You are on page 1of 57

1

KESUBURAN TANAH&
PUPUK
Kesuburan Tanah
 Kesuburan Tanah artinya keadaan tanah dalam keadaan optimal untuk
pertumbuhan tanaman, terdiri dari :
 Komposisi tanah yang ideal, menentukan tinggi rendahnya kadar mineral tanah
 Kapasitas tanah untuk menyediakan unsur hara tanaman, menentukan mudah tidaknya
mineral/ unsur hara dapat diserap / diabsorpsi oleh tanaman
 Komposisi ideal dari bahan penyusun tanah:
Udara tanah 25%
Air tanah 25%
Mineral tanah 45%
Bahan organik tanah 5%
 Usaha agar komposisi tanah ideal, adalah dengan
Pengolahan tanah dan
Pemberian pupuk :
Pupuk organik, pupuk hayati (biofertilizer), pupuk
kandang dan pupuk hijau
Pupuk anorganik
Pemeliharaan tanah
 Kesuburan Tanah dan tersedianya unsur hara tanah
akan menurun dengan seiringnya waktu, penyebabnya
adalah:
Pertanaman dan pemanenan yang terus menerus,
tanpa diimbangi dengan pemupukan, akan
menguras unsur-unsur hara tanah, sehingga
kemampuan tanah untuk berproduksi menurun
Erosi air penyebab tercucinya unsur-unsur hara
tanah
 Pemeliharaan tanah diperlukan untuk menjaga kesuburan
tanah, yaitu dengan
Pemberian pupuk organik dan anorganik
Mencegah erosi tanah permukaan dengan
Penutupan tanah dengan tanaman
Penutupan tanah dengan mulsa
Pembuatan terasering pada lahan miring
Pengolahan tanah
Pengolahan tanah untuk mencegah pemadatan tanah
(soil compaction), pemadatan tanah(diameter pori-pori
tanah menyempit) tidak baik untuk pertumbuhan akar,
akar tidak dapat menembus tanah, tanaman mudah
roboh oleh angin
Unsur Hara
 dibutuhkan dalam jumlah Unsur hara yang dibutuhkan tanaman :
Unsur hara makro, dibutuhkan dalam jumlah besar:
dari udara dan air : C, H dan O
Dari tanah : N (NH4+, NH3-), P (PO4-2, Po4-1), K (K+), Ca (Ca+),
Mg (Mg2+), S (SO32-, SO42-)
Unsur hara mikro, dibutuhkan dalam jumlah kecil:
Dari Tanah, Fe, Mn, B, Mo, Cu, Zn, Cl
7

PUPUK
a. Pengertian Pupuk
Pupuk
Adalah bahan yang diberikan ke dalam tanah baik yang
organik maupun anorganik dengan maksud untuk mengganti
kehilangan unsur hara dari dalam tanah dan bertujuan untuk
meningkatkan produksi tanaman dalam keadaan faktor keliling
atau lingkungan yang baik.
Ilmu Pemupukan
Adalah ilmu yang bertujuan menyelidiki tentang zat-zat apakah
yang perlu diberikan kepada tanah sehubungan dengan
kekurangan zat-zat tersebut yang terkandung di dalam tanah
yang perlu, guna pertumbuhan dan perkembangan tanaman
dalam rangka meningkatkan produksinya agar tercapai hasil
yang tinggi.
8
Mengapa tanah harus dipupuk ?
1. Proses pemanenan
2. Penghayutan dan pencucian zat hara yang hilang.
Dalam pengertian yang perlu diberikan yaitu perlakuan sebelum
zat-zat (pupuk) diberikan/ditambahkan ke dalam tanah.
Perlakuan itu antara lain :
1. Berupa penyelidikan tentang zat apa yang kurang, berapa
besarnya kekurangan itu, bagaimana perbandingannya dan
kapan waktu pemberiannya.
2. Berupa penyelidikan tentang pengaruh yang tidak langsung atau
pengaruh apa yang timbul pada bagian-bagian atau sifat
tanah serta tanaman yang dibudidayakan (zat-zat)
9
Pemberian zat yang salah, pemberian
yang berlebihan atau serba kurang dan
pemberian zat yang tidak tepat pada
waktunya tentu akan menimbulkan akibat-
akibat yang fatal atau sangat merugikan,
seperti :
1. Kematian tanaman
2. Timbulnya gejala-gejala penyakit
tanaman yang baru
3. Kerusakan fisik tanah
4. Tidak ekonomis, dll
SIKLUS HARA
Kotoran & bangkai

