You are on page 1of 60

MYELITIS

TRANSVERSA
INTAN EKAVERTA (1740312424)
PENDAHULUAN
Pendahuluan

Myelitis transversa adalah suatu proses inflamasi akut yang mengenai suatu area

fokal di medula spinalis dengan karakteristik klinis adanya perkembangan baik akut

atau sub akut dari tanda dan gejala disfungsi neurologis pada saraf motorik, sensorik

dan otonom dan traktus saraf di medula spinalis


Pendahuluan

Karakteristik myelitis transversa ditandai Ketika level maksimal defisit


dengan adanya inflamasi di dalam medula neurologi mendekati 50%, pasien
spinalis dan mempunyai manifestasi klinis sudah kehilangan seluruh gerakan
disfungsi dari jaras-jaras motorik, sensoris tungkai, disfungsi kandung kencing
dan otonom sebagai, bukti adanya dan 80–94% pasien mengeluh
inflamasi akut dibuktikan dengan MRI dan numbness, parestesia, dan
punksi lumbal disestesia.
Tinjauan Pustaka
Proses inflamasi akut yang mengenai

“ suatu area fokal di medula spinalis


dengan karakteristik klinis adanya
perkembangan baik akut atau sub akut
dari tanda dan gejala disfungsi
neurologis pada saraf motorik, sensorik
dan otonom dan traktus saraf di medula
spinalis

6
EPIDEMIOLOGI

▰ Tidak ada faktor predileksi


▰ Puncak insidensi 10-19 dan 30-39 tahun
▰ Penyebab paling sering adalah fenomena
autoimun setelah infeksi atau vaksinasi

7
ETIOLOGI

INFEKSI AUTOIMUN IDIOPATIK

8
BIG CONCEPT
9
MANISFESTASI KLINIS

Motorik Sensorik Otonom


Kelemahan otot, Mati rasa, kesemutan, Retensio urin,
kelumpuhan otot. rasa terbakar, dll. konstipasi,
inkontinensia

10
11
ANAMNESIS

PEMERIKSAAN FISIK

PEMERIKSAAN PENUNJANG

12
ANAMNESIS

▰ Keluhan defisit neurologis muncul dalam


beberapa jam hingga minggu
▰ Gali kemungkinan faktor penyebab

13
PEMERIKSAAN FISIK

▰ Keluhan defisit neurologis muncul dalam


beberapa jam hingga minggu
▰ Gali kemungkinan faktor penyebab

14
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Lumbal pungsi
(leukosit
meningkat)
MRI
16
TATALAKSANA

Terapi Umum Terapi Khusus Rehabilitasi


▰ Gagal nafas? ▰ Kortikosteroid ▰ Terapi okupasi
▰ Psikoterapi
▰ Kateter ▰ Plasma exchange
▰ Terapi fisik
▰ Antikonstipasi ▰ Antivirus, antibiotik (bila perlu)
▰ Pergerakan pasif (cegah ▰ Antinyeri (bila perlu)
kontraktur dan ulkus
dekubitus)

▰ Nutrisi

17
PROGNOSIS

Idiopatik

Lebih buruk
LAPORAN KASUS

19
IDENTITAS PASIEN

▰ Nama : Ny. W
▰ No RM : 01.03.69.13
▰ Tanggal Lahir/Umur : 3 Januari 1996 / 22 tahun
▰ Jenis Kelamin : Perempuan
▰ Pekerjaan : Ibu rumah tangga
▰ Status Perkawinan : Kawin
▰ Agama : Islam
▰ Suku : Minang
▰ Alamat : Kerinci
▰ Tanggal Masuk RS : 6 Januari 2019
20
“ KELUHAN UTAMA:
▰ Lumpuh kedua tungkai

21
Riwayat Penyakit Sekarang

▰ Lumpuh kedua tungkai sejak 4 hari sebelum masuk rumah


sakit. Dimana awalnya kaki kanan pasien terasa kesemutan
dan lemah setelah bangun tidur, 1 jam setelahnya kedua kaki
pasien lemah, dan sekitar 6 jam kemudian pasien tidak lagi
dapat menggerakkan kedua kakinya.
▰ Kebas dari perut sampai ke kaki sejak 4 hari sebelum masuk
rumah sakit
▰ BAB dan BAK tidak terasa sejak 4 hari sebelum masuk
rumah sakit.
▰ Nyeri pinggang menjalar ke bagian perut sejak 4 hari yang
lalu, terasa seperti diikat
22
Riwayat Penyakit Dahulu

