You are on page 1of 38

Hak tersebut tercantum

pada UU no 23 tahun
1992 tentang Kesehatan perlindungan tenaga
Kerja dan UU no 1 tahun kerja melindungi
1970 tentang asset Rumah Sakit.
Keselamatan kerja.

Hak atas jaminan kesehatan dan keselamatan


kerja membutuhkan prasyarat adanya
lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi
karyawan dan masyarakat pengguna dan
disekitarnya.
INGAT... !!!
Upaya Kesehatan dan Keselamatan
Kerja Rumah Sakit adalah :
Upaya terpadu seluruh karyawan Rumah Sakit,,
untuk menciptakan lingkungan kerja, proses kerja,
tempat kerja Rumah Sakit yang sehat, aman
dan nyaman termasuk pasien,
pengunjung/pengantar orang sakit dan masyarakat
lingkungan Rumah Sakit.
Cara
kerja Budaya
Perilaku Kerja
K3
Proses manajemen

Proses manajemen
Dasar
Perlunya K3
Undang-Undang No. 13/2003 tentang
Ketenagakerjaan
Setiap pekerja/buruh mempunyai
hak untuk memperoleh
perlindungan atas : a. keselamatan
UU No.39/1999 tentang HAM dan kesehatan kerja;
Kesehatan merupakan HAM; Setiap UU No.8/1999 Perlindungan Konsumen
orang berhak atas lingkungan hidup Konsumen jasa pelayanan kesehatan berhak
yang baik dan sehat. untuk mendapatkan kenyamanan, keamanan
dan keselamatan dalam mendapatkan jasa
pelayanan kesehatan.

Rumah Sakit masuk


dalam kriteria ini, artinya
wajib melaksanakan
upaya Kesehatan &
Keselamatan Kerja (K3).
Hasil Penelitian & Survey

Staf wanita RS yang


SC-Amerika (1998) terpajan gas anestesi,
mencatat frekuensi secara signifikan
angka KAK di RS lebih 41% perawat RS
meningkatkan abortus mengalami
tinggi 41% dibanding spontan, anak yang occupational low
pekerja lain dengan dilahirkan mengalami back pain, (Harber P
angka KAK terbesar kelainan kongenital et al,1985).
adalah NSI (Needle Stick (studi restrospektif di RS
injuries). Ontario terhadap 8.032
orang, tahun 1981-1985) .
Hasil Penelitian & Survey di Indonesia
Kasus yang sering terjadi :
tertusuk jarum, tergelincir,
terkilir, tergores/
terpotong, sakit pinggang
dll.>>> tidak terlaporkan
(karena pelaku pengobatan)
Other safety risks…

12
Accident :
- Gas medik
- Saat operasi
Point of concern K3

1.Risiko....???
2.Bahaya.... ???
Apa bedanya ???

Kecelakaan.... ???
PAK... ???
1. Risiko
Resiko adalah kemungkinan
terjadinya suatu perubahan
(kerugian, luka, tidak
menguntungkan, kerusakan) yang
akan berdampak pada tujuan.
2. Bahaya

Bahaya : sumber atau situasi yang


potensial menyebabkan
cedera,sakit/kerusakan pada
lingkungan tempat kerja.
3. Kecelakaan
Adalah kejadian yang tidak
diinginkan yang dapat
menimbulkan kerugian.
1. Pengembangan kebijakan kesehatan
dan keselamatan kerja

2. Pembudayaan perilaku
kesehatan dan keselamatan kerja di
Rumah Sakit
9. Pengelolaan jasa, bahan
beracun berbahaya dan
barang berbahaya

10. Pengembangan manajemen


tanggap darurat
11. Pengumpulan,
pengolahan, dokumentasi
data dan pelaporan
kesehatan dan keselamatan
kerja

12. Review program tahunan


METODE SOSIALISASI PENERAPAN
BUDAYA K3-RUMAH SAKIT
Pengenalan (awareness)
 Sosialisasi Kebijakan K3 pada setiap pertemuan
(rapat, upacara, dll)
 Spanduk dengan pesan K3 (bulan K3, Ultah RS,
Kegiatan Ilmiah)
 Poster-poster pesan keselamatan
 Buku saku yang berisi kebijakan K3  slip gaji
 Safety talk sebelum melaksanakan tugas
(kegiatan overran, baca laporan, dll)
 Contoh langsung dilapangan
METODE SOSIALISASI PENERAPAN
BUDAYA K3-RUMAH SAKIT

Pemahaman
 Kursus/Pelatihan
 Seminar
 Study banding
 Pelibatan dalam organisasi K3
 Praktek lapangan K3

Pengembangan (Development)
 Keterlibatan dalam tim K3
 Sebagai Fasilitator K3
Hasil Kajian K3RS di
Lapangan :
KEGIATAN PELAYANAN Hearing test
KESEHATAN KERJA
BAGI STAFF DAN
KARYAWAN

Lung Function test


Vision test
Pemeriksaan paparan
bahan kimia sesuai
MSDS (Data Keamanan
Bahan Kimia)

Atomic Absorption (AAS) untuk timah


hitam dalam darah;
Gas Chromatography untuk solvent
dalam darah;
High Performance Liquid
Chromatography (HPLC) Untuk
metabolisme Solvent
Health Promotion, Prevention
and Control
Periodicphysical examination by
Risk Factor
Examination by physician
Laboratory Investigation
Chest X-Ray
Occupational Investigation
Special Investigation
Langkah dan Strategi Pelaksanaan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
10
9 1