Serasah & tanaman mati

Batu bara
& minyak
Jasat renik tanah Fosil
bumi
11
Penyerapan pupuk
Klasifikasi Pupuk
1. Berdasarkan Kandungan Unsur Hara :

a. Pupuk Tunggal (single fertilizer)  hanya mengandung 1 unsur hara, contoh


:
 Urea --------- N
 KCl ----------- K
 TSP ---------- P

b. Pupuk Majemuk (compound fertilizer)  mengandung lebih dari 1 unsur


hara
 DAP -------- mengandung N & P
 Mutiara 16 : 16 :16 -------- mengandung N, P, K
2. Berdasarkan Kadar Kandungan Hara
1. Berkadar hara tinggi {concentrat} (> 30%)
- TSP  45% P2O5 - Urea  45% N
- KCL  60% K2O - ZK  50% K2O

2. Berkadar hara sedang (20% – 30%)


- Abu dapur  10 – 30% K2O

3. Berkadar hara rendah {ordinar} (<20%)


- FMP  19% K
3. Berdasarkan Reaksi Kimia

1. Pupuk masam -------- ZA & Urea


2. Pupuk Netral -------- Kapur amonium sendawa CaCO3
3. Pupuk Basa -------- NaNO3
4. Berdasarkan Proses Pembuatannya

1. Pupuk Alam  Pupuk yg tidak dengan proses2 alami. Misal


: pupuk kandang, kompos, pupuk hijau, night soil (pupuk
kotoran manusia).
Ciri pupuk alam : Kelarutan unsur hara yang rendah di dalam
tanah, sehingga ditujukan untuk memperbaiki sifat fisik, biologi &
kimia tanah.

2. Pupuk buatan (anorganik)  Pupuk yg dibuat di pabrik.


Misal  Urea, TSP, KCL, dll
Ciri : Kelarutan tinggi sehingga lebih cepat tersedia bagi
tanaman. Guna memperbaiki sifat kimia tanah secara
instant.
5. Berdasarkan kelarutan
1. Larut dalam air (+)
Pupuk N  Urea 45% N (+), ZA 20% N (+)
Pupuk K  KCl 60% K2O (+), ZK 50% K2O (+)
Pupuk P  DS 36% P2O5 (+), TSP 45%P2O5 (+)
2. Larut dalam asam citrat (=)
FMP (Fused Magnesium Phospate) & Phospate alam (=)
3. Larut dalam asam keras (x)
 HCl 25% (x)
6. Berdasarkan Index Garam

Indeks ini menunjukkan kepekatan elektrolit setelah terjadi pelarutan


pupuk, diukur dengan kenaikan tekanan osmotik

No Pupuk Kadar hara pupuk IG Pupuk


(%)
Nitrogen N
NH3 anhidrous 82,2 47.02
1 NH4 NO3 35.0 104.65
NaNO3 16.5 100.00
NH4NO3 35.0 104.65
Co (NH4)2 46.6 75.40
(NH4)SO4 21.2 68.96
Fosfor P2O5
2 TSP 48.0 10.08
DAP 53.8 34.21
Kalium K2O
KCl 60.0 116.16
3 KNO3 46.6 73.63
K2SO3 54.0 46.06

Semakin tinggi IG, pupuk akan cenderung merusak biji tanaman.


SUMBER PUPUK ORGANIK
Jenis Pupuk Organik Nitrogen (%) Pospor (%) Kalium (%)
Kerbau 0,6 – 0,7 2,0 – 2,5 0,4
Sapi 0,5 – 0,1 2,4 – 2,9 0,5
Kuda 1,5 – 1,7 3,6 – 3,9 4,0
Ayam 1,0 – 2,1 8,9 – 10 0,4
Guano 0,5 – 0,6 23,5 – 31,6 0,2
Tinja 3,0 – 3,2 3,2 – 3,4 0,7
Azola 3,0 – 4,0 1,0 – 1,5 2,0 – 3,0
Jerami Padi 0,8 0,2 -
Kopra 2,1 – 4,2 - -
Limbah Tapioka 0,9 - -
Daun Lamtoro 2,0 – 4,2 0,2 – 0,4 1,3 – 4
Limbah Tahu 4,2 - -
Darah kering ternak 10,0 – 12,0 1,0 – 1,5 -
Tandan kosong sawit 0,001 0,63 12,7
PUPUK dan PEMUPUKAN

