You are on page 1of 19

PENGUKURAN KEBULATAN

Kebulatan

 Pengukuran kebulatan merupakan pengukuran yang ditujukan untuk


memeriksa kebulatan suatu benda atau dengan kata lain untuk
mengetahui apakah suatu benda benar-benar bulat atau tidak jika dilihat
secara teliti dengan menggunakan alat ukur.
Penyebab ketidakbulatan

1. Keausan dan ketidakberesan bantalan poros utama mesin bubut atau


gerinda
2. Lenturan pada benda kerja maupun pada mesin akibat gaya pemotong
yang cukup besar
3. Cara memegang diatara dua senter
4. Tekanan alat pencekam
5. Adanya getaran akibat kesalahan kondisi pemotongan
6. Proses penyebaran panas yang tidak merata
Persyaratan Pengukuran Kebulatan

1. Harus ada sumbu putar dan dianggap sebagai sumbu referensi


2. Likasi sumbu putar harus tetap dan tidak dipengaruhi oleh profil
kebulatan benda
3. Pengukuran harus bebas dari sumber-sumber yang dapat menyebabkan
ketidaktelitian
4. Hasil pengukuran diperlihatkan dalam bentuk grafik polar
MACAM-MACAM ALAT UKUR
KEBULATAN
1. Dial indicator

Dial Indikator merupakan alat ukur yang menggunakan prinsip kerja


pengubah mekanik yaitu pada pasangan roda gigi dengan batang gigi yang
digunakan dalam dial indikator. Dial Indikator terdiri atas beberapa bagian
utama yaitu : sensor, pengubah berupa batang gigi, roda gigi dan pegas,
serta bagian penunjuk berupa jarum dan skala
Gambar Dial indicator
Metode Konvensional Alat ukur

1. METODE DIAMETER

Kebulatan diukur dengan menggunakan mikrometer pada beberapa sudut


yang berbeda disekitar sumbu pusat dari benda kerja. Namun, mikrometer
tidak akan mampu menunjukkan ketidakbulatan bila digunakan untuk
mengukur diameter penampang poros dengan jumlah tonjolan beraturan
yang ganjil (3,5,7 dst).
2. Metode radius
Benda kerja di jepit pada sumbu pusatnya dan di rotasikan ,
sebuah Dial indikator akan mengukur penempatan jari-jari sebuah
bagian silang pada interval siku-siku spesifik.Kebulatan ditentukan
sebagai perbedaan antara pembacaan indicator
Lanjutan
3. Metode 3 point

Pengukuran kebulatan menggunakan metode 3 point, membutuhkan V-block, sebuah saddel gage atau
tripod gage seperti di tujukan pada gambar berikut (a) benda kerja di dukung pada dua point dengan v
block. Dial indicator menyentuh benda kerja pada dua bidang sudut terbentuk oleh dua wadah dari
bentuk v block .Benda kerja dirotasikan dan kebulatan di tentukan sebagai perbedaan maksimum antara
pembacaan indicator. (b) Saddle gage di gunakan untuk mengukur besarnya diameter benda kerja dan
(c) tripod gage di gunakan untuk diameter dalam
4. Roundness tester

Prinsip dan persyaratan pengukuran kebulatan, sebagaimana yang telah


dibahas diterapkan pada alat ukur kebulatan. Berdasarkan putaran maka
alat ukur kebulatan (roundness tester) dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis,
dengan sensor putar dan jenis dengan meja putar
Jenis dengan sensor putar :
Ø Spindel (poros utama) yang berputar hanya menerima
beban yang ringan dan tetap. Dengan demikian ketelitian
yang tinggi bisa dicapai dengan membuat konstruksi yang
cukup ringan.
Ø Meja untuk meletakkan benda ukur tidak
mempengaruhi sistem pengukuran. Benda ukur yang besar
dan panjang tidak merupakan persoalan.
Jenis dengan meja putar :
Ø Karena sensor tidak berputar, maka berbagai pengukuran dengan kebulatan dapat
dilaksanakan, misalnya konsentris, kelurusan, kesejajaran, dan ketegaklurusan.
Ø Pengukuran kelurusan bisa dilakukan dengan menambahkan peralatan untuk
menggerakkan sensor dalam arah transversal (vertikal) tanpa harus mengubah posisi
spindel.
Ø Berat benda ukur terbatas, karena keterbatasan kemampuan spindel untuk menahan
beban. Penyimpangan letak titik berat ukur relatif terhadap sumbu putar dibatasi.
 Alat pengatur posisi dan kemiringan benda ukur terletak pada meja. Oleh sebab itu,
pengaturan secara cermat supaya sumbu objek ukur berimpit dengan sumbu putar,
hanya mungkin dilakukan sewaktu meja dalam keadaan tak berputar.
Beberapa hal mengenai komponen utama alat ukur kebulatan adalah sebagai berikut :
 Spindel merupakan komponen terpenting, dimana ketelitian putaran harus dijaga
setinggi mungkin (merupakan satu – satunya sumbu referensi ). Oleh sebab itu
perencanaan bantalan spindel merupakan kunci dari keberhasilan alat ukur. Berbagai
jenis bntalan dapat dipilih, antara lain: bantalan kering, bantalan peluru, bantalan
hidrodinamik, bantalan udara , dan bantalan hidrostatik.
 Sensor merupakan berupa batang dengan jarum dari Tungsten Carbide. Geometri ujung
jarum dibuat berbentuk tumbereng (sektor lingkaran) dengan tebal dan jari – jari tertentu
(6 mm). Ujung jarum sengaja tidak dibuat berbentuk bola dengan diameter kecil untuk
menghindari jarum mengikuti profil kekasaran permukaan.
 Pengubah alat ukur umumnya menggunakan prinsip transformator (kumparan sekunder
dan primer) dengan perubahan induktansi, yaitu perubahan posisi inti akibat perubahan
posisi batang sensor melalui suatu mekanisme khusus
Lanjutan
 Pencatat digunakan untuk menghindari gesekan antara pena pencatat dengan kertas
serta untuk mempertipis garis, grafik dibuat pada kertas elektro sensitif. Selama
pembuatan grafik berlangsung, pena yang di beri muatan listrik akan memancarkan
bunga api sehingga menimbulkan bekas pada kertas elektrosensitif .
 Sentering dan leveling, dimana sumbu putaran merupakan satu – satunya sumbu
referensi. Oleh sebab itu, penempatan benda ukur relatif terhadap sumbu putar harus
dapat diatur dengan cermat dan teliti.
 Pengukuran kelurusan dan berbagai kesalahan bentuk, sensor alat ukur harus dapat
dinaikkan/diturunkan guna memeriksa kebulatan pada beberapa ketinggian sesuai
dengan lokasi objek ukur. Hal ini memerlukan tiang dengan landasan luncur tegak lurus
dan sejajar dengan sumbu putar.