You are on page 1of 9

JOURNAL READING ORAL MEDICINE

(Oral Lichenoid Contact Lesion To Amalgam Restoration


And Its Management: A case report)

Dokter Pembimbing: drg Maya Hudiyati, MDSc.

Disusun oleh : Rini Andriani


NIM: 04074821618028
Pendahuluan
Material kedokteran antibiotik
gigi dapat memicu
reaksi alergi pada
mukosa rongga mulut anestetikum

Material
Amalgam
restorasi

Memicu reaksi
hipersensitivitas
tipe 4

Lesi oral Lichenoid


Laporan Kasus
Keluhan : - nyeri pada
mukosa bukal sebelah kiri, Pemeriksaan Objektif : adanya lesi retikuler,
semakin parah karena atrofik, dan sedikit eritema pada mukosa
makanan yang pedas , lesi bukal molar bawah sebelah kiri. Lesi
tersebut muncul 6 bulan berkontak langsung dengan restorasi
yang lalu, pernah dilakukan amalgam
penambalan dengan
amalgam 3 tahun yang lalu,

Pemeriksaan penunjang : Patch Test


Diagnosis : Lesi oral Patch campuran (Alloy+Hg) diletakkan pada
lichenoid lengan depan kemudian ditahan dengan pita
selama 48-72 jam  adanya sedikit reaksi
eritema pada area patch campuran.
Perawatan
Pasien dianastesi
lokal dengan Pasien dipasang restorasi amalgam
lidokain 2% dan rubber dam dibongkar
efinefrin 1:100.000.

Restorasi amalgam pada


Dilakukan follow up, setelah gigi 36 dan 38 diganti
15 hari gejala lesi dengan restorasi
berkurang, restorasi diganti sementara yaitu Zinc
dengan resin komposit Oxide Eugenol
Kunjungan 1: Lesi pada area Setelah 15 hari tambalan
yang berkontak langsung sementara dengan ZOE, lesi
dengan restorasi amalgam sudah mulai berkurang
gigi 36,38 ukurannya, dan tidak ada gejala
sakit pada pasien

6 bulan follow up, tidak ada lesi


yang muncul dan tidak ada Penyembuhan keseluruhan dari
keluhan ketidaknyamanan dari
lesi setelah 1 bulan follow up
pasien
Pembahasan
• Meskipun amalgam sudah digunakan secara umum sebagai
bahan restorasi gigi posterior, tetapi telah dilaporkan terjadi
adanya beberapa kasus hipersensitivitas akibat restorasi
amalgam, dan reaksi hipersensitivitas yang umum terjadi
adalah reaksi lichenoid oral tertunda.
• Amalgam bertindak sebagai hapten  hapten berkontak
dengan mukosa mulut sensitiasi terjadi akan mengaktifkan
respo imun seluler Sel memori T diaktifkan segera setelah
terjadi pemaparan awal pemaran ulang alegen yg sama
reaksi Hpx tipe 4 terjadi sel Th diaktivasi dan mengaktifkan
makrofag dan mengeluarkan interleukin  makrofag melepas
sitokin pro inflamasi terjadi inflamasi dan kerusakan
jaringan
Perawatan OLL berupa menghilangkan faktor
penyebab. OLL akan sembuh setelah faktor
penyebab dihilangkan. Setelah pembongkaran
restorasi amalgam yang berkontak dengan lesi
dan dilakukan penggantian restorasi amalgam
dengan restorasi komposit, hasil pemeriksaan
menunjukkan lesi OLR hilang sepenuhnya.
Kesimpulan
OLL adalah lesi yang disebabkan reaksi hipersensitivitas
tipe 4 yang dapat disebabkan karena kontak langsung
dengan amalgam, reaksi obat, dan GVHDs. Jika
menemukan lesi lichenoid yang berkontak dekat
dengan tambalan amalgam, dokter harus bisa
membedakan antara lesi oral lichen planus dan lesi oral
lichenoid. Disarankan untuk melakukan patch test
telebih dahulu. Penggantian restorasi tersebut
direkomendasikan jika hasil patch test positif