You are on page 1of 54

CLINICAL REPORT SESSION

Veruka Vulgaris
Oleh :
Intan Ekaverta 1740312424

Preseptor :
Dr. dr. Qaira Anum, Sp.KK(K), FINSDV, FAADV
dr. Ennesta Asri, Sp.KK
DEFINISI

Veruka adalah proliferasi jinak dari kulit


dan mukosa yang merupakan infeksi
virus papiloma

Veruka vulgaris atau kutil merupakan


infeksi human papilloma humanus yang
bermanifestasi di kulit dan bersifat jinak,
disebut juga kutil atau common wart
EPIDEMIOLOGI
Dapat timbul pada segala usia

Frekuensi meningkat juga terlihat di


antara pasien imunosupresi
Lebih sering pada orang kulit putih
daripada orang kulit hitam atau Asia

Pria dan wanita pendekatan rasio 1:1

Tingkat prevalensi tertinggi adalah


pada anak-anak dan dewasa muda.
ETIOLOGI

Human Papiloma Virus (HPV)

- Masa inkubasi beminggu-minggu sampai 1 tahun


- Transmisi secara langsung dan tidak langsung
- Faktor risiko: Seks bebas, imunokompromise, post
imunosupresi iatrogenik, pekerjaan yang berhubungan
dengan daging mentah
PATOGENESIS

VERUKA SETELAH
2-9 BULAN

INOKULASI VIRUS
PADA EPIDERMIS
Merusak
Permukaan
jaringan
kasar kutil
sekitar

Inokulasi virus
Kutil baru ke lokasi
berdekatan
DIAGNOSIS
ANAMNESIS
Keluhan: Kutil (pada
kulit/mukosa)

Usia pasien

Pekerjaan

Imunokompromise
PEMERIKSAAN FISIK

Papul padat, abu- Predileksi sering di


Lentikular sampai
abu, verukosa, punggung tangan dan
plakat jari tangan
keratotik

Jika tumbuh di
Di gores = FENOMENA
ASIMPTOMATIK palmar/plantar/me KOEBNER
rusak kuku = NYERI
PEMERIKSAAN PENUNJANG

BIOPSI KULIT HISTOPATOLOGIS

Hiperkeratosis dan akantosis, tanpa


papilomatosis, dan rate ridges
memanjang ke arah medial.
DIAGNOSIS BANDING
• Keratosis seboroik
• Kalus
• Corn
• Lichen planus
• Nevus epidermal
• Moluskum kontangiosum
• Karsinoma
TATALAKSANA

NON-
MEDIKAMENTOSA
MEDIKAMENTOSA
NON-MEDIKAMENTOSA

• Higiene
Cegah • Hindari kontak langsung
transmisi • Hindari pemakaian barang Pribadi
bersama-sama

• Tidak menggaruk
Cegah • Tidak menggigit-gigit kuku
autoinokulasi • Tidak mencukur daerah yang ada kutil
MEDIKAMENTOSA

Terapi
Destruksi
intralesi

Bedah Bedah
beku laser
PROGNOSIS

BONAM
RESIDIF
LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. MA

Umur : 21 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Pekerjaan : Mahasiswi PGSD

Alamat : Kampung Baru

Status : Belum menikah

Agama : Islam

Suku : Minang

Negara Asal : Indonesia

Tanggal Pemeriksaan : 19 Febuari 2019


ANAMNESIS
Keluhan Utama

•Kutil yang bertambah besar


dan terasa nyeri pada
telapak kaki kanan sejak 2
bulan yang lalu.
Riwayat Penyakit Sekarang
• Awalnya terdapat penebalan kulit pada telapak
kaki kiri kurang lebih 4 bulan yang lalu, kemudian
bertambah menjadi dua buah 2 bulan yang lalu.
Kemudian muncul kutil pada kaki kanan sejak 2
bulan yang lalu.
• Kutil awalnya kecil dan tidak nyeri, namun
kemudian bertambah besar dan terasa nyeri.
• Riwayat mencongkel-congkel kutil ada,
menggunakan jarum pentul sampai berdarah,
setelah itu tidak mencuci tangan.
Riwayat Penyakit Sekarang
• Riwayat kontak dengan penderita kutil ada, yaitu
kedua adik pasien yang juga memiliki kutil dan mata
ikan, tapi sembuh setelah diberi obat yang dibeli di
apotek.
• Riwayat kebiasaan sering memakai sepatu basah
ada.
• Riwayat kebiasaan menggunakan sepatu sempit
berujung runcing ada.
• Riwayat kutil ditempat lain tidak ada.
• Riwayat muncul kutil sebelumnya tidak ada.
• Pasien mengeluhkan bengkak pada sisi kuku jempol
kaki kiri sejak 1 tahun yang lalu. Awalnya bengkak
dirasakan setelah pasien menggunting kuku. Pus
tidak ada. Nyeri hilang timbul, disertai kemerahan.
Riwayat pengobatan dan Penyakit
Dahulu

