You are on page 1of 12

AL QUR’AN DAN SAINT

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan (1), Dia
telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2), Bacalah ! dan Tuhanmulah
Yang Maha Pemurah (3), Yang Mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam.(4),
Dia Mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (5)”.
PENJELASAN
•Lima ayat tersebut merupakan wahyu
pertama yang diturunkan kepada
Rasulullah saw.
•Dari kandungannya menunjukkan bahwa
Islam merupakan agama yang
mengembangkan tradisi keilmuan, dan
terbukti benar karena di dalam Q.S. al-
Mujadilah [58]: 11 disebutkan bahwa orang
yang berilmu mempunyai kedudukan
yang sangat mulia.
• Wahyu pertama ini secara garis besar
memerintahkan umat Islam untuk menjadi
orang pintar dan berilmu melalui banyak
membaca, di samping banyak juga ayat-
ayat al-Quran yang mengajak manusia
untuk berpikir, bertadabbur alam untuk
mengilmui apa-apa yang belum diketahui
tentang rahasia semesta, sehingga mampu
menyelesaikan problematika yang
dihadapi pada masa yang akan datang.
• Kata iqra`, yang di dalam terjemahnya diartikan
dengan bacalah ,perintah membaca ini
semangatnya tidak hanya terfokus pada perintah
membaca ayat qur`âniyah, tetapi lebih luas lagi
perintah untuk membaca ayat kauniyyah. Maka
dengan menggalakan gemar membaca, ilmu
pengetahuan akan terus berkembang, karena
semakin banyak yang kita ketahui, semakin
nampak kebodohan kita dan semakin yakin akan
kemahaluasan ilmu Allah. secara tersirat ayat-ayat
ini memberi pesan kepada manusia untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan terutama yang
terkait dengan manusia.
•Kata al-`alaq, yang diartikan
dengan segumpal daging yang
menggantung, menunjukkan
sebuah fase pertumbuhan janin di
dalam rahim sang ibu.
Pertumbuhan janin menjadi
manusia sempurna secara rinci
juga diterangkan di Q.S. al-
Mukminûn [23]: 12-15.
•Artinya: “Katakanlah : “Perhatikanlah apa
yang ada di langit dan bumi. Tidaklah
bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan
rasul-rasul yang memberi peringatan bagi
orang-orang yang tidak beriman”.
KETIKA ALLAH SWT MEMPROKLAMIRKAN
KETUHANAN DAN KEESAANNYA KEPADA
ORANG ORANG KAFIR DAN MUSYRIK, ALLAH
SWT MEYAKINKAN MEREKA DENGAN
MENUNJUKKAN TANDATANDA KEKUASAANNYA
YANG MEMBUKTIKAN BAHWA ALLAH SWT
BERHAK UNTUK DISEMBAH.
• Artinya: “Sessungguhnya dalam penciptan langit dan bumi, silih
bergantinya malamdan siang, bahtera yang berlayar di laut
membawa apa yang berguna bagi manusia,dan apa yang
Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia
hidupkanbumi sesudah mati (kering)-nya, dan Dia sebarkan di
bumi itu segala jenis hewan,dan pengisaran angina dan awan
yang dikendalikan antara langit danbumi; Sungguh(terdapat)
tanda-tanda (keesaan dan kebesara Allah) bagi kaum yang
memikirkan”.
• Setelah pada ayat sebelumnya Allah SWT menyatakan
keesesaan, pada ayat ini Allah SWT menyebutkan 8
(delapan) macam tanda kekuasaanNya sebagai bukti bahwa
hanya Allah SWT yang berhak untuk disembah dan tiasa
sekutu bagiNya.
• Muhammad Quthb, ketika mengomentari ayat-ayat semesta
semacam ini mengatakan bahwa ayat-ayat tersebut merupakan
metode yang sempurna bagi penalaran dan pengamatan Islam
terhadap alam. Ayat-ayat tersebut mengarahkan akal manusia
untuk mempelajari ayat-ayat Tuhan yang tersaji di alam raya ini.
Ayat-ayat tersebut bermula dengan tafakkur dan berakhir dengan
amal. Seperti tafsir tentang penciptakaan langit dan bumi (inna fî
khalq as-samâwât wa al-ardl . . .), disamping berarti membuka
tabir sejarah penciptaan langit dan bumi, juga bermakna
memikirkan sistem tata kerja alam semesta. Karena kata khalq
mengandung makna pengaturan dan pengukuran yang cermat.
FUNGSI ILMU DI MASYARAKAT

