You are on page 1of 43

BAB III.

SIFAT – SIFAT FISIK


FLUIDA RESERVOIR

Setiap ditemukannya deposit fluida hidrokarbon


di suatu reservoir, akan sangat jarang dapat
ditemukan di tempat lain dengan komposisi
yang sama persis dikarenakan daerah
pembentukkannya yang berbeda.

 Sifat – sifat fisik Gas


 Sifat – sifat fisik Oil (Black Oil)
 Sifat –sifat fisik Air formasi
Gas Properties
Include:
Composition, molecular weight Mw,
deviation factor Z, density g, viscosity g ,
formation volume factor Bg and
compressibility cg.
Source:
• Composition is measured in lab
• Mw is calculated from composition
• Z and g can be measured or estimated
from correlations
• g , Bg , and cg are calculated from other
parameters
Faktor Kompressibilitas Gas
• Faktor kompressibilitas gas didefenisikan sebagai
perbandingan antara volume yang sesungguhnya
ditempati oleh gas dengan volume yang akan ditempati
oleh gas ideal, yang diukur pada kondisi tekanan dan
temperatur yang sama.
Vact ual
z 
Vi deal
• Lambang Z disebut juga sebagai daya mampat yang
merupakan besaran empirik yang ditentukan dengan
eksperimen. Untuk gas ideal harga Z adalah 1 dan gas
nyata harga Z ≥ 1 atau Z < 1.
Gas Deviation Factor Z

• Read
Pc , Tc

• Calculate
Pr , Tr

• Read
Z
Viskositas Gas
• Viskositas gas didefenisikan sebagai suatu ukuran dari
ketahanan gas terhadap aliran.
• Bila komposisi campuran gas alam diketahui, maka
viskositasnya dapat diketahui dengan persamaan berikut
:
g 
 gi Y M 0,5
i i

 Yi Mi 0,5

Dimana :
g = viskositas gas campuran pada tekanan
atmosfer
gi = viskositas gas murni
Yi = fraksi mol gas murni
Mi = berat molekul gas murni
• Dengan naiknya temperatur pada tekanan
rendah, viskositas gas akan meningkat,
karena energi kinetik dan kecepatan relatif
molekul gas akan meningkat dengan
temperatur, dan sebaliknya.
Gas Viscosity
1. Read gatm 2. Read g
Densitas dan Spesifik Gravity
Gas
• Densitas gas didefinisikan sebagai massa tiap satuan
volume gas. Dalam hal ini massa dapat diganti oleh
berat gas (m).
• Sesuai dengan persamaan gas ideal, maka rumus
densitas gas ideal adalah :
• m PM
g  
V RT

Dimana :
m = berat gas (lb)
V = volume gas (cuft)
M = berat molekul gas (lb/lb mole)
P = tekanan reservoir (psia)
T = temperatur (oR)
R = konstanta gas
Untuk gas campuran digunakan rumus berikut :

P Ma
g 
zRT
Dimana :
z = faktor kompresibilitas gas
Ma = berat molekul tampak =  yi Mi (lb/lbmole)
yi = fraksi mol komponen ke-i dalam suatu campuran gas
Mi = berat molekul untuk komponen ke-i dalam suatu
campuran gas.
SPESIFIK GRAVITY GAS
– spesifik gravity gas didefinisikan sebagai
perbandingan antara densitas gas dengan udara pada
kondisi temperatur dan tekanan yang sama :

γg = g
 udara
• Jika persamaan di atas diasumsikan berupa gas ideal
maka persamaan spesifik gravity dapat diturunkan
sebagai :
MgP
Mg Mg
g  RT  
M udara P M udara 29
RT
• Dimana :
M udara = berat molekul tampak dari udara
• Sedangkan untuk gas campuran didapat
persamaan berikut
Ma Ma
g  
M udara 29

Dimana :
Ma= berat molekul tampak dari suatu
campuran gas.
Faktor Volume Formasi Gas

