Вы находитесь на странице: 1из 16

FISIKA DASAR

ZAT DAN KALOR

DIAH RAHAYU NINGTIAS, M.Si.

STIKES KENDAL 2018


PERUBAHAN menguap
WUJUD Gas
ZAT

mengembun

melebur
Zat Cair

menyublim

membeku

Zat Padat
ZAT TERSUSUN ATAS PARTIKEL
• Partikel-partikelnya menempati posisi yang
PADAT

tetap. Jika posisinya teratur disebut kristal, jika


tidak teratur disebut amorf.
• Gaya tarik menarik antar partikel sangat kuat.
• Partikel hanya bergetar di sekitar posisinya.

• Partikel-partikelnya menempati posisi yang


tetap, agak berjauhan tempatnya.
CAIR

• Gaya tarik menarik antar partikel lebih lemah


dibanding zat padat.
• Partikel bergerak lincah, dapat berpindah
tempat.

• Jarak antar partikel berubah-ubah.


• Gaya tarik menarik antar partikel sangat lemah
GAS

(hampir tidak ada gaya tarik-menarik).


• Partikel bergerak sangat lincah, dapat
berpindah tempat.
Posisi partikel-partikel yang berdekatan dan tetap
pada zat padat menyebabkan zat padat memiliki bentuk
dan volum yang tetap. Gerakan partikel yang hanya
bergetar, menyebabkan zat padat tidak dapat mengalir.

Posisi partikel-partikel yang tetap menyebabkan zat


cair memiliki volum yang tetap. Gerakan partikel yang
lincah dan dapat berpindah, menyebabakan zat cair
dapat mengalir. Sifat inilah yang menyebabkan bentuk
zat cair selalu mengikuti wadahnya.

Jarak antar partikel pada gas berjauhan dan mudah


berubah, menyebabkan volum gas mudah diubah. Apabila
jarak antar partikel dipersempit, volum gas akan
menyusut. Gaya tarik antar partikel gas yang sangat
kecil menyebabkan gas menjadi mudah ditembus.
PERUBAHAN WUJUD, DIPENGARUHI SUHU

Wujud zat sangat relatif. Zat padat bisa berubah menjadi cair atau gas.
Demikian pula sebaliknya. Wujud zat sangat dipengaruhi oleh susunan partikel
dan gerak partikelnya. Susunan dan gerak partikel dipengaruhi oleh suhu.
Semakin suhunya dinaikkan, gerak partikel akan semakin aktif.

Pada wujud padat, gerak partikel hanya bergetar. Tetapi apabila suhu
benda dinaikkan, partikel tidak hanya bergetar, hingga bisa berpindah tempat.
Hal inilah yang menyebabkan zat menjadi meleleh / mencair / melebur. Apabila
suhu terus dinaikkan, partikel akan semakin aktif bergerak, hingga zat berubah
wujud menjadi gas.

Benda dikatakan berbentuk padat, cair, atau gas hanya pada kondisi suhu
kamar / normal (kurang lebih 24oC). Air misalnya, pada suhu tersebut akan
berbentuk cair. Tetapi pada suhu 100oC air akan mendidih kemudian menguap
berbentuk gas. Demikian pula pada suhu 0oC, air akan membeku berbentuk
padat (es).
KOHESI, ADHESI, MENISKUS

Dua partikel atau lebih yang berdekatan akan saling


menarik. Itulah yang disebut gaya tarik menarik. Benda
dapat berbentuk padat atau cair, karena gaya tarik
menarik antar partikelnya. Semakin besar gaya tersebut,
semakin sulit sebuah benda ditembus, atau dibelah.
Gaya tarik menarik antar partikel sejenis disebut KOHESI.

Apabila kita memasukkan air ke dalam gelas kering, lalu membuangnya kembali,
gelas akan menjadi basah. Ada tersisa butiran-butiran air yang menempel di
gelas. Air dapat menempel pada gelas karena ada gaya tarik menarik antara air
dan gelas. Gaya tarik antar dua partikel / zat yang berbeda disebut ADHESI
MENISKUS CEKUNG

Gelas
Permukaan air :
CEKUNG
Air

ADHESI > KOHESI


MENISKUS CEMBUNG

Gelas
Permukaan raksa :
CEMBUNG
Raksa

ADHESI < KOHESI


KAPILARITAS
HUKUM PASCAL
(TEKANAN PADA ZAT CAIR)

“Tekanan yang diberikan zat cair dalam


ruang tertutup diteruskan ke segala arah
dengan sama besar”
KALOR
Salah satu bentuk energi yang mengalir karena
adanya perbedaan suhu dan atau karena
adanya usaha atau kerja yang dilakukan pada
sistem.
Kalor mempunyai satuan kalori, satu kalori
didefinisikan sebagai kalor yang dibutuhkan 1 gram
air untuk menaikkan suhunya 1OC. Dalam sistem SI
satuan kalor adalah Joule. Satu kalori setara dengan
4,18 joule.
Kalor jenis (c) adalah kalor yang diperlukan untuk
menaikkan suhu setiap 1kg massa benda dan setiap 1 °C
kenaikan suhu.
Kapasitas kalor (C) adalah banyaknya kalor yang
digunakan untuk menaikkan suhu benda setiap 1 °C.
AZAS BLACK
“Jika ada dua macam zat yang berbeda suhunya
dicampurkan atau disentuhkan, maka zat yang suhunya
lebih tinggi akan melepas kalor yang sama banyaknya
dengan kalor yang diserap oleh zat yang suhunya lebih
rendah”

Q lepas = Q terima
LATIHAN SOAL
Untuk mengerjakan soal perhatikan konstanta berikut; kalor
lebur es 80 kal/gr; kalor jenis air.1 kal/gr°C; panas jenis es 0,5
kal/gr °C; kalor uap air 540 kal/gr.

1. Untuk menaikkan suhu aluminium yang mempunyai massa 200 gram


dari 298 K menjadi 348 K diperlukan kalor 8400 joule. Tentukan kalor
jenis aluminium …. J/kg K.
2. Kalor lebur suatu zat 80 kal/gr, maka kalor yang diperlukan untuk
melebur 2 kg zat tersebut adalah….
3. Berapa kalor yang diperlukan untuk mengubah 10 gr es pada 0 °C
menjadi air yang suhunya 20 °C!
4. Berapa kalori yang dibutuhkan untuk menaikkan 10 gr es yang
suhunya -5 °C menjadi uap yang suhunya 100 °C.
5. 10 Kg air yang suhunya 80 °C dicampur dengan 5 kg air yang suhunya
20 °C . Suhu akhir campuran adalah….
6. 100 gr es pada suhu 0 °C dicampur dengan 200 gr air pada suhu 50
°C. Jika suhu akhir campuran 10 °C , tentukan kalor lebur es?
TERIMA KASIH