 Pupuk anorganik : Urea, KCl. TSP dan NPK


 Pupuk organik
Pupuk kandang
Pupuk hijau
Pupuk hayati (biofertilizer)
Pupuk kandang
 Pupuk yang berasal dari hewan peliharaan
 Kotoran dan air seni ternak sapi, unggas, babi, domba, kuda
 Kandungan unsur hara dari kotoran ternak
 Sapi : 22% N, 3% P, 14% K
 Unggas : 66% N, 14% P, 13% K
 Babi : 28% N, 7% P, 20 % K
 Domba : 51% N, 9% P, 40% K
 Kuda : 32% N, 4% P, 24% K
PUPUK KANDANG
1. Pupuk Kandang Segar  Kotoran hewan yg masih baru (blm terurai),
biasanya masih bercampur dengan urine

2. Pupuk Kandang Busuk  Kotoran hewan yg telah mengalami proses


penguraian. Bentuk fisik sdh seperti tanah dan tidak berbau kotoran
lagi.
Manfaat Pupuk Kandang

1. Membantu memperbaiki sifat fisik & kimia


serta biologis tanah.
2. Mendorong perkembang biakan jasad renik.

Kelemahan Pupuk Kandang


1. Memiliki kandungan unsur hara yg relatif rendah : N 0,3% , P2O5
0,1%, K2O 0,3%
2. Secara fisik jumlah karkas lebih besar /lebih banyak
3. Memberikan efek negatif bagi tanaman bila belum benar-benar
matang, krn selain akibat reaksi kimia negatif juga sering
terkandung bibit hama & penyakit
4. Membawa biji2 gulma (terutama pd ternak yg memakan
rumput2an)
Komposisi Unsur Hara Macam-macam Pupuk Kandang

Sumber Pupuk Wujud % H2O (%) N (%) P2O5 (%) K2O (%)

Padat 75 0,05 0,30 0,40


Kuda
Cair 90 1,35 - 1,25
Total 78 0,70 0,25 0,55

Sapi Padat 85 0,40 0,20 0,10


Cair 92 1,00 0,20 1,35
Total 86 0,60 0,15 0,45

Padat 60 0,75 0,50 0,45


Kambing
Cair 85 1,35 0,05 2,10
Total 69 0,95 0,35 1,00

Babi Padat 80 0,55 0,50 0,45


Cair 97 0,40 0,10 0,45
Total 87 0,50 0,35 0,40

Ayam
Total 55 1,00 0,80 0,40
Pupuk hijau
 Pembenaman tanaman segar yang masih hijau ke dalam tanah disebut pupuk
hijau
 Pupuk hijau :
 Sebagai suplai bahan organik tanah
 Suplai N organik
 Suplai bakteri rizobium
 Menaikkan humus
 Pengawetan bahan organik tanah
 Mempertahankan kesuburan tanah
PUPUK HIJAU

Angsana
Syarat pupuk hijau
 Mudah diperbanyak dengan biji
 Cepat tumbuh
 Produksi biomasa tinggi
 Sanggup tumbuh di tanah marginal
 Tidak mempunyai sifat yang tidak menyenangkan
 Resisten terhadap hama dan penyakit
 Dapat menekan gulma
 Sistem perakaran dalam
 Menyemat N (legum)
 Berasosiasi baik dengan mikoriza
 Efisien memanfaatkan air
 Bukan tanaman inang hama / penyakit
 multiguna
Beberapa Tanaman Pupuk Hijau
 Tanaman Leguminoceae
Crotalaria, caosema, mimosa, paeraria, kedelai, taphrosia, calopogonium, phaseolus,
vigna, leucaena, dolichos, canavalia, mucuna, trifolium, kacang tanah, kacang hijau
 Tanaman bukan Leguminoceae
 Gandum, Avena sativa, Secale cereale
 Sorghum, Lolium pereme
 Secaria, rumput
 Sumber pupuk hijau bisa diambil dari sisa-sisa tanaman atau
dari tanaman yang sengaja di tanam secara tumpang sari /
tanaman pagar sebagai sember pupuk hijau
 Tanaman yg biasa digunakan sebagai pupuk hijau adalah
dari golongan Leguminosa, karena memiliki beberapa
kelebihan, spt:
 Mengandung unsur N yg cukup tinggi
 Bahan organiknya mudah terdekomposisi
 Perakaran memiliki nodula yg dapat bersimbiosis dengan bakteri
pengikat N bebas di udara (Rizobium atau Bacilus radicicola)
 Tanaman dari golong lain yg bisa digunakan sebagai pupuk
hijau adalah jenis tanaman penambat N, seperti Azolla
pinata, Sesbania rostrata, Aeshinomene
Tanaman Sumber pupuk hijau biasa di dapatkan,
sebagai:

Pohon pelindung dari hasil pemangkasannya


- Leucaena glauca (lamtoro)
1. Lamtoro

 Menghasilkan 20 ton daun kering / th / ha


 Kandungan hara rata-rata
 N 4,0 %
 P 0,4 %
 K 4,0 %
 Ca 2,0 %
 Mg 1,0 %
 Cepat terdekomposisi ( sekitar 2 minggu)
2. Crotalaria juncea

 Dalam 1 ha selama 3 bulan menghasilkan biomasa 9,50 –


17,50 ton
 Mengandung 1,95 % N
3. Azolla
Tanaman pakuan yang hidup di air,
pada daunnya ditempati oleh bakteri
penyemat N dari udara (Anaebaena
azollae) yang bersimbiose
Jenis Azolla Azolla mexicana

Azolla filicolodes
Azolla nilotica K

Azolla microphylla Azolla pinnata


Azolla caroliniana
 Erythrina lithosperma  Dadap
 Pterocarpus indicus)  Angsana
Tanaman Perdu / tanaman pagar

1. Crotalaria anagiroides
2. Crotalaria Juncea
3. Tephrosia candida
4. Tephrosia vugali
5. Desmodium gyroides
Tanaman Penutup tanah (Cover crop)

 Arachis  tanaman kopi


 Peuraria javanica (PJ)
 Centrosoma pubessens (CP
 Colopogonium caeruleum (CC)
Pupuk hayati (biofertilizer)

Pupuk Hayati, pupuk yang menggunakan mahluk hidup


terutama Mikroba (bakteri dan Jamur), terdiri dari :
Mikroba tidak bersimbiosis dengan tanaman
Mikroba yang bersimbiosis dengan tanaman
MIKROORGANISME PENAMBAT NITROGEN
Bakteri bintil akar yang dapat menambat nitrogen (N2) melalui simbiosis dengan
tanaman pepolongan meliputi genus
 Rhizobium  famili Rhizobiaceae
 Bradyrhizobium
 Rhizobium leguminosarum
 Rhizobium meliloti
 Rhizobium loti
Proses infeksi dan pembentukan bintil pada simbiosis Rhizobium – tanaman
pepolongan meliputi peristiwa :
 1. Pra infeksi
 Kemotaksis non spesifik Rhizobium ke area rizosfer, disebabkan eksudat akar
 Perkembangan Rhizobium pada rizosfer pepolongan, disebabkan eksudat akar
 Melekatnya Rhizobium pada akr
 Penyimpangan bentuk akar
 Pembentukan lengkung tongkat gembala
 2. Infeksi
 3. Nodulasi
 4. Biogenesis bakteroid
Symbiotic bacteria fix nitrogen in the roots of legumes
PENGELOMPOKAN MIKROBA TANAH
BERDASARKAN AKTIVITAS

Kelompok Bakteri Actinomy Fungi


kegiatan cetes

Perombak Arthrobacter Nocardia Aspergillus


selulosa Bacillus Streptomyces Fusarium
Cellulomonas Micromanospor Trichoderma
a
Perombak - - Coprinus
lignin Agaricus
Poria

Perombak Bacillus Aspergillus


pestisida Pseudomonas Cladosporium
Cephalosporium
Endosaccharomyces
43

DASAR-DASAR PEMUPUKAN

Sebelum melakukan pemupukan, beberapa hal yang harus


diperhatikan, yaitu:
a. Tanaman yang akan dipupuk
b. Jenis tanah yang akan dipupuk
c. Jenis pupuk yang digunakan
d. Jumlah (dosis) pupuk yang digunakan
e. Waktu pemupukan
f. Cara Pemupukan
44