• Faktor volume formasi gas (Bg) didefinisikan


sebagai besarnya perbandingan volume gas
pada kondisi tekanan dan temperatur reservoir
dengan volume gas pada kondisi standar (60 F
; 14,7 psia).
• Bila satu standar cubic feet ditempatkan dalam
reservoir dengan tekanan Pr dan temperatur Tr,
maka dapat digunakan rumus berikut :
P1 V1 Pr Vr

Z r Tr Z r Tr
• Untuk harga P1 dan T1 dalam keadaan standar,
maka diperoleh :
Z r Tr
Vr  0.0283 cuft
Pr

• Untuk keadaan standar, maka Vr (cuft) harus


dibagi dengan 1 scf untuk mendapatkan volume
standar. Jadi Bg adalah :
Z r Tr
Bg  0.0283 cuft / scf
Pr
• Dalam satuan bbl / scf, besarnya Bg adalah :
Z r Tr
Bg  0.00504 bbl / scf
Pr
Hubungan Bg Terhadap Tekanan
Koefisien Kompressibilitas
Isothermal Gas
• Koefisien kompresibilitas isothermal atau
koampressibilitas gas didefinisikan sebagai
perubahan volume gas yang disebabkan oleh
adanya perubahan tekanan yang
mempengaruhinya.
• Kompressibilitas gas ini menunjukkan efek dari
tekanan terhadap volume dari gas pada
temperatur tetap. Suatu gas ideal pada tekanan
1000 psia akan mempunyai harga kompressibilitas
0,000001/psi.

• cg = (1/P) – (1/Z)(dZ/dP)
Other Gas Properties
• Density
g = MwP / ZRT
In common units: g = 1.494 MwP / ZT in kg/m3
• Compressibility
cg = (1/P) – (1/Z)(dZ/dP)
• Formation volume factor
Bg = PstZT / PTst
In common units: Bg = 5.04 ZT / P in
RB/MCF
• P = pressure in psia T = temperature inR
R = universal gas constant = 8314 Nm/kg-moleK
Oil Properties
Include:
Composition Molecular weight
Gravity Bubble point
pressure
Solution gas-oil ratio Formation value
factor
Viscosity Compressibility
Source:
• It is preferred that oil PVT properties are
measured in laboratory
• In some cases, they may be obtained from
Tekanan Bubble Point
• Tekanan bubble point disebut juga dengan
tekanan gelembung atau tekanan saturasi yang
didefinisikan sebagai tekanan tertinggi dimana
gelembung gas mulai pertama kali terbebaskan
dari minyak.
• Harga tekanan bubble point ini umumnya
ditentukan secara eksperimen terhadap minyak
mentah (analisa PVT yang akan dibahas pada
bab berikutnya).
• jika pengukuran laboratorium tidak tersedia
untuk menentukan harga tekanan bubble point
ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan
beberapa korelasi yang ada.
Densitas dan Spesifik Grafity
Minyak
• Densitas minyak (ρo) dapat didefinisikan sebagai massa
dari satuan volume minyak pada kondisi tekanan dan
temperatur tertentu.
• densitas minyak dapat dinyatakan dengan persamaan
berikut :
o  m
V
Dimana :
• o = densitas minyak (lb/ft3)
•m = massa minyak (lb)
•V = volume minyak (ft3)
spesifik grafity minyak (γo)
• didefenisikan sebagai perbandingan antara
densitas minyak terhadap densitas air yang
diukur pada kondisi standar.
o
o 
w

Dimana :
o = spesifik grafity minyak
o = densitas minyak (lb/ft3)
w = densitas air (lb/ft3)
• Densitas dan spesifik grafity minyak biasanya
dinyatakan dengan API grafity. Dimana minyak
yang memiliki 47 API adalah minyak ringan
dan minyak yang memiliki 10 API adalah
minyak berat.

