You are on page 1of 29

KOMUNIKASI EFEKTIF

UNTUK KEDOKTERAN-KESEHATAN
(KU/PSKG GASAL 2017)

1. KONSEP DASAR KOMUNIKASI

2. KONSEP DAN PRINSIP KOMUNIKASI


EFEKTIF
Pentingnya Komunikasi
•Ilmu Komunikasi dan keakhlian berkomunikasi
sangat penting dimiliki dan diterapkan dalam
memberikan pelayanan kesehatan.
•Manusia tdk bisa hidup jika tidak berkomunikasi
dgn manusia lain, terutama lingkungan sekitarnya.
•Betapa menderitanya manusia yg tdk mampu
berkomunikasi dgn org lain, mereka akan merasa
terasing dari dunia sekitarnya, begitupun
komunikasi yg terjadi di lingk. rumah sakit, yaitu
komunikasi antar dokter, co-as, perawat, bidan,
analis, radiolog, pasien, keluarga pasien, dll,
•Di lingk. PT. dosen-mhs, adm, mhs-mhs, dll
•Komunikasi tdk bisa dipisahkan dari aktivitas
manusia dlm kehidupan sehari-hari.
•Komunikasi bisa memaknai semua aktivitas yg
dilakukan oleh individu, kelompok, atau
masyarakat.
Konsep dan dasar-dasar komunikasi

Komunikasi antar manusia.


Pengertian:
•Banyak org pandai berbicara, namun yg pandai
berkomunikasi tidaklah sebanyak yg pandai
berbicara
•Ada perbedaan esensial antara berbicara dgn
berkomunikasi:
Berbicara asal mengeluarkan kata-kata, tetapi
berkomunikasi memiliki ragam dan persyaratan yg
lebih dari itu.
•Komunikasi mengacu pd suatu tindakan oleh
seorg atau lebih, yg mengirim dan menerima
pesan yg terdistorsi oleh gangguan (noise), terjadi
dalam suatu konteks ttt, dan mempunyai
pengaruh ttt, serta ada kesempatan untuk
melakukan umpan balik (DeVito, 1997)
•Gerald R Miller menjelaskan bahwa komunikasi
terjadi jika sumber mengirim pesan kepada
penerima secara sadar dan sengaja untuk
mempengaruhi tingkah laku penerima (upaya
persuasi)
•Komunikasi yaitu proses penyampaian informasi,
makna, dan pemahaman dari pengirim pesan kpd
penerima pesan (Nurjannah 1., 2001)
•Komunikasi merupakan proses timbal balik dan
suatu pengalaman di mana pengirim dan
penerima pesan berpartisipasi secara simultan (Lu
Verne Wolff, 1984)
•Komunikasi adalah proses penyampaian suatu
pesan oleh seseorg kpd org lain untuk memberi
tahu, atau mengubah sikap, pendapat atau
perilaku baik secara langsung /tdk langsung
melalui media (Onong 2004).
Berasarkan pendapat beberapa akhli tersebut,
maka dpt di simpulkan bahwa: Komunikasi
merupakan suatu proses penyampaian
informasi antar individu atau kelompok baik
secara verbal maupun nonverbal yg dpt
menimbulkan respons timbal balik antara
pengirim dengan penerima informasi.
Tujuan komunikasi
Secara Umum:
a. Mengerti
Komunikator hendaknya menyampaikan pesan atau
informasi kpd komunikan(penerima) dgn cara yg baik dan
jelas, sehingga informasi tsb dpt dimengerti maksudnya.
b. Memahami
memahami mengandung arti bahwa informasi yg
disampaikan komunikator haruslah disesuaikan dgn
keinginan dan kemauan komunikan /penerima informasi,
sehingga segala sesuatu yg disampaikan benar2 berasal dari
aspirasi penerima informasi atau masyarakat.
c. Diterima
Komunikator dlm menyampaikan informasi
harus menggunakan cara yg asertif sehingga
informasi tsb dpt diterima dgn baik.
d. Termotivasi
Setelah informasi disampaikan maka
komunikan tergerak untuk melakukan suatu
kegiatan yg dinginkan oleh komunikator dan
ini merupakan suatu yg diharapkan oleh
pemberi pesan
Apabila dikaitkan dgn bidang2 komunikasi,
maka bidang dan tujuannya mencakup