Waktu pemupukan
Jenis pupuk yang biasanya digunakan adalah pupuk yang
mengandung unsur hara primer (N, P, K). Namun mungkin saja tanaman
juga kekurangan unsur hara lain.
Oleh karena ada 3 cara untuk mengetahui tanaman kekurangan unsur
hara (deficiency) apa saja, yaitu:
1. Mengamati gejala-gejala yang muncul dalam pertumbuhan
tanaman, apakah normal atau tidak.
2. Analisis tanah di laboratorium dengan mengambil sample tanah di
lapangan
3. Analisis jaringan tanaman di laboratorium dengan mengambil sample
daun tanaman
.
45
 Pemupukan dilakukan menjelang atau awal musim hujan.
Kalau diperlukan pupuk tambahan pada tahun yang sama,
maka dilakukan menjelang akhir musim hujan. Sebelum
pemupukan dilakukan, sebaiknya pH tanah diketahui.
 Jika pH tanah asam, maka perlu diberi kapur kaptan (CaCO3)
agar pH tanah naik sehingga pemupukan memberikan
respon yang baik pertumbuhan tanaman.
 Pada saat tanaman berumur 1-3 bulan, umumnya
pemupukan dilakukan. Jika tingkat kesuburan tanah yang
diolah makin jelek, maka pemupukan dilakukan lebih awal.
Setelah itu diulangi pada umur 6-24 bulan sampai tinggi
tanaman melampaui tinggi gulma.
 Jika perlu dilakukan pemupukan untuk meningkatkan riap
volume, maka pemupukan berikutnya diberikan menjelang
penjarangan pertama (saat tajuk bersinggungan) untuk
pohon yang terpilih (tidak dijarangkan). Kemudian
pemupukan berikutnya menjelang penjarangan kedua dan
seterusnya sampai batas 5 tahun sebelum ditebang.
46 Cara Pemupukan
Dengan berkembangnya teknologi
pertanian dan industri, telah melahirkan
berbagai produk yang cara
pemberiannya lain dari biasanya, namun
secara garis besar dapat dikelompokkan
menjadi dua cara pemberian/memupuk,
yakni:
• Memupuk dengan cara pemberian
melalui akar
• Memupuk dengan cara pemberian
melalui daun
47
Memupuk melalui akar
1. Disebar (broad casting)
Pupuk yang disebarkan merata pada tanah-tanah di sekitar
pertanaman atau pada waktu pembajakan/penggaruan terakhir,
sehari sebelum tanam, kemudian diinjak-injak agar pupuk masuk ke
dalam tanah.
Cara pemupukan ini biasanya digunakan untuk memupuk tanaman
padi, kacang-kacangan dan lain-lain yang mempunyai jarak tanam
rapat. Kerugian cara ini ialah merangsang pertumbuhan rumput
pengganggu/gulma dan kemungkinan pengikatan unsur hara
tertentu oleh tanah lebih tinggi.
48 Beberapa pertimbangan untuk menggunakan cara ini adalah:
a. Tanaman ditanam pada jarak tanam yang rapat, baik teratur
dalam barisan maupun tidak teratur dalam barisan
b. Tanaman mempunyai akar yang dangkal atau berada pada
dekat dengan permukaan tanah
c. Tanah mempunyai kesuburan yang relatif baik
d. Pupuk yang dipakai cukup banyak atau dosis permukaan tinggi
e. Daya larut pupuk besar, karena bila daya larutnya rendah maka
yang diambil tanaman sedikit
49 2. Ditempatkan di antara larikan/barisan
Pupuk ditaburkan di antara larikan tanaman dan kemudian ditutup
kembali dengan tanah. Untuk tanaman tahunan ditaburkan
melingkari tanaman dengan jarak tegak lurus daun terjauh (tajuk
daun) dan ditutup kembali dengan tanah.
50
Cara ini dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai
berikut:
a. Pupuk yang digunakan relatif sedikit
b. Jarak tanam antara tanaman yang dipupuk cukup jarang dan
jarak antara barisan pertanaman cukup jarang
c. Kesuburan tanah rendah
d. Tanaman dengan perkembangan akarnya yang sedikit
e. Untuk tanah tegalan atau darat
f. Bila mengkhawatirkan akan terjadi pengikatan unsur hara oleh
tanah dalam jumlah yang cukup besar
51

