You are on page 1of 19

KEBIJAKAN STABILITAS

KELOMPOK 3 :
 DWI APRILIANI NURMALASARI
 FAJRI ANDIMI
 NADA MAUREN OKTAVIANI
 SITI SARAH
 ZIHAN SOLEH ZIMAH
Lambannya implementasi dan dampak kebijakan

Lambannya implementasi dan dampak kebijakan


Para ekonomi membedakan dua kelambanan dalam pelaksaaan kebijakan
stabilisasi tersebut :
A. Kelambanan luar (outside lags) adalah waktu anatara tindakan kebijkan dan
pengaruhnya terhadap perekonomian. Kelambanan ini muncul karena kebijakan
yang dibuat tidak segera mempengaruhi pengeluaran, pendapatan, dan kesempat
kerja
B. Kelambanan dalam (inside lags) adalah waktu antara guncangan terhadap
perekonomian dan tindakan kebijakan dalam menghadapinya. Kelambanan ini
muncuk karena para pembuat kebijakan membutuhkan waktu untuk menyadari
bahwa sebuah guncangan telah terjadi dan kemudian mengeluarkan kebijakan
yang tepat..
Kelambanan dalam yang panjang adalah masalah sentral ketika kebijakan fiskal
digunakan untuk stabilisasi ekonomi. Kebijakan moneter memiliki kelambanan
akdalam yang jauh lebih pendek daripada kebijakan fiskal, karena bank sentral bisa
memutuskan dan menerapkan perubahan kebijakan kurang dari sehari, tetapi
kebijakan moneter memiliki kelambanan luar yang cukup besar.
MODAL EKONOMI UNTUK MEMBUAT KEBIJAKAN DAN
PERAMALAN

• Pengertian Umum Peramalan

Peramalan adalah penggunaan data atau informasi untuk menentukan kejadian pada masa
depan, dalam bentuk perhitungan atau prakiraan dari data yang laludan informasi lainnya
untuk penelitian terlebih dahulu prakiraannya.

- Menurut Hery prasetya dan Fitri Lukiastuti ( 2009 : 43 )


Peramalan merupakan suatu usaha untuk meramalkan keadaan dimasa yang akan datang
melalui pengujian keadaan dimasa lalu.

- Menurut Jay Heizer dan Barry Render ( 2006 : 136 )


Peramalan ( forecasting ) adalah seni atau ilmu untuk memperkirakan kejadian dimasa depan.

- Sedangkan menurut Tim pengembangan Laboratorium Manajemen Menengah ( 2008 : 12 )


Forecasting diartikan sebagai kegiatan analisis untuk memperkirakan magnitude dan direction
perubahan suatu variabel ekonomi bisnis ( permintaan barang dan jasa ) dimasa datang
berdasarkan past data dan present data.
• Tipe- tipe Peramalan

Dalam segi peramalan banyak sekali tipe nya namun menurut pandangan dari Hery Prasetya
dan Fitri Lukiastuti ( 2009 : 44 ) dapat kita ambil beberapa yaitu :

- Peramalan ekonomi
Peramalan yang menjelaskan siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi, ketersediaan
uang, dana yang dibutuhkan untuk membangun perumahan dan indikator perencanaan lain
nya.

- Peramalan teknologi
Peramalan yang memeperhatikan tingkat kemajuan teknologi yang dapat meluncurkan produk
baru yang menarik, membutuhkan pabrik dan peralatan baru. Peramalan ini biasanya
memerlukan jangka waktu yang panjang dengan memperhatikan tingkat kemajuan teknologi.

