You are on page 1of 32

Kanker Payudara (Ca

Mammae)

ROSITA
511 14 011 301
FARMASI FAK. MIPA
UNIV PANCASAKTI MAKASSAR
Estimasi Insidens dan Kematian Kanker di Indonesia
pada Laki- Laki dan Perempuan, Globocan, IARC, 2012
KANKER PAYUDARA
Pengertian
• Tumor adalah benjolan abnormal yang terdapat pada
payudara. Tumor terbagi atas tumor jinak dan tumor
ganas, Tumor ganas inilah yang disebut kanker
payudara.
• Tumor yang bersifat jinak terdiri dari penyakit
fibrokistik, sclerosing adenosis, fibro adenoma, dan
papiloma intraduktal (Diananda, 2008).
• Beberapa tumor jinak payudara dapat bermutasi
menjadi ganas (Rasjidi, 2010).
Pengertian
• Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari
sel kelenjar, saluran kelenjar, dan jaringan penunjang
payudara, tidak termasuk kulit payudara (Kemkes,
2010)

• Kanker payudara adalah keganasan yang terjadi pada


kantung dan/atau saluran penghasil susu. Keganasan
payudara adalah terjadinya perubahan sel dalam
payudara normal menjadi sel yang bersifat buruk, sifat
tumbuhnya sangat cepat, merusak, menyebar, dan
menyebabkan kegagalan fungsi organ lainnya
(Soemitro, 2012).
EPIDEMIOLOGI KARSINOMA PAYUDARA PADA WANITA
(BREAST CANCER)

INTRODUKSI

Setiap satu dari 9-11 wanita Amerika


• Mengalami karsinoma payudara (di dalam kehidupannya).
• Usia terbanyak menderita karsinoma payudara ini adalah
usia antara 60-61 tahun.

Di Inggris karsinoma payudara


• Merupakan karsinoma yang paling sering terjadi diantara
wanita,
• Menjadi penyebab kematian utama pada wanita usia 30-59
tahun
6
Mekanisme Terjadinya Kanker Payudara
Tanda dan gejala
• Benjolan
– Tumbuh dengan cepat dan tidak nyeri
– Kelainan kulit di atas benjolan, seperti adanya tarikan kulit ke dalam seperti
lesung pipi atau seperti kulit jeruk
– Terdapat pada satu sisi (asimetris) setelah haid
– Sebagian kecil (10%) tidak terdapat benjolan, tapi terdapat borok pada puting
susu sehingga puting tampak menghilang
• Nyeri
– Dapat berhubungan dengan adanya benjolan
– Pada satu sisi payudara pada wanita pasca menopause
• Keluar cairan dari puting susu, baik cairan atau darah
• Kelainan posisi puting
– “ tenggelam”
– Kelainan kulit sekitar puting (seperti eksim)
– Kelainan kulit payudara
– Bentuk seperti kulit jeruk yang tebal
– Warna kemerahan
Tanda-tanda :

• 66% memberikan gambaran adanya benjolan pada payudara


yang bersifat keras dan sulit digerakkan
• 89% tidak sakit pada benjolan tersebut,
• 11% ada yang merasakan sakit
• 9% adanya nipple discharge
• 4% adanya pembengkakan /edema lokal disekitar jaringan
massa tumor
• 9% adanya retraksi puting susu, luka pada puting susu

9
Stadium

• Stadium I :
• tumor < 2 cm diameternya
• limfa nodi teraba tetapi tidak berisi jaringan
metastase
• tidak ada metastase yang jauh

Stadium II :
• tumor diameternya 2-5 cm
• limfa nodi bila teraba tidak fixed (mudah digerakkan)
• metastase yang jauh belum ada

11
Stadium III
• tumor lebih dari 5 cm atau tumor dengan segala ukuran,
• bersifat invasive ke kulit dan melekat pada dinding dada
• limfanodi supraclaviculer teraba
• tanpa metastase yang jauh

Stadium IV
• telah ada metastase yang jauh

12
Penyebaran /metastase jaringan karsinoma :
Terutama melalui aliran limfe, menuju ke :
- limfa nodi axillaris (2 kali lebih sering)
- limfa nodi mammaria interna
Melalui aliran darah menuju ke tulang, hepar dan paru-paru

