You are on page 1of 14

1.

Noer Ika Agustini (17022110028)


2. Jayanti Sriwilujeng (170221100029)
3. Rachmawati (170221100131)
4. Hofifah Kusuma Wardani (170221100229)
5. Naufal Hidayatullah (150221100017)
6. Ismiatun Mardiyah (150221100096)
7. Nafisatun Nufus (150221100101)
8. Richa Ramadayanty (150221100106)
9. Afi Mahfirotin (150221100109)
Pengertian Arus Kas

sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk


sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan
kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran
masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar
perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.
Fungsi Arus Kas :

Yaitu dana yang tersedia untuk tujuan


1. Fungsi memenuhi kebutuhan sehari-hari
Likuiditas dan dapat dicairkan dalam waktu singkat
relatif tanpa ada pengurangan
investasi awal.

Yaitu dana yang disimpan guna menghindari


2. Fungsi Anti resiko penurunan pada
Inflasi daya beli di masa datang yang dapat
dicairkan dengan relatif cepat.

Yaitu dana yang diperuntukkan untuk


3. Capital Growth penambahan/perkembangan kekayaan
dengan jangka waktu relatif panjang
Klasifikasi Arus Kas

Arus Kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi
tiga kelompok, yaitu:
1. Arus Kas Operasional
(Operational Cash
Flow)

merupakan Aliran Kas Operasional yang meliputi penerimaan dan


pengeluaran kas perusahaan secara riil yang berkaitan dengan kegiatan
operasi, Operational Cash In Flow (OCIF) meliputi penerimaan hasil
penjualan tunai, hasil pengumpulan piutang,dan penerimaan laba
perusahaan. Sedangkan Operational Cash Out Flow (OCOF) meliputi
biaya-biaya produksi dan biaya-biaya operasi perusahaan.
2. Arus Kas Pendanaan
( Financial Cash Flow )

Yaitu, Aliran Kas Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas


perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan pendanaan. Financial Cash In
Flow (FCIF), meliputi penerimaan modal, baik dari sumber modal sendiri
maupun dari sumber modal asing berupa pinjaman atau kredit bank.
Sedangkan Financial Cash Out Flow (FCOF) meliputi biaya-biaya yang
timbul karena adanya tambahan modal. Biaya modal tersebut dapat berupa
pembagian keuntungan kepada para pemilik modal sendiri (dividen atas
saham), dan berupa biaya bunga yang harus dibayarkan kepada bank atas
kredit yang kita terima.
3. Arus Kas Investasi
( Investment Cash
Flow)

Yaitu, Arus Kas Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas


perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan Investasi. Investment Cash
In Flow (ICIF), meliputi penerimaan yang berasal dari aktivitas investasi
perusahaan pada aktiva tetap dan investasi pada surat-surat berharga,
seperti penerimaan berupa dividen atas saham, bunga (kupon) atas
obligasi, dan capital gain atas penjualan aktiva tetap dan penjualan
saham. Sedangkan Investment Cash Out Flow (OCOF) meliputi
sejumlah dana yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli aktiva
tetap dan surat-surat berharga, seperti saham dan obligasi.
Manfaat Menyusun
Estimasi Arus Kas

• Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan


dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang
menyebabkan perubahan kas.
• Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang
akan datang dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit.
• Membantu menager untuk mengambil keputusan kebijakan
financial.
• Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk
membayar kredit yang diberikan kepadanya.
Pengertian Resiko

Suatu kondisi yang timbul karena ketidakpastian dengan


peluang kejadian tertentu yang jika terjadi akan
menimbulkan konsekuensi tidak menguntungkan
TIPE RISIKO

Risiko Proyek Yaitu, Risiko proyek yang berdiri sendiri dan diukur
Yang Berdiri dengan variabilitas pengembalian aktiva yang
Sendiri diharapkan.

Risiko
Kontribusi
Proyek Terhadap
Yaitu, besarnya risiko yang dikontribusikan suatu
Perusahaan proyek terhadap perusahaan secara keseluruhan.

Risiko Yaitu, risiko proyek yang diukur dari sudut pandang


Sistematis pemegang sahamyang melakukan diversifikasi
dengan baik.
Metode-Metode Untuk
Menilai Risiko

Yaitu, suatu metode dengan memasukkan risiko ke


MetodeEkuivalen dalam keputusan penganggaran modal dimana
Kepastian. pengambil keputusan mensubstitusi sekelompok arus
kas yang diharapkan dan kemudian mendiskontokan
arus kas tersebut kembali ke masa yang akan datang.
Yaitu, metode memasukkaan tingkat risiko proyek ke
Tingkat dalam proses penganggaran modal, dimana tingkat
Diskonto Yang diskonto disesuaikan ke atas untuk mengkompensasi risiko
Disesuaikan yang lebih besar dari normal atau ke bawah
Dengan Risiko untuk menyesuaikan dengan risiko yang lebih kecil dari
normal.
Pendekatan Pendekatan Untuk
Mengevaluasi Risiko Dalam Penganggaran
Modal

1. Simulasi

Yaitu proses meniru kinerja proyek investasi yang sedang


dievaluasi dengan computer. Ini dilakukan dengan secara
acak memilih berbagai observasi dari masing-masing
distribusi yang mempengaruhi hasil proyek,
mengkombinasikan observasi-observasi itu untuk
menentukan hasil akhir proyek, dan melanjutkan proses ini
sampai didapatkan catatan yang representative dari
kemungkinan hasil proyek itu.
2. Analisis Sensitivitas
Melalui Pendekatan
Simulasi

Yaitu, suatu proses penentuan bagaimana


distribusi segala kemungkinan pengembalian
untuk proyek tertentu dipengaruhi oleh
perubahan dalam salah satu variable masukan
tertentu.
3. Pohon Probalitas

Yaitu, representasi skematis dari


permasalahan di masa semua kemungkinan
hasil ditampilkan secara grafis.