- Peramalan permintaan
Proyeksi permintaan untuk produk atau layanan suatu perusahaan peramalan ini disebut juga
peramalan penjualan yang mengendalikan produksi, kapasitas seta sistem penjadwalan dan
menjadi input bagi perencanaan keuangan pemasaran dan sumber daya manusia.
• Adapun tahapan-tahapan dalam suatu peramalan yaitu :

a. Pengumpulan data
Pengumpulan data dan menyarankan penting nya perolehan data yang sesuai dengan meyakinkan kebenarannya.

b. Pemadatan atau pengurangan data


Pemadatan atau pengurangan data, seringkali diperlukan karena mungkin saja terjadi kelebihan data dalam proses peramalan,
atau sebaliknya terlalu sedikit.beberapa data mungkin tidak relevan dengan masalah dan hal ini dapat mengurangi keakuratan
peramalan.

c. Penyusunan dan Evaluasi Modal


Penyusunan dan pengevalusaian modal meliputi pencocokan data terkumpul kedalam modal yang sesuai dalam hal
meminimasi.

d. Ekstrapolasi Model ( peramalan aktual )


Terdiri dari model peramalan aktual yang dihasilkan serta begitu data yang sesuai telah terkumpul dan kemungkinan
dikurangi akan menghasilkan model peramalan yang sesuai model peramalan yang dipilih.

e. Evaluasi peramalan
Evalusai peramalan melibatkan dan membandingkan nilai peramalan dengan nilai histories actual. Dalam proses ini beberapa
nilai data terkini kemudian diambilkan dari himpunan data yang sedang dianalisa.

Forecast ( perkiraan atau peramalan ) merupakan perkiraan penjualan pada waktu yang akan datang dalam keadaan tertentu
dan dibuat berdasarkan data-data yang pernah terjadi atau mungkin akan terjadi.
Forecast peramalan adalah perkiraan atau proyeksi secara teknis permintaan konsumen potensial untuk suatu waktu tertentu
dengan berbagai asumsi untuk memperoleh suatu forecast dan peramalan.
• Kegunaan Peramalan Dalam Ekonomi

Kegunaan peramalan dalam ekonomi menurut pandangan Tim pengembangan laboratorium


manajemen menengah, 2006 , Manajemen operasional edisi 2006, Fakultas ekonomi
Gunadarma, Jakarta bahwa peramalan digunakan dalam decision making karena hasil
forecasting merupakan informasi yang mendasari dalam tingkatan manajemen perusahaan.
Tentang kegunaan peramalan dalam ekonomi dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :

1. Mengkaji kebijakan perusahaan yang berlaku saat ini dan dimasa lalu, serta melihat sejauh
mana pengaruhnya dimasa datang.

2. Dengan adanya peramalan maka dapat dipersiapkan program dan tindakan perusahaan
untuk mengantisipasi keadaan dimasa datang sehingga resiko kegagalan bisa diminimalkan.

3. Peramalan merupakan dasar penyusunan rencana bisnis perusahaan, sehingga dapat


meningkatkan efektivitas suatu rencana bisnis.

4. Peramalan juga digunakan dalam pembuatan keputusan, karena hasil peramalan merupakan
informasi yang mendasari keputusan para manajer perusahaan dalam berbagai tingkatan
manajemen perusahaan.
• Proses peramalan
Peramalan adalah suatu usaha untuk meramalkan keadaan dimasa mendatang melalui
pengujian dimasa lalu. Esensi peramalan adalah perkiraan peristiwa – peristiwa di waktu yang
akan datang atas dasar pola – pola di waktu yang lalu dan penggunaan kebijakan, sedangkan
proyeksi fungsi mekanikal. Proses peramalan biasanya terdiri dari langkah – langkah sebagai
berikut :
1. Penentuan tujuan
Langkah pertama terdiri atas penentuan macam estimasi yang diingkinkan. Sebaliknya, tujuan
tergantung kepada kebutuhan – kebutuhan informasi para manajer. Analisis membicarakan
dengan para pembuat keputusan untuk mengetahui apa kebutuhan – kebutuhan mereka, dan
menentukan :
a. Variabel apa yang akan di estimasi.
b. Siapa yang akan menggunakan hasil peramalan.
c. Untuk tujuan – tujuan apa hasil peramalan digunakan.
d. Estimasi jangka panjang atau jangka pendek yang diinginkan.
e. Derajat ketepatan estimasi yang diinginkan.
• 2. Pengembangan model
Setelah tujuan ditetapkan, langkah berikutnya adalah pengembangan suatu model
yang merupakan penyajian secara lebih sederhana sistem yang dipelajari. Dalam
peramalan, model adalah suatu kerangka analitik yang bila dimasukan data
masukan menghasilkan estimasi penjualan di waktu yang akan datang ( atau
variabel apa saja yang di ramal ). Analisis hendaknya memilih suatu model yang
menggambarkan secara realistis perilaku variabel – variabel yang dipertimbangkan.

