You are on page 1of 32

LAPORAN KASUS

DBD GRADE II WITH WARNING SIGN

dr. NIETA HARDIYANTI

Internship RSUD Asy Syifa, Taliwang, KSB, NTB


IDENTITAS PASIEN

Nama Tn. MS

Jenis Kelamin Laki-laki

Umur 52 th

Alamat Sampir

Pekerjaan Petani

No RM 17 40 02

Tanggal Pemeriksaan 06/09/2018

Nama Rumah Sakit RSUD Asy Syifa


KELUHAN UTAMA : DEMAM

ANAMNESIS
DEMAM DIALAMI SEJAK ±3 HARI YANG LALU. TERUS
MENERUS DISERTAI MENGGIGIL. DEMAM TURUN DENGAN
OBAT PENURUN PANAS TAPI KEMUDIAN NAIK LAGI.
KELUHAN DISERTAI NYERI KEPALA (+), PERDARAH DARI
HIDUNG (+), PERDARAH GUSI (-), MUAL (+) MUNTAH (+) 3-4
KALI/HARI ISI MAKANAN, NAMUN 1 KALI DISERTAI BERCAK
DARAH.
NUH (+) MENETAP DAN MAKIN MEMBERAT SERTA MELUAS
KE SELURUH PERUT.
BINTIK MERAH DI SELURUH TUBUH DISANGKAL, NYERI
SENDI (-), BATUK (-) SESAK (-) PILEK (-)
BAB & BAK DBN
RIW. BERPERGIAN KE LUAR KOTA (-), RIW. LINGKUNGAN
TERKENA DBD (-)
PEMERIKSAAN FISIK

TTV
Keadaan Umum : Sakit sedang
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan Darah : 100/60 mmHg
Nadi : 84x/menit regular, isi dan tegangan cukup
Temperatur : 38°C
RR : 22x/menit
SpO2 : 98%
Pemeriksaan Fisik

Kepala : Mesocephale, rambut warna hitam,


terdistribusi rata
Mata : Konjungtiva anemis -/-, Sklera ikterik -/-, Mata
cekung -/-, Kornea jernih, Pupil bulat isokor, Reflek
cahaya +/+, edema palpebra -/-.
Hidung : sekret -/-, bercak darah -/+, mukosa
hiperemis -/-
Leher : JVP menigkat (-), Pembesaran KGB (-), Trachea di
tengah.
 Thorax
 Cor
 Inspeksi : Tidak terlihat pulsasi iktus cordis.
 Palpasi : Iktus cordis tidak teraba.
 Perkusi :
 Batas atas jantung berada di ICS 2 linea parasternalis
dextra.
 Batas kanan jantung berada di ICS 4 linea para sternalis
dextra
 Batas bawah jantung berada di ICS 4 linea para sternalis
dextra.
 Batas jantung kiri berada di ICS 5 linea midclavicularis
sinistra.
 Auskultasi : Bunyi Jantung I-II reguler, murmur (-), gallop (-).
 Pulmo
 Inspeksi : Bentuk dada simetris, sela iga
melebar (-), retraksi (-).
 Palpasi : Stem Fremitus sama kuat, krepitasi (-),
tidak teraba pembesaran KGB (supraklavikula,
submandibula, cervical, dan aksila).
 Perkusi : Sonor di semua lapang paru.
 Auskultasi : vesikuler +/+ di semua lapang paru,
wheezing -/-, rhonki -/-.
Abdomen :
Inspeksi : kontur abdomen simetris, scar (-), striae (-),
dilatsi vena (-), peristaltik (-), pulsasi epigastrium (-).
Auskultasi: Bising usus (+) normal.
Perkusi : Timpani di empat kuadran abdomen,
Shifting dullness (-).
Palpasi : Supel, nyeri tekan (+) seluruh lapang
abdomen, tidak teraba pembesaran hepar maupun
lien.
Ekstremitas
Superior (dx/sn) Inferior (dx/sn)

Akral dingin -/- -/-

Akral sianosis -/- -/-

Udem -/- -/-

CRT <2”/<2” <2”/<2”

Tonus Normotonus Normotonus

Petechie -/- -/-

Rumple leed (+)


Genital : Tidak diperiksa
HASIL LABORATORIUM 06/09/2018

HGB 14,1 g/dL

HCT 38,8 %

WBC 5,7 /Ul

PLT 88.000

SGOT 26,3

SGPT 39,9

Ureum 29,6

Creatinin 1,18

GDS 108,1
SEROLOGI

Salmonela typhi O (-)

Salmonela typhi O (-)