•Riwayat Pengobatan
• Pasien pernah menggunakan obat salap
sebelumnya, obat berbahasa china sehingga
pasien tidak tahu nama obat yang digunakan,
namun tidak ada perbaikan.
• Riwayat Penyakit Dahulu :
• Pasien tidak pernah menderita menderita
penyakit seperti ini sebelumnya.
Riwayat penyakit keluarga / riwayat atopi / alergi

• Tidak ada anggota keluarga yang menderita kutil seperti


pasien
• Riwayat bersin-bersin pagi hari tidak ada
• Riwayat alergi makanan tidak ada
• Riwayat alergi obat tidak ada
• Riwayat asma tidak ada
• Riwayat eksim tidak ada
• Riwayat mata merah dan terasa gatal tidak ada
• Riwayat alergi serbuk bunga tidak ada
Riwayat penyakit keluarga / riwayat atopi / alergi

• Adik laki-laki pasien pernah menderita mata ikan


sebelumnya, sembuh dengan obat berbahasa
china yang dibeli di apotek.
• Adik perempuan pasien pernah menderita kutil
sebelumnya, sembuh dengan obat berbahasa
china yang dibeli di apotek.
• Riwayat atopi, alergi makanan, dan alergi obat
tidak ada
PEMERIKSAAN FISIK
Status generalis
Keadaan umum : Tidak tampak sakit

Kesadaran : CMC

Tekanan Darah : 120/80 mmHg

Nadi : 82x/menit

Nafas : 18 x/menit

Suhu : 36,5 o C
Mata : konjungtiva tidak anemis,
sklera tidak ikterik

Pemeriksaan thorak : dalam batas normal

Pemeriksaan paru : dalam batas normal

Pemeriksaan jantung : dalam batas normal

Pemeriksaan abdomen : dalam batas normal


Status dermatologikus
Lokasi : Pangkal ibu jari kaki kanan

Distribusi : terlokalisir

Bentuk : bulat

Susunan : Tidak khas

Ukuran : Lentikular

Batas : tegas

Efloresensi : Papul kekuningan dengan permukaan verukosa dan


skuama halus di atasnya.
FOTO KLINIS
Status dermatologikus
Lokasi : Telapak kaki kiri

Distribusi : terlokalisir

Bentuk : bulat

Susunan : Tidak khas

Ukuran : Lentikular

Batas : Tidak tegas

Efloresensi : Plak kekuningan dengan bagian yang cekung dan makula


hitam di tengahnya.
FOTO KLINIS
Status dermatologikus

Lokasi : Ujung kuku jempol kaki kiri

Distribusi : terlokalisir

Bentuk : Tidak khas

Susunan : Tidak khas

Ukuran : Lentikular

Batas : Tidak tegas

Efloresensi : Udem dengan krusta coklat di pinggirnya, pus tidak ada.


FOTO KLINIS
RESUME
Seorang perempuan berusia 21 tahun datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin
RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tanggal 19 Februari 2019

kutil yang bertambah besar dan terasa nyeri pada pangkal ibu jari kaki kanan.
Awalnya terdapat penebalan kulit di telapak kaki. Lalu muncul kutil pada
pangkal ibu jari kaki kanan sejak 2 bulan yang lalu.

Adik laki-laki pasien pernah menderita mata ikan dan adik perempuan pasien
pernah menderita kutil.

Pasien memiliki riwayat mencongkel-congkel kutil, memakai sepatu sempit


dan ujungnya runcing, serta memakai sepatu basah.

Terdapat pula bengkak pada ujung kuku jari jempol kiri yang dirasakan pasien
sejak menggunting kukus sejak 1 tahun yang lalu, yang dirasakan nyeri hilang
timbul.
Status Dermatologikus
Pada pangkal ibu jari kaki kanan, terlokalisir, bulat, susunan tidak khas,
batas tegas, ukuran lentikular, efloresensi papul kekuningan dengan
permukaan verukosa dan skuama halus di atasnya.

Pada telapak kaki kiri, terlokalisir, bulat, susunan tidak khas, batas tidak
tegas, lentikular, efloresensi plak kekuningan dengan bagian yang
cekung dan makula hitam di tengahnya.

Pada ujung kuku jempol kaki kiri, terlokalisir, bentuk tidak khas, susunan
tidak khas, batas tidak tegas, lentikular, efloresensi udem sewarna kulit
dengan krusta coklat di pinggirnya, pus tidak ada, kemerahan tidak ada.
DIAGNOSA KERJA

1. Veruka Vulgaris
2. Clavus Pedis
3. Paronikia
Diagnosa Banding
1. Tidak ada
2. Kalus
3. Tidak ada

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan rutin tidak
diperlukan.
Pemeriksaan anjuran, yakni
pemeriksaan histopatologi
untuk veruka vulgaris dan
klavus
PENATALAKSANAAN
Umum
• Edukasi kepada pasien untuk
menghindari kebiasaan menyentuh
atau berkontak dengan kutil agar
kutil tidak menyebar ke daerah kulit
yang sehat
• Edukasi pasien untuk tidak
menyikat, menjepit, mencukur,
menggaruk, atau menggunting
kutil
Umum

