You are on page 1of 34

MINGGU KELIMA

(30 Maret – 5 April 2019)

MIOMA UTERI
OLEH :
Meitri, Mutiara, Eldi, Wegri
Ayu, Intan, Ilham Taufan dan Sandi

PEMBIMBING:
dr. Firmansyah, Sp.OG
KEPANITERAAN KLINIK SENIOR
BAGIAN OBSTETRI DAN GYNEKOLOGI
RUMAH SAKIT UMUM PENDIDIKAN RADEN MATTAHER/FKIK UNJA
2019
LAPORAN KEGIATAN KOAS
MINGGU KELIMA
30 MARET– 5 APRIL 2019

2
LAPORAN JAGA VK
30 MARET– 5 APRIL 2019
Partus patologis kamar Operasi Peny
Gine
Partus Pasien
kolog
KASUS fisiologi ekstrak Bermasal Total
Mayor i
s spontan si ahMinor
vakum
Kure
SC Gin Onk tase

OBS

GYN

TOTAL
3
LAPORAN ROTASI OK
30 MARET– 5 APRIL 2019
KASUS JUMLAH
OBSTETRI
GINEKOLO
GI
TOTAL

4
LAPORAN ROTASI POLI
30 MARET– 5 APRIL 2019

KASUS JUMLAH
OBSTETRI
GINEKOLO
GI
TOTAL

5
LAPORAN JAGA BANGSAL
30 MARET– 5 APRIL 2019

KASUS JUMLAH
OBSTETRI
GINEKOLO
GI
TOTAL

6
LAPORAN KASUS
 Identitas Pasien
Nama : Ny. L
Usia : 33 tahun
Pekerjaan : IRT
Nama Suami: Tn. S
Usia : 36 tahun
MRS : 1/4/2019
 Keluhan Utama
Keluar darah dari jalan lahir sejak 4 bulan smrs
 Riwayat Penyakit Sekarang
pasien datang dengan keluhan keluar darah dari
vagina sejak 4 bulan yang lalu, memberat sejak 5 hari smrs.
Darah yang keluar awalnya sedikit-sedikit namun lama
kelamaan semakin banyak. Os mengganti pembalut sudah
>5 kali dalam sehari. Darah yang keluar bergumpal, lendir (-),
keputihan (-). Keluhan disertaidengan nyeri perut bagian
bawah. Os juga merasa ada benjolan di dekat pusatnya.

 Riwayat Penyakit Dahulu


Hipertensi (-), DM (-), Asma (-), PJK (-), Malaria (-)
RIWAYAT OBSTETRI

GPA: P0 A1

HPHT :-

Menarche : Umur 12 tahun

Lama haid : 6 hari.

Riwayat Perkawinan :

Pasien menikah satu kali, lama 13 tahun


PEMERIKSAAN FISIK

TD : 110/70 mmHg


N : 78x/menit
RR : 20x/menit
Suhu : 36,50C
Status Generalisata
 Kepala : normocephale, rambut hitam tidak mudah dicabut.

 Mata : conj. anemis +/+, sklera ikhterik -/-, reflek cahaya +/+

 THT : dalam batas normal

 Leher : pembesaran KGB (-)

 Thorak : pergerakan dada simetris statis dan dinamis

 Pulmo : vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/-

 Cor : BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-)

 Abdomen : nyeri tekan perut kanan bawah (+)

 Ekstremitas : akral hangat, edema -/-, sianosis -/-

11
STATUS OBSTETRI

Pemeriksaan Luar
Inspeksi :
Muka : cloasma gravidarum (-), edema (-)
Leher : pembesaran kelenjar getah bening (-)
Dada : pembesaran mammae simetris, puting susu
menonjol,
Abdomen : nyeri tekan (+) linea nigra (-), sikatrik (-)
Vulva : labia mayor/minor simetris, pembengkakan
kel.bartholini (-), pengeluaran vagina.
Ekstremitas : edema (-)
Laboratorium

 Hb : 3,2 Na : 135,52
leukosit : 7,84 K : 3,70
eritrosit : 2,18 Cl : 98,82
trombosit: 274 Ca : 1,16
hematocrit :12,6
 Ur/Kr : 20/ 0,7

