You are on page 1of 14

Kimia Farmasi II

Bagian II

1
Faktor yang mempengaruhi kesalahan sistematik
antara lain:
 Kesalahan personil dan operasi.
 Kesalahan alat dan pereaksi.
 Kesalahan metode.

2
Cara memperkecil kesalahan sistematik,
antara lain:
1. Kalibrasi
2. Penetapan blanko
3. Penetapan kontrol pembanding
4. Penetapan ulangan
5. Penetapan dengan berbagai metode

3
Cara menyatakan kesalahan
Ada 2 cara, yaitu:
 Kesalahan absolut  besarnya perbedaan antara hasil analisis dengan nilai
sebenarnya (µ).

Kesalahan absolut (d) = x


 Kesalahan relatif  merupakan perbandingan antar kesalahan absolut
dengan nilai sebenarnya.

Kesalahan relatif (е) = x



dalam persen (%) = (e) = x
x100%
4 
Contoh:
 Kesalahan absolut sebesar 0,05% pada tablet vitamin C yang
mengandung 50% vitamin C, sedangkan kesalahan absolut
sebesar 0,05% terjadi pada penetapan kadar arsen dalam
makanan yang mengandung 0,01% arsen.

5
Jawab:
 Pada penetapan kadar vitamin C =
0,05
x100%  0,1%
50
 Pada penetapan kadar arsen =
0,05
x100%  500%
0,01

6
Ketelitian dan ketepatan
Ketelitian (precision) : nilai- Ketepatan (accuracy) : nilai-
nilai yang diperoleh dekat
nilai yg diperoleh kecil dengan nilai sebenarnya
perbedaanya satu sama lain

Biasanya dilakukan serangkaian


penetapan dan hasilnya dinyatakan sebagai
nilai rata-rata (mean)

7
Ukuran ketelitian
 Kisaran (Range)  selisih hasil penetapan terbesar dengan
terkecil.
 semakin kecil selisihnya berarti hasilnya semakin tepat.
 Penyimpangan rata-rata (mean deviation)  rata-rata
penyimpangan hasil penetapan, tanpa memperhatikan tanda
deviasinya (+ atau -).

d 
 xx
 SimpanganN
baku (standar deviation)

8
Simpangan baku (standar deviation)
 x  x 
2

SD 
N 1
Yang mana:
x = nilai dari masing-masing pengukuran

x = rata (mean) dari pengukuran


N = frekuensi penetapan
N-1 = derajat kebebasan (degree of freedom)

9
Simpangan baku (standar deviation)
 Nilai dari disebut sebagai varian (v),
jadi:
(x  x) 2

SD = v
SD lebih banyak digunakan sebagai ukuran kuantitatif
ketepatan atau ukuran presisi terutama apabila dibutuhkan
untuk membandingkan ketepatan suatu hasil dengan memakai
satu metode dengan hasil yang memakai metode lain.
Semakin kecil SD, maka metode yang digunakan semakin
tepat.

10
Standar deviasi relatif (RSD)
 RSD atau koefisien varian (CV) merupakan ukuran ketepatan
relatif dan biasanya dinyatakan dalam persen (%).
CV =
SD
x100%
x
dimana: RSD = standar deviasi relatif (%)
SD = standar deviasi
= rata-rata
x

11
Standar deviasi relatif (RSD)
 Semakin kecil nilai RSD dari serangkaian pengukuran maka
metode yang digunakan semakin tepat.
 Untuk menilai ukuran ketelitian digunakan parameter
perolehan kembali (recovery).

12
Ukuran ketepatan
 Kesalahan mutlak (d)
d = I μ – x I μ = nilai sebenarnya
 Kesalahan nisbi
 dalam persen
-x
e x 100 %

 Dalam ppt (bagian perseribu)

-x
e x 1000 ppt

13
Faktor yang dapat meningkatkan ketidaktepatan dan ketidaktelitian
dalam pengukuran adalah:
 Penimbangan yang tidak benar, demikian juga pemindahan analit dan
bahan baku yang tidak sesuai.
 Ekstraksi analit dari suatu matriks (tablet) yang tidak efisien.
 Penggunaan buret, pipet, dan labu takar yang tidak benar.
 Pengukuran menggunakan alat yang tidak terkalibrasi.
 Kegagalan dalam melakukan analisis blanko.
 Pemilihan kondisi pengukuran yang menyebabkan kerusakan analit.
 Kegagalan untuk menghilangkan gangguan oleh bahan tambahan dalam
pengukuran analit.

14