You are on page 1of 6

Cara Pengumpulan Sputum

• Bukan Saliva
• Bangun Tidur-Early Morning Sputum
• Berkumur – batuk dalam
• Container steril
Isolasi
• Untuk kultur bakteri Mycobacterium tuberculosis biasanya menggunakan media
kudoh atau media ogawa atau media Louwenstein – Jensen. Cara kultur
merupakan cara yang paling sensitif untuk mendiagnosis tuberkulosis terutama
untuk dahak yang sedikit bakterinya dan sulit ditemukan dengan cara
mikroskopis.
• Sebelum dilakukan kultur harus dihomogenisasi dahulu dengan H 2SO4 4 % atau
NaOH 4 %.Tujuannya homogenisasi adalah untuk mencernakan sputum
sehingga BTA yang terperangkap dapat lepas dari jaringan pada sputum. Kultur
dianggap negatif apabila tidak ada pertumbuhan sampai akhir pengamatan
yaitu 8 minggu dan jika ada pertmbuhan koloni yang berwarna kuning susu atau
krem, bergerombol seperti bunga kol berarti kultur dianggap positif.
Pengujian Biokimia
1. Uji Niacin
Tes ini menunjukkan adanya sianogen klorida terbentuk melaluireaksi chloramine T dan kalium
tiosianat dengan adanya asam sitrat, membentuk gammacarboxyglutamate aldehida yang mengikat
dengan amina aromatik menghasilkan warna kuning.

2. Uji Reduksi Nitrat


Nitrat reduktase adalah enzim yang mampu mengurangi nitrat untuk nitri,terdapat di
membrane sel Mycobacterium, bakteri dapat memanfaatkan enzim ini sebagai sumber nitrogen.

3. Uji Pyrazinamidase
Enzim intraseluler dikodifikasikan oleh gen pncA yang mampu menghidrolisis pirazinamid ( PZA )
dalam asam pyrazinoic.
Uji Katalase : (+) sensitif PZA