You are on page 1of 39

Standar

Akreditasi Nasional
Versi 2012
SUMBER ACUAN AKREDITASI RS BARU

1. International Principles for Healthcare Standards,


A Framework of requirement for standards, 3rd Edition December 2007,
International Society for Quality in Health Care / ISQua

2. Joint Commission International Accreditation Standards for Hospitals 4 rd


Edition, 2011

3. Instrumen Akreditasi Rumah Sakit, edisi 2007, Komisi Akreditasi Rumah


Sakit / KARS

4. Standar-standar spesifik lainnya.

3
Basic Concepts
of Hospital Accreditation
Hospital
verification
Quality & Safety
PDCA
Self assessment
Self improvement
Self improvement
Self assessment
Hospital
PDCA Learning Accreditation
Hospital
Process
Verification
PDCA
Self assessment

Self Improvement
Basic Concept
 Learning organization  learning process
 Continuous quality improvement
 Patient centered care
4  Patients Sutoto.KARS
Safety
BASIC CONSEPT OF ACCREDITATION

1. Hospital Accreditation as a learning process 


Learning Organization
2. Continuous quality improvement
3. Patient centered care
4. Patient Safety

5 Sutoto.KARS
PATIENT CENTERED CARE

 Harvey Picker ( 1915 – 2008)


 He was the founder of the Boston-based
Picker Institute, whose goal is to
promote patient-centered healthcare.
 He believed that the American health
care system was technologically and
scientifically outstanding, but overall
was not sensitive to patients' concerns
and their comfort
 In The Year 1986, they founded the
Picker Institute, dedicated to
developing a patient-centered
approach to healthcare

6 Sutoto.KARS
PATIENT CENTERED CARE
(PICKER INSTITUTE)
1. Respect for patients‘ values, preferences and
expressed needs
2. Coordination and integration of care
3. Information communication and education
4. Physical comfort
5. Emotional support and alleviation of fear and
anxiety
6. Involvement of family and friends
7. Continuity of care and smooth transition
8. Access to Care
7
 Traditional model in health care,
the physician has been
the central unit in the
health care model –
PATIENT SAFETY tidak terjamin
“Dokter = Captain
 A more modern approach to health of the ship”
care is now being quickly implemented
in many hospitals around the world: the
interdisciplinary team model. This
model has shifted all of the health care
providers AROUND the PATIENT
 focusing on PATIENT-CENTERED
CARE.
TUNTUTAN KEPADA
In addition, they are all of equalPARA
PROVIDER DI RS UNTUK
importance when it comes to each
health care professional’s contribution
LEBIH
to PROFESIONAL
the patient and the team.
Standar Akreditasi Rumah Sakit yang Baru

I. Kelompok Standar Pelayanan Berfokus pada Pasien


Bab 1. Akses ke Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK)
Bab 2. Hak Pasien dan Keluarga (HPK)
Bab 3. Asesmen Pasien (AP)
Bab 4. Pelayanan Pasien (PP)
Bab 5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
Bab 6. Manajemen dan Penggunaan Obat (MPO)
Bab 7. Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK)
II. Kelompok Standar Manajemen Rumah Sakit
Bab 1. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)
Bab 2. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
Bab 3. Tata Kelola, Kepemimpinan, dan Pengarahan (TKP)
Bab 4. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)
Bab 5. Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS)
Bab 6. Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
9
Standar Akreditasi Rumah Sakit yang Baru
III. Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit
Sasaran I : Ketepatan identifikasi pasien
Sasaran II : Peningkatan komunikasi yang efektif
Sasaran III : Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai (high-alert)
Sasaran lV : Kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat-pasien operasi
Sasaran V : Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
Sasaran VI : Pengurangan risiko pasien jatuh

IV. Sasaran Milenium Development Goals

Sasaran I : Penurunan Angka Kematian Bayi dan Peningkatan Kesehatan Ibu


Sasaran II : Penurunan Angka Kesakitan HIV/AIDS
Sasaran III : Penurunan Angka Kesakitan TB

10
Organizational Approach

1. Regulation and Policies


2. Forcing function and constrains (mendorong
fungsi dan pembatasan)  sistem memaksa staf
melakukan yan terbaik
3. Check-list and re-check system
4. Electronic Medical Record
5. Information and Education
6. Allert and Carefully