1. intrapribadi/intrapersonal: komunikasi dgn diri


sendiri, tujuannya: berpikir, melakukan penalaran,
menganalisis, merenung.
2. antarpribadi/interpersonal: komunikasi antara dua
orang,tujuannya: mengenal, berhubungan,
mempengaruhi, bermain, membantu.
3. kelompok kecil : komunikasi dlm seklp kecil orang,
tujuannya: berbagi informasi, mengembangkan
gagasan, memecahkan masalah, membantu
4. organisasi: komunikasi dlm organisasi formal,
tujuannya: meningkatkan produktivitas,
membangkitkan semangat kerja, memberi
informasi, meyakinkan
5. Publik: komunikasi dari pembicara kpd khalayak
tujuannya: memberi informasi, meyakinkan,
menghibur
6. Antar budaya: komunikasi antar org dgn budaya
yg berbeda, tujuannya: mengenal,
berhubungan, mempengaruhi, bermain,
membantu
7. Massa : komunikasi yg diarakan kpd khalayak yg
sgt luas, disalurkan melalui siaran audio/atau
visual, tujuannya: menghibur, meyakinkan
(mengukuhkan, mengubah, mengaktifkan),
memberi informasi, mengukuhkan
status,membius, menciptakan rasa persatuan.
8. Konseling: komunikasi antara dua org atau lebih
rangka membantu org lain berfungsi lebih baik,
tujuannya: membantu dlm peredaan emosi dan
membantu dlm pengubahan pikiran, sikap, dan
perbuatan
9. Komunikasi antar tenaga kesehatan terhadap
pelayanan kesehatan, tujuan utamanya adalah
tercapainya tkt kesehatan /pasien/klien
semaksimal mungkin dgn memberi perawatan
komprehensif melalui pertukaran informasi yg
akan meningkatkan koordinasi dan
kesinambungan pelayanan kesehatan terhadap
pasien/klien.
Bila pasien/klien mendptkan pelayanan dari
berbagai bagian rumah sakit seperti rongent, lab,
ruang operasi, fisioterapi, maka komunikasi yg
baik sgt dibutuhkan untuk mengkoordinasikan
pelayanan yg telah diberikan.
Secara umum, menurut Lu Verne (1984:85)
komunikasi antar tenaga kesehatan terbagi
dlm empat kategori:

1. Melaporkan
2. Mengarahkan
3. Berdiskusi
4. Rujukan.
-Melaporkan; merupakan suatu bentuk penyampaian
atau penuturan ttg sesuatu yg dilihat, didengar,
dilakukan atau dipertimbangkan.
Contoh, pd pergantian jaga, hrs melaporkan kondisi
terakhir pasien, tindakan yg telah dilakukan, kpd
dokter yg bertg jwb terhadap pasien tsb.

-Mengarahkan; bisa juga disebut membimbing atau


memerintahkan. Pengarahan sering diberikan secara
verbal, tetapi lebih baik jika secara tertulis karena akan
jauh lebih aman, dpt dipertgjwbkan, serta mengurangi
terjadinya kesalahpahaman.
-Berdiskusi; dpt juga dikatakan berkonsultasi dgn
seseorg untuk bertukar pendpt atau meminta
informasi, nasihat, atau instruksi.
Mis: ada kasus sulit yg dijumpai, maka kemudian
didiskusikan dlm suatu pertemuan antara team,
mungkin dgn kepala ruangan, dokter yg merawat,
sarana pelayanan yg kompoten,