3. Pengujian model
Sebelum diterapkan , model biasanya diuji untuk menentukan tingkat akurasi,
validitas dan realibilitas yang diharapkan. Ini sering mencakup penerapannya pada
data historik dan penyiapan estimasi untuk tahun – tahun sekarang dengan data
nyata yang tersedia. Nilai suatu model ditentukan oleh derajat ketepatan hasil
peramalan dengan kenyataan ( aktual ). Dengan kata lain, pengujian model
bermaksud untuk mengetahui validitas atau kemampuan prediktof secara logic
suatu model.
• 4. Penerapan model
Setelah pengujian, analisis menerapkan model dalam tahap ini, data historic dimasukan dalam
model untuk menghasilkan suatu ramalan.

5. Revisi dan evaluasi


Ramalan – ramalan yang telah dibuat harus senantiasa diperbaiki dan ditinjau kembali.
Perbaikan mungkin perlu dilakukan karena adanya perubahan – perubahan dalam perusahaan
atau lingkungan nya, seperti tingkat harga produk perusahaan karakteristik – karakteristik
produk, pengeluaran – pengeluaran pengiklanan, tingkat pengeluaran pemerintah, kebijakan
moneter dan kemajuan teknologi.
Evalusai, dilain pihak merupakan pembanding ramalan – ramalan dengan hasil – hasil nyata
untuk menilai ketepatan penggunaan suatu metodologi atau teknik peramalan. Langkah ini
diperlukan untuk menjaga kualitas estimasi – estimasi di waktu yang akan datang.
• Meramal Horizon Waktu
Dalam meramalkan suatu horizon waktu adapun pandangan menurut
sumbernya dari Jay Heizer dan Barry Render ( 2006 : 137 ) yaitu :
1. Peramalan jangka pendek
Peramalan ini mencakup jangka waktu hingga 1 tahun tetapi umumnya
kurang dari 3 bulan. Peramalan ini digunakan untuk merencanakan
pembelian, penjadwalan kerja, jumlah tenaga kerja dan tingkat produksi.
2. Peramalan jangka menengah
Peramalan ini umumnya mencakup hitungan bulanan hingga 3 tahun.
Peramalan ini digunakan untuk merencanakan penjualan, perencanaan, dan
anggaran produksianggaran kas dan menganalisis bermacam-macam
rencana operasi.
• 3. Peramalan jangka panjang
Peramalan ini umumnya untuk perencanaan masa 3 tahun atau lebih. Peramalan ini digunakan
untuk merencanakan produk baru, pembelanjaan modal, lokasi atau pengembangan fasilitas
serta penelitian dan pengembangan.
Permintaan suatu produk pada suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor
lingkungan yang saling berinteraksi dalam pasar yang berada di luar kendali perusahaan.
Dimana faktor-faktor lingkungan tersebut juga akan mempengaruhi peramalan. Berikut ini
merupakan beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi peramalan :
1. Kondisi umum bisnis dan ekonomi
2. Reaksi dan tindakan pesaing
3. Tindakan pemerintah
4. Kecendrungan pasar
5. Siklus hidup produk
6. Gaya dan mode
7. Perubahan permintaan konsumen
8. Inovasi teknologi
• Metode yang lebih canggih tidak menjamin dihasilkannya hasil yang lebih akurat ketimbang metode yang
lebih sederhana, lebih mudah diterapkan, dan lebih murah. Berikut ini merupakan temuan-temuan yang
berhubungan dengan pemilihan metode peramalan dan akurasi hasil peramalan.

- Akurasi peramalan meningkat jika ramalan dari lebih banyak metode dikombinasikan untuk menghasilkan
ramalan akhir; tetapi dampak marjinal dari penambahan satu metode berkurang dengan semakin banyaknya
jumlah metode yang digunakan.