11 Sutoto.KARS
 Luka Operasi
Terinfeksi MRSA

SETIAP STAF KLINIS HARUS MENCUCI TANGAN


SESUAI STANDAR WHO, DAN MENERAPKAN
FIVE MOMENT FOR HAND HYGINE
 PPI di RS merupakan suatu upaya kegiatan untuk
meminimalkan atau mencegah terjadinya infeksi pada
pasien, petugas, pengunjung dan masyarakat sekitar RS.
 Ditinjau dari asal didapatnya infeksi dapat berasal dari
komunitas (community acquired infection) atau berasal dari
lingkungan RS (hospital acquired infection) yg sebelumnya
lebih dikenal dengan istilah infeksi nosokomial
 Karena seringkali tidak bisa secara pasti ditentukan asal
infeksi maka sekarang istilah Infeksi Nosokomial (hospital
acquired infection) diganti dengan istilah baru yaitu
Healthcare Associated Infections (HAIs), dengan pengertian
yg lebih luas tidak hanya di RS tetapi juga infeksi di fasilitas
yankes lainnya. Khusus utk infeksi di RS selanjutnya disebut :
Infeksi RS (IRS)
Tujuan pengorganisasian program PPI
adalah mengidentifikasi dan
menurunkan risiko infeksi yg didapat
dan ditularkan diantara pasien, staf,
tenaga profesional kesehatan, tenaga
kontrak, tenaga sukarela, mahasiswa
dan pengunjung
Magnitude of Healthcare - Associated Infection

 World-wide: 1,400,000/day.
 ICU infection rate: 25%.
 USA: 2,000,000/yr---90,000 deaths ( 274/day).
 Great Britain: 5,000 deaths/year.
 Mexico: Third most common cause of deaths.
 Brazil: 50 & of newborns infected, 12-52% die.
 Sub-Saharan Africa: SSI is common cause of death.
 Worldwide: 4,500 children die of HAI.
Economic Impact

 One surgical site infection may cost up to $15-


$30,000 to treat.
 One blood stream infection cost up to $50,000 to
treat.
 $40 – $75 billion dollars are spent to treat HAIs.
Healthcare-Associated Infections

The Big Five


 Central line associated blood stream infection
(CLABSI)
 Ventilator associated pneumonia (VAP)
 Surgical site infection (SSI)
 Catheter-associated UTI (CAUTI)
 Clostridium difficile associated disease (CDAD)
Blood Stream Infections

14 % of all HAI
 Primary
 Secondary
 Catheter (device)-associated
Surgical Site Infection (SSI)

22 % of all HAIs
1.Superficial
2.Deep
3.Organ Space
Pneumonia
15% of all HAI
1.Ventilator Associated Pneumonia (VAP)
2.Aspiration Pneumonia/pneumonitis
3. Hematogenous
FOKUS AREA :
 Program kepemimpinan dan koordinasi (PPI 1; 2; 3; 4)
 Fokus dari program (PPI 5; 5.1; 6; 7; 7.1; 7.1.1; 7.2; 7.3; 7.4; 7.5)
 Prosedur Isolasi (PPI 8 )
 Teknik pengamanan dan hand hygiene ( PPI 9)
 Integrasi program dng peningkatan mutu dan
keselamatan pasien (PPI 10; 10.1; 10.2; 10.3; 10.4; 10.5; 10.6)
 Pendidikan staf tentang program (PPI 11)
Standar PPI.1.
Satu atau lebih individu mengawasi seluruh kegiatan PPI. Individu tersebut
kompeten dalam praktek PPI yang diperolehnya melalui pendidikan,
pelatihan, pengalaman atau sertifikasi  ICN/IPCN Elemen Penilaian PPI.1

1. Satu atau lebih individu mengawasi program pencegahan dan


pengendalian infeksi
2. Kualifikasi Individu yang kompeten sesuai ukuran rumah sakit, tingkat
risiko, ruang lingkup program dan kompleksitasnya.
3. Individu yang menjalankan tanggung jawab pengawasan sebagaimana
ditugaskan atau yang tertulis dalam uraian tugas
 ICN (infection control nurse)/IPCN (Infection prevention and control nurse),
bekerja purna waktu dengan ratio 1 IPCN untuk tiap 100 – 150 TT di
RS
 Dalam bekerja IPCN dapat dibantu beberapa IPCLN (Infection prevention and
control link nurse) dari tiap unit, terutama yg berisiko terjadinya infeksi
 Kriteria :
 Perawat dng pendidikan min D 3 & memiliki sertifikasi
pelatihan PPI/IPCN
 Memiliki komitmen di bidang PPI
 Memiliki pengalaman sebagai Ka ruangan atau setara
 Memiliki kemampuan leadership, inovatif dan confident
 Bekerja purna waktu
 Tugas & tanggung jawab PPI  lihat buku pedoman manajerial PPI & fas
yankes lainnya, halaman 17 – 18  IPCN agar membuat Rencana kerja
Standar PPI.2.
Ada penetapan mekanisme koordinasi untuk seluruh kegiatan PPI yang melibatkan
dokter, perawat dan tenaga lainnya sesuai ukuran dan kompleksitas rumah sakit. 
Komite PPI

Elemen Penilaian PPI.2.