• Rumus API :
141,5

API   131,5
SG
Viskositas Minyak
• Viskositas minyak (o) didefenisikan sebagai
ukuran dari keengganan suatu fluida minyak untuk
dapat mengalir.
• viskositas fluida ditulis dengan persamaan :

f
 
A
Dimana :
µ = viskositas (cp)
F = gaya (Newton)
A = luas permukaan (m2)
Faktor Volume Formasi Minyak
• Faktor volume formasi minyak didefinisikan sebagai volume
minyak dalam barrel pada kondisi reservoir yang ditempati oleh
satu stock tank barrel minyak dan gas yang terlarut di dalamnya.

Vo  p ,T
Bo 
Vo sc
Dimana :
Bo = Faktor volume formasi minyak,
bbl/STB
(Vo)p,T = Volume minyak pada tekanan dan
temperatur undersaturated (bbl)
(Vo)sc = Volume minyak pada keadaan
standart, STB
• Karena didalam reservoir, selalu terdapat
keberadaan gas terlarut dalam minyak maka
volume minyak direservoir adalah total volume
minyak dan volume gas yang terlarut
didalamnya. [ ( Bo)p,T = Vol minyak + Vol gas
terlarut ]
• Selain dipengaruhi oleh tekanan, harga Bo juga
dipengaruhi oleh proses pembebasan gas (Gas
Liberation Process) yang terlarut di dalam
minyak tersebut.
Oil Formation Volume Factor

1 STB Oil

Reservoir
Bo RB oil + sol. Gas Rs
+ (Rsi-Rs)Bg RB free gas

• Bo is reservoir oil volume corresponding to 1


STB oil + solution gas
• Two-phase formation volume factor includes
both Bo and liberated gas:
Bt = Bo + (Rsi – Rs)Bg
Hubungan Bo Terhadap Tekanan
Formation - Volume Fac tor, Bo

Bob

Pb
1
0 Reservoir pressure, psia
Terdapat dua proses pembebasan
gas
1. Flash Liberation Process
Merupakan pembebasan gas yang terjadi
pada saat tekanan dikurangi dengan jumlah
tertentu dan setelah kesetimbangan
tercapai.

2. Differential Liberation Process


Merupakan proses pembebasan gas yang
terlarut secara kontiniyu pada penurunan
tekanan yang disertai dengan mengalirnya
fluida yang meninggalkan sistem tersebut.
Perbedaan Harga Bo Pada Flash
Dan Differential Process
• Pada saat tekanan reservoir lebih besar dari Pb, maka
gas dan minyak berada bersama-sama dalam batuan
reservoir.

• Keadaan ini dapat disebut sebagai faktor volume formasi


total (Bt), yang bisa diartikan sebagai banyaknya volume
minyak dan gas yang telarut dalam barrel reservoir untuk
menghasilkan 1 STB minyak di permukaan.

Bt = Bo + Bg (Rsi – Rs)
Dimana :
Rs = kelarutan gas pada tekanan gelembung,
(SCF/STB).
Rsi = kelarutan gas pada tekanan reservoir awal
(SCF/STB).
Kelarutan Gas Dalam Minyak
• Kelarutan gas dalam minyak (Rs) didefinisikan sebagai
banyaknya volume gas (SCF) yang terlarut dalam 1 STB
minyak pada kondisi standar ketika minyak dan gas
berada pada tekanan dan temperatur reservoir.

• Rs = Volume gas yang diproduksikan dipermukaan pada kondisi standar


Volume minyak yang terdapat dalam stok tank pada kondisi standar

• Kelarutan gas dalam minyak (Rs) ini juga sangat


dipengaruhi oleh tekanan dan temperatur reservoir, dan
komposisi gas dan minyak tersebut.
Hubungan Rs Terhadap Tekanan
PVT Variation with pressure