▰ Riwat demam tidak ada


▰ Riwayat infeksi pada gigi, telinga tidak ada
▰ Riwayat batuk lama, konsumsi obat rutin
tidak ada
▰ Riwayat diare tidak ada
▰ Riwayat keganasan tidak ada
▰ Riwayat trauma sebelumnya tidak ada
23
▰ Riwayat berobat kampung setelah kaki lumpuh ada,
pasien diberi tetesan minyak panas sehingga terdapat
luka bakar pada punggung kaki dan telapak kaki
▰ Pasien rujukan rumah sakit Mayjen H.A. Thalib Kerinci
dengan diagnosa paraparese inferior e.c. suspek
sindrom gullian barre, telah mendapatkan terapi injeksi
metilprednisolon 3x120 mg, injeksi citicolin 2x500 mg,
injeksi metkobalamin 2x500 mg.

24
Riwayat Penyakit Keluarga

▰ Tidak ada anggota keluarga dengan keluhan


yang sama
▰ Tidak ada anggota keluarga yang batuk-batuk
lama ataupun minum obat rutin 6 bulan

25
Riwayat Pekerjaan, Sosial, Ekonomi

▰ Pasien seorang ibu rumah tangga dengan


aktivitas sedang

26
PEMERIKSAAN FISIK

▰ Keadaan Umum : Sedang


▰ Kesadaran : Composmentis
▰ Kooperatif : Ya
▰ Nadi/Irama : 82x /menit
▰ Pernapasan : 20x/menit
▰ Tekanan darah : 110/70
▰ Suhu : 36,6˚C
▰ Keadaan gizi : Sedang
▰ Turgor kulit : Baik
▰ Kulit dan kuku : tidak ditemukan kelainan 27
Kelenjar getah bening
▰ Leher : tidak ditemukan pembesaran
▰ Aksila : tidak ditemukan pembesaran
▰ Inguinal : tidak ditemukan pembesaran

28
Paru

▰ Inspeksi : normochest, simetris kiri dan


kanan
▰ Palpasi : fremitus sulit dinilai
▰ Perkusi : sonor
▰ Auskultasi : vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-

29
Jantung
▰ Inspeksi : iktus kordis tidak terlihat
▰ Palpasi : iktus kordis teraba 1 jari medial
LMCS RIC V
▰ Perkusi : batas jantung dalam batas
normal
▰ Auskultasi : irama reguler, bising tidak ada
30
Abdomen
▰ Inspeksi : perut tidak membuncit
▰ Palpasi : hepar dan lien tidak teraba
▰ Perkusi : timpani
▰ Auskultasi : bising usus (+) normal
Korpus Vertebrae
▰ Inspeksi : deformitas (-), gibbus (-), tanda radang
(-)
▰ Palpasi : nyeri tekan (-)
31
Status Neurologikus

Tanda Rangsangan Selaput Otak


▰ Kaku kuduk : (-)
▰ Brudzinski I : (-)
▰ Brudzinski II : (-)
▰ Tanda Kernig : (-)
Tanda Peningkatan Tekanan Intrakranial
▰ Pupil isokor, diameter 3 mm/3 mm, refleks cahaya +
/+, refleks kornea +/+, bola mata bergerak bebas

32
N I (Olfaktorius)

Penciuman Kanan Kiri


Subjektif Baik Baik
Objektif (dengan bahan) Tidak dapat dilakukan Tidak dapat dilakukan

N II (Optikus)

Penglihatan Kanan Kiri


Tajam penglihatan 6/6 6/6
Lapangan pandang baik baik
Melihat warna baik baik
Funduskopi Tidak dilakukan pemeriksaan

33
N III (Okulomotorius)

Kanan Kiri
Bola mata Ortho Ortho
Ptosis (-) (-)
Gerakan bulbus Doll’s eye movement (+) Doll’s eye movement (+)
Strabismus (-) (-)
Nistagmus (-) (-)
Ekso/endoftalmus (-) (-)
Pupil
Bentuk Bulat Bulat
Refleks cahaya (+) (+)
Refleks akomodasi Sulit dinilai Sulit dinilai
Refleks konvergensi Sulit dinilai Sulit dinilai

34
N IV (Troklearis)

Kanan Kiri
Gerakan mata ke bawah (+) (+)
Sikap bulbus Ortho Ortho
Diplopia Tidak ada Tidak ada

N VI (Abdusen)