- Resiko kesalahan yang lebih besar dalam peramalan yang mungkin disebabkan oleh pemilihan metode
yang keliru, resiko kesalahan akan berkurang jika hasil dari dua atau lebih metode dikombinasikan.

- Variabilitas dalam akurasi ramalan diantara berbagai kombinasi metode.


Ruang lingkup pada peramalan terdiri dari :
a.Forecasting (Peramalan)
b.Planning (Perencanaan)
c.Organizing (Pengorganisasian)
d.Commanding (Pemberian Komando)
e.Coordinating (Pengkoordinasian)
f.Controlling (Pengawasan)
• 1. Planning (perencanaan)
Suatu kegiatan dimana Manager akan merencanakan suatu hal guna mencapai hasil
yang diinginkan.

2. Organize (organisasi)
Suatu kegiatan penetapan manusia atau sumber daya fisik lain-nya untuk menjalankan suatu
rencana yang telah ditentukan agar dapat mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan.

3. Staffing (penyusunan pegawai)


Suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengerjakan hal-hal yang dituju. Dengan menyusun
pegawai sesuai dengan bidang dan keahlian mereka dalam bekerja.

4. Direct (pengarahan)
Suatu kegiatan untuk mengarahkan para pegawai untuk melakukan hal yang telah ditentukan
oleh manajemen.

5. Control (pengendalian)
Suatu kegiatan untuk mengendalikan pegawai dalam proses kerja. Mengendalikan sistem kerja yang akan dilakukan
dan menentukan hal yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
Banyak sekali ahli-ahli yang menyebutkan fungsi-fungsi peramalan secara berbeda-beda. Pemikiran setiap orang
berbeda sehingga memunculkan pernyataan yang bermacam-macam juga
fungsi peramalan tidak hanya termasuk di dalamnya teknik khusus dan model, tetapi juga termasuk input dan output
dari subyek peramalan. Pengembangan fungsi peramalan dibutuhkan untuk mengidentifikasi output, karena
spesifikasi output dapat menyederhanakan pemilihan model peramalan, tetapi fungsi peramalan tidaklah lengkap
tanpa mempertimbangkan input. Peramalan biasanya meliputi beberapa pertimbangan berikut ini :
1.Item yang diramalkan
2.Peramalan dari atas (top-down) atau dari bawah (buttom-up)
3.Teknik peramalan (model kuantitatif atau kualitatif)
4.Satuan yang digunakan
5.Interval/horison waktu
6.Komponen peramalan
7.Ketetapan peramalan
8.Pengecualian dan situasi khusus
• Jenis – jenis Peramalan

Pada pandangan Eddy Herjanto ( 26 : 86 ) di katakan bahwa jenis-jenis peramalan mempunyai 2 macam yaitu :

a. Peramalan kualitatif
Analisis time series merupakan hubungan antara variabel yang dicari (dependent) dengan variabel yang mempengaruhi-nya
(indenpendent variabel), yang dikaitkan dengan waktu seperti mingguan, bulan, triwulan, catur wulan, semester atau tahun.
Dalam analisi time series yang menjadi variabel yang dicari adalah waktu.

b. Peramalan kuantitatif
Metode peramalan yang didasarkan kepada hubungan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel lain yang
mempengaruhinya tetapi bukan waktu.

Ada beberapa jenis ramalan yang cukup relevan dalam pengambilan keputusan manajemen penjualan, salah satu pembagian
yang penting adalah potensi pasar, potensi penjualan perusahaan dan ramalan penjualan perusahaan.

- Potensi pasar adalah kemungkinan penjualan total barang dan jasa oleh industri yang ada.
- Potensi penjualan perusahaan adalah kemungkinan penjualan total untuk sebuah perusahaan.
- Ramalan penjualan perusahaan adalah estimasi realistis tentang penjualan aktual dalam rupiah atau unit yang diharapkan
akan dicapai perusahaan dalam periode mendatang menurut rancangan pemasaran.
• Tujuan dan fungsi peramalan

Tujuan daripada diadakannya peramalan adalah untuk memperoleh informasi mengenai perubahan dimasa
yang akan datang yang akan mempengaruhi terhadap implementasi kebijakan serta konsekuensinya, berikut
adalah langkah-langkah dengan adanya peramalan yaitu :

1. Untuk menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam persoalan menyusun suatu anggaran-anggaran.


2. Untuk melakukan pengawasan terhadap persediaan suatu produk yang akan dijual.
3. Untuk membantu kegiatan perencanaan dan pengawasan terhadap reproduksi barang dan jasa.
4. Untuk melakukan pengawasan untuk pembelanjaan perusahaan.
5. Untuk menyusun kebijaksanaan-kebijaksanaan yang efektif dan efisien.

