You are on page 1of 12

KOMUNIKASI EFEKTIF

KELOMPOK 1

OLOMARINA BATUBARA 151501016


SYAVIRA NARISA BR SITUMEANG 151501022
MUTIA THAHARAH 151501026
ATIKA SARI SIHOMBING 151501028
DHEA NUR FADILLAH 151501029
MAYHUANA LUBIS 151501091
ZAINUL FUAD NURHADI 151501112
Menurut Taylor (1993) mengemukakan
komunikasi adalah proses pertukaran informasi
atau proses yang menimbulkan dan meneruskan
makna atau arti, berarti dalam komunikasi
terjadi penambahan pengertian antara pemberi
informasi dengan penerima informasi sehingga
mendapatkan pengetahuan.
A.Pengartian Komunikasi
Steward dan L. Tubbs, mengemukakan bahwa
komunikasi dapat dikatakan efektif apabila
paling tidak menimbulkan lima indikasi, yaitu:
1.Pengertian
2.Kesenangan
3.Pengaruh pada sikap
4.Hubungan sosial yang makin baik
5.Tindakan
B. Faktor-faktor dalam Komunikasi Efektif
1. Kejelasan Tujuan dan Target
Tujuan komunikai yang jelas dan semakin spesifik akan menghasilkan komunikasi yang
baik. Karena semakin spesifik tujuan aktivitas komunikasi, maka komunikasi tersebut
akan semakin fokus.
2. Kejelasan Target Audience
Secara prinsip, semakin jelas target audience yang ingin dibidik, maka efek komunikasi
akan semakin optimal dan tepat sasaran.
3. Strategi Pesan
Aktivitas komunikasi dikatakan berhasil jika pesan yang disampaikan oleh pengirim
pesan dapat dipahami secara benar oleh target atau sasaran. Untuk itu, paling tidak
ada dua hal yang harus dipersiapkan secara matang dalam melakukan
pengkomunikasian, yaitu:
a. Fokus pesan (what to say).
b. Cara atau pendekatan dalam menyampaikannya (how to say). Semakin
sederhana dan simpel pesan yang disampaikan, meski yang disampaikan kompleks,
maka semakin besar kemungkinan audience mamahaminya.
4. Strategi Media
Strategi media merupakan bagian akhir dari proses informasi dan komunikasi yang
akan dilakukan. Pemilihan media juga sangat menentukan keberhasilan, efektivitas dn
efisiensi komunikasi yang dilakukan.
Secara spesifik, komunikasi efektif akan memiliki
manfaat sebagai berikut:

a.Dapat menghemat waktu.


b.Disukai orang.
c.Diperhatikan orang.
d.Memberdayakan orang.
e.Memotivasi, menjelaskan, meyakinkan,
mempengaruhi orang atau kelompok.
f.Mengembangkan hubungan secara luas.
g.Memperkuat profesionalisme.
C. Aturan Komunikasi
1. Usahakan sekuat mungkin agar rintangan-rintangan yang telah stereotype
adalah suatu sikap pandangan yang kaku dan tak dapat berubah terhadap
aspek-aspek keyataan
2. Bahwa mengerti itu berlangsung dua cara, yaitu: bilamana saudara ingin
dimengerti maka barulah adil jika saudara berusaha mengerti tentang orang
lain sebaik-baiknya.
3.Usahakan untuk mendengarkan dengan hati yang terbuka dan janganlah
memasuki proses komunikasi dengan sikap prasangka sebelumnya.
4.Usahakan agar pikiran dan pengalaman bisa sejalan dan dapat mengambil
keuntungan dari proses komunikasi tersebut.
5.Berinisiatifkan untuk mnecoba menyelesaikan masalah-masalah yang masih
kabur.
6.Jika saudara berusaha mencari kepercayaan dan keyakinan pada orang lain,
maka saudara lebih dahulu harus menjadi orang yang berpribadi dapat
dipercaya.
7.Jadilah orang yang dapat mendorong keberanian dan minat orang lain.
8.Perhatikan dan sambutlah dengan hangat pandangan orang lain.
D. Prinsip Komunikasi Efektif
1. Prinsip Berbicara Efektif
a. Menarik napas dalam-dalam sebelum memulai
berbicara.
b. Mengatur volume berbicara agar lebih keras
daripada biasanya.
c. Menggunakan kata-kata sehari-hari, yang dikenal
oleh pendengar.
d. Layangkan pandangan ke seluruh pendengar.
2. Mendengarkan dengan Aktif
a. Mendengarkan dengan aktif, dengan menangkap
ungkapan nonverbal sebaik isyarat atau petunjuk
verbal.
b. Penerima pesan mengecek kembali, yaitu apa yang
ada dibalik pesan yang diterimanya untuk menegrti
pasan apa yang sesungguhnya diterima.
c. Gambaran perilaku ini merupakan gambaran
individual yang sangat spesifik, kegiatan pengamatan
kepada orang lain tanpa membuat keputusan atau
generalisasi tentang latar belakang, orangnya atau
sifatnya.
E. Hukum Komunikatif Efektif
Ada beberapa “Hukum Prinsip Dasar” yang harus kita perhatikan dalam
berkomunikasi agar bisa berjalan secara efektif,yaitu:
1. Respect, merupakan sikap hormat dan sikap menghargai terhadap lawan
bicara kita
2. Empati , yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi
atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain.
3. Audible, adalah dapat didengar atau dimengerti dengan baik.
4. Kejelasan dari Pesan yang Kita Sampaikan (Clarity). Pesan yang ingin
disampaikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan multi-intterpretasi atau
berbagai penafsiran yang berlainan.
5. Sikap Rendah Hati, merupakan unsur yang terkait dengan hukum
pertama, untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari
oleh sikap rendah hati yang kita miliki.
Hambatan dalam Komunikasi
Berikut ini adalah macam-macam hambatan dalam organisasi yaitu :
1. Hambatan dari Proses Komunikasi yaitu hambatan yang timbul dari
ketidak jelasan informasi yang akan disampaikan.
2. Hambatan Fisik yaitu hambatan yang terjadi akibat ada gangguan
cuaca, gangguan sinyal, dsb
3. Hambatan Semantik yaitu hambatan yang terjadi akibat pemahaman
yang sedikit mengenai bahasa dan istilah-istilah asing yang digunakan
dalam informasi atau pesan
4. Hambatan Psikologis yaitu hambatan yang berasal dari gangguan
kondisi kejiwaaan dari si pengirim pesan atau penerima pesan
sengingga mengakibatkan informasi tersebut mengalami perubahan
5. Hambatan Manusiawi yaitu hambatan yang terjadi akibat tingkat
emosi manusia yang tidak menentu dalam menyikapi informasi atau
pesan
Kesimpulan
Untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif, maka
kemampuan untuk mengirimkan pesan atau informasi yang baik,
kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik, serta
keterampilan menggunakan berbagai media atau alat audio
visual merupakan bagian yang sangat penting.
Cara mengatasi masalah hambatan dalam komunikasi organisasi
dengan
(1) membuat suatu pesan secara lebih berhati-hati.
(2) minimalkan gangguan dalam proses komunikasi.
(3) mempermudah upaya umpan balik antara pengirim dan
penerima.
TERIMA KASIH