Kanan Kiri
Gerakan mata ke lateral (+) (+)
Sikap bulbus Ortho Ortho
Diplopia Tidak ada Tidak ada

35
N V (Trigeminus)

Kanan Kiri
Motorik
Membuka mulut Baik Baik
Menggerakkan rahang Baik Baik
Menggigit Baik Baik
Mengunyah Baik Baik
Sensorik
Divisi Oftalmika
(+) (+)
Refleks kornea

Sensibilitas Baik Baik


Divisi maksila

Refleks masseter (+) (+)

Sensibilitas Baik Baik


Divisi mandibula
Sensibilitas Baik Baik 36
N VII Fasialis

Kanan Kiri
Raut wajah Simetris
Sekresi air mata Baik Baik
Fisura palpebra Baik Baik
Menggerakkan dahi Baik Baik
Menutup mata Baik Baik
Mencibir/bersiul Baik Baik
Memperlihatkan gigi Baik Baik
Sensasi lidah 2/3 Baik Baik
Hiperakusis Baik Baik

37
N VIII (Vestibularis)

Kanan Kiri
Suara berisik (+) (+)
Detik arloji (+) (+)
Rinne test Tidak dapat dilakukan Tidak dapat dilakukan
Weber test Tidak dapat dilakukan Tidak dapat dilakukan
Swabach test
Memanjang Tidak dapat dilakukan Tidak dapat dilakukan
Memendek
Nistagmus (-) (-)
Pendular
Vertikal
Siklikal
Pengaruh posisi
(-) (-)
kepala
38
N IX (Glossopharingeus)

Kanan Kiri
Sensasi lidah 1/3 belakang (+) (+)
Refleks muntah/Gag reflex (+) (+)

N X (Vagus)

Kanan Kiri
Arkus faring Simetris
Uvula Di tengah
Menelan Baik
Suara (+)
Nadi Teratur
39
N XI (Asesorius)
Kanan Kiri
Menoleh ke kanan Baik Baik
Menolah ke kiri Baik Baik
Mengangkat bahu ke
Baik Baik
kanan
Mengangkat bahu ke
Baik Baik
kiri

N XII (Hipoglosus)

Kanan Kiri
Kedudukan lidah dalam Simetris
Kedudukan lidah dijulurkan Simetris
Tremor (-)
Fasikulasi (-)
Atrofi (-) 40
Pemeriksaan Koordinasi dan Keseimbangan

Keseimbangan:

Romberg test Tidak dapat dilakukan

Romberg test dipertajam Tidak dapat dilakukan

Stepping gait Tidak dapat dilakukan

Tandem gait Tidak dapat dilakukan

Koordinasi:

Jari-jari Baik

Hidung-jari Baik

Pronasi-supinasi Baik

Test tumit lutut Tudak dapat dilakukan

Rebound phenomen Tidak dapat dilakukan

41
Pemeriksaan Fungsi Motorik

A. Badan Respirasi Baik


Duduk Sulit dinilai
B. Berdiri dan berjalan Gerakan spontan Sulit dinilai
Tremor (-)
Atetosis (-)
Mioklonik (-)
Khorea (-)
C. Ekstremitas Superior Inferior
Kanan Kiri Kanan Kiri
Baik Baik Tidak dapat digerakkan Tidak dapat digerakkan
Gerakan

Kekuatan 555 555 000 000


Trofi Eutrofi Eutrofi Eutrofi Eutofi
Tonus Baik Baik Spastik Spastik

42
Pemeriksaan Sensibilitas

Sensibilitas taktil Menurun setinggi thorakal VIII-IX ke bawah


Sensibilitas nyeri Menurun setinggi thorakal VIII-IX ke bawah
Sensibilitas termis Menurun setinggi thorakal VIII-IX ke bawah
Sensibilitas sendi dan posisi Menurun setinggi thorakal VIII-IX ke bawah
Sensibilitas getar Menurun setinggi thorakal VIII-IX ke bawah
Sensibilitas kortikal Menurun setinggi thorakal VIII-IX ke bawah
Stereognosis Tidak terganggu
Pengenalan 2 titik Menurun setinggi thorakal VIII-IX ke bawah
Pengenalan rabaan Menurun setinggi thorakal VIII-IX ke bawah

43
Sistem Refleks

1. Fisiologis Kanan Kiri Kanan Kiri


Kornea + + Biseps ++ ++
Berbamgkis + + Triseps ++ ++
Laring + + APR +++ +++
Maseter + + KPR +++ +++
Dinding perut Bulbokavernosus
Atas - - Cremaster
Tengah - - Sfingter
Bawah - -