-Rujukan; adalah suatu keputusan untuk megirim atau


mengarahkan seseorg agar mengambil tindakan atau
mencari bantuan.
Seorg pasien dpt dikirim oleh sebuah RS ke lembaga
pelayanan lain, tuk perawatan lanjutan dll.
UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
Komunikasi memiliki unsur2 ttt agar maksud yg
disampaikan tercapai dgn baik:
a. Sumber
dpt berupa lembaga atau instansi, orang (dokter,
paramedis) buku, dokumen dll.
Sumber merupakan dasar yg digunakan dlm
penyampaian pesan, sehingga pesan yg diterima
mempunyai tkt validitas tinggi.
a. Pesan
Serangkaian informasi yg ingin disampaikan oleh
komunikator.
Pesan yg disampaikan hrs mempunyai isi yaitu inti
pesan untuk mempengaruhi perilaku komunikan
sesuai dgn tujuan yg diharapkan komunikator.
Adapun keakuratan pesan ditentukan oleh faktor-
faktor:
1. Penyampaian pesan. Pesan disampaikan melalui lisan,
tatap muka, langsung, tdk langsung, atau menggunakan
media.
2. Bentuk pesan. Dpt dibedakan tiga macam:
-informatif, berupa pemberian sejumlah keterangan
dari komunikator pd komunikan, kemudian komunikan
mengambil kesimpulan atau keputusan sendiri.
- persuasif, berupa bujukan untuk membangkitkan atau
memotivasi semangat individu. Perubahan perilaku
diharapkan atas kesadaran sendiri tanpa paksaan.
-koersif, pesan bersifat memaksa dgn menggunakan
sanksi. Koersif dpt berupa instruksi, perintah dll.
,
c. Perumusan pesan. Harus tersusun baik, tepat dan jelas
sehingga sesuatu yg diharapkan dpt tercapai. Bila ada
informasi, maka semua hal yg akan disampaikan ditekan pd
bahasa yg baik dan jelas agar dpt dimengerti oleh pasien/kel.
d. Komunikator. Seseorg ataupun klp yg akan menyampaikan
pesan kpd komunikan. Keberhasilan komunikator
dipengaruhi oleh penampilan, penguasaan pesan atau
informasi, dan penguasaan bhs pesan.
e. Media. Sarana dlm penyampaian pesan. Dpt berbentuk buku,
brosur, pamflet, radio, tv, ohp, laptop, rekam medik, dll
f. Hasil. Hasil yg baik akan tercapai apabila pesan yg
disampaikan komunikator dpt dimengerti atau diterima oleh
komunikan dan sesuai harapan dgn harapan komunikator
Contoh dokter menginstruksikan kpd perawat dgn menuliskan
format instruksi agar memberikan injeksi antibiotik 3 x1 gr,
seorg perawat melaksanakan instrusi tsb sesuai dgn pesan yg
tertulis pd format instruksi dokter yaitu injeksi antibiotik 3x1 g
Jenis-jenis komunikasi
a. Komunikasi verbal
b. Komunikasi tertulis
c. Komunikasi non-verbal.

Kom. Verbal, merupakan jenis yg paling lazim


digunakan dlm pelayanan kesehatan, baik di RS,
balai pengobatan, puskesmas.
Kom. Verbal adalah pertukaran informasi secara verbal
terutama berbicara secara tatap muka.
Kom. Verbal lebih akurat dan tepat waktu.
Memungkinkan tiap individu untuk berinteraksi
secara langsung, dpt dilakukan secara cepat dan
langsung.
Hal penting: ttg penggunaan bahasa, kecepatan,nada
suara.
Syarat efektivitas kom verbal:
a. Jelas dan ringkas, kom. Yg efektif merupakan
kom. dgn menggunakan kata2 sederhana,
ringkas dan langsung. Semakin sedikit kata yg
digunakan maka semakin sedikit kerancuan
makna.
kejelasan dpt dicapai dgn berbicara lambat
dan sejelas mungkin.
b. Perbendaharaan kata, sampaikanlah pesan
dgn istilah yg dimengerti pasien
c. Jeda dan kesempatan berbicara. Kecepatan dan
tempo bicara yg tepat turut menentukan
keberhasilan kom.verbal.
d. Waktu dan relevansi. Waktu yg tepat sgt
penting agar komunikan mampu menangkap
pesan. Bila pasien sedang kesakitan, ketakutan,
menangis, bukan waktu yg tepat untuk
menjelaskan risiko operasi.
e. Humor, membantu mengurangi rasa
ketegangan, rasa sakit yg disebabkan oleh stres.
Kom. Tertulis, kom. Yg disampaikan secara tertulis.
Kom. Ini memiliki keuntungan di antaranya dpt
dipersiapkan dgn baik, dpt dibaca berulang-ulang,
lebih hemat dll. Namum beberapa kekurangannya
yaitu memerlukan pendokumentasian yg lebih
banyak, respon balik dari komunikan cukup
memakan waktu.
Untuk mengatasi masalah kom tertulis,
diusahakan memakai kata2 yg pendek dan jelas,
memberi gambaran untuk memperjelas, jgn
memakai kata arti ganda dsb.
• Kom. Non verbal, pemindahan pesan tanpa menggunakan
kata2, tetapi menggunakan mimik, gerakan, pantomim, dan
bahasa isyarat.

