You are on page 1of 31

Analisa kasus

Transcient Takypnea Of The


Newborn
Oleh:
Yoana Febry Yeni
13100701000116

Pembimbing :
dr. Gustin ,Sp.A (K)

1
Gawat Napas Pada Neonatus
Anatomi Paru
Tanda Bahaya Gawat Napas

● Sianosis
● Apnea
● Stridor
● Kesulitan bernapas (gasping)
● Retraksi dada yang berat
● Perfusi buruk (syok)

4
Evaluasi Gawat napas dengan
Menggunakan Skor
Down
0 1 2
Frekuensi napas < 60/menit 60 – 80/menit > 80/menit

Retrak si Tidak ada retraksi Retraksi ringan Retraksi berat

Sianosis Tidak sianosis Sianosis hilang Sianosis menetap


dengan O2 walaupun diberi
O2
Air entry Udara masuk Penurunan ringan Tidak ada udara
bilateral baik udara masuk masuk
M erintih Tidak merintih Dapat didengar Dapat didengar
dengan stetoskop tanpa alat bantu
5
Skor <4 Tidak ada gawatnapas

Skor 4 -7 Gawat napas

Skor >7 Ancaman gagal napas (pemeriksaan gas


darah harus dilakukan)

6
7
Pemeriksaan
● Rontgen Dada
● Analisis gas daraharteri
● Pemeriksaan darah tepi lengkap (anemia, polisitemia, sepsis)
● Pemeriksaan kadar glukosa(hipoglikemia)
● Kultur darah (sepsis, pneumonia)

Tatalaksana
● Setelah stabilisasi, tangani penyebab gawatnapas
● Hindari pemaparan oksigen yang tidakperlu
● Berikan antibiotika sampai kemungkinan sepsis dapat
disingkirkan
8
Penyebab Umum Gawat Napas
● Transient tachypnea of the newborn (TTN)
● Penyakit Membran Hialin (HMD)
● Sindrom Aspirasi Mekonium (MAS)
● Pneumonia
● Penyakit jantung bawaan

9
Transient Tachypnea of the Newborn (TTN)
Definisi
Suatu penyakit ringan pada neonatus yang mendekaticukup
bulan atau cukup bulan yang mengalami gawat napas segera
setelah lahir dan hilang dengan sendirinya dalam waktu 3-5
hari

Faktor Risiko
●Bedah sesar sebelum adakontraksi
●Makrosomia
●Partus lama
●Sedasi ibu berlebihan
●Skor Apgar rendah (1 menit: < 7) 9
transient Tachypnea of the
Newborn…
Tanda Klinis TTN
Neonatus biasanya hampir cukup bulan ataucukup

bulan
dan segera setelah kelahiran mengalami takipnea
(>80 pernapasan/menit)
Neonatus mungkin juga merintih, napascuping

hidung,
mengalami retraksi dada dan mengalami sianosis
• Keadaan ini biasanya tidak berlangsung > 72 jam.

1
1
transient Tachypnea of the
Newborn…
● Rontgen dada: Garis padaperihilar,
kardiomegali ringan, peningkatan volume paru, cairan pada
fissura minor, dan umumnya ditemukan cairan pada rongga
pleural.

1
2
transient Tachypnea of the
Newborn…
Tatalaksana TTN
Umum: - Pemberian oksigen
- Pembatasan cairan
- Pemberian asupan setelah takipneamembaik
Konfirmasi diagnosis dengan menyisihkan penyebab takipnealain
seperti pneumonia, penyakit jantung kongenital & hiperventilasi
serebral

Hasil Akhir dan Prognosis TTN


Penyakit ini bersifat sembuh sendiri dan tidak ada risiko
kekambuhan atau disfungsi paru lebih lanjut
Gejala respirasi membaik sejalan dengan mobilisasi cairan dan
ini biasanya dikaitkan dengan diuresis
1
3
Identitas

Identitas Bayi :

Nama : By. DD
Tanggal/ Jam Lahir : 11 Februari 2019/ 19.00 WIB
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Kiliran Jao
MR : 182490
Tanggal masuk : 11 Februari 2019
Identitas Orang Tua :

Nama Istri : Ny. DD Nama Suami : Tn. MS


Umur : 33 th Umur : 35 th
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Sopir
Alamat : Kiliran jao Alamat : Kiliran jao

15
Anamnesa
Keluhan Utama
Bayi lahir dengan BBL 3500 gram dari ibu P4A0H4 37-38
minggu secara Sectio Caesaria 1 jam yang lalu a.i letak
lintang dan makrosomia dengan keluhan sesak setelah lahir
sejak 1 jam SMRS
Riwayat Penyakit Sekarang
• Sesak setelah lahir sejak 1 jam SMRS
• Bayi lahir SC 1 jam yang lalu atas indikasi letak
lintang + Makrosomia di RSIA
• Ketuban jernih
• Bayi lahir tidak menangis, di RSIA dilakukan VTP
kemudian setelah 10 menit bayi mulai menangis.
• Kemudian bayi di rujuk ke RSUD M.Natsir karena
sesak.
• Di RSUD M. Natsir bayi dipindahkan ke infant
warmer, diposisikan, dibersihkan jalan napas.
• Kemudian dipasang CPAP PEEP 8 FiO2 40%
17
Riwayat Kehamilan Sekarang

Antenatal: 5 kali saat usia kehamilan 3, 4, 5, 6, 7, dengan


bidan di Puskesmas. 1 kali dengan dokter spesialis
kandungan.

