You are on page 1of 24

Prese

Gerak Harmonik M. H
Sederhana dan Pegas, (2018
Kerapatan dan Muh
Elastisitas (2018
Tekn
1

Gerak Harmonik
Sederhana dan Pegas
Uraian Materi 1 Periode (T)

Gerak 2 Frekuensi (f)

Harmonik
3
Sederhana Simpangan (Per[indahan)

dan Pegas 4 Gerak Harmonik Sederhana (GHS)

3
Uraian Materi 5 Pegas (Spring) Hooke
Perubahan Bentuk Energi,
Gerak 6
Kecepatan, dan Percepatan Pada
GHS
Harmonik
7
Sederhana Periode GHS

dan Pegas 8
Bandul Matematik dan Gerakan
Sinusoida

4
Hubungan Periode dan Frekuensi

Frekuensi (f)

Periode (T)
Periode pada suatu sistem yeng bergetar
Frekuensi adalah getaran yang dilakukan dalam waktu satu
adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan detik. Karena t adalah waktu untuk melakukan satu getaran.
suatu getaran lengkap. Waktu ini adalah waktu Satu getaran/detik dinamakan satu hertz (Hz)
total untuk melakukan gerak bolak balik.

5
Simpangan (Perpindahan)

Simpangan dalam arah


sumbu x maupun sumbu y
pada benda yang bergetar
adalah jarak benda terhadap
titik keseimbangannya, yakni
titik pusat lintasan getaran.
Simpangan maksimum
disebut amplitude.

Ket : f = frekuensi (Hz)


𝒚 = 𝑨 𝐬𝐢𝐧 𝝎𝒕 = 𝑨 𝐬𝐢𝐧 𝟐𝝅𝒇𝒕
y = simpangan (m) t = waktu tempuh (s)
A = amplitudo (m)
𝜔 = kecepatan sudut (rad/s) 6
Gerak Harmonik
Sederhana

Perhatikan sistem balok pegas di atas permukaan Percepatan (a) ~ perpindahan (x)
horizontal tanpa gesekan. Bila pegas tidak ditarik
atau ditekan balok berada pada posisi O (posisi Arah a berlawanan dengan perpindahan.
kesetimbangan). Bila balok ditarik ke kanan, maka
pegas akan menarik balok ke kiri dengan gaya: Bila pada benda bekerja gaya yang arahnya selalu
F  kx kx  ma berlawanan dengan arah perpindahan maka benda
k = konstanta pegas (N/m)
m = massa beban (kg)
F  ma k akan mengalami gerak harmonik sederhana (GHS).
a x
m
7
Pegas Spring (Hooke)

Pegas
Pegas adalah salah satu contoh benda elastis. Sifat
elastis pada pegas yang diberi gaya tekan akan
kembali pada keadaan setimbangnya mula-mula
apabila gaya yang bekerja padanya dihilangkan.

Contoh : springbed dan ketapel

Hukum Hooke
Hukum Hooke menyatakan hubungan antara gaya F
yang meregangkan pegas dengan pertambahan panjang
pegas pada daerah elastis pegas.

𝐹 = 𝑘𝑥 Ket : F = gaya pada pegas (N)

x= pertambahan panjang (m)

k= tetapan pegas (N/m)


Lanjutan Hukum Hooke

Hukum Hooke
Berdasarkan Hukum Newton III (Aksi-Reaksi), pegas akan mengadakan
gaya yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan.
𝐹𝑝 = −𝐹
𝐹𝑝 = −𝑘𝑥

Fp = gaya pegas

9
Energi pada GHS
GHS terdapat 2 energi yaitu : Energi Kinetik (EK) dan Energi Potensial (EP)

Energi Kinetik (EK) berhubungan 𝟏


dengan kecepatan gerak v:
𝑬𝑲 = 𝒎𝒗𝟐
𝟐

Energi Potensial (EP) berhubungan 𝟏 𝟐


dengan posisi atau jarak : 𝑬𝑷 = 𝒌𝒙
𝟐

Jumlah EP dan EK disebut energi


𝑬𝑴 = 𝑬𝑲 + 𝑬𝑷
total atau energi mekanik

𝟏 𝟐
𝟏 𝟐 𝟏 𝟐
Energi Mekanik
𝑬 = 𝒎𝒗 + 𝒌𝒙 = 𝒌𝑨
𝟐 𝟐 𝟐
= 𝒌𝒐𝒏𝒔𝒕𝒂𝒏

10
GHS dan Pegas
Fullscreen Portfolio
Kecepatan dan Percepatan pada GHS

Kecepatan Percepatan
Untuk benda yang pada saat awal θ0 = 0, maka Untuk benda yg pada saat awal θ0 = 0, maka
kecepatannya adalah percepatannya adalah

dy d dv d
v  ( A sin ωt )  A cos ωt a  ( A cos ωt )   2 A sin ωt   2 y
dt dt dt dt
Nilai percepatan a akan maksimum pada saat sin
Nilai kecepatan v akan maksimum pada saat cos
ωt = 1, sehingga percepatan maksimumnya adalah
ωt = 1, sehingga kecepatan maksimumnya adalah

vm  A am   2 A
Arah percepatan a selalu sama dengan arah gaya
Kecepatan benda di sembarang posisi y adalah pemulihnya.

