You are on page 1of 11

DBD

• Demam berdarah dengue (DBD) adalah


penyakit yang disebabkan oleh virus dengue.
Epidemiologi
• Demam berdarah dengue tersebar di Asia
Tenggara, Pasifik Barat dan Karibia.
• Indonesia merupakan wilayah endemis dengan
sebaran di seluruh wilayah tanah air.
• Insiden DBD di Indonesia antara 6-15 per 100.000
penduduk (1989-1995). Meningkat tajam pada
tahun 1998, 35 per 100.000.
• Pada tahun 2004 selama bulan Januari dan
Februari, pada 25 provinsi tercatat 17.707 orang
terkena DBD dengan kematian 322 penderita.
Etiologi
• Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue
dari kelompok Arbovirus B, yaitu arthtopod-
borne virus atau virus yang disebarkan oleh
antropoda. Virus ini termasuk Flavivirus dari
famili Flaviviridae.
Patogenesis
Gejala Klinis
• Demam / riwayat demam akut, 2 – 7 hari,
biasanya bifasik.
• Manifestasi perdarahan dengan tes Rumpel
Leede (+), petekie, perdarahan spontan seperti
mimisan, muntah darah, atau bercak hitam.
• Trombositopenia (jumlah trombosit
<100.000/µl)
• Hematokrit meningkat >20%.
Terdapat 4 derajat spektrum klinis DBD (WHO, 1997),
yaitu:
• Derajat 1: Demam disertai gejala tidak khas dan satu-
satunya manifestasi perdarahan adalah uji torniquet.
• Derajat 2: Seperti derajat 1, disertai perdarahan
spontan di kulit dan perdarahan lain.
• Derajat 3: Didapatkan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi
cepat dan lemah, tekanan nadi menurun (20 mmHg
atau kurang) atau hipotensi, sianosis di sekitar mulut
kulit dingin dan lembab, tampak
gelisah.
• Derajat 4: Syok berat, nadi tidak dapat diraba dan
tekanan darah tidak terukur.
Diagnostik
Anamnesis : Pemeriksaan Fisik:
• Demam akut 2-7 hari • Perdarahan
• Nyeri kepala – petekie,
• Menggigil – epistaksis,
• Nyeri kepala – menorrhagia,
• Nyeri tulang belakang – jarang terjadi perdarahan
• Lelah hebat.
• Kadang-kadang menggigil.
• Nyeri otot/ sendi Pemeriksaan Laboratorium:
• Anoreksia • Trombositopenia
• Ht ↑
Penatalaksanaan
MEDIKA MENTOSA
• Antipiretik berupa parasetamol untuk
menjaga suhu tubuh tetap dibawah 400C,
• Pemberian aspirin sebaiknya dihindari karena
berisiko terjadinya perdarahan saluran cerna
bagian atas (lambung/duodenum)
• Terapi elektrolit & cairan secara oral (untuk
pasien yg mengeluarkan keringat berlebih
atau muntah)
Lanjutan...
NON MEDIKA MENTOSA
• Tirah baring
• Minum sebanyak mungkin untuk mengatasi kebutuhan
cairan yang meningkat saat demam
• Konsumsi buah dan sayuran segar / jus buah segar
• Konsumsi Vitamin untuk meningkatkan daya tahan
tubuh
• Pemberian makanan dengan kandungan gizi yang
cukup, lunak dan tidak mengandung zat atau bumbu
yang mengiritasi saluaran cerna.