Gejala dan tanda-tanda karsinoma payudara

90% adanya tumor dapat ditemukan oleh pasien sendiri,


hanya 5 % ditemukan secara tidak sengaja pada waktu
pemeriksaan fisik

13
Survival Rate

• Stadium 0 : 10 years survival rate 98%


• Stadium I: 5 years survival rate 85%
• Stadium II: 5 years survival rate 60-70%
• Stadium III: 5 years survival rate 30-50%
• Stadium IV: 5 years survival rate 15%
FAKTOR RISIKO

Rokok
Aktivitas fisik
Radiasi Alkohol
Obesitas
Riwayat klg Virus
Gender
Inisiator Diet
TTK Serum
Estradiol
Ras
Kepadatan payudara KANKER
PAYUDARA
Estrogen

Umur
Tumor jinak Promotor Immaturity
Menarche
Menopause
Atypical
TSH
Hipertrophy
Menyusui

Pil KB Aborsi induksi


Partus 1
Paritas Nullipara
Sumber: Modifikasi ACS 2012, Lee 2008, NCI,
Faktor Risiko
• Faktor Risiko dapat diubah
– Tidak melahirkan
– Melahirkan pertama >35 tahun
– Tidak menyusui
– Penggunaan hormon estrogen
– Alkohol
– Obesitas
– Trauma payudara
– Menggunakan kontrasepsi oral

• Faktor risiko tidak dapat diubah


– Riwayat keluarga kanker
– Menstruasi dini
– Riwayat tumor jinak payudara
– Tidak menikah
– Menopause terlambat
Status perkawinan
Wanita yang tidak menikah lebih besar resikonya
untuk mendapat karsinoma payudara daripada wanita
yang menikah

Status sosial ekonomi


Karsinoma payudara lebih banyak ditemukan
pada wanita-wanita profesional, manajer dan
lain-lain, daripada wanita yang bukan
profesional.

17
Faktor-faktor resiko yang lain

Riwayat keluarga
• Adanya riwayat di dalam keluarga yang menderita
karsinoma payudara baik dari keluarga ibu
ataupun ayah akan meningkatkan resiko
terjadinya karsinoma payudara pada anggota
keluarga tersebut

Riwayat tumor jinak payudara


• Adanya riwayat benjolan yang bersifat
benigna, meningkatkan resiko terjadinya karsinoma
payudara

18
Karsina ovarium dan endometrium
• Adanya riwayat karsinoma ovarium ataupun
endometrium pada pasien akan meningkatkan
resiko untuk mendapatkan karsinoma payudara
pada pasien tersebut

Obesitas
• Wanita yang obesitas mempunyai resiko yang
lebih tinggi untuk mendapat karsinoma payudara
daripada wanita dwngan tubuh normal, terutama
setelah menopause

19
Radiasi

• Terpapar dengan radiasi meningkatkan resiko


terjadinya karsinoma payudara pada wanita.
• Terpapar dengan radiasi diatas 10 rads sangat
meningkatkan resiko terjadinya karsinoma payudara
terutama bila terkena wanita dewasa
• Terpapar radiasi 1 rads meningkatkan resiko
terjadinya karsinoma payudara 10-15 tahun
kemudian.

20
Diet

• Diet kalori dan lemak yang tinggi akan


mempengaruhi produksi hormon, yaitu prolactin
(nocturnal)  meningkatkan resiko terjadinya
karsinoma payudara

• Diet kalori dan lemak yang tinggi memicu terjadinya


kegemukan  mengubah androstenedion menjadi
oestrone , sehingga oestrone meningkat  oestriol
menurun  meningkatkan resiko terjadinya
karsinoma payudara

21
Pencegahan Primer

• Aktivitas fisik teratur (30 menit setiap hari)


• Konsumi buah dan sayur 5 porsi sehari
• Mengurangi makanan berlemak dan
goreng-gorengan
• Memberikan ASI
• Tidak mengkonsumsi alkohol
• Mengganti kontrasepsi oral dengan non
hormonal setelah 2 tahun
PENCEGAHAN SEKUNDER: DETEKSI DINI

•pengidentifikasian kanker payudara sedini mungkin


meningkatkan harapan untuk sembuh

• Pengobatan sedini mungkin dapat dilakukan bila penyakit


terditeksi seawal mungkin  sehingga derteksi dini sangat
diperlukan
•Metode deteksi dini
• SADARI (periksa Payudara Sendiri)
• Pemeriksaan Klinis Payudara (Clinical Breast
Examination/CBE)
• Pemeriksaan Ultrasonografi (USG)
• Pemeriksaan Mammografi