v y   A2  y 2

13
Periode GHS

01 02 03 04
Periode (T) GHS Namun jika v0 berada Periode maksimum Percepatan yang dinyatakan
Waktu yang diperlukan GHS yang dalam (T) dapat ditentukan
pada kecepatan
titip P untuk berkeliling dengan cara mengeliminasi
maksimum, dan x=0 memenuhi hukum
1x pada lingkaran acuan. antara persamaan 𝑎 =
maka: hooke:
Maka: − 𝑘Τ𝑚 𝑥 dan 𝑇 = 2𝜋 𝑚Τ
𝑘

𝑇 = 2𝜋𝑟ൗ𝑣0 = 2𝜋𝑥0ൗ𝑣0 𝑣0 = 𝑥0 𝑘ൗ𝑚


𝑇 = 2𝜋 𝑚ൗ𝑘
Sehingga dii dapatkan
persamaan:
2
𝑎 = − 4𝜋 ൗ 2
𝑇

14
GHS dan Pegas

Bandul Matematik
Gerak bandul ini mendekati GHS jika sudut simpangannya tidak terlalu besar. Periode getaran
bandul matematik sepanjang L di tempat di mana percepatan gravitasi adalah g. maka :
T = 2π√L/g
Gerak Sinusoida
Dapat dibedakan menjadi 2 persamaan dalam sumbu x dan y. yaitu : Pada komponen sumbu x,
dirumuskan sebagai berikut :
x = x0 cos 2πft = x0 cos ωt

Pada komponen sumbu y, dirumuskan sebagai berikut :


y = x0 sin 2πft = x0 sin ωt

15
1 Massa Jenis atau Rapat Jenis (𝜌)

URAIAN 2 Berat Jenis

MATERI 3 Elastisitas

KERAPATAN 4 Tegangan (Stress)

DAN 5 Regangan (Strain)

ELASTISITAS 6 Modulus ELastisitas

16
2

Kerapatan dan
Elastisitas
Massa Jenis
atau Rapat Jenis Massa jenis atau rapat massa suatu zat
(𝜌) adalah massa zat per satuan volume.
Rumusnya:
𝒎
𝝆=
𝒗
Satuan SI massa jenis adalah kg?m3 atau
1000 kg/m3 = 1 gr/cm3
Massa jenis air= 1000kg/m3 atau 1 gr/cm3

18
Elastisitas

Elastisitas adalah : Kecenderungan pada suatu benda untuk berubah dalam bentuk baik panjang, lebar maupun
tingginya, tetapi massanya tetap, hal itu disebabkan oleh gaya-gaya yang menekan atau menariknya, pada saat gaya
ditiadakan bentuk benda kembali seperti semula.
Contoh : karet, pegas, pelat logam
Sifat:
1. Elastis (lentur)
2. Plastis (tidak dapat kembali ke semula)

The Power of PowerPoint | thepopp.com 19


Contoh gambar :

Setelah diberi Tegangan


gaya A
(Stress)
Tegangan adalah “
Perbandingan antara gaya tarik
yang bekerja terhadap luas
penampang benda” . Tegangan
dinotasikan dengan (sigma),
satunnya N/m2.
20
1. Keadaan awal benda yang panjangnya Lo
diberi gaya (F) pada bidang A

2.Keadaan bertambah panjang sebanyak

Regangan (Strain)
Regangan adalah “Perbandingan antara pertambahan panjang L
terhadap panjang mula-mula(Lo)”
Regangan dinotasikan dengan e dan tidak mempunyai satuan.
21
perbandingan antara tegangan dan regangan
dari suatu benda. Modulus elastisitas
dilambangkan dengan (E) dan satuannya Nm-2.
Modulus elastisitas disebut juga Modulus
Young.
Secara matematis konsep modulus elastisitas :
E = T/e

Modulus E = F.L0/ΔL.A
E = k. L0/A
Elastisitas Dimana :
F = gaya pada benda (Newton)
k = konstanta bahan (Newton)
A = Luas penampang (m2)
E = Modulus elastisitas (Nm-2)

22
Modulus Elastis

No. Zat Modulus Elastis (N/m2)


1 Besi 100 x 10^9
Tabel Modulus ELastis 2 Baja 100 x 10^9
3 Perunggu 100 x 10^9
4 Aluminium 100 x 10^9
5 Marmer 50 x 10^9
6 Granit 45 x 10^9
7 Kayu (Pinus) 10 x 10^9
8 Nilon 5 x 10^9
9 Tulang muda 15 x 10^9
10 Batu bara 14 x 10^9

23
Thank You for Watching!
Any Questions?