You are on page 1of 22

KONFRONTASI

EFFEKTIF
Megy Astria Salam, S.Gz
Apa itu Konfrontasi?
Adalah pertemuan tatap muka
Umumnya berkorelasi dengan
negatip /konflik
Kuatir akan menimbulkan marah dan
tindakan agresive
Situasi dimana seseorang akan
bertahan dan yang lain menyerang
Perlukah Konfrontasi ?
Keadaan yang tidak dapat dihindari
Effektive dalam process perubahan
Menimbulkan kesadaran
Mendukung proses perubahan
Memberikan kesempatan untuk
belajar sesuatu yang baru
Bagaimana membuat
konfrontasi menjadi efektif?
Dilakukan dengan tulus, terbuka dan jujur

Faktor yang mendukung untuk


membuat Konfrontasi menjadi
efektiF
Kemampuan berkomunikasi
Sikap terhadap diri dan orang lain
Cara dan waktu
Menilai sikap
Perlu diperhatikan peran sebagai seorang dietesien

Takut akan akibat yang akan


terjadi
Ide dan gagasan
Terhadap konfrontasi yang
membantu
Takut akan akibat yang akan
terjadi??
Konfrontasi akan mengakibat
reaksi marah, tangis dan mungkin
physical abusive
Konfrontasi yang tidak jelas,
salah paham akan mencipatakan
situasi yang memaksa untuk
mengatakan lansung
Ide dan Pandangan
Sulit untuk membuat efektive
konfrontasi jika kita hanya
mempunyai satu ide saja
Konfrontasi yang effektive tercipta
dengan adanya banyak ide
Dengan banyak ide kita akan
lebih dapat mengerti dan
menerima ide orang lain
Terhadap konfrontasi yang
membantu
Konfrontasi yang didasarkan rasa
keingintahuan akan mengajak
kearah perubahan kebiasaan
Seseorang akan merasa termotivasi
Langkah
Perjelas apa yang dikatakan pasien
(restatement)
Beri infromasi
Apa Yang harus
dilakukan ?
Mendengarkan
Ungkapkan fakta yang ada
Spesifik dan beri contoh
Gunakan pengistilahan saya
Bertanya
Bertanya
Bertanya dapat menjadi
media untuk penyelidikan
Mengekprikan rasa ingin
tahu
Untuk mengukur
pengetahuan dan
pemahaman
Pertanyaan
Pertanyaan terbuka
Mengajak orang untuk berbicara lebih
detail
Kalimat seperti Apa, Dimana, Kapan,
Bagaimana?
 Pertanyaan pembuka mengajak untuk
lebih dekat, dan memberi perhatian
Menanyakan suatu topik penting
Mengajak untuk partisipasi,
mengekpresikan pendapatnya, sikap
dan perasaan
Lanjutan …..!

Pertanyaan tertutup
Monosyllabic Respon (Yes/No)
Berguna untuk mendapatkan
informasi yang khusus
Sulit untuk menumbuhkan rasa
emphati
Response terbatas
Hati-hati terhadap bias
Waktu dan Tingkatan
Konfrontasi
Tepat waktu untuk mengkonfrontasi
Waktu yang digunakan jangan
terlalu banyak
Tingkat konfrontasi harus
diperhitungkan
Jika di konfrontasikan terlalu dalam
pasien akan membela diri
Penerimaan akan memudahkan
untuk merespon dengan tepat
Ciptakan Kondisi inti
Didasarkan atas keinginan untuk
membenahi
Tunjukan rasa hormat
Tujukan kemampuan untuk
mengkonfrontasi dengan
menunjukan sikap menerima,
dan ketulusan
Jangan berusaha untuk membela
dan beri kesempatan untuk
menjelaskan
Apa yang akan di
konfrontasikan
Hal-hal Yang dapat di konfrontasikan:
Perasaan
Misal: Marah, perhatian Sedih, Prustasi
Apa yang dipikirkan
Misal: Pengetahuan, ide harapan, Sikap
Kebiasaan
Menagis, tidak dapat mencapai target,
teriakan
Satu hal satu waktu
Mengkonfrontasi Inkonsitensi
Kontradiksi harus di konfrontasi
dengan cara yang tidak mengancam
E.g “ Pada bagian lain saya dengar tadi
bapak tidak suka susu baru saja saya
tapi bapak bilang bapak sering
mengkonsumsi es cream”
Kata selalau, tidak pernah kata yang
terkadang memiliki arti yang absolut
Jadi ada peluang untuk
dikonfrontasikan dengan membalas
“Tidak Pernah”
Konfrontasi isu
Kaji secara mendalam isu
Ketika mengkonfron lakukan:
Ungkapkan fakta
Berbagi pendapat
Dan ajak untuk menjelaskan
tentang masalahnya
Ketika dietisien di
konfrontasi
Ketika dikonfrontasi akan
membela diri dan menanggapi
dengan dingin atau aggressive
Konfrontasi akan menyebabkan:
Keraguan dan kepercayaan diri/
harga diri
Hadapi dengan cara yg tenang
Cara untuk menghadapi :
Focus pada apa yang terjadi dan
bukan pada apa yang dikatakan
Respond pada apa yang terjadi
e.g “ Bapak membentak saya”
Jelaskan posisi anda
e.g Saya akan cukupkan konsultasi jika
bapak terus membentak seprti itu”.
Ambil tindakan
e.g Seandainya bapak tidak berkenan
dan tidak ingin berkonsultasi, itu
terserah pada bapak”
Anda tidak tahu !!!
Perbedaan umur, budaya, akan
menyebabkan pasien
beraanggapan bahwa dietisien
tidak dapat merasakan apa yang
dialami oleh pasien
Cara yang effektive untuk
menghadapi hal ini adalah:
Tunjukan rasa emphati dengan
demikian kita dapat menunjukan
rasa penerimaan, dan ketulusan
Ketika tidak percaya pada
pasien
Tidak percaya boleh tetapi
tidak dapat kita katakan
Lakukan dengan cara yang
sistematis dengan
menggunakan bahasa non
verbal
Beri motivasi
Tips untuk melakukan
Konfrontasi
Assumsi perkecil Open mind
dengan tingkatkan
ungkapkan fakta kemampuan utk
Kebiasaan Fokus flesible
pada satu Tenang Jangan
kebiasaan yg mengkonfrontasi
akan di sampai benar anda
konfrontasi siap
Tulus Jujur dan Responding Siap
persiapkan untuk untuk memberi dan
tukar pikiran menerima
konfrontasi