Malaria (-)
DIAGNOSIS BANDING
•Demam Berdarah Dengue Grade II
•Demam Berdarah

DIAGNOSIS KERJA
Demam Berdarah Dengue Grade II
Hari IV With Warning Sign
Penatalaksanaan:

Medikamentosa
IVFD RL 20 tpm
Pumpicel 2x40mg (IV)
Paracetamol 3x500mg (PO)
Imboost 3x1 tab (PO)
Antasida syr 3x1C (PO)
Sucralfat syr 3x1C (PO)
Penatalaksanaan:

Non Medikamentosa
Tirah baring
Pantau tanda-tanda vital, keadaan umum, tanda-tanda
perdarahan, tanda-tanda syok
Perhatikan volume urine selama 24 jam
Cek darah rutin @ 24 jam
Cek Serologi Dengue hari VII
Cukup minum (1,5-2L/hari) dan makan makanan yang bergizi
Bila suhu meningkat kembali, kompres dengan air hangat
Follow Up Harian
Tanggal Perjalanan Penyakit Instruksi

Hari-1 S : demam (-), mimisan (-), mual P:


07/09/18 (+), muntah (-), nyeri perut Diet TKTP
T :100/70 berkurang IVFD RL 20 tpm
N: 92x/mnt O: Pumpicel 2x40mg (IV)
P:20x/mnt KU: Sedang Paracetamol 3x500mg
S: 37°C Kes: CM (PO)
Anemis (-/-), ikterus (-/–), Imboost 3x1 tab (PO)
WBC: 9,1.103 BJ : I/II reguler, m(-), g(-) Antasida syr 3x1C (PO)
HB: 13,6 Abd: Distensi (-), BU (+) N, Sucralfat syr 3x1C (PO)
HCT: 38,6% hepar/lien tidak teraba, NT (+)
PLT: 96.103 seluruh lapang abdomen Mx: Keluhan, TTV, Tanda-
BAB: biasa tanda perdarahan, tanda-
BAK: Lancar tanda syok
A: DBD grade II Hari V With Warning
Sign Rx: Cek DL @ 24 jam,
serologi DBD hari VII

Minum 1,5-2 L/hari


Tanggal Perjalanan Penyakit Instruksi

Hari-1 S : demam (-), mual (-), muntah (-) P:


08/09/18 Diet TKTP
T :110/70 O: Aff Infus
N: 88x/mnt KU: Sedang Omeprazole 2x20mg (PO)
P:18x/mnt Kes: CM Paracetamol 3x500mg
S: 36,4°C Anemis (-/-), ikterus (-/–), (PO)
BJ : I/II reguler, m(-), g(-) Imboost 3x1 tab (PO)
WBC: 9.4.103 Abd: Distensi (-), BU (+) N, Antasida syr 3x1C (PO)
HB: 14,0 hepar/lien tidak teraba, NT (+) Sucralfat syr 3x1C (PO)
HCT: 39,7% epigastrium
PLT: 99.103 BAB: biasa Rx: Cek DL @ 24 jam,
BAK: Lancar serologi DBD hari VII

A: DBD grade II Hari VI With Minum 1,5-2 L/hari


Warning Sign
DISKUSI
PENDAHULUAN
Demam dengue/DF dan demam berdarah
dengue /DBD (dengue haemorrhagic fever/DHF)
adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus
dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot
dan/atau nyeri sendi yang disertai leukopenia, ruam,
limfadenopati, trombositopenia dan diatesis
hemoragik. Pada DBD terjadi perembesan plasma
yang ditandai dengan hemokonsentrasi
(peningkatan hematokrit) atau penumpukan cairan
di rongga tubuh.
ETIOLOGI

Demam dengue dan berdarah dengue


disebabkan oleh virus dengue, yang termasuk
dalam genus Flavivirus, keluarga Flaviviridae.
Terdapat 4 serotipe virus yaitu DEN-1, DEN-2,
DEN-3, DEN-4 yang semuanya dapat
menyebabkan demam dengue atau demam
berdarah dengue.
PATOGENESIS
Infeksi virus
dengue
Aktivasi
Kompleme
Respon n
Humoral

Respon Monosit dan


Antibodi Seluler Makrofag
Dependent C3a dan C5a
Enhancement
Fagositosis
Aktivasi
virus dan
Limfosit T
opsonisasi

Thelper T sitotoksik
(CD4) (CD8)IL4,IL5
interferon γ, , IL6, IL10
IL-2, Limfokin
CONT...

