You are on page 1of 47

KONSEP

POSBINDU PTM

KOTA BATAM
2019
TUJUAN PEMBELAJARAN
UMUM:
Setelah selesai mengikuti
pelatihan, peserta mampu
memahami konsep
Posbindu PTM

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS:

SETELAH SELESAI
MENGIKUTI PELATIHAN,
PESERTA MAMPU
MEMAHAMI KONSEP
POSBINDU PTM
PENDAHULUAN
PERUBAHAN BEBAN PENYAKIT
• Tahun 1990: penyakit menular (ISPA, TB, Diare, dll) menjadi penyebab kematian & kesakitan
terbesar
• Sejak Tahun 2010: PTM menjadi penyebab terbesar kematian & kecacatan (stroke, kecelakaan,
jantung, kanker, diabetes)
• Tanpa upaya kuat, tren peningkatan PTM ke depan masih terjadi
Peringkat Tahun 1990 Tahun 2010 Tahun 2015

1 ISPA 1 Stroke 1 Stroke


2 Tuberkulosis 2 Tuberkulosis 2 Kecelakaan Lalin
3 Diare 3 Kecelakaan Lalin 3 Jantung Iskemik
4 Stroke 4 Diare 4 Kanker
5 Kecelakaan Lalin 5 Jantung Iskemik 5 Diabetes Melitus

6 Komplikasi 6 Diabetes Melitus 6 Tuberkulosis


Kelahiran
7 Anemia Gizi Besi 7 Low Back Pain 7 ISPA

8 Malaria 9 ISPA 8 Depresi


13 Jantung Iskemik 12 Komplikasi Kelahiran 9 Asfiksia dan Trauma
Kelahiran
16 Diabetes Melitus 26 Malaria 10 Penyakit Paru Obstruksi
Kronis
Sumber data: Global burden of diseases (2010) dan Health Sector Review (2014)
PENYAKIT TIDAK MENULAR & FAKTOR RISIKO

P. Jantung

Merokok

Kanker

Diet
Diabetes

Kurang aktifitas fisik Penyakit Paru


Kronik

Stroke

Alkohol
Cedera
PERUBAHAN POLA HIDUP

Aktif bergerak Latihan fisik


Malas bergerak Makanan kalori 

vs
Makanan serat , pola Kelola stress
makan seimbang
Stress Paparan
berlebihan berbahaya
Proteksi diri

6
5 dari 100 orang Indonesia 53 dari 100 orang Indonesia 27 dari 100 orang Indonesia
mengkonsumsi Gula lebih mengkonsumsi