• Bisa terjadi rekurensi meskipun sudah


sembuh
• Gunakan alas kaki yang lunak untuk
mengurangi gesekan dan tekanan
• Tidak menggunakan sepatu yang terlalu
sempit
• Rajin membersihkan daerah yang terdapat
clavus.
• Jaga kaki agar tetap kering
Khusus

•Bedah elektrokauter
• Gentamisin ointment
prognosis
Quo ad sanam : dubia
ad bonam

Quo ad vitam : bonam

Quo ad fungsionam : bonam

Quo ad kosmetika : bonam


DISKUSI
Seorang perempuan berusia 21 tahun datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin
RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tanggal 19 Februari 2019

kutil yang bertambah besar dan terasa nyeri pada pangkal ibu jari kaki kanan.
Awalnya terdapat penebalan kulit di telapak kaki. Lalu muncul kutil pada
pangkal ibu jari kaki kanan sejak 2 bulan yang lalu.

Adik laki-laki pasien pernah menderita mata ikan dan adik perempuan pasien
pernah menderita kutil.

Pasien memiliki riwayat mencongkel-congkel kutil, memakai sepatu sempit


dan ujungnya runcing, serta memakai sepatu basah.

Terdapat pula bengkak pada ujung kuku jari jempol kiri yang dirasakan pasien
sejak menggunting kukus sejak 1 tahun yang lalu, yang dirasakan nyeri hilang
timbul.
Status Dermatologikus

Pada pangkal ibu jari kaki kanan, terlokalisir, bulat, susunan tidak khas,
batas tegas, ukuran lentikular, efloresensi papul kekuningan dengan
permukaan verukosa dan skuama halus di atasnya.

Pada telapak kaki kiri, terlokalisir, bulat, susunan tidak khas, batas
tidak tegas, lentikular, efloresensi plak kekuningan dengan bagian
yang cekung dan makula hitam di tengahnya.
Pasien di diagnosis veruka vulgaris
berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan
fisik. Veruka vulgaris adalah papul verukosa
yang disebabkan oleh infeksi virus human
papiloma virus dan dapat menyebar karena
autoinokulasi.
Pasien di diagnosis clavus berdasarkan anamnesis
dan pemeriksaan fisik Klavus adalah penebalan
kulit berbatas tajam yang timbul pada tonjolan
tulang, sering pada tangan dan kaki, disertai rasa
nyeri. Penyebabnya adalah gaya gesek atau
tekanan berlebihan yang menyebabkan terjadinya
hiperkeratosis, manifestasi klinis dan perubahan
histologis. Penebalan luas kulit dalam klavus bisa
menyebabkan nyeri yang kronis, khususnya di kaki
depan, dalam situasi tertentu.
Terdapat pula bengkak pada ujung kuku jari jempol kiri yang dirasakan pasien
sejak menggunting kukus sejak 1 tahun yang lalu, yang dirasakan nyeri hilang
timbul.

Pada ujung kuku jempol kaki kiri, distribusi terlokalisir, bentuk tidak khas,
susunan linier, batas tidak tegas,ukuran lentikular, efloresensi udem dengan
krusta coklat di pinggirnya, pus tidak ada.

Kuku merupakan salah satu dermal appendages yang mengandung lapisan


tanduk yang terdapat pada ujung-ujung jari tangan dan kaki, gunanya selain
membantu jari-jari untuk memegang juga digunakan sebagai cermin
kecantikan. Lempeng kuku terbentuk dari sel-sel keratin yang mempunyai
dua sisi, satu sisi berhubungan dengan udara luar dan sisi lainnya tidak.
Paronikia biasanya bersifat akut, tetapi kasus
kronis bisa terjadi. Pada paronikia akut, bakteri
(biasanya S. aureus) masuk melalui robekan pada
kulit diakibatkan dari bintil kuku, trauma pada
lapisan kuku, hilangnya kutikula, atau iritasi
kronis. Pada paronikia kronik pasien melaporkan
gejala berlangsung 6 minggu atau lebih.
Peradangan, nyeri, dan bengkak dapat terjadi
secara episodik, seringkali setelah terkena air
atau lingkungan yang lembab.
Terapi umum pada pasien berupa edukasi mengenai informasi
penyakit, pengobatan, dan pentingnya menjaga higiene personal.
Selain itu edukasi pasien untuk menggunakan alas kaki yang lunak
untuk mengurangi gesekan dan tekanan, tidak menggunakan sepatu
yang terlalu sempit dan rajin membersihkan daerah yang terdapat
clavus. Untuk lesi pada jempol kiri pasien, sebaiknya pasien menjaga
agar kaki tetap kering. Untuk paronikia yang juga dikeluhkan pasien,
dapat dilakukan bedah minor dengan teknik bedah yang paling umum
digunakan untuk mengobati paronychia kronis disebut
marsupialization eponychial.

Terapi khusus yaitu dengan terapi elektrokauter dengan anestesi lokal


untuk menghilangkan klavus tersebut.