You are on page 1of 23

BAB II

Interaksi Sosial
Presented by:
Suryandaru Prasetyo Jati (1313102534)
Ari Ruki Saputri (1313102535)

Page 1
Materi

1. Pengertian Interaksi Sosial

2. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

3. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

4. Proses Disosiatif
Page 2
INTERAKSI SOSIAL
A. Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis
yang menyangkut hubungan antara orang perseorangan,
antara beberapa kelompok manusia, maupun antara
perseorangan dengan kelompok.

Page 3
Berlangsungnya proses interaksi didasarkan beberapa
factor, yakni
1. Faktor imitasi
Imitasi Artinya meniru atau tiruan . Faktor imitasi ini
mempunyai dampak positif dan dampak negatif .
2. Faktor sugesti
Berlangsung kalau seseorang memberi sesuatu pandangan,
pemikiran atau sikap yang berasal dari dirinya, yang
kemudian diterima oleh pihak lain.

Page 4
3. Faktor identifikasi
kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri
seseorang untuk menyamakan dirinya dengan pihak lain

4. Faktor simpati.
Merupakan suatu proses seseorang yang merasa tertarik
pada pihak lain.

Page 5
• Ciri-ciri interaksi sosial sebagai berikut.
a) Dilakukan dua orang dan ada reaksi dari pihak lain.
b) Adanya kontak sosial dan komunikasi.
c) Bersifat timbal balik, positif, dan berkesinambungan.
d) Ada penyesuaian norma dan bentuk-bentuk interaksi
sosial.
e) Pola interaksi sosial terjalin dengan baik harus
berdasarkan kebutuhan yang nyata, efektivitas,
efisiensi, penyesuaian diri pada kebenaran,
penyesuaian pada norma, tidak memaksa mental, dan
fisik.

Page 6
Dalam interaksi sosial menurut Drs. Haryanto ada
dua hubungan sebagai berikut :
a) Tingkat hubungan yang dalam (berlangsung terus
menerus dan tidak terbatas )
b) Tingkat hubungan yang dangkal (berlangsung hanya
saat tertentu)

Page 7
Syarat Terjadinya Interaksi
Sosial
Syarat terjadinya interaksi sosial antara lain:

a. Adanya kontak sosial (social contact)

b. Adanya komunikasi
(Soekanto, 1982;58)

Page 8
A. Kontak Sosial

Kontak merupakan tahap permulaan dari


terjadinya interaksi sosial. Kontak sosial tersebut dapat
berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu sebagai berikut :
• Antar individu
• Antara individu dengan kelompok
• Antar kelompok

Page 9
Suatu kontak dapat juga bersifat primer atau
sekunder.

• Kontak primer ( kontak langsung )


kontak yang terjadi ketika seseorang berhubungan langsung
atau bertatap muka.

• Kontak sekunder (kontak tak langsung)


Kontak ini berlangsung dengan menggunakan media perantara
atau pihak lain.

Page 10
B. Komunikasi
Komunikasi adalah proses di mana saling
membagi informasi, gagasan dan perasaan antar individu.
Ada komponen – komponen dalam komunikasi yaitu:
a)Pemberi Pesan
b)Pesan
c)Umpan Balik
d)Gangguan
e)Media
f)Setting (Lingkungan)
g)Penerima Pesan

Page 11
Dari penjelasan diatas kita telah mengatahui
pentingnya kontak dan komunikasi, yaitu untuk
terwujudnya interaksi sosial. Tingkat interaksi
seseorang dapat diuji terhadap suatu kehidupan
terasing (isolation).

Page 12
Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Ada 4 bentuk interaksi social
• Kerjasama
• Persaingan
• Pertikaian
• Akomodasi

Page 13
Page 14
Proses Asosiatif
1. Kerjasama (Cooperation)
Pola-pola kerja sama dapat dijumpai pada semua
kelompok manusia. Umumnya kerja sama akan
semakin kuat apabila ada bahaya atau ancaman dari
luar. Kerjasama timbul apabila pada saat orang
menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan yang
sama.

Page 15
5 Bentuk Kerja Sama :

• Kerukunan

• Bargaining

• Co-optation

• Coalition

• Joint-venture

Page 16
2. Accomodation (Akomodasi)
Istilah akomodasi dapat digunakan dalam dua
keperluan, yaitu;
- untuk menunjuk pada suatu keadaan
- untuk menunjuk suatu proses
Akomodasi sebagai suatu proses dapat memiliki
bentuk sebagai berikut;
1. Tolerant-participation 7. Adjudication
2. Compromise 8. Stalemate
3. Coercion
4. Arbitration
5. Mediation
6. Conciliation
Page 17
3. Assimilation (Asimilasi)
Adalah proses sosial yang timbul apabila
ada kelompok masyarakat dengan latar belakang
kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara
interaktif dalam jangka waktu lama
Faktor-faktor yang mempermudah terjadinya
asimilasi :
• Toleransi
• Kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
• Sikap menghargai orang asing dan kebudayaan
• Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa di
masyarakat, dll.

Page 18
Faktor penghalang asimilasi :
• Terisolasi kehidupan golongan tetentu di masyarakat,
adanya prasangka-prasangka
• Kurang pengetahuan mengenai kebudayaan yang
dihadapi
• Perasaan takut terhadap kekuatan kebudayaan yang
dihadapi
• Perasaan bahwa kebudayaan yang dihadapi jauh lebih
tinggi
• Perbedaan warna kulit , dll.

Page 19
Proses Disosiatif
Proses kerja sama yang bentuk dan arahnya ditentukan
oleh kebudayaan dan sistem sosial masyarakat
bersangkutan.

Oposisi atau proses disosiatif dibedakan menjadi 3


bentuk :
1. Persaingan ( competition)  individu atau kelompok
bersaing untuk mencari keuntungan dalam bidang-bidang
kehidupan tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan .
2. Kontravensi  Bentuk proses sosial yang berada antara
persaingan dan pertikaian

Page 20
Tipe kontravensi :
• Kontravensi antar masyarakat
• Antagonisme keagamaan
• Kontravensi intelektual
• Oposisi moral

3. Pertentangan atau pertikaian (conflicto)  proses


sosial yang disertai dengan ancaman dalam memenuhi
tujuannya .
Penyebab pertentangan :
• Perbedaan antar indiidu-individu
• Perbedaan kebudayaan
• Perbedaan kepentingan
• Perubahan sosial
Page 21
Bentuk khusus pertentangan :

• Pertentangan pribadi
• Pertentangan rasial
• Pertentangan antara kelas-kelas sosial
• Pertentangan politik
• Pertentangan yang bersifat internasional

Page 22
Dampak pertentangan :

• Tambahnya solidaritas in-group


• Retaknya persatuan kelompok
• Perubahan kepribadian para individu
• Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia
• Akomodasi , dominasi dan takluknya suatu pihak .

Page 23