Rsi

Pb Pi
Pressure
Oil Compressibility
P, Bo , Rs , Bg, ,
psia RB/STB SCF/STB RB/MCF
Abov 2900 1.331 562 0.918
Example e 2800 1.333 562 0.939
Pb
Below 1800 1.273 399 1.438
Pb 1700 1.247 375 1.522
• Above Pb:
co = - (1/Bo)(dBo/dP)
= -(1/1.332)(1.331 – 1.333) / 100 = 15x10-6 psi-1
• Below Pb:
co = (1/Bo)(dRs/dP)[Bg – (dBo/dRs)]
= (1/1.26)[(399–375)/100][0.00148–(1.273–1.247)/(399-375)]
= 75x10-6 psi-1
Oil Compressibility Correlation
Water Properties
• Total Salinity
• Composition
• Solution gas-water ratio Rsw
• Viscosity w
• Formation volume factor Bw
• Compressibility cw
• Formation water resistivity Rw
Water Properties
• Salinity and compositions can be measured
in lab
• w from correlation
• Rsw is generally low
Approximate value: Rsw = 0.004 P(1- 5x10-6s)
• Bw is usually 1.0 or could be estimated from
correlation
• cw is estimated from correlation
• Rw can be measured or estimated from
correlation
Water Viscosity Correlation

Viscosity
cp

Temperature, F
Water Properties
Formation Volume Factor Compressibility

Pure water
With solution gas
Water Compressibility
Above bubble point:
cwa = - (1/Bw)(dBw/dP) from correlation

Correction for salinity and solution gas:


cwa = cwapure(1 - 1.1x10-6s)(1 + 0.009Rsw)
Rsw = 0.004 P(1- 5x10-6s)

Below bubble point:


cw = cwa + (Bg/Bw)(dRsw/dP)
cw = cwa + 0.004(Bg/Bw)(1 - 5x10-6s)
Water Properties Example
P = 3000 psia Pb = 2500 psia s = 50000 ppm
T = 200 º F Bg = 0.0012 RB/SCF at 2000 psia
• Viscosity = 0.35 cp
• Bw = 1.033 RB/STB with sol. gas and 1.033 RB/STB without
• At 3000 psia: cwpure = 3.1x10-6 psi-1
Rsw = 0.004x3000(1 - 5x10-6x50000) = 9 SCF/Bbl
cwa = 3.1x10-6(1–1.1x10-6x50000)(1+0.009x9) = 3.2x10-6 psi-1

• At 2000 psig: cwpure = 3.2x10-6 psi-1 Bw = 1.035 RB/STB


Rsw = 0.004x2000(1 - 5x10-6x50000) = 6 SCF/Bbl
cwa = 3.2x10-6(1– 1.1x10-6x50000)(1+ 0.009x6) = 3.2x10-6 psi-1
cw = 3.2x10-6+0.004(0.0012/1.035)(1–5x10-6x50000) = 6.7x10-6 psi-1
Exercises :
1. Three pounds of n-butane are placed in a vessel at
120°F and 60 psia.
a. Calculate the volume of the gas assuming an ideal
gas behavior.
b. calculate the density of n-butane.
2. A gas well is producing gas with a specific gravity of 0.65
at a rate of 1.1 MMscf/day. The average reservoir
pressure and temperature are 1,500 psi and 150°F.
Calculate:
a. Apparent molecular weight of the gas
b. Gas density at reservoir conditions
c. Flow rate in lb/day
3. A gas well is producing a natural gas with the
following composition:
Component yi
CO2 0.05
C1 0.90
C2 0.03
C3 0.02
Assuming an ideal gas behavior, calculate:
a. Apparent molecular weight
b. Specific gravity
c. Gas density at 2000 psia and 150°F
d. Specific volume at 2000 psia and 150°F
4. A gas reservoir has the following gas
composition: the initial reservoir pressure and
temperature are 3000 psia and 180°F,
respectively.
Component yi
CO2 0.02
N2 0.01
C1 0.85
C2 0.04
C3 0.03
i - C4 0.03
n - C4 0.02
Calculate the gas compressibility factor under
initial reservoir conditions.