You are on page 1of 22

Koma Diabetikum

Ketoasisdosis Diabetikum (KAD)


• Keadaan akut yang dapat mengancam jiwa yang
merupakan salah satu komplikasi diabetes
• Bisanya dapat terjadi pada pasien dengan
diabetes tipe-1 dan jarang terjadi pada pasien
diabetes tipe-2
• Kondisi ini ditandai dengan:
– Hyperglycemia
– Ketoacidosis
– Ketonuria
Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS)

• Komplikasi metabolisme akut pada diabetes


mellitus ditandai oleh gangguan status mental
dan meningkatnya plasma osmolality pada
pasien dengan hyperglycemia.
• Terjadi paling sering pada Diabetes Tipe II
– Beberapa kasus terjadi juga pada Diabetes Tipe I.
• Gejala yang terdapat adalah 30-40% dari
Diabetes Tipe II
Tanda dan Gejala
• Yang paling umum adalah peningkatan dari polydipsia
and polyuria
• Malaise, generalized weakness, dan fatigability
• Nausea dan vomiting
• Penurunan berat badan pada pasien yang baru
didiagnosis DM-1
• Riwayat gagal pengobatan dengan insulin atau
pengobatan insulin yang terlewat karena alasan fisik.
• Perubadan dari status kesadaran, misalnya disorientasi
atau binggung.
Kriteria Diagnosis DKA and HHS
Mild DKA Moderate DKA Severe DKA HHS

Plasma glucose > 250 > 250 > 250 > 600
(mg/dL)
Arterial pH 7.25-7.30 7.00-7.24 < 7.00 > 7.30

Sodium Bicarbonate 15 – 18 10 - <15 < 10 > 15


(mEq/L)
Urine Ketones Positive Positive Positive Small

Serum Ketones Positive Positive Positive Small

Serum Osmolality Variable Variable Variable > 320


(mOsm/kg)
Anion Gap > 10 > 12 > 12 variable

Mental Status Alert Alert/Drowsy Stupor/Coma Stupor/Coma


Etiologi DKA/HHS
• Stres menyebabkan peningkatan dari hormon
katekolamin, kortisol dan glukagon, misalnya:
– Infeksi (pneumonia, ISK)
– Alkohol
– Stroke
– Myocard Infark
– Pancreatitis
– Trauma
– Obat-obatan (steroids, thiazide diuretics)
Symptoms of DKA/HHS
• Polyuria
• Polydypsia
• Pandangan kabur
• Nausea/Vomiting
• Abdominal Pain
• Fatigue
• Confusion
• Obtundation
Pemeriksaan Fisik DKA/HHS
• Hypotension, tachycardia
• Pernafasan Kussmaul
• Fruity odor to breath (due to acetone)
• Dry mucus membranes
• Abdominal tenderness
In the period between meals there is a relative insulin lack  mobilization of free fatty acids
from adipose tissue (metabolism shifts slightly) so that the lipids are used by peripheral tissues
for energy rather than glucose (remaining glucose to be available to tissues such as the brain) 
brain cells (INSULIN INSENSITIVE).
DEHYDRATION-HYPEROSMOLARITY

HYPERGLYCEMIA GLYCOSURIA

GLYCOSURIA
GLYCOSURIA INCREASED
GFR
OSMOTIC DIURESIS

HYPOVOLEMIA

DEHYDRATION
DECREADE GFR & RENAL
GLUCOSE LOSS

HYPEROSMALIRITY HYPERGLYCEMIA

DKA usually evolves over a shorter period (usually less than 24 hours) than HHS, which tends to
evolve over a few days.
27/09/2018
PENATALAKSANAAN
• Bed rest
• Oksigenasi
• Cairan  NaCl fisiologis
• Insulin
bolus IV insulin reguler 0.1 unit/kgBB/jam
• Perbaikan kadar elektrolit
– Kalium
– Fosfat
– Bikarbonat
Sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi 5
Harrison Principles of Internal Medicine 17th Edition
Pemantauan:
• Konsentrasi glukosa darah tiap jam
• Elektrolit setiap 6 jam selama 24 jam
• Analisis gas darah
• Tekanan darah, nadi, frekuensi pernapasan,
temperatur setiap jam
• Keadaan hidrasi, keseimbangan cairan

Sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi 5


Non-Farmakologi
• Nutrisi
• Pernapasan
• Sirkulasi
• Kandung kemih dan Defekasi
• Fisioterapi
• Hygine kulit,mata dan mulut
Protocol for management of adult patients with
DKA or HHS
• DKA diagnostic criteria: blood glucose 250
mg/dl, arterial pH 7.3, bicarbonate 15 mEq/l,
and moderate ketonuria or ketonemia.
• HHS diagnostic criteria: serum glucose >600
mg/dl, arterial pH >7.3, serum bicarbonate
>15 mEq/l, and minimal ketonuria and
ketonemia.