You are on page 1of 24

Abstrak

Latar Belakang
• TB kutis merupakan penyakit menular kronis yang
bisa disembuhkan
• Biopsi kulit dapat menunjukkan variasi karena
Modern PowerPoint
berbagai Presentation
jenis penyakit kulit yang ada
• Diagnosis klinis harus dikonfirmasi oleh gambaran
histopatologis sebelum memulai pengobatan untuk
jenis penyakit tertentu.
Abstrak
Metode
• Penelitian ini merupakan studi retrospektif rumah
sakit yang dilakukan pada pasien di Fakultas
Kedokteran Chengalpattu dalam 3 tahun terakhir
Modern
(May PowerPoint
2015 Presentation
– April 2018) yang menderita TB kutis
• Biopsi kulit yang diambi dari lesi aktif diwarnai
dengan pewarnaan haematoxylin and eosin (H&E)
Abstrak
Hasil
• Dari 20 kasus, rasio pria dan wanita 1,5:1. Usia
berkisar 11-68 tahun. Secara jenis TB kutis yang
paling umum adalah lupus vulgaris (35%), lalu
Modern PowerPoint
tuberkulosis verukosaPresentation
(20%), scrofuloderma (15%),
dan infeksi mikrobakteri atipikal (10%), dan jenis
paling sedikit adalah lichen scrofulosorum (5%)
yang berkolerasi dengan penelitian sebelumnya
dari Aruna et al.
• Karakteristik tuberkuloid granuloma terlihat pada
71,45% kasus lupus vulgaris, semua tipe
scrofuloderma, lichen scrofulosorum dan 80%
tuberkulosis verukosa kutis.
• Korelasi klinis dan histopatologis terlihar pada 17
kasus (85%)
Abstrak
Kesimpulan
• Dapat terjadi tumpang tindih antara tipe berbagai
tipe TB kutis dengan penyakit dermatologis lain,
baik secara klinis dan morfologi
Modern dari
• korelasi PowerPoint Presentation
klinis dan gambaran hitopatologis
dapat berguna untuk diagnosis yang akurat dalam
mendiferensiasikan tipe TB kutis
• Diperlukan kecurigaan klinis yang tinggi pada
diagnosis TB kutis serta pengobatan dini untuk
mencegah komplikasi.
Pendahuluan
Insiden: 5,9 kasus /1.000 populasi
Di India, tipe yang paling umum adalah
lupus vulgaris (sekitar 74%)

Insiden TB kutis di negara


berkembang turun dari 2% ke 0,1%

TB Kutis merupakan varian penting dari TB ekstra paru


dengan klinis yang bervariasi
Pendahuluan
Penelitian ini merupakan usaha untuk
menemukan insidens, gambaran klinis,
dan gambaran histopatologis dari
tampilan atipikal TB kutis dan respon
terapi DOTS
Metode
Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Chengalpattu pada
Mei 2015 – April 2018 terhadap TB kutis yang didiagnosis secara
klinis
Dilakukan tes sensitivitas tuberkulin, pemeriksaan dahak, FNAC,
rontgen dada, ELISA, dan biopsi kulit.
Sampel diwarnai dengan hematoksilin dan eosin serta pewarna
Ziehl Neelsen. Dianalisis korelasi fitur klinis dan temuan
histopatologis.

Hasil tidak meyakinkan: kultur dan sensitivitas, gene expert

Kasus yang didiagnosis diberi OAT sesuai kategori. Respon


pengobatan dan efek samping dicatat.
Kriteria Inklusi dan Eksklusi

Inklusi
Pasien yang dikonfirmasi TB
kutis dengan biopsi atau
investigasi lain yang relevan. Eksklusi
Memberikan persetujuan Pasien yang sudah menjalani
pengobatan untuk infeksi mikobakteri
lain.
Tidak bersedia memberikan
persetujuan tertulis
Hasil
20 kasus
• Rasio wanita : Pria = 1,5:1

• Usia berkisar antara 11-68 tahun

• Kelompol yang paling sering terkena (n=7,35%) adalah


kelompok 10-25 tahun

• Jenis TB kutis tersering adalah lupus vulgaris (35%)


Hasil
• Korelasi klinis dan histopatologis terlihat pada 17 kasus
(85%)