1. Ada penetapan mekanisme untuk koordinasi program pencegahan dan
pengendalian infeksi
2. Koordinasi kegiatan PPI infeksi melibatkan dokter
3. Koordinasi kegiatan PPI melibatkan perawat
4. Koordinasi kegiatan PPI melibatkan profesional PPI
5. Koordinasi kegiatan PPI melibatkan urusan rumah tangga (housekeeping)
6. Koordinasi kegiatan PPI melibatkan tenaga lainnya sesuai ukuran dan kompleksitas
rumah sakit.
 Ketua sebaiknya dokter (IPCO/Infection
Prvention and Control Officer)
 Sekretaris sebaiknya IPCN
 Anggota :
 Dokter wakil dari tiap SMF
 Dokter ahli epidemiologi
 Dokter Mikrobiologi/Patologi klinik
 Petugas Lab BUAT
 Petugas farmasi
PROGRAM PPI
 Perawat PPI/IPCN
 Petugas CSSD
 Petugas Laundry
 Petugas IPSRS/Maintenance
 Petugas Sanitasi
 Petugas House keeping
 Petugas K-3 RS
 Petugas Kamar Jenazah
a. Kebijakan kewaspadaan isolasi
 Kebersihan tangan
 Penggunaan APD
 Peralatan perawatan pasien
 Pengendalian lingkungan
 Pemrosesan peralatan pasien dan penatalaksanaan linen
 Kesehatan karyawan/perlindungan petugas kesehatan
 Penempatan pasien.
 Hygiene respirasi/etika batuk
 Praktik menyuntik yang aman
 Isolasi dengan dugaan emerging disease
b. Kebijakan tentang pengembagan SDM PPI
c. Kebijakan tentang pengadaan bahan dan alat yg melibatkan
Tim PPI  kadaluwarsa, single use -- reuse
d. Kebijakan tentang penggunaan antibiotik yg rasional
e. Kebijakan pelaksanaan surveilans
f. Kebijakan tentang pemeliharaan fisik dan sarana yg melibatkan
Tim PPI  termasuk Kebijakan renovasi bagunan
g. Kebijakan tentang kesehatan karyawan
h. Kebijakan penanganan KLB
i. Kebijakan penempatan pasien
j. Kebijakan upaya pencegahan infeksi ILO, IADP, ISK, Pneumoni
k. Kebijakan tentang penerapan buku pedoman manajerial dan
buku pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi RS
1. SPO kebersihan tangan
2. SPO penggunaan APD
3. SPO penggunaan peralatan perawatan pasien
4. SPO Pengendalian kesehatan lingkungan  Penangan limbah
infeksius dan non infeksius ; benda tajam & jarum, darah dan
komponen darah
5. SPO pemrosesan peralatan pasien & penatalaksanaan linen dan
laundry
6. SPO kesehatan karyawan/perlindungan petugas kesehatan
7. SPO penempatan pasien
8. SPO hygiene respirasi/etika batuk
9. SPO praktik menyuntik yg aman
10. SPO praktik untuk lumbal punksi
11. SPO tentang pencegahan dan pengendalian IAD, ISK, HAP,VAP,
IDO, flebitis dan dekubitus
12. SPO tentang isolasi (airborne, contact dan droplet)
13. SPO Kebersihan Tangan, Tertusuk Jarum
14. SPO tentang skrining dan penanganan MRSA
15. SPO Surveillance dan KLB
16. SPO single use reuse
17. SPO penanganan makanan
18. SPO pengambilan spesimen
Standar PPI.3.
 Program pencegahan dan pengendalian infeksi berdasarkan ilmu
pengetahuan terkini, pedoman praktek yang akseptabel sesuai dengan
peraturan dan perundangan yang berlaku, dan standar sanitasi dan
kebersihan.
Elemen Penilaian PPI.3.
1. Program PPI berdasarkan ilmu pengetahuan terkini
2. Program PPI di RS berdasarkan pedoman praktik yang diakui
3. Program PPI perundangan yang berlaku
4. Program pencegahan dan pengendalian infeksi berdasarkan standar
sanitasi dan kebersihan dari badan-badan nasional atau lokal.
 Terbaru  ada program PPI setiap tahun
 Acuan Program :
 Pedoman PPI di RS dan fasilitas yan kes lainnya Pelayanan
(kesiapan menghadapi Emreging Infectious Disiesae)
 Pedoman surveilans infeksi
 Pedoman Instalasi Pusat Sterlisasi di RS
 Pedoman PPI di ICU
 Manajemen linen RS
 Pedoman Sanitasi RS
 Pedoman hand hyegine WHO
 Pedoman PPI utk Tb
 Pedoman PPI untuk HIV
Standar PPI.4.
 Pimpinan rumah sakit menyediakan sumber daya yang cukup
untuk mendukung program pencegahan dan pengendalian
infeksi.

