You are on page 1of 10

MESIN PENDINGIN

OLEH :
ABDI AFIFUDDIN ZUHRI 155060201111009
ABIELL YUMAN ATSAL 155060201111090
ANISA WIDIASTUTI 155060201111050
TRY YUDA YASMAN 135060200111037
MUHAMMAD FARIS AZHAR 155060201111027
NICHOLAS HADINATAS SUBIYANTO 155060200111026
M. EVAN RAMADHAN 155060201111037
PEMBAHASAN
A. Pembahasan pada tiap – tiap segmen penampang
Pada penampang C-D
Aliran fluida bermassa mc = md = m0 = 0,132678 [kg.s-1] mengalami
pemanasan kembali oleh reheater berdaya 0,5 kW setelah itu fluida bermassa
0,132678 [kg.s-1] tersebut keluar dari mesin pendingin melewati saluran
penyempitan yaitu oriface. Selama proses berlangsung terjadi energi losses
sebesar HL C-D = -1,195 [kJ.s1]. Hal ini terjadi kemungkinan karena beberapa hal
antara lain :
a. Kerugian karena tahanan gesek antara fluida dengan dinding saluranKerugian
b. karena tahanan aliran lokal yaitu karena adanya penyempitan saluran.
Pada penampang B-C
Aliran fluida bermassa 0,132678 [kg.s-1] kemudian didinginkan oleh
evaporator. Sebagian fluida berubah menjadi air kondensasi yang bermassa ṁcon =
0,000125 [kg.s-1] dan sebagian fluida lain terus mengalir dalam bentuk gas yang
bermassa ṁB = 0,132803 [kg.s-1]. Selama proses berlangsung terjadi energi losses
sebesar HL B-C = -3,7198 [kJ.s-1], hal ini terjadi kemungkinan karena beberapa hal
:
1. Kerugian karena tahanan gesek antara fluida udara dengan uap air dengan
dinding duct (udara panas yang keluar dari sistem ke lingkungan)
2. Sebagian massa dari udara dan uap menjadi air kondensasi sehingga terjadi
losses tinggi.
Pada penampang A-B
Motor penggerak blower menghisap fluida bemassa ṁA = 0,13262 [kg.s-1] ke
dalam mesin pendingin hingga menumbuk uap bermassa ṁC = 0,000183 [kg.s-1]
yang dihasilkan oleh bolier berdaya 2 kW. Selama proses berlangsung, tidak
terjadi losses energi sebesar HL A-B = -1,0276 [kJ.s-1], hal ini terjadi
kemungkinan karena beberapa hal:
 Kerugian karena adanya gesekan antara fluida dengan dinding-dinding
saluran.
 Kerugian antara flu ida udara dengan uap saat memasuki blower yang
menghasilkan gesekan antara fluida tersebut.
B. Secara keseluruhan
Dari hasil perhitungan diperoleh perbedaan COP pada mesin pendingin
kompresi uap secara mekanik sebesar : COP aktual = 2,171 dan COP ideal = 5,4.
Hal ini disebabkan karena pada siklus mesin pendingin kompresi uap ideal
dianggap tidak mengalami perubahan tekanan pada kondensor dan evaporator
(isobarik) sedangkan pada siklus mesin pendingin kompresi uap aktual terjadi
pressure drop pada kondensor maupun evaporator, dimana kompresor harus
mengkompresi uap refrigerant dari tekanan hisap yang rendah, menyebabkan
daya kompresor yang dibutuhkan meningkat. Selain itu mesin pendingin kompresi
uap aktual terjadi :
 Superheating pada evaporator karena penguapan yang berlebihan, hal ini
disebabkan oleh beban pendinginan yang berlebihan sehingga penguapan
melewati garis saturated vapour.
 Pressure Drop dari hasil gaya gesek pada fluida ketika mengalir yang
disebabkan oleh resistensi terhadap aliran. Penentu utama resistensi terhadap
aliran fluida adalah kecepatan viskositas fluida.
 Berdasarkan perbedaan hasil perhitungan COP, disebabkan oleh beberapa hal:
Berdasarkan perbedaan hasil perhitungan COP, disebabkan oleh beberapa hal:
- Regavolt
Semakin besar regavolt maka kapasitas aliran udara meningkat, sehingga
meningkatkan kapasitas pendinginan pada evaporator, mengakibatkan COP
meningkat. Peningkatan COP ini diakibatkan oleh kenaikan blower, kenaikan
blower juga mengakibatkan kenaikan massa alir dan debit (Q) maka beban
pendinginan pada evaporator (Qref) semakin tinggi pula sehingga COP meningkat.
Qref = m . E
𝑄𝑟𝑒𝑓
COPtot = (Kw)
𝑊𝑐𝑜𝑚𝑝

Penurunan COP bisa diakibatkan apabila saat refrigerant yang melewati coil
terjadi sangat cepat. Hal ini menyebabkan kalor yang diserap menjadi sedikit,
sehingga beban pendinginan menurun. Semakin kecil beban pendinginan maka
nilai COP semakin kecil pula.
Reheater
Reheater akan memanaskan udara yang mengalir setelah keluar dari
evaporator, hal ini disebabkan temperatur udara menurun setelah melewati
evaporator karena terjadi perpindahan panas dari udara ke refrigerant pada
evaporator. Oleh karena itu, udara yang mengalir dari evaporator perlu
pemanasan ulang pada reheater untuk mengatur kelembaban udara yang sesuai.
Evaporator
Di dalam evaporator terjadi perpindahan panas dari udara ke refrigerat,
sehingga temperatur udara setelah lewat evaporator (TDC) lebih rendah dibanding
sebelum masuk evaporator (TDB) ada yang berubah fasa menjadi air kondensasi
karena menurunnya temperatur. Massa aliran udara sebelum masuk evaporator
sama dengan jumah massa aliran udara di setelah evaporator dan massa aliran
air kondensat.
Diagram r22
Psychometry
TERIMA KASIH