• Sebagian besar pasien yang diobati dengan OAT kategori


1 sembuh kecuali pada satu pasien TB papulo nekrotik
yang resistensi rifampisisn dan kemudian didiagnosis
dengan tes CB-NAAT
Distribusi usia dan jenis kelamin
7
6
5
4
Laki-laki
3 Perempuan
2
1
0
10 to 25 26 to 40 41 to 55 >55
Data Demografi

Item Hasil
Usia (tahun)
Mean 37,25
Range 11-68
Jenis Kelamin
Laki-laki 12 (60%)
Perempuan 8 (40%)
Item Hasil
Pekerjaan
IRT 4 (20%)
Pelajar 4 (20%)
Peternak 2 (10%)
Guru, penjahit, juru tulis 2 (10%)
Perawat 1 (5%)
Pengangguran 4 (20%)
Lain-lain 3 (15%)
Tipe Klinis
Lupus vulgaris 7 (35%)
Tuberculosis verucca cutis 4 (20%)
Infeksi mikobakterial atipikal 2 (10%)
Scrofuloderma 3 (15%)
Papulonekrotik tuberkuloid 3 (15%)
Lichen scrofulosum 1(5)
Papulonek Lichen
rotik scrofulosu
tuberkuloid m
15% 5%
Lupus
vulgaris
35%
Scrofulode
rma
15%
Infeksi
mikobakter TB veruka
ial atipikal kutis
10% 20%
Diskusi
TB kutis merupakan 1,5% dari semua kasus tuberculosis ekstra paru

Kasus pada pria lebih tinggi, sama dengan penelitian India lainnya. Pada
beberapa studi lain ditemukan scrofuloderma sebagai tipe paling umum.

Predileksi paling sering: tungkai bawah dan bokong. Sama seperti studi
lainnya.

Tes mantoux positif dilaporkan pada 68% sampai 100% dalam berbagai
penelitian.
Figure 7: Showing lichen scrof
Figure 5: Showing t Figure 6: Scrofuloderma in ulosorum - morphology, cervic
uberculosis verruco HIV positive patient. al lymphadenopathy, strongly
sa cutis. positive mantoux test and foca
l collection of lymphohistiocyti
c cellular infilterates in dermis
.
Diskusi
Durasi OAT = 6-12 bulan
dalam beberapa penelitian
berbeda.
Penelitian ini: sesuai
guidlines kategori 1
(DOTS)

Penyakit komorbid:
- Diabetes mellitus (25%)
- Hipertensi (15%)
- Lipoma (5%)
- CKD (5%)
Figure 9: Atypical mycobacter
Figure 8: Atypical mycoba
ial infections - chronic ulcers b
cterial infection.
efore and after treatment.
Diskusi
Terdapat 1 pasien dengan infeksi mikobakterial atipikal dengan gambaran
ulkus kronis.

Pasien dengan komorbid CKD, dalam hemodialisis rutin. Mendapatkan


OAT dengan dosis yang disesuaikan oleh nefrologis.

Ulkus sembuh setelah 3 minggu pengobatan. Diagnosis dikonfirmasi


dengan kultur

Kultur memakan waktu lama. Pada pasien dengan klinis dicurigai TB kutis
perlu OAT trial
Diskusi

Diagnosis definitif dari MDR TB sulit karena sensitivitas rendah dari metode
diagnostik molekuler dan percobaan ATT dengan lini kedua selama minimal 2
bulan sebelum melabeli pasien sebagai non-responder

Early stages: TB dan SLE mirip. Pada negara tropis TB perlu disingkirkan
sebelum memulai terapi imunosupresan.
Kesimpulan
TB kutis adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting dari India
Selatan terutama pada kelompok sosioekonomi rendah

TB kutis harus dicurigai pada tiap kasus lesi kulit asimptomatik yang
resisten antibiotik konvensional

Diagnosis klinis dari lesi baru TB sulit. Korelasi klinis dan histopatologis,
juga kultur, gen expert dapat lebih berguna dalam konfirmasi diagnosis TB
kutis

Dalam kasus yang diragukan, 5-6 minggu trial OAT dapat diberikan.
Pengobatan lini 2 dipertimbangkan dalam kasus yang gagal atau resisten.
Terimakasih