran
berlebih

  2
5HOC2O2OH  2MnO  6H 
410CO2  2Mn  8H 2O
purple colorless

Company Logo
Jenis
Titrasi

Oxidasi
Asam Pembentukan Pengendapan
kompleks (Precipitasi) /
Basa
reduksi
titrasi penetralan
titrasi
asam-basa

asidimetri alkalimetri

lar. standar: Lar. Standar:


Asam
analit: Basa Basa
analit: Asam
Indikator

• indikator adalah asam lemah atau basa lemah


(senyawa organik) yang dalam larutannya
warna molekul-molekulnya berbeda dengan
warna ion-ionnya
HIn ↔ H+ + In-

• Indikator asam-basa terletak pada titik


ekivalen dan ukuran dari pH
Perubahan warna indikator
Penetapan konsentrasi
NaOH dengan asam oksalat

NaOH di standarisasi dengan asam oksalat karena NaOH bersifat


higroskopis. Asam oksalat bereaksi dengan NaOH menjadi natrium oksalat.
Karena asam oksalat merupakan asam lemah, sedangkan NaOH basa luat,
maka digunakan fenolftalein (pp) sebagai indikator.

Reaksi :

NaOH + H2C2O4 Na2C2O4 + H2O


Penetapan konsentrasi
NaOH dengan asam oksalat

PEMBUATAN REAGEN ASAM OKSALAT 0,1000 N 50 mL

PEMBUATAN REAGEN NaOH 0,1000 N 250 mL

STANDARISASI NaOH DENGAN ASAM OKSALAT


Penetapan konsentrasi
NaOH dengan asam oksalat
Pembuatan asam oksalat 0,1000 N
1. Timbang ........ gram asam oksalat dengan neraca
analitik
2. Larutkan asam oksalat dalam labu ukur 50 ml
3. Paskan sampai tanda batas
4. Homogenkan
Berat botol timbang ………………………………………………
… gram
Berat asam oksalat ………………………………………………
… gram
Berat botol timb + asam oksalat ………………………………………………
… gram
Berat botol timb. + asam oksalat ………………………………………………
tertimbang … gram

Berat asam oksalat tertimbang ………………………………………………


… gram
Konsentrasi asam oksalat yang dibuat N = = ………………………… N
Penetapan konsentrasi
NaOH dengan asam oksalat
Pembuatan NaOH 0,1000 N
1. Timbang X gram NaOH dengan neraca analitik
2. Larutkan dalam gelas piala 250 ml
3. Tambahkan aquades sampai volume 200 ml
4. Homogenkan dan simpan dalam botol reagen
5. Beri label

Berat botol timbang …………………………………………


……… gram
BeratNaOH …………………………………………
……… gram
Berat botol timb + asam oksalat …………………………………………
……… gram
Berat botol timb. + NaOH tertimbang …………………………………………
……… gram
Berat NaOH tertimbang …………………………………………
……… gram
Penetapan konsentrasi
NaOH dengan asam oksalat
Reaksi
2 NaOH + H2C2O4 ==> Na2C2O4 + 2H2O

Cara kerja
1. Masukkan NaOH 0,1000 N ke dalam buret yang telah dicuci dan dibilas dengan larutan
NaOH 0,1000 N
2. Pipet 10 ml Asam Oksalat 0,1000 N dengan pipet gondok, pindahkan kedalam
Erlenmeyer 250 ml
3. Tambahkan indicator pp 3 tetes dan 30 ml aquades
4. Titrasi dengan NaOH 0,1000 N sampai titik akhir (pink seulas)
5. Ulangi titrasi 2x
6. Catat volume NaOH yang terpakai

Faktor kesalahan dalam meniter : 0,3 ml - 0,5 ml

Va x Na = Vb x Nb
PENETAPAN KADAR ASAM ASETAT
DALAM CUKA MAKAN
TEORI
Asam cuka = Asam asetat
Rumus kimia = CH3COOH
Ciri – cirinya "
1. Cairan tidak berwarna
2. Baunya khas
Kegunaannya :
Di industry : Membuat cellulose Aseta rayon
Pembuatan zat warna
Obat-obatan
PENETAPAN :
Alkalimetri
REAKSI :
CH3COOH(aq) + NaOH(aq) ==> CH3COONa(aq) + H2O(l)

CH3COOH CH3COO- + Na+

Valensi = 1
BE = Mr/Valensi = .... g/molek
PROSEDUR KERJA

UJI UJI LANJUTAN


PENDAHULUAN
LOGO

Sampai ketemu minggu depan