Вы находитесь на странице: 1из 37

RUMAH SAKIT

AT.MEDIKA PALOPO
Kelompok gelombang II
APA ITU RUMAH SAKIT ??
• suatu bagian menyeluruh, (Integrasi) dari organisasi dan medis,
berfungsi memberikan pelayanan kesehatan lengkap kepada
masyarakat baik kuratif maupun rehabilitatif, dimana output
layanannya menjangkau pelayanan keluarga dan lingkungan, rumah
sakit juga merupakan pusat pelatihan tenaga kesehatan serta untuk
penelitian biososial.
TUGAS RUMAH SAKIT

melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan


berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan
pemeliharaan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan
upaya peningkatan dan pencegahan serta pelaksanaan upaya
rujukan.
Fungsi Rumah Sakit
– Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan
kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.
– Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan
melalui pelayanankesehatan yang paripurna.
– Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya
manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam
pemberian pelayanan kesehatan.
– Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta
penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka
peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika
ilmu pengetahuan bidang kesehatan.
INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT

Instalasi farmasi rumah sakit adalah bagian/unit/divisi


atau fasilitas dirumah sakit, tempat penyelenggaraan
semua kegiatan pekerjaan kefarmasian yang ditunjukkan
untuk keperluan rumah sakit itu sendiri.
TUGAS IFRS AT.MEDIKA
– Melangsungkan pelayanan farmasi yang optimal
– Menyelenggarakan kegiatan pelayanan farmasi profesional
berdasarkan prosedur kefarmasian dan etik profesi
– Melaksanakan komunikasi , informasi dan edukasi (KIE)
– Memberi pelayanan bermutu melalui analisa, dan evaluasi untuk
meningkatkan mutu pelayanan farmasi
– Melakukan pengawasan berdasarkan aturan-aturan yang
berlaku
– Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di bidang farmasi
– Mengadakan penelitian dan pengembangan di bidang farmasi
– Memfasilitasi dan mendorong tersusunya standar pengobatan
dan formularium rumah sakit.
FUNGSI IFRS AT.MEDIKA

1. pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan


Bahan Medis Habis Pakai
2. pelayanan farmasi klinik.
STRUKTUR ORGANISASI IFRS AT.MEDIKA
A. pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan
Medis Habis Pakai (Drug Management
Cycle) Di IFRS AT.Medika
a. pemilihan;

i. administrasi. b. perencanaan
kebutuhan;

h. pengendalian; c. pengadaan;

g. pemusnahan d. penerimaan;
dan penarikan;

e.
f. pendistribusian;
penyimpanan;
a. Pemilihan
Pemilihan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis
Pakai ini berdasarkan:
a. formularium dan standar pengobatan/pedoman diagnosa dan
terapi;
b. standar Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis
Pakai yang telah ditetapkan;
c. pola penyakit;
d. efektifitas dan keamanan;
e. pengobatan berbasis bukti;
f. mutu;
g. harga; dan
h. ketersediaan di pasaran.
b.Perencanaan
Perencanaan dilakukan untuk menghindari kekosongan Obat dengan
menggunakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan dan
dasar-dasar perencanaan yang telah ditentukan antara lain
konsumsi, epidemiologi, kombinasi metode konsumsi dan
epidemiologi dan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
Pedoman perencanaan harus mempertimbangkan:
a. anggaran yang tersedia;
b. penetapan prioritas;
c. sisa persediaan;
d. data pemakaian periode yang lalu;
e. waktu tunggu pemesanan; dan
f. rencana pengembangan.
c. Pengadaan

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan Sediaan Farmasi,


Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai antara lain:
• Pembelian
Secara tender langsung dari abrik/distributor/pedagang besar
farmasi/rekanan.
• Jika Ada perbekalan farmasi yang stoknya habis maka pembelian
dilakukan oleh pasien di luar dengan menggunakan copy resep.
d. Penerimaan

kegiatan untuk menjamin kesesuaian jenis,


spesifikasi, jumlah, mutu, waktu penyerahan dan
harga yang tertera dalam kontrak atau surat
pesanan dengan kondisi fisik yang diterima.
Pada saat obat datang maka obat dicek dan
disesuaikan jenis, jumlah dan bentuk sediaan
dengan faktur yang ada.
e. Penyimpanan
Merupakan kegiatan pengaturan perbekalan farmasi menurut
persyaratan yang ditetapkan :
• Dibedakan menurut bentuk sediaan dan jenisnya
• Dibedakan menurut suhunya dan kesetabilannya
• Mudah tidaknya meledak/terbakar
• Tahan/tidaknya terhadap cahaya
• Berdasarkan sistem FIFO dan FEFO
Lanjutan..
Metode penyimpanan di IFRS AT.Medika dapat
dilakukan berdasarkan kelas terapi, bentuk sediaan, dan
jenis Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan
Medis Habis Pakai dan disusun secara alfabetis dengan
menerapkan prinsip First Expired First Out (FEFO) dan
First In First Out (FIFO) disertai sistem informasi
manajemen. Penyimpanan Sediaan Farmasi, Alat
Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai yang
penampilan dan penamaan yang mirip (LASA, Look
Alike Sound Alike) tidak ditempatkan berdekatan dan
harus diberi penandaan khusus untuk mencegah
terjadinya kesalahan pengambilan Obat.
g. Pendistribusian