Kom. Berdasarkan sifatnya:


a. kom. Satu arah dan
b. kom. Dua arah.

Satu arah adalah yg bersifatnya perintah, instruksi, dan sifatnya


memaksa dgn menggunakan sanksi sanksi.
Duaarah lebih bersifat informatif, kooperatif, responsif, persuasif,
dan memerlukan hasil seperti timbal balik
Ciri-ciri komunikasi yang efektif
• Sebuah informasi yg disampaikan efektif maka harus disajikan
sedemikian rupa agar mudah dipahami dan tidak
menimbulkan keraguan serta kebingungan. Maka dari
informasi atau pesan harus jelas. Ciri2 nya sbb:
a. Istilah
Penggunaan istilah yg diartikan sama antara pengirim dan
penerima. Kata2 yg samar artinya mempunyai lebih dari satu
makna dpt menimbulkan kebingungan dan salah pengertian.
b. Spesifik
Pesan yg dipertukarkan hrs spesifik. Misalnya: seorg pasien
membutuhkan bantuan, maka pesan harus menegaskan jenis
bantuan yg dibutuhkan dan digambarkan secara cukup jelas
agar si penerima dpt mengulangi dgn benar.
c. Tersusun baik
Pesan harus berkembang secara logis dan tidak
boleh tersusun dari pesan yg terpotong-potong
sehingga penerima terpaksa menyusun lagi
sebelum memahami.
d. Objektif, akurat , dan aktual
Pengirim informasi harus berusaha
menyampaikan seobjektif mungkin.
e. Efisien
Pesan disampaikan seringkas dan seoriginal
mungkin, menghilangkan kata2 yg tdk relevan
sehingga penerima pesan tdk lagi mencari
artinya.
Faktor yg menentukan keefektifan komunikasi a.l.
• Perhatian: kepekaan, keterlibatan emosi, kontak mata.
• Pengertian: mengetahui kontribusi pemikiran teman,
mempertimbangkan perasaan org lain
• Kesediaan menerima: kemudahan memperoleh informasi yg
benar, mau mempertimbangkan pendapat org lain
• Tindakan: sedia memberikan informasi, menjaga dan
membatasi pembicaraan serta pekerjaan
• Faktor pribadi: terbuka dan luwes, senang berbicara dgn org
lain, cakap mempengaruhi org lain, kehangatan, kepercayaan
• Memperhatikan aspek para bahasa (cara suatu pesan
dinyatakan secara verbal dlm bentuk bahasa, seperti nada,
penekanan, volume suara, gaya suara) dan gambar sebagai
faktor pesan yg terpadu.
Pola komunikasi

1. Pola roda, menggambarkan seseorang (A) berkomunikasi pd


banyak org yaitu (B), (C), (D), dan (E).
2. Pola rantai, menggambarkan seseorg (A) berkomunikasi
pada orang yang lain (B) dst ke (C), lalu (D), dan terakhir ke
(E).
3. Pola lingkaran, menggambarkan pola yang hampir sama dgn
pola rantai, namun orang terakhir (E) berkomunikasi pulagn
org pertama (A)
4. Pola bintang, menggambarkan komunikasi yg terjadi diantara
semua anggota, sehinggasemua anggota dlm klp tsb saling
berkomunikasi satu sama lain.