3. Ditempatkan dalam lubang


Pupuk dibenamkan ke dalam lubang di samping batang sejauh kurang
lebih 10 cm dan ditutup dengan tanah. Untuk tanaman tahunan pupuk
dibenamkan ke dalam lubang pupuk yang melingkari tanaman
dengan jarak tegak lurus dan terjauh (tajuk daun) dan ditutup kembali
dengan tanah. Cara ini dilakukan dengan pertimbangan sama dengan
cara larikan/barisan.
52
Memupuk melalui daun
• Pupuk yang dilarutkan ke dalam air dengan konsentrasi sangat
rendah kemudian disemprotkan langsung kepada daun dengan
alat penyemprot biasa (Hand Sprayer). Pada hamparan yang luas
dapat digunakan pesawat terbang.
53 • Sebelum memberikan pupuk ke daun ada beberapa hal yang
dianggap mutlak diketahui dulu, yaitu:
Konsentrasi larutan pupuk yang dibuat harus sangat rendah atau
mengikuti petunjuk dalam kemasan pupuk. Jangan berlebihan, lebih
baik kurang daripada berlebihan. Kalau konsentrasinya lebih rendah dari
anjuran maka untuk mengimbanginya frekuensi pemupukan bisa
dipercepat, misalnya dianjurkan 10 hari bisa dipercepat jadi seminggu
sekali
Pupuk daun disemprotkan ke bagian daun yang menghadap ke
bawah. Hal ini disebabkan karena pada kebanyakan daun tanaman,
mulut daun (stomata) umumnya menghadap ke bawah atau bagain
punggung daun
Pupuk hendaknya disemprotkan ketika matahari tidak sedang terik-
teriknya. Paling ideal dilakukan sore atau pagi hari persis ketika matahari
belum begitu menyengat. Kalau dipaksakan juga menyemprot ketika
panas, pupuk daun itu banyak menguap daripada diserap oleh daun
Penyemprotan pupuk daun jangan dilaksanakan menjelang musim
hujan. Resikonya pupuk daun akan habis tercuci oleh air hujan dan
lagipula pada saat seperti itu stomata sedang menutup
Biasakanlah untuk membaca keterangan yang ada pada kemasan
pupuk, karena disinilah kuncinya.
54 Larangan menyemprot daun tanaman:

• Setelah beberapa kali penyemprotan muncullah tunas baru yang


nantinya menjadi ranting dan daun. Bila tunas telah muncul,
penyemprotan dihentikan. Sebab tunas muda ini amat peka
terhadap pupuk, apalagi kalau dosisnya melebihi dari yang
dianjurkan. Tetapi bila nanti tunas baru itu telah berubah menjadi
ranting dan daun yang cukup kuat (tak menampakkan gejala
menumbuhkan daun muda lagi), barulah tanaman boleh disemprot
lagi.
• Pada saat bunga mulai mekar penyemprotan harus dihentikan.
Kalau tidak bunga bakal buah yang dinanti-nanti akan rontok semua
dengan kata lain tanaman tadi akan keguguran. Ketika bunga
sudah menjadi pentil, penyemprotan dengan pupuk daun boleh
dilakukan lagi terutama hara P-nya tinggi, dengan catatan yang
disemprot bukan buahnya tetapi tetap pada daunnya
• Satu lagi tanaman yang tidak bisa disemprot pupuk daun ialah
tanaman yang baru dipindah ke lapangan. Karena tanaman itu
masih terhitung masih muda dan lemas. Baru setelah tanaman mulai
segar kembali atau pulih dari pengaruh pemindahan, pupuk daun
bisa jalan lagi.
55 Cara pemupukan dengan penyemprotan melalui daun dilakukan
dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
 Unsur hara sulit diambil tanaman melalui akar tanah, misalnya
tanaman yang tumbuh pada tanah berpasir atau tanah-tanah
yang berbatu
 Bila unsur hara dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang sangat
sedikit (unsur hara mikro)
 Kondisi dan sifat fisik dari pupuk yang buruk
 Bila pemakaian pupuk dengan cara pemberian melalui akar tidak
berhasil
 Pengaruh maksimum dari pupuk terhadap tanaman dapat
diperoleh selama musim kering
56
Pupuk Dan Pemupukan
57

THE END