Elemen Penilaian PPI.4.


1. Pimpinan rumah sakit menunjuk staf yang cukup untuk
program pencegahan dan pengendalian infeksi
2. Pimpinan rumah sakit mengalokasikan sumber daya yang
cukup untuk program pencegahan dan pengendalian infeksi
3. Ada sistem manajemen informasi untuk mendukung
program pencegahan dan pengendalian infeksi
SUMBER DAYA UNTUK MENDUKUNG
PROGRAM PPI

 Komite PPI , IPCN dan IPCLN ada SK Dir nya dan jumlah cukup
 Sarana kesekretariatan
 Ruangan sekretariat & tenaga sekretariat diupayakan full time
 Komputer dan printer
 ATK
 Sarana komunikasi
 Anggaran atau dana untuk kegiatan
 Diklat
 Pengadaan fasilitas untuk PPI  APD, handrub, desinfectan, dll
 Sistem manajemen Informasi
 Soft ware untuk pengolahan data surveilans
Standar PPI.5.
 Rumah sakit menyusun dan menerapkan program yang komprehensif untuk mengurangi
risiko dari infeksi terkait pelayanan kesehatan pada pasien dan tenaga pelayanan
kesehatan.
Elemen Penilaian PPI.5.  Lihat program PPI
1. Ada program komprehensif dan rencana menurunkan risiko infeksi terkait pelayanan
kesehatan pada pasien
2. Ada program komprehensif dan rencana menurunkan risiko infeksi terkait pelayanan
kesehatan pada tenaga kesehatan. (lihat juga KPS.8.4)
3. Program termasuk kegiatan surveillance yang sistematik dan proaktif untuk
menentukan angka infeksi biasa (endemik)  acuan buku surveilance Kemkes
4. Program termasuk sistem investigasi outbreak dari penyakit infeksi (lihat juga Sasaran
Keselamatan Pasien 5, EP 1).  acuan buku surveilance Kemkes
5. Program diarahkan oleh peraturan dan prosedur yang berlaku
6. Tujuan penurunan risiko dan sasaran terukur dibuat dan direview secara teratur.
7. Program sesuai dengan ukuran, lokasi geografis, pelayanan dan pasien rumah sakit.
PROGRAM PPI
 Melaksanakan Surveilans  PPI 6
 Melakukan Investigasi outbreak  PPI 6
 Membuat Infection Control Risk Assessment (ICRA) PPI 6 EP 4, PPI 7, PPI
7.1 sd PPI 7.5
 Monitoring Sterilisasi di RS  PPI 7.1
 Monitoring Manajemen laundry dan linen  PPI 7.1
 Monitoring peralatan kadaluwarsa, single-use menjadi re-use  PPI 7.1.1
 Monitoring Pembuangan sampah infectious & cairan tubuh  PPI 7.2
 Monitoring Penanganan pembuangan darah dan komponen darah
 Monitoring Area kamar mayat dan post mortem
 Monitoring Pembuangan benda tajam dan jarum
 Pencatatan dan pelaporan tertusuk jarum
 Monitoring penggunaan ruang Isolasi
 Monitoring kepatuhan Hand hygiene
 Diklat
Standar PPI 5.1
 Seluruh area pasien, staf dan pengunjung rumah sakit dimasukkan
dalam program pencegahan dan pengendalian infeksi.

Elemen Penilaian PPI 5.1.  Lihat program PPI


1. Semua area pelayanan pasien di rumah sakit dimasukkan dalam
program pencegahan dan pengendalian infeksi
2. Semua area staf di rumah sakit dimasukkan dalam program
pencegahan dan pengendalian infeksi
3. Semua area pengunjung di rumah sakit dimasukkan dalam
program pencegahan dan pengendalian infeksi
 PPI dalam akreditasi versi 2012 sangat
berperan penting
 Beberapa cotoh penerapan PPI dalam
standar akreditasi baru telah kami
sampaikan
SEKIAN
TERIMA KASIH