ْ‫سلَّ َم‬
َ ‫علَيهْ َْو‬ ّْ ‫ل‬
َ َ‫للا‬ َّْ ‫ص‬ ّْ ْ‫ل َرسول‬
َ َ‫للا‬ َْ ‫ل قَا‬
َْ ‫أنس بنْ َمالكْ أنَّهْ قَا‬ ْ ْ‫عن‬ َ
‫عةْ أنْ يْرفَ َْع العلمْ َويَظ َه َْر‬
َ ‫سا‬
َّ ‫عةْ أش َراطْ ال‬ َ ‫سا‬َّ ‫إنّْا َ منْ راطْ ال‬
) ‫الترمذي‬ ‫رواه‬ ( ‫ر‬ ‫م‬‫خ‬ َ‫الزنَا َوتش َرب ال‬ ّ ْ
‫و‬َ ‫ش‬ ‫ف‬َ ‫ي‬‫و‬َ ‫ل‬
ْ ‫ه‬‫ج‬َ َ‫ال‬
Artinya: Dari Anas bin Malik, dia berkata:
Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya diantara
tanda-tanda hari kiamat adalah hilangnya ilmu,
merebaknya kebodohan, menyebarnya perzinaan,
dan semakin banyak orang minum khamar …. (HR.
Turmudzi)
• Hadis yang dinilai shahih oleh Imam al-Turmudzi ini
menjelaskan bahwa kiamat,kehancuran alam, tidak akan
terjadi selama ilmu masih menjadi penduan
kehidupanmanusia. Sebaliknya, hilangnya ilmu merupakan
salah satu syarat akan datangnya harikehancuran tersebut.
Sebab hilangnya ilmu itu akan merembet pada kebodohan
manusia,dan kebodohan manusia itu akan menyebabkan
mereka melakukan pelanggaran danpengrusakan. Dalam
hadis lain yang diriwayatkan oleh Bukhary dikatakan
bahwahilangnya ilmu akan menyebabkan terjadinya
banyak pembunuhan. Semua tindakannegative itu akan
mengantarkan pada bencana yang lebih besar yaitu
kehancuran alamsemesta, atau yang disebut kiamat.
َ ْ‫سلَ َك‬
ْ‫طرْيقًا‬ َ ْ‫سلَّ َمْيَقولْ َمن‬ َ ‫علَيه‬
َ ‫ْو‬ َْ ْ‫ص َّلْللا‬ َ ْ‫سمعتْ َرسو َلْهللا‬ َ ْ‫ فَإنّي‬:ْ‫قَا َلْأبوْالدَّردَاء‬
ْ‫ضا‬ً ‫ضعْأجن َحْت َ َهاْر‬ َ َ ‫ةْوإ َّنْالم ََلئ َكةَْلَت‬
َ َّ‫طريقًاْمنْطرقْالجْن‬ َ ْ‫سلَ َكْهللاْبه‬َ ْ‫يَطلبْفيهْعل ًما‬
‫ْو َمنْفيْاْلَرضْوالحيتَانْفي‬ َ ‫س َم َوات‬َّْ ‫إنْالعَال َمْليَستَغفرْلَهْْ َمنْفيْال‬ َّ ‫ْو‬
َ ‫طالبْالعل َم‬ َ ‫ل‬
ْ‫سائرْال َك َواكب‬ َ ْ‫على‬ َ ْ‫علىْالعَابد َكفَضلْ الق َمرْلَيلَةَْالَبدر‬ َ ْ‫ال َجوفْوالماَءْ َوإ َّنْفَض َلْالعَال َم‬
َْ‫اْو َّرثواْالعل َمْفَ َمنْ أَخذَهْأ َخذ‬ ً ‫ْو َرثَةْاْلنبيَا َءْلَمْي َو ّرثواْدين‬
َ ‫َاراْ َْو َْلدر َه ًماْ َوإنَّ َم‬ َ ‫َوإ َّنْالعلَ َما َء‬
)‫حظْ َواف ٍّرْ(رواهْأبوْداود‬ ّ ٍّ ‫ب‬
• «Berkata Abu Ad Darda , «Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‹alaihi
wasallam bersabda: «Barangsiapa meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka
Allah akan ‫ة‬empermudahnya jalan ke surga. Sungguh, para Malaikat
merendahkan sayapnya sebagai keridlaan kepada penuntut ilmu. Orang
yang berilmu sungguh akan dimintakan maaf oleh penduduk langit dan
bumi hingga ikan yang ada di dasar laut. Kelebihan seorang alim dibanding
ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh
bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak
mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu.
Barangsiapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak.
(HR. Abu Dawud)