24
• SADARI
• Dilakukan sebulan sekali hari ke7-10 menstruasi
• Dilakukan mulai usia 20 tahun

• Pemeriksaan klinis (CBE)


• Dilakukan pada usia 20-40 tahun
• Dilakukan setiap tahun sekali
• Bila dilakukan oleh tenaga profesional :
• Sensitivitas tes : 50%
• Spesifitas tes : 95%
• USG
• Jika pada CBE ditemukan benjolan dilakukan
pemeriksaan USG
• Untuk membuktikan adanya massa kistik dan solid
yang mengarah keganasan

25
• Mammografi
• Pada usia 40 tahun ke tas
• Pada perempuan bergejala maupun tidak
• Lebih efisien tapi lebih mahal
• Tidak boleh dilakukan terlalu sering, karena ada
bahaya radiasi  meningkat kan resiko karsinoma
payudara
• Sensitivitas tes 75%
• Spesifisitas tes 90%
• Tidak dianjurkan sebagai skrining untuk populasi
umum, oleh karena adanya bahaya radiasi (10-15
tahun kemudian)
• Dianjurkan bila ada indikasi saja

26
Kuadran atas luar

Kuadran atas dalam

Kuadran bawah dalam

Kuadran bawah luar


Cara Penanganan Ca. Mamae
Bedah
• Mamaplasti
Operasi plastik untuk membesarkan/mengecilkan ukuran payudara atau
untuk merekonstruksi payudara.
• Perluasan jaringan
Memasukkan balon di bawah kulit lalu menggembungkannya secara
bertahap untuk meregangkan dan menumbuhkan kulit dan jaringan di
sekitarnya.
• Limfadenektomi
Operasi pengangkatan kelenjar getah bening.
• Lumpektomi
Operasi pengangkatan benjolan (tumor) pada payudara.
• Operasi pengangkatan payudara
Operasi pengangkatan sebagian atau seluruh payudara.
Cara Penanganan Ca. Mamae
Prosedur medis
• Terapi radiasi eksternal
Terapi radiasi yang menggunakan sinar-x atau
pencaran berenergi tinggi lainnya untuk menghancurkan
sel-sel kanker dan memperkecil tumor.
• Radioterapi
Pengobatan yang menggunakan sinar-x dan sinar
berenergi tinggi lainnya untuk membunuh sel-sel
abnormal.
Obat-Obat yang digunakan untuk
pengobatan Ca. Mamae
• Modulator estrogen
Meniru efek estrogen pada berbagai jaringan, termasuk
payudara, tulang, dan organ reproduksi.
• Kemoterapi
Membunuh sel-sel yang tumbuh atau berkembang biak
terlalu cepat.
• Kemoterapi hormonal
Mengobati kanker yang sensitif terhadap hormon.
• Kesehatan tulang
Membantu memperkuat dan membangun tulang.
Obat-Obat kemoterapi
1. Kemoterapi kanker payudara stadium awal
Jenis obat kemoterapi untuk obat gejala kanker payudara dini meliputi:
– Anthracyclines: Kelas obat ini meliputi doxorubicin (Adriamycin) dan epirubicin (Ellence).
– Taxanes: Kelas obat ini termasuk docetaxel (Taxotere) dan paclitaxel (Taxol).
Obat ini sering dikombinasi dengan yang lain seperti carboplatin, cyclophosphamide (Cytoxan),
dan fluorouracil (5-FU).
2. Kemoterapi kanker payudara HER2
Wanita yang memiliki gen HER2 dapat diberikan ado-trastuzumab emtansine (Kadcyla), lapatinib
(Tykerb), pertuzumab (Perjeta), atau trastuzumab (Herceptin).

3. Kemoterapi kanker payudara stadium lanjut


Obat yang digunakan untuk mengobati kanker payudara bermetastasis atau telah menyebar ke
area tubuh lain meliputi:
– Paclitaxel terikat albumin (nab-paclitaxel atau Abraxane)
– Capecitabine (Xeloda)
– Eribulin (Halaven)
– Gemcitabine (Gemzar)
– Ixabepilone (Ixempra)
– Liposomal doxorubicin (Doxil)
– Mitoxantrone
– Platinum (carboplatin, cisplatin)
– Vinorelbine (Navelbine)