13
USG transvaginal
 Mioma uteri

14
Diagnosis

Mioma Uteri dengan Anemia Berat


Penatalaksanaan

- Observasi KU, TTV


- IVFD RL + Drip ketorolac 30 mg/ml 20 gtt/I
- Inj Omeprazole 40 mg 2x1
- Transfusi PRC sampai Hb > 10 g/dl

16
OBSERVASI
2/4/2019
S : Keluar darah (+), nyeri pinggang (+), pucat
O: TD 110/70 RR 20x/i
N 84x/i T 36,5
A : Mioma Uteri + anemia berat
P : IVFD RL + ketorolac 30mg/ml 20 tpm
Inj Omeprazole 40 mg 2x1
Transfusi Kolf Ke-I

17
OBSERVASI
3/4/2019
S : Nyeri pinggang (+), pucat, keluar darah (-)
O: TD 110/70 RR 20x/i
N 84x/i T 36,5
A : Mioma Uteri + anemia berat
P : IVFD RL + ketorolac 30mg/ml 20 tpm
Inj Omeprazole 40 mg 2x1
Transfusi Kolf Ke-II

18
OBSERVASI
4/4/2019
S : nyeri pinggang (+), pucat
O: TD 110/70 RR 20x/i
N 84x/i T 36,5
A : Mioma Uteri + anemia berat
P : IVFD RL + ketorolac 30mg/ml 20 tpm
Inj Omeprazole 40 mg 2x1
Transfusi Kolf Ke-III

19
TINJAUAN PUSTAKA

20
Pendahuluan

Diperkirakan insiden
Kesehatan Salah satu masalah
mioma uteri sekitar
reproduksi wanita pada kesehatan
20%-30% dari
memberikan reproduksi wanita
seluruh wanita.
pengaruh yang besar adalah ditemukannya
Proporsi mioma uteri
dan berperan mioma uteri yang
di Indonesia 2,39 –
penting terhadap insidensinya terus
11,7% dari semua
kelanjutan generasi mengalami
penderita ginekologi
penerus bangsa peningkatan.
yang dirawat.
Anatomi
Tinjauan Pustaka
Definisi :
Mioma uteri adalah neoplasma jinak yang berasal dari
otot uterus dan jaringan ikat yang menumpangnya,
sehingga dalam kepustakaan juga dikenal juga istilah
fibromioma, leiomioma, ataupun fibroid.
Insidens:
- wanita usia reproduktif  20-25%
- 20 – 30% (seluruh dunia)
- 2,39 – 11,7% (indonesia)
Patofisiologi :
Etiologi ?
stimulasi hormonal: - reseptor estrogen+progestin pd
mioma
- konsentrasi estrogen   besar
mioma >>
- menopause  mioma menyusut,
HRT  tumbuh kembali

otot polos dan jaringan ikat tumbuh >>


Klasifikasi :
1. Mioma submukosum: berada di bawah endometrium dan
menonjol ke dalam rongga uterus.
2. Mioma intramural: terdapat di dinding uterus diantara
serabut myometrium.
3. Mioma subserosum: apabila tumbuh keluar dinding
uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus,
diliputi oleh serosa.
Manifestasi Klinis :
Sebagian besar asimptomatik
- tergantung dari lokasi, besar, perubahan, dan
komplikasi
1. Perdarahan abnormal
2. Nyeri
3. Gejala dan tanda penekanan
Diagnosis :
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan fisik
- pemeriksaan bimanual : tumor padat uterus
- pemeriksaan dgn uterus sonde : mioma
intramural menyebabkan uterus menjadi luas
3. Pemeriksaan penunjang
- USG
- MRI
Penatalaksanaan :
Terapi pada pasien dengan mioma uteri berdasarkan pada ukuran,
jumlah, lokasi, dan manifestasi klinis pada mioma.

 Operatif: • Medikamentosa
1. Histerektomi. 1. Progestogen
2. Miomektomi 2. Agen antifibrinolitik
3. Non steroid anti-inflamasi
drugs
4. Analog GNRH
5. Danazol
6. Anti progesterone dan selektif
progesterone reseptor modulator
(SPRM
30
31
32
33
 Terima kasih

34