8 2

7 3

6 4
5
1. Adanya kebijakan
tertulis dari pimpinan RS

Adanya Pembuatan SOP


Adanya SK
dukungan Adanya peraturan tentang
sebagai
manajemen tentang pelaksanaan
pembentukan
tentang pelaksanaan K3RS pada
organisasi/wadah
pelaksanaan K3RS. masing-masing
K3RS.
K3RS Unit/Instalasi, dll
2. Tersedianya wadah organisasi
kesehatan dan keselamatan kerja

Unit organisasi yang


bertanggung jawab
langsung kepada
Direktur RS, karena
berkaitan langsung
Membentuk Wadah Organisasi struktural dengan regulasi,
Organisasi Kesehatan yang terintegrasi kebijakan, biaya,
danKeselamatan Kerja disesuaikan dengan logistik dan SDM.
dengan SK Direktur kondisi di RS atau Nama organisasinya
adalah unit pelaksana
K3 RS, yang dibantu
oleh unit K3 yang
beranggotakan seluruh
unit kerja di RS.
3. Terkelolanya Bahan Beracun
dan Berbahaya (B3)

Membuat SOP
Mengidentifikasi
tentang Bahan
Bahan Beracun
Beracun dan
dan Berbahaya
Berbahaya (B3)
(B3) yang dipakai
yang dipakai dan
dan dihasilkan oleh
dihasilkan oleh
proses kerja di RS
proses kerja di RS.
4. Adanya manajemen tanggap
darurat

Menyusun
rencana Inventarisasi Membuat
tanggap tempat- kebijakan
Pelatihan tempat yang dan
darurat berisiko dan prosedur Membuat
(survey dan uji membuat kewaspadaa rambu-
bahaya, coba denahnya n, upaya rambu/tanda
membentuk Pembentukan (laboratorium pencegahan khusus jalan
tim tanggap organisasi/tim terhadap , rontgen, dan keluar untuk
kewaspadaan kesiapan
darurat, bencana farmasi, pengendalia evakuasi
menetapka petugas CSSD, n bencana apabila
n prosedur tanggap kamar oerasi, pada terjadi
pengendali genset, tempat- bencana dll
darurat kamar isolasi tempat yang
an, penyakit berisiko
pelatihan menular) tersebut
dll)
5. Terkelolanya sarana, prasarana
dan peralatan sesuai dengan
kaidah K3

Syarat
Perijinan bangunan/
Standarisasi SOP
Sertifikasi alat gedung
prasarana alat, sarana pemakaian
dan tenaga. sebagai
dan sarana. dan prasarana alat
Rumah Sakit,
dll
6. Tersedianya SDM K3 sesuai
kebutuhan di setiap unit kerja
Pengiriman SDM
untuk pendidikan
formal, pelatihan
Pelatihan umum Pelatihan intern
lanjutan, seminar
kesehatan dan Rumah Sakit,
dan workshop
keselamatan khususnya
yang berkaitan
kerja di Rumah pekerja per unit
dengan
Sakit Rumah Sakit
kesehatan dan
keselamatan
kerja
7. Tersedia dan berjalannya
sistem RR kegiatan K3

Pembuatan
Menyusun
sistem pelaporan
prosedur
kejadian dan
pencatatan dan
tindak lanjutnya (
pelaporan serta
Tersedianya alur pelaporan
RR pelayanan penanggulangan kejadian nyaris
RR bagi kecelakaan kerja,
kesehatan celaka dan Pendokumen-
pelaksanaan PAK, kebakaran
celaka serta SOP
pekerja dan bencana tasian data
Kesehatan pelaporan,
Rumah Sakit. (termasuk format
Kerja. penanganan dan
pencatatan dan
tindak lanjut
pelaporan yang
kejadian nyaris
sesuai dengan
celaka (near
kebutuhan)
miss) dan celaka)
8. Membudayanya perilaku
kesehatan dan keselamatan kerja
di RS
Advokasi
Promosi
sosialisasi
kesehatan dan
kesehatan dan Penyebaran
keselamatan
keselamatan media
kerja pada
Pendidikan kerja pada komunikasi
setiap pekerja
Perilaku Hidup seluruh jajaran dan informasi
yang bekerja
Bersih dan Rumah Sakit, baik melalui
disetiap unit
Sehat. baik bagi film, leaflet,
Rumah Sakit
pekerja, pasien poster, pamflet
dan pada para
maupun dll
pengunjung
pengunjung
Rumah Sakit
Rumah Sakit
9. Setiap unit kerja
menerapkan upaya K3

Mencatat
Adanya
Adanya setiap
peraturan
kelompok/regu Adanya SOP kejadian di
ruangan yang
K3 di setiap kerja tiap unit. unit yang
berkaitan
unit berkaitan
dengan K3RS.
dengan K3RS
10. Semua karyawan
mendapat pelayanan K3
Memberikan
pengobatan Meningkatkan
dan kesehatan
perawatan badan,
Medical Pemeriksaan
Adanya Klinik serta kondisi
Record Awal, Berkala
Pekerja. rehabilitasi mental
pekerja. dan Khusus
bagi pekerja (rohani) dan
yang kemampuan
menderita fisik pekerja
sakit
Keuntungan Rumah Sakit
MENGIMPLEMENTASIKA
N PROGRAM K3
Meningkat
Menjadikan nya image/
Rumah Sakit citra
kompetitif di Rumah
Mengurangi
angka kerugian era global Sakit di
yang didapat tingkat
akibat
Meningkatnya pengelolaan nasional
mutu sarana,
pelayanan prasarana,
kesehatan peralatan yang
yang aman di salah serta
Rumah Sakit kejadian PAK dan
KAK