You are on page 1of 11

ARTIKEL ILMIAH

TEKHNIK PEMERIKSAAN OSSA PEDIS PADA


KASUS POST TRAUMA PADA PASIEN DENGAN
KETERBATASAN GERAK DI INSTALASI
RADIOLOGI RUMAH SAKIT ISLAM KLATEN
Disusun Oleh :
NAMA : Dhimas Fanhar Pratama
NIM : 1710505056
PENJELASAN OSSA PEDIS

Tulang kaki dibentuk dan bersatu untuk membentuk kesatuan


longitudinal dan arcus transversal. Bagian permukaan anterior kaki
disebut dengan dorsum atau permukaan dorsal, dan inferior aspek
dari kaki di sebut plantar. Karna ketebalan yang beragam pada
anatomi kaki, maka harus kita perhatikan pemberian factor exsposi
untuk dapat menunjukkan densitas keseluruhan bagian tulang kaki.
ANATOMI FISIOLOGI
STRUKTUR ANATOMI OSSA PEDIS KLINIS
Ossa pedis terdiri dari 26 tulang yaitu : Fracture
- 14 Tulang Phalang Kelainan Patologis
- 5 Tulang Metatarsal Dislokasi
- 7 Tulang Tarsal Post Trauma
Berdasarkan fungsinya di bagi menjadi 3 yaitu :
Forefoot ( Metatarsal dan Toes )
Midfoot ( cuneiform,navicular,dan cuboid )
Hindfoot (Talus dan Calcaneus )
PROYEKSI YANG DIGUNAKAN
UNTUK PEMERIKSAAN OSSA PEDIS
1. AP : MENGGUNAKAN SUDUT = 10 - 150
CR = VERTIKAL TEGAK LURUS KASET
CP = META TARSAL PHALANG DIGITI 3
2. LATERAL : TIDAK MENGGUNAKAN SUDUT
CR = HORIZONTAL SEJAJAR KASET
CP = CUBOID
3. OBLIQUE : MENGGUNAKAN SUDUT = 10 – 150
CR = VERTIKAL TEGAK LURUS KASET
CP = META TARSAL PHALANG DIGITI 3
HASIL PERBANDINGAN
AP TANPA PENYUDUTAN

KELEBIHAN : ANATOMI YANG TAMPAK


1. 1/3 DISTAL TULANG CRURIS TAMPAK
2. METATARSAL DIGITI 1-5
3. TAMPAK PHALANG DIGITI 1-5
4. TAMPAK PHALANG DIGITI 1-5 LEBIH JELAS
KEKURANGAN : TIDAK
TAMPAKNYA ANATOMI DIBAGIAN
TARSAL & DIBAGIAN METATARSAL
SEDIKIT LUSEN
AP DENGAN PENYUDUTAN

KELEBIHAN : ANATOMI YANG TAMPAK


1. 1/3 DISTAL CRURIS TAMPAK
2. Tampak tarsal dan meta tarsal digiti 1-5
3. Tampak phalang digiti 1-5
4. Tampak talus dan calcaneus
5. Untuk pasien dengan keterbatasan gerak nya terbatas lebih mudah digunakan
KEKURANGAN : Sedikit terjadi superposisi antara talus dan calcaneus
OBLIQUE

KELEBIHAN : ANATOMI YANG TAMPAK


1. 1/3 TULANG CRURIS TAMPAK
2. TAMPAK TULANG DI BAGIAN TARSAL DAN META TARSAL DIGITI 1-5
3. TAMPAK PHALANG DIGITI 1-5
4. SEDIKIT LEBIH JELAS UNTUK MELIHAT TULANG CALCANEUS DAN TALUS
5. UNTUK PASIEN DENGAN KETERBATASAN GERAKNYA TERBATAS LEBIH MUDAH
DIGUNAKNA
KEKURANGAN : TERJADI SUPERPOSISI ANTARA TALUS DAN CALCANEUS
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasi yaitu dengan melakukan
pengamatan terhadap pasien yang pengalami post trauma terhadap kaki ( ossa pedis )
dengan keterbatasan gerak di bagian kaki ( ossa pedis ) yang ingin di periksa. Penelitian
ini di lakukan di RS ISLAM KLATEN. Waku penelitian dilakukan pada 9 juli 2018 – 4
agustus 2018. Sebagai sample penelitian terkait dan observasi terhadap data yang di
peroleh dari identitas dengan diagnosis post trauma pada kaki ( ossa pedis ).Penelitian ini
juga mengambil 2 sample atau 2 pasien untuk di bandikan sample antara yang sesuai
teori dan tidak.karena dipenelitian ini menggunakan modifikasi proyeksi terhadap
pemeriksaan kaki ( ossa pedis ).
HASIL DAN PEMBAHASAN
• Ossa pedis dengan indentifikasi pasien post trauma dengan keterbatasan gerak diabagian low exstremitas ( ossa pedis ).
Penelitian ini membandingkan antaran proyeksi normal dan modifikasi proyeksi dengan penambahan sudut
penyinaran pada pemeriksaan ossa pedis ( low exstremitas )
• RS ISLAM KLATEN MENGGUNAKAN PROYEKSI AP DAN OBLIQUE TANPA PENYUDUTAN
• MENURUT BONTRAGER MENGUNAKAN AP DAN OBLIQUE DISUDUTKAN SEKITAR 10 – 150 DAN
LATERAL NYA TANPA PENYUDUTAN.
• MENURUT Asih Puji Utami, SKM,M.kes, 2016 MENGGUNAKAN PROYEKSI AP DAN OBLIQUE
DENGAN PENYUDUTAN 10 – 150
• PENELITIAN MODIFIKASI PROYEKSI DI RS ISLAM KLATEN MENGGUNAKAN
PENYUDUTAN HINGGA 20 – 250 DENGAN KETERBATASAN GERAK PASIEN DI BAGIAN
LOW EXTREMIGAS.
TERIMAKASIH
WABILLAHITOFIK WALHIDAYAH WASSALAMMUALAIKUM WAROHMATULLAHIWABAROKATU