You are on page 1of 14

Bentuk Kekerasan Pada Anak

Menurut WHO
• Kekerasan anak dapat berupa kekerasan fisik, kekerasan
seksual dan kekerasan emosional atau psikis.

Menurut perlindungan anak (UNICEF)


• Kekerasan pada anak termasuk kekerasan, eksploitasi,
memperlakukan tidak semestinya terhadap anak
termasuk eksploitasi seksual untuk tujuan komersial,
perdagangan anak, pekerja anak dan tradisi yang
membahayakan anak seperti sunat perempuan dan
perkawinan anak.
Kekerasan fisik

Kekerasan seksual

Kekerasan emosional

Penelataraan anak

Eksploitasi anak
Kekerasan Fisik

Kekerasan yang mengakibatkan cidera fisik nyata


ataupun potensial terhadap anak sebagai akibat dari
tindakan kekerasan yang dilakukan orang lain

fisik nyata ataupun potensial terhadap anak, sebagai akibat


dari interaksi atau tidak adanya interaksi yang layaknya berada dalam
kendali orang tua atau orang dalam posisi hubungan
tanggung jawab, kepercayaan atau kekuasaan
• Bentuk kekerasan yang sifatnya bukan kecelakaan yang
membuat anak terluka
• Anak korban dugaan kekerasan fisik memiliki ciri-ciri yaitu luka
atau cedera pada tubuh anak yang bukan akibat suatu
kecelakaan.
• Kekerasan fisik dapat berupa :
– Mendorong
– menarik rambut
– Menedang
– Menggigit
– Menonjok
– Membakar
– Melukai dengan benda
– Membunuh.
Kekerasan Seksual
Kekerasan terhadap anak dalam kegiatan seksual yang tidak
dipahaminya, tidak mampu memberikan persetujuan atau oleh
karena perkembangan nya belum siap atau tidak dapat memberi
persetujuan, atau yang melanggar hukum atau pantangan
masyarakat, atau merupakan segala tingkah laku seksual yang
dilakukan antara anak dan orang dewasa.

Kekerasan seksual terhadap anak mencakup :


– Beberapa hal seperti menyentuh anak yang bermodus seksual
– Memaksa hubungan seksual
– Memaksa anak untuk melakukan tindakan secara seksual
– Memperlihatkan bagian tubuh untuk dipertontonkan
– Prostitusi
– Eksploitasi seksual.2
Anak korban dugaan kekerasan seksual dapat diketahui
melalui identifikasi kasus anak yang datang dengan :
• Keluhan nyeri atau pendarahan pada saat buang air kecil
atau buang air besar
• Riwayat penyakit infeksi menular seksual atau adanya
infeksi berulang (rekuren) pada kemaluan
• Adanya tanda-tanda kehamilan pada remaja
• Ditemukan cairan mani pada semen disekitar mulut,
genitali, anus atau pakaian
• Gangguan pengendalian buang air besar dan buang air kecil
• Adanya robekan atau bercak darah pada pakaian dalam
anak
• Adanya cedera atau perlukaan pada buah dada, bokong,
perut bagian bawah, paha, sekitar alat kelamin atau dubur
• Adanya tanda-tanda penetrasi dan atau persetubuhan, atau
bentuk kekerasan seksual lainnya.
Kekerasan Emosional
Suatu perbuatan terhadap anak yang mengakibatkan atau
sangat mungkin akan mengakibatkan gangguan kesehatan atau
perkembangan fisik, mental, spiritual, moral dan sosial.

• Kekerasan emosional dapat berupa pembatasan gerak, sikap


tindak yang meremehkan anak, mengancam, menakut-nakuti,
mendiskriminasi, mengejek atau menertawakan, atau
perlakuan lain yang kasar atau penolakan.
• Contoh: tidak pernah memberikan pujian/ reinforcemen yang
positif, membandingkannya dengan anak yang lain, tidak
pernah memberikan pelukan antara orang tua dan anak.
Anak korban kekerasan psikis dapat diketahui
melalui autoanamnesis atau aloanamnesis
tentang adanya :
• riwayat kekerasan psikis
• adanya perubahan ekspresi wajah, sikap dan
perilaku anak sebelum kejadian seperti anak
takut berpisah dari orang tua, menyendiri,
tidak mau bergaul, mengompol dan mimpi
buruk
Penelantaran anak

Ketidakpedulian orang tua atau orang yang


bertanggung jawab atas anak
pada kebutuhan mereka
Kelalaian di bidang
kesehatan

Kelalaian di bidang
pendidikan
Penelantaran dapat
berupa
Kelalaian di bidang fisik

Kelalaian di bidang
emosional
Kelalaian di bidang kesehatan
• penolakan atau penundaan memperoleh layanan kesehatan, tidak
memperoleh kecukupan gizi dan perawatan medis.

Kelalaian di bidang pendidikan


• pembiaran mangkir (membolos) sekolah yang berulang, tidak
menyekolahkan pada pendidikan yang wajib diikuti setiap anak,
atau kegagalan memenuhi kebutuhan pendidikan yang khusus.

Kelalaian di bidang fisik


• pengusiran dari rumah dan pengawasan yang tidak memadai.

Kelalaian di bidang emosional


• kurangnya perhatian, penolakan atau kegagalan memberikan.
perawatan psikologis, kekerasan terhadap pasangan di hadapan
anak dan pembiaran penggunaan rokok, alkohol dan narkoba oleh
anak.
Anak korban penelantaran dapat diketahui melalui adanya :
• Kegagalan tumbuh fisik maupun mental
• Malnutrisi tanpa dasar penyakit organik yang sesuai
• Luka atau penyakit yang dibiarkan tidak diobati
• Tidak memperoleh imunisasi dasar
• Ditemukannya anak dengan tanda-tanda kulit kotor,
rambut kotor, gimbal, tidak terawat dan berkutu
• Gigi tidak bersih, bau
• Keadaan umum lemah, letargik, dan lelah
berkepanjangan.
Eksploitasi anak
Penggunaan anak dalam pekerjaan atau aktivitas lain
untuk keuntungan orang lain, termasuk pekerja anak
dan prostitusi.

Kegiatan ini merusak atau merugikan kesehatan


fisik dan mental, perkembangan pendidikan,
spiritual, moral dan sosial - emosional anak.