Sedangkan menurut pandangan Jay Heizer dan Barry Render ( 2006 )

1. Untuk mengkaji kebijakan perusahaan yang berlaku saat ini dan dimasa lalu serta melihat sejauh mana
pengaruh dimasa datang.
2. Peramalan diperlukan karena adanya time Lag atau Delay antara saat suatu kebijakan perusahaan
ditetapkan dengan saat impementasi.
3. Peramalan merupakan dasar penyusunan bisnis pada suatu perusahaan sehinggadapat meningkatkan
efektifitas suatu rencana bisnis.
• Adapun fungsi lain yang bisa mengarah pada peramalan yaitu :

1. Untuk atau mengkaji kebijakan perusahaan yang berlaku saat ini dan
dimasa lalu, serta melihat sejauh mana pengaruhnya dimasa datang.
2. Peramalan diperlukan karena adanya time_lag antara saat suatu
kebijakan peruasahaan di tetapkan dengan saat implementasi.
3. Dengan adanya peramalan, maka dapat dipersiapkan program dan
tindakan perusahaan untuk mengantisipasi keadaan dimasa datang
sehingga resiko kegagalan bisa diminimalkan.
KEBIJAKAN EKONOMI DALAM KETIDAKPASTIAN

• Banyak orang menilai kondisi ekonomi saat ini sedang dilanda ketidakpastian, seiring dengan
masih terjadinya ketidakpastian ekonomi global. Namun, perlu pemahaman yang mendalam
untuk mengetahui arti sesungguhnya ketidakpastian tersebut.
euangan Sri Mulyani Indrawati mencoba menjelaskan makna ketidakpastian ekonomi di
Indonesia. Menurutnya pergerakan ekonomi merupakan sebuah hal yang tak bisa dipegang
dan dipastikan. Bahkan, di dunia ini bisa dikatakan tak ada yang pasti. Dirinya pun mengutip
penyataan mantan Presiden AS Franklin Roosevelt.
"Kalau candanya Presiden AS dalam dunia ekonomi, yang pasti hanya dua, mati dan pajak. Itu
saja," kata Ani, biasa ia disapa.

Menurut dia agak sulit menghubungkan bingkai ketidakpastian ekonomi dengan sesuatu yang
pasti. Apalagi, dalam mengelola ekonomi tentu ada tujuan akhir yakni menjadikan masyarakat
yang adil dan makmur.

Selama ini yang membuat ketidakpastian dalam ekonomi yakni masyarakat itu sendiri.
Masyarakat membuat hidup mereka tak pasti dan banyak di antara mereka masih menyimpan
uangnya di bawah bantal.
• Padahal, jika masyarakat sadar bahwa penting menaruh uangnya di bank demi
menggerakkan perekonomian dalam negeri, tentu ekonomi Indonesia tak akan
terpengaruh dengan dinamika yanng terjadi di luar.
"Mungkin tidak langsung di perbankan tapi di bawah bantal atau beli benda logam
atau aset lainnya, sehingga tidak langsung masuk ke capital market atau financial
instrument," ujar dia.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menegaskan, kedepannya pihaknya
akan mendisiplinkan masyarakat untuk melakukan aktivitas menabung. Selain
untuk menguatkan perekonomian, juga tentu membuat hidup mereka lebih pasti,
terutama di hari tua. Salah satu caranya yakni dengan memasukkan dananya ke
instrumen pensiun.

"Jadi agar orang itu makin lama hidupnya makin tenang dan kepastian. Itu
menciptakan lingkungan ekonmi yang lebih pasti lagi. Dengan begitu Indonesia
bisa lebih kuat dari ketidakpastian," pungkas dia.