You are on page 1of 12

konsep dasar Pendampingan

Outreach
KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UPN “VETERAN” JAKARTA
PERIODE 28 FEBRUARI-23 MARET 2019
PENDAMPINGAN
(OUTREACH)
 Secara Terminologi
Suatu kegiatan berbasis masyarakat yang bertujuan
untuk memungkinkan pengurangan risiko penularan
penyakit (ims, hiv, dll) bagi individu atau kelompok
yang tidak mudah dijangkau oleh pelayanan
kesehatan yang ada di masyarakat.
 Dalam konteks P2 HIV-Aids
Kontak (bertemu) dan kontak berulang secara tatap muka,
baik secara individual atau kelompok kecil (biasanya 2-6
orang), kepada mereka yang mempunya perilaku berisiko
tinggi, yang dilakukan langsung di tempat mereka biasanya
berada (hotspot/meeting point, lokalisasi)”
Tujuan Outreach
Meningkatkan
Masuk ke dalam pengetahuan tentang Membantu komunitas
komunitas penyebaran penyakit menilai resiko mereka
pada kelompok sasaran

Memberikan berbagai Mendorong


pilihan sebagai Mendukung adanya keterlibatan
alternatif perilaku perubahan perilaku komunitas dalam
yang beresiko tinggi advokasi pencegahan
PENDAMPINGAN
(OUTREACH)
SIFAT DASAR OUTREACH
 Menjemput bola/pro aktif
 Pemberian informasi atau keterampilan
 Berkelanjutan(continue)
Kriteria kegiatan bisa disebut Outreach
Adanya
kontak
(harus
berulang)
Dilakukan Secara
langsung
di
(tatap
Hotspot muka)
Penentuan
sasaran yang
Pendekatan
spesifik
(prioritas individual atau
kelompok risiko kelompok kecil
tinggi)
Langkah –langkah dalam
Penjangkauan dan
Pendampingan
 Persiapan
 Daftar pertanyaan pemetaan dan denah
lokasi yang akan dipetakan
 Pelaksanaan (hubungi orang yang dikenal
yang bisa menjadi penghubung)
 Pemetaan
Proses mendapatkan data dan informasi
yang spesifik menyangkut kelompok yang
akan kita dampingi
Langkah-langkah
implementasi outreach
• Perencanaan :
menentukan indikator awal,
pendekatan stakeholder, komitmen (2-
3 kali), pendekatan ke ponci
Perencanaan
• Assesment situasi :
Maping, analisa hotspot

• implementasi:
Evaluasi Assessment Situasi
memberi informasi dasar, motivasi
perubahan perilaku, mendapat salah
satu indikator (ex: penggunaan
kondom, VCT, screening IMS, dll),
menyediakan sumber daya
pendukung,

Monitoring Implementasi • Monitoring :


Bertatap muka kembali, analisa
perubahan perilaku

• Evaluasi :
Meliahat ketercapaian indikator, (ex :
VCT rutin 3 bulan, screening IMS rutin,
penggunaan kondom 100%)
Trik Trik melakukan Penjangkauan

1. Kenali kelompok yang dibantu


2. Kenali orang – orang kunci dilapangan
3. Terbuka dan Bercerita.

Pengetahuan yang wajib dimiliki


 Kesehatan reproduksi
 Alat kontrasepsi, Penggunaan dan Manfaat.
 Dasar Konseling
 BCC (Behavior Change Comunication)
 Isu – isu penting lainnya yang menyangkut kelompok yang
dibantu
BCC
Komunikasi Perubahan Perilaku (BCC)
 Komunikasi perubahan perilaku merupakan system komunikasi yang digunakan
untuk perubahan perilaku sehingga si obyek dapat merubah perilakunya melalui
komunikasi yang dilakukan yang dapat menggugah perubahan perilaku tersebut.
 Diperlukan alat untuk memandu intervensi ini agar berjalan terarah dan sesuai
dengan keinginan kita maka diperlukan tahapan tahapan dalam melakukan
intervensi pada kelompok beresiko tinggi.
 Konsep pertama : pra perenungan, perenungan, kesadaran/persiapan, tindakan dan pemeliharaan
perilaku baru
 Konsep Kedua : Kesadaran, Pengetahuan, Prihatin, Keputusan, Alternative, Rencana, Praktek, dan
Mempertahankan
Bagaimana berbicara tentang materi kesehatan di komunitas
 Sajikan informasi secara netral
 Bawalah materi KIE dan materi pencegahan
 Pesan untuk mengurangi resiko
 Gunakan bahasa yang tepat
 Hadir ke lapangan dengan jadwal yang tetap dan tepat
 Cari jalan masuk yang tepat untuk memberikan informasi
 Mengembangkan jaringan ke individu/kelompok yang lain
Kode Etik terhadap kelompok yang akan dibantu

 Menerima keberagaman
 Mengormati Nilai – Nilai Pribadi
 Membangun hubungan yang setara
 Menjaga Kerahasiaan
 Jujur
 Menjaga Integritas (kehormatan) perilaku
 Membangun Partisipasi