You are on page 1of 16

“Pengaruh Faktor Tata Kelola PT Bank Central

Asia Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk


terhadap Perbedaan Kualitas Kinerja
Perusahaan”

Nama Anggota Kelompok :


Ulfitania Riantami (1506678234)
Mirandy Ekayanti (1506678240)
Annisa Regita Apricillia Cahyani (1506678165)
1.1
LATAR
BELAKANG

2
Tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate
Governance telah menjadi topik yang banyak
dibicarakan di dunia bisnis Internasional dalam dua
dekade terakhir ini. Good Corporate Governance atau
yang biasa disingkat menjadi GCG ini mulai menjadi
tuntutan untuk diterapkan oleh perusahaan sejak
terjadinya krisis besar di Amerika dan Eropa di tahun 90-
an. Selain itu, terjadinya skandal perusahaan besar
seperti Enron, membuat GCG menjadi prinsip yang
semakin diperhatikan di dunia Internasional. Di Indonesia
sendiri, terjadinya krisis ekonomi di tahun 1997 menjadi
tahun dengan kinerja BUMN terburuk yang disebabkan
oleh adanya kegiatan korupsi, kolusi, dan nepotisme
(KKN). Dengan terjadinya skandal tersebut menunjukkan
bahwa sistem di perusahaan belum dapat menjalankan
fungsi, tugas, dan tanggung jawab dengan baik.

3
Penerapan Good Corporate Governance menjadi salah
satu prinsip yang digunakan oleh perusahaan baik
perusahaan BUMS maupun perusahaan negara (BUMN)
untuk dapat menghadapi persaingan di segala sektor
bisnis. Good Corporate Governance dapat
mempengaruhi nilai dari perusahaan, yang diharapkan
dapat memberikan dan meningkatkan nilai perusahaan
kepada pemegang saham (Shleifer dan Vishny, 1997).
Dengan meningkatkanya nilai perusahaan tentu
kemakmuran pemegang saham juga meningkat yang
berdampak baik terhadap investasi di perusahaan.

4
Dengan semakin dinamis dan kompetitifnya
perkembangan dunia usaha maka penerapan GCG pada
BUMN ditetapkan pada Keputusan Menterei Negara
Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-01/MBU/2011
Tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
(Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik
Negara. Namun sayangnya, saat ini penerapan Good
Corporate Governance di BUMN dirasa kurang optimal jika
dibandingkan dengan penerapan di perusahaan BUMS.
Masalah governance dalam BUMN sering identik dengan
‘kinerja keuangan yang buruk, daya saing rendah, tidak
adanya profesionalisme, dan daya respon yang lemah
terhadap perubahan lingkungan bisnis’ (Tjager dkk., 2004,
p. 198). Sebaliknya, kualitas Good Corporate Governance
perusahaan BUMS diyakini memiliki kualitas dan
kepercayaan yang lebih tinggi oleh sebagian besar
investor. Oleh karena itu, apa saja penyebab perbedaan
kualitas kinerja yang dihasilkan dari tata kelola BUMN dan
BUMS?.
5
1.2
RUMUSAN
MASALAH

6
Apa yang menjadi penyebab utama dari perbedaan
kualitas kinerja yang dihasilkan dari tata kelola yang
diterapkan pada BUMN dengan BUMS?

7
1.3
Ruang Lingkup
Penelitian

8
Cakupan Penelitian

▣ Memfokuskan penelitian terhadap


perusahaan BUMN dan BUMS yang bergerak
di bidang manufaktur
▣ Perusahaan BUMN dan BUMS yang
sahamnya listed di Bursa Efek Indonesia

9
1.4
TUJUAN
PENELITIAN

10
Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui


perbedaan penerapan sistem tata kelola
perusahaan pada BUMN dan BUMS terhadap
keberhasilan program kerja perusahaan.

11
1.5
MANFAAT
PENELITIAN

12
Manfaat Penelitian

Dapat menjadi bahan Sebagai bahan


evaluasi dan referensi
tambahan informasi pengembangan ilmu
bagi perusahaan pengetahuan untuk
BUMN maupun BUMS penelitian selanjutnya
dan relevansinya dan/atau bahan
dengan peningkatan mengajar yang
kinerja perusahaan. berkaitan dengan tata
kelola perusahaan
BUMN dan BUMS.

13
1.6
METODOLOGI
PENELITIAN

14
Studi literatur

▣ Syakhroza, A. (2005), ▣ Nofitasari, N. (2015), ▣ informasi yang


Corporate Pengaruh Good diperoleh dari
Governance: Sejarah Corporate beberapa sumber
dan Perkembangan, Governance Dan lainhnya seperti
Teori, Model, dan Kinerja Perusahaan jurnal pendukung,
Sistem Governance, Terhadap Nilai buku dan artikel yang
Serta Aplikasinya Perusahaan, Studi : dianggap berkaitan
pada Perusahaan Badan Usaha Milik dengan penyebab
BUMN, Pidato Negara Yang perbedaan kualitas
pengukuhan Guru Terdaftar Di Bursa kinerja BUMN
Besar UI, Lembaga Efek Indonesia dengan BUMS
Penerbit UI, 1-23. 17 Tahun 2010-2013. melalui tata kelola
halaman. yang diterapkan.

15
Metode pengumpulan data

Wawancara Observasi
▣ Pegawai BUMN ▣ Laporan tahunan
▣ Pegawai BUMS ▣ Laporan keuangan
tahunan
▣ Website perusahaan
▣ Artikel publikasi
seperti koran,
majalah, dll.

16