44
2. Patologis
Lengan Tungkai
Hoffman- (-) (-) (+) (+)
Babinski
Tromner
Chaddoks (-) (-)
Oppenheim (-) (-)
Gordon (-) (-)
Schaeffer (-) (-)
Klonus paha (+) (+)
Klonus kaki (+) (+)

45
•Miksi : uninhibited bladder (+), atonik bladder (+),
reflek bladder (+)
•Defekasi : BAB terganggu (+)
•Sekresi keringat: Berkeringat setinggi thorakal VIII

46
Fungsi luhur

Kesadaran Tanda Dementia


Reaksi bicara Baik Refleks glabela (-)
Fungsi intelek Baik Refleks snout (-)
Reaksi emosi Baik Refleks menghisap (-)
Refleks memegang (-)
Refleks
(-)
palmomental

47
Pemeriksaan Laboratorium

▰ Darah Rutin ▰ Kimia Klinik


▰ Hb : 13,9 g/dl ▰ GDS : 101
▰ Leukosit : 16.490/mm3 mg/dl
▰ Trombosit : 303.000 ▰ Ureum/kreatinin : 25
mg/dL / 0,7 mg/dL
▰ Hematokrit : 41 %
▰ Natrium/kalium/Cl : 137
mmol/L / 4,4 mmol/L / 107
Kesan : Leukositosis mmol/L
Kesan : dalam batas normal
48
Diagnosis

Klinis Topik Etiologi Sekunder


Paraplegi inferior tipe Medulla spinalis Suspek mielitis Luka bakar partial
UMN suspek mielitis vertebra thorakal VIII- transversa thickness 2%
transversa IX

49
Tatalaksana

Umum Khusus
▰ IVFD Asering 12 jam/kolf ▰ Injeksi methilprednisolon 4x250 mg
▰ Diet ML 1700 kkal/ hari (IV) tappering off
▰ Kateterisasi urine, hitung ▰ Injeksi ranitidin 2x50 mg (IV)
balance cairan ▰ Sukralfat 3x1 sendok (PO)
▰ Pergerakan pasif ▰ Parasetamol 3x500 mg (PO)
▰ Cefixime 2x200 mg (PO)

50
Rencana Pemeriksaan

Pungsi Rontgen MRI


Lumbal Thoracolumbal

51
Prognosis

Quo ad vitam Quo ad sanam Quo ad fungsionam


dubia ad bonam dubia dubia ad malam

52
DISKUSI

53
Nyeri
BAB BAK pinggang
tidak ada
Kebas

Lumpuh
kedua
tungkai
54
Anamnesis

Onset Lokasi Kronologis


Dalam beberapa jam Dua jari di atas pusat ke Awalnya kesemutan,
bawah semakin lemah, lumpuh
dan mati rasa

Severity Assosiated factor Modified Factor


Pasien hanya mampu BAB dan BAK tidak ada Kelumpuhan tidak diawali
berbaring di tempat tidur aktifitas dan tidak
Nyeri pinggang berkurang dengan
apapun
55
Pemeriksaan fisik

Vital sign dan TRM, TIK, N. Kranial Motorik


pemeriksaan umum TRM (-), peningkatan TIK Kekuatan tungkai kanan
Dalam batas normal (-) kiri “0”

Nervus kranial DBN

Refleks Sensibilitas Fungsi otonom


Fisiologis: Meningkat, Menurun setinggi Uninhibited bladder (+),
refleks abdomen (-) thorakal VIII-IX ke bawah atonik bladder (+), reflek
bladder (+) konstipasi (+)
Patologis: (-), klonus (+)
56
57
Pemeriksaan penunjang

Lumbal Pungsi MRI Rontgen


Memastikan thorakolumbal
Untuk memastikan
diagnosis diagnosis Menyingkirkan
Menentukanletak lesi differential diagnosis
Diharaplan
peningkatan leukosit
dan jumlah proten

58
Setelah ditentukan diagnosis sementara pasien diberikan terapi umum
berupa IVFD Asering 12 jam/kolf, diet ML 1700 kkal/ hari, dan
kateterisasi urine, hitung balance cairan. Juga diberikan terapi khusus
berupa injeksi methilprednisolon 4x250 mg (IV), injeksi ranitidin 2x50
mg (IV), sukralfat 3x1 sendok (PO), parasetamol 3x500 mg (PO),
cefixime 2x200 mg (PO).

59
TERIMAKASIH

60