 Trombositopenia
 Kebocoran Plasma

 Koagulopati
KELUHAN POKOK TANDA PENTING

 suhu meningkat tiba-tiba  Injeksi konjungtiva, lakrimasi, fotobi


 Sakit kepala supra/retroorbital  Nyeri tekan pada otot-otot
 Nyeri otot dan tulang belakang (breakbone  eksantem pada kulit (initial dan
fever) terminalrash)
 Gusi berdarah ketika menyikat gigi  Kurva suhu bifasik/saddle back
 Sakit perut dan diare
fever (suhu badan panas selama 3-7
hari, apireksi terjadi bebrapa jam
 Mual dan muntah sampai 2 haari, lalu drmam kembali)
 Lidah kotor
 Perdarahan kulit (peteki, purpura,
ekimosis)
 Perdarahan saluran: epistaksis,
melena, hematemesis.
 Hepatomegali.

DIAGNOSIS
DERAJAT PENYAKIT INFEKSI VIRUS DENGUE

• Demam
DD • Sakit kepala, nyeri retro orbital,
mialgia,artralgia

• Gejala diatas ditambah uji bendung positif


DBD gr I • Lab: trombositopenia (<100.000/µL),bukti
kebocoran plasma

• gejala diatas ditambah kegagalan sirkulasi

DBD gr II (kulit dingin dan lembab serta gelisah)


• Lab: trombositopenia (<100.000/µL),bukti
kebocoran plasma
• Gejala diatas ditambah kegagalan sirkulasi

DBD III (kulit dingin dan lembab serta gelisah)


• Trombositopenia (<100.oo/µL), bukti
kebocoran plasma.

DBD • Syok berat disertai dengan tekanan darah


dan andi tidak terukur

IV
• Lab; trombositopenia (<100.000/µL),
disertai kebocoran plasma
PENATALAKSANANAAN
Keluhan DBD
(kriteria WHO 1997)

Hb. Ht
Hb, Ht, Hb, Ht normal Hb, Ht normal meningkat,
trombo Trombo 100.000- Trombo trombo
normal 150.000 <100.000 normal/menuru
n

Observasi
Observasi Rawat Rawat
Rawat jalan
Rawat jalan
Periksa Hb,Ht,
Periksa Hb,Ht, leuko,
leuko,
trombo/24 jam
trombo/24 jam
PROTOKOL I
PENANGANAN TERSANGKA (PROBABLE) DBD
DEWASA TANPA SYOK

 Hb, Ht, dan trombosit normal atau trombosit antara


100.000-150.000, pasien dpt dipulangkan dengan
kontrol atau berobat jalan ke poliklinik dalam waktu
24 jam berikutnya. Jika keadaan penderita
memburuk segera kembali ke UGD
 Hb, Ht normal tapi trombosit < 100.000 dianjurkan
untuk dirawat.
 Hb, Ht meningkat dan trombosit normal atau turun
juga dianjurkan untuk rawat
PROTOKOL II
PEMBERIAN CAIRAN PADA TERSANGKA DBD
DEWASA DI RUANG RAAT

 Volume cairan kristaloid yang dibutuhkan sesuai


rumus berikut: 1500+ {20x(BB dlm Kg-20)}
 Bila Ht, Hb meningkat 10-20% dan trombosit
<100.000 jumlah cairan tetap seperti rumus diatas.
Tetapi pemantauan Hb,Ht dilakukan tiap 12 jam
 Bila Hb, Ht meningkat >20% dan trombosit
<100.000 maka pemberian cairan sesuai dengan
protokol penatalaksanaan DBD dengan peningkatan
Ht >20%
PROTOKOL III
PENATALAKSANAAN DBD DENGAN
PENINGKATAN HT >20%
 Infus kristaloid 6-7 ml/kgBB/jam dan
dipantau 3-4 jam.
 Jika terjadi perbaikan cairan infus dikurangi
menjadi 5 ml/KgBB/jam. Dilakukan
pemantauan 2 jam kemudian.
 Jika terjadi perbaikan 3 ml/KgBB/jam
 Jika tetap mengalami perbaikan 
pemberian cairan dihentikan
PROTOKOL IV
PENATALAKSANAAN PERDARAHAN SPONTAN
PADA DBD DEWASA

 Jumlah dan kecepatan pemberian cairan tetap


seperti DBD y lain.
 Pemeriksaan Hb, Ht dan trombosit, PT, APTT/4-6 jam
 DIC Heparin
 FFPdef. faktor pembekuan
 PRC  Hb <10 g/dl.
 Trombosit  perdarahan masif dan spontan dengan
jumlah trombosit < 100.000 disertai atau tanpa DIC
PROTOKOL V
TATALAKSANAN DSS
TERIMA KASIH...