• Penyakit selama hamil : (-)


• Komplikasi Kehamilan : (-)
• Kehamilan ganda : (-)
• Kelahiran kurang bulan : (-)
• DM pada ibu : (-)
• Hipertensi dalam kehamilan : (-)

18
Kebiasaan Ibu Waktu Hamil

• Obat-obatan : Tablet Fe
• Merokok/Jamu : Tidak ada

19
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum Kurang aktif

Frekuensi nadi 180x/mnt

Frekuensi nafas 80 x/mnt

Suhu 36,6 ⁰C

Sianosis Ada

Ikterik Tidak ada

Berat badan 3500 gr

Panjang badan 50 cm
Kepala Normocephal. UUB datar. Lingkar kepala 34 cm.

Mata Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik


Hidung Nafas cuping hidung ada
Mulut Sianosis sirkum oral tidak ada

Thoraks Cor : irama teratur, bising (-),


Pulmo : bronkovesikuler, ronki -/-, wheezing -/-
Retraksi (+)

Abdomen Datar, lemas, hepar tidak teraba, lien tidak teraba


Tali pusat segar

Umbilikus Tidak hiperemis ,tidak berbau


Ekstremitas Akral hangat, perfusi baik
Refleks neonatal Moro (-) Isap (-)
Rooting (-) Pegang (-)
21
Downe Score
Pemeriksaan Skor
0 1 2
Frekuensi Napas < 60 x/menit 60-80 x/menit > 80 x/menit
Retraksi Tidak ada retraksi Retraksi ringan Retraksi berat
Sianosis Tidak ada sianosis Sianosis hilang dgn Sianosis menetap
pemberian O2 walau diberi O2
Air Entry Udara masuk Penurunan ringan Tidak ada udara
udara masuk masuk
Merintih Tidak merintih Dapat didengar Dapat didengar
dengan stetoskop tanpa alat bantu

1-3  Gangguan napas ringan


4-7  Gangguan napas sedang
≥ 8  Gangguan napas berat
23
23
DIAGNOSIS
- NBBL 3500 gr NCB SMK lahir secara Sectio Caesaria ai
letak lintang dan makrosomia
- A/S : 1/6
- Ketuban Jernih
- Kelainan kongenital (-)
- Jejas Persalinan : (-)
- Penyakit lain :
- RD ec TTN
Penatalaksanaan
• Rawat inkubator
• CPAP PEEP 8 FiO2 40%
• D10% + Ca Glukonas
• Ro thorak
Penatalaksanaan

•Antibiotik :
Pemberian antibiotik sebagai profilaksis pencegahan infeksi
pada neonatus.
Inj. Ampisilin Sulbactam
Dosis 150 mg/kgbb/hari, 3-4 kali pemberian
BB : 3,5 kg
3,5 x 150 = 525 mg/ hari = 520 : 4 = 130 mg/kali
Penatalaksanaan

Inj. Gentamisin
Dosis: 5 mg/kgbb/dosis
Dosis kedua diberikan 36 jam berikutnya, dan dosis ketiga
diberikan 24 jam setelahnya.
BB: 3,5 kg
3,5 x 5 = 17,5 mg
Penatalaksanaan

• Pantau tanda-tanda vital bayi


• Bila bayi mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan
(frekuensi napas menurun, tarikan dinding dada berkurang
atau suara merintih berkurang), kurangi terapi O2 secara
bertahap.
• Bila bayi kembali tampak kemerahan tanpa pemberian O2
selama 3 hari dan toleransi minum baik, bayi dapat
dipulangkan.
Analisa Kasus
 Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang pada kasus bayi perempuan ini dapat didiagnosa
respiratory distress ec TTN

 Berdasarkan defenisi , Suatu penyakit ringan pada neonatus yang


mendekati cukup bulan atau cukup bulan yang mengalami gawat napas
segera setelah lahir dan hilang dengan sendirinya dalam waktu 3-5 hari
(Hal ini sesuai dengan KU dan RPS pada pasien)
Davis MA. Respiratory disorder of the newborn. Diunduh dari URL: http//www.Respiratory
disorder of the Nerborn Library Med.htm.

 Berdasarkan tanda klinis, Neonatus biasanya hampir cukup bulan


ataucukup bulan, segera setelah kelahiran mengalami takipnea
(>80 pernapasan/menit), Neonatus mungkin juga merintih, napas
cuping hidung, mengalami retraksi dada, mengalamisianosis dan
keadaan ini biasanya tidak berlangsung > 72 jam (Hal ini sesuai
dengan tanda klinis pasien)
Buku ajar neonatologi edisi 1 , ikatan dokter indonesia 2012
Berdasarkan penyebab terjadinya TTN yaitu karna bedah
sesar sebelum ada kontraksi, makrosomia, partus lama,
sedasi ibu berlebihan, skor Apgar rendah (1 menit: < 7)
(Pada pasien penyebab terjadinya TTN yaitu bedah sesar
sebelum ada kontraksi dan makrosomia )
Subramanian. (2010). Transient Tachypnea of the Newborn.

 Penatalaksaan yang diberikan juga sesuai dengan teori


yaitu pemberian oksigen, pembatasan cairan, pemberian
asupan setelah takipnea membaik.
Buku ajar neonatologi edisi 1 , ikatan dokter indonesia 2012
TERIMA KASIH