You are on page 1of 19

Micronutrient Ferrum

Muyohadi Ali
Farmakologi FKUB
Peran Ferrum dalam erythropoisis
Erythropoiesis
• Blood corpuscles develop from stem cells
through several cell divisions
• Erythropoiesis is stimulated by the hormone
erythropoietin (a glycoprotein), which is
released from the kidneys when renal oxygen
tension declines.
• to high altitude training and is employed as a
doping method by high-performance athletes.
Erythropoiesis
a disturbance of erythropoiesis is due to two
principal causes. :
(1) Cell multiplication is inhibited because DNA
synthesis is insuficient. This occurs in
deficiencies of vitamin B12 or folic acid
(macrocytichyperchromic anemia).
(2) Hemoglobin synthesis is impaired. This situation
arises in iron deficiency, since Fe2+ is a
constituent of hemoglobin (microcytic
hypochromic anemia).
Sumber Zat Besi
• Sumber-sumber zat besi terdapat luas di dalam makanan,
jmakanan hewani, zat besi berada dalam bentuk protein
besi-hem (besi-hemoglobin) yang terdapat pada daging
merah, telur serta ikan,
• dalam makanan nabati, zat besi berada dalam bentuk
senyawa anorganik kompleks besi-nonhem yang terdapat
pada kacang kedelai, kacang hijau, berbagai jenis sayuran
dan juga buah-buahan.
• Zat besi dalam bentuk besi-hem akan lebih mudah di serap
oleh tubuh manusia dibandingkan dengan bentuk besi-
nonhem.
Iron Compounds
• Absorbsi di usus halus dalam bentuk Fe2++
• Dimucosa usus dioksidasi : Ferritin
• Transport dalam plasma berikatan dengan
protein menjadi transferrin
• “mucosal block” laki2 1mg/hari, wanita 2
mg /harl
• Uptake : erythroblast bone marrow,
macrophage, hepar, lien
faktor yang mempengaruhi absorbsi
1. Bentuk besi, besi hem yang merupakan baguan dari hemoglobin dan
mioglobin dapat diserap dua kali lipat daripada non hem.
2. Asam organik, membantu penyerapan besi non heme dengan
menguba bentuk feri menjadi bentuk fero.
3. Asam fitat dan Asam oksalat, menghambat penyerapan besi.
Tanin, menghambat absorbsi besi dengan cara mengikatnya.
4. Tingkat keasaman lambung, menungkatkan daya larut besi.
5. Faktor intrinsik, di dalam lambung membantu penyerapan besi,
diduga karena hem mempunyai struktur yang sama dengan vitamin B12.
6. Kebutuhan tubuh, kebutuhan besi meningkat bila masa
pertumbuhan. Absorbsi besi non hem dapat meningkat sepuluh kali
lipat, sedangkan besi hem dua kali lipat (Almatsier, 2004).
1
Erythropoiesis
• Drugs
recombinant erythropoietin (epoetin alfa)
hyperglycosylated erythropoietin
(darbepoetin; longer half-life than epoetin).
biological half-life of ~5hours after
intravenous injection and a t½ > 20 hours after
subcutaneous injection.
Bentuk sediaan

• Tablet sulfas ferosus 300 mg / tabl, berisi ferro


100 mg
• Dosis 3 – 4 dd 1 tablet
Table 53-2. The Body Content of Iron

MG/KG OF BODY WEIGHT

Male Female

Essential iron

Hemoglobin 31 28

Myoglobin and enzymes 6 5

Storage iron 13 4

Total 50 37
Table 53-3. Iron Requirements for Pregnancy
AVERAGE, mg RANGE, mg

External iron loss 170 150-200

Expansion of red cell mass 450 200-600

Fetal iron 270 200-370

Iron in placenta and cord 90 30-170

Blood loss at delivery 150 90-310

Total requirement* 980 580-1340

Cost of pregnancya 680 440-1050


*
Blood loss at delivery not included.
a
Iron lost by the mother; expansion of red cell mass not included.
SOURCE: Council on Foods and Nutrition. Iron deficiency in the United States. JAMA 1968, 203:407-412.
Used with permission
Table 53-4. Daily Iron Intake and Absorption

SUBJECT IRON AVAILABLE IRON IN SAFETY FACTOR,


REQUIREMENT, POOR DIET-GOOD AVAILABLE
mg/kg DIET, mg/kg IRON/REQUIREMENT

Infant 67 33-66 0.5-1

Child 22 48-96 2-4

Adolescent (male) 21 30-60 1.5-3

Adolescent (female) 20 30-60 1.5-3

Adult (male) 13 26-52 2-4

Adult (female) 21 18-36 1-2

Mid-to-late pregnancy 80 18-36 0.22-0.45


Table 53-5. Average Response to Oral Iron

ESTIMATED ABSORPTION

TOTAL DOSE, mg of iron per % mg INCREASE IN HEMOGLOBIN, g/liter of blood


day per day

35 40 14 0.7

105 24 25 1.4

195 18 35 1.9

390 12 45 2.2