a. Sistem Persediaan Lengkap di Ruangan (floor stock) ->> RAWAT


JALAN
1) Pendistribusian Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis
Habis Pakai untuk persediaan di ruang rawat disiapkan dan dikelola
oleh Instalasi Farmasi.
2) Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai
yang disimpan di ruang rawat harus dalam jenis dan jumlah yang
sangat dibutuhkan.
Lanjutan..

b. Sistem Resep Perorangan


Pendistribusian Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan
Bahan Medis Habis Pakai berdasarkan Resep
perorangan/pasien rawat jalan dan rawat inap melalui
Instalasi Farmasi.
Lanjutan…
c. Sistem Unit Dosis
Pendistribusian Sediaan Farmasi, Alat
Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai
berdasarkan Resep perorangan yang
disiapkan dalam unit dosis tunggal atau
ganda, untuk penggunaan satu kali
dosis/pasien. Sistem unit dosis ini
digunakan untuk pasien rawat inap.
h. Pemusnahan dan Penarikan
Pemusnahan dilakukan untuk Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan
Bahan Medis Habis Pakai bila:
a. produk tidak memenuhi persyaratan mutu;
b. telah kadaluwarsa;
c. tidak memenuhi syarat untuk dipergunakan dalam pelayanan
kesehatan atau kepentingan ilmu pengetahuan; dan/atau
d. dicabut izin edarnya.
i. pengendalian

Tujuan pengendalian persediaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan,


dan Bahan Medis Habis Pakai adalah untuk:
a. penggunaan Obat sesuai dengan Formularium Rumah Sakit;
b. penggunaan Obat sesuai dengan diagnosis dan terapi; dan
c. memastikan persediaan efektif dan efisien atau tidak terjadi
kelebihan dan kekurangan/kekosongan, kerusakan, kadaluwarsa,
dan kehilangan serta pengembalian pesanan Sediaan Farmasi, Alat
Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai.
j. Administrasi
• Administrasi harus dilakukan secara tertib
dan berkesinambungan untuk
memudahkan penelusuran kegiatan yang
sudah berlalu.
B. PELAYANAN FARMASI KLINIK
IFRS AT.MEDIKA
Pelayanan farmasi klinik yang dilakukan
meliputi:
1. Pengkajian dan pelayanan Resep
2. Pelayanan Informasi Obat (PIO)
1). Pengkajian dan pelayanan resep

Pengkajian resep dilakukan untuk


menganalisa adanya masalah terkait
obat, bila di temukan masalah terkait
obat harus dikonsultasikan kepada
dokter penulis resep.
2) Penelusuran riwayat penggunaan obat

Proses untuk mendapatkan informasi mengenai


seluruh obat atau sediaan farmasi lain yang pernah
dan sedang digunakan, riwayat pengobatan dapat di
peroleh dari wawancara atau data rekam medik atau
pencatatan penggunaan obat pasien
3). Rekonsiliasi obat

Proses membandingkan intruksi pengobatan


dengan obat yang telah di dapat pasien.
Rekonsiliasi dilakukan untuk mencegah
terjadinya kesalahan obat (medication
error) seperti obat tidak di berikan,
duplikasi, kesalahan dosis atau interaksi
obat.
4). Pelayanan Informasi Obat ( PIO)

Kegiatan penyediaan dan pemberian


informasi, rekomendasi obat yang
independen, akurat, tidak bias, terkini dan
komprehensif yang di lakukan oleh
apoteker kepada dokter, apoteker,
perawat, profesi kesehatan lainnya serta
pasien dan pihak lain di luar rumah sakit
5. Konseling

Suatu aktivitas pemberian nasehat


atau saran terkait terapi obat dari
apoteker ( konselor) kepada
pasien dan keluarganya

Tujuan :
Untuk mengoptimalkan hasil terapi, meminimalkan resiko reaksi
obat yang tidak dikehendaki ( ROTD) dan meningkatkan cost-
effectivness yang pada akhirnya meningkatkan keamanan
penggunaan obat bagi pasien (patient safety)
8. Monitoring Efek Samping Obat (MESO)

Kegiatan pemantauan setiap respon terhadap obat


yang tidak di kehendaki, yang terjadi pada dosis
lazim yang di gunakan pada manusia untuk tujuan
profilaksis, diagnosa dan terapi.
Efek Samping Obat adalah reaksi obat yang tidak
di kehendaki yang terkait dengan kerja farmakologi
9. Evaluasi Penggunaan Obat ( EPO)

Program evaluasi penggunaan obat yang terstruktur


dan berkesinambungan secara kualitatif dan kuantitatif.
kegiatan yang di lakukan di instalasi farmasi dengan
teknik aseptik untuk menjamin sterilitas dan
stabilitas produk dan melindungi petugas dari
paparan zat berbahaya serta menghindari terjadinya
10. kesalahan pemberinya obat
Dis
Pen
sing Tujuan : Menjamin agar pasien menerima obat sesuai
sediaan dengan dosis yang di butuhkan, menjamin sterilitas
steril dan stabilitas produk, melindungi petugas dari
paparan zat berbahaya , menghindari terjadinya
kesalahan pemberinya obat.
11. Pemantauan Kadar Obat Dalam Darah ( PKOD)

Interpretasi hasil pemeriksaan kadar obat tertentu atas permintaan dari


dokter yang merawat karena indeks terapi yang sempit atau atas usulan
dari apoteker kepada dokter

Tujuan :
a. Mengetahui kadar obat dalam darah
b. Memberikan rekomendasi kepada
dokter yang merawat
Prosedur/Langkah-langkah Pembarian
Obat Kepada Pasien dan Pelabelan
1. Petugas farmasi menerima resep dari pasien
2. Petugas farmasi menulis no resep dan menyerahkan kartu no kepada pasien
3. Petugas farmasi melayani terlebih dahulu resep CITO/URGEN/PIM
4. Petugas farmasi memeriksa kelengkapan resep (setelah dan verifikasi awal)
5. Petugas farmasi menanyakan kepada petugas pemeriksa apabila ada obat
yang kurang jelas, habis atau ketidaksesuaian resep yang lain
6. Petugas farmasi mengambil obat yang dibutuhkan atau melakukan
peracikan obat dengan memperhatikan nama obat, tanggal kadaluwarsa dan
keadaan fisik obat
7. Petugas farmasi memberikan pelabelan dengan ketentuan
8. Petugas farmasi menulis pada label dengan jelas dan rapi
9. Petugas farmasi memeriksa kesesuaian obat yang telah disediakan
(verifikasi akhir)
10.Petugas farmasi memanggil dan memastikan no resep dan nama pasien
11.Petugas farmasi menyerahkan obat dan memberikan informasi
(Sop Pemberian Obat Kepada Pasien Dan Pelabelan Puskesmas Pontap)
PELAYANAN RESEP NARKOTIKA
PSIKOTROPIKA
• Prosedur resep narkotika dan psikotropika
• pengawasan atas kesesuaian diagnosis dengan terapi
penggunaan psikotropika dn narkotika
• Resep psikotropika dan nakotika diberi penandaan
khusus
• Identifikasi pasien penerima resep psikotropika dan
narkotika dan verifikasi saat penyerahan obat
• Pengendalian obat psikotropika dan narkotika melalui
tertib administrasi kartu stok dan buku bantu penyerahan
obat psikotropika dan narkotika.
Langkah-langkah penyerahan resep narkotika dan
psikotropika :
1. Menandai resep psikotropika dan narkotika dengan garis bawah
berwarna merah
2. Menyiapkan obat sesuai dengan permintaan pada resep
3. Menyiapkan etiket yang sesuai
4. Menulis nama pasien, nomor resep, tanggal resep, cara pakai
sesuai permintaan pada resep serta petunjuk dan informasi lain.
5. Obat diberi wadah yang sesuai dan diperiksa kembali
kesesuaian jenis dan jumlah obat dengan permintaan dalam
resep.
6. Melakukan pemeriksaan akhir sebelum dilakukan penyerahan
(ksesuaian antara penulisan etiket dan resep)
7. Memanggil nama dan alamat pasien
8. Menyerahkan obat yang disertai dengan pemberian informasi
obat
9. Mencatat pengeluaran obat pada kartu stok dan buku bantu
penyerahan obat psikotropika dan narkotika.
ACUAN PELAKSANAAN PELAYANAN
KEFARMASIAN DI IFRS AT.MEDIKA
• Kemenkes RI,2016,”Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 tahun 2016
tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit,Jakarta
Departemen Kesehatan RI.
• SOP Puskemas Pontap,2017.”Penanganan Obat
Kadaluwarsa/Rusak”.Palopo Puskesmas Pontap.
• SOP Puskemas Pontap,2017.”Pemberian Obat Kepada Pasien Dan
Pelabelan”.Palopo Puskesmas Pontap.
QUESTION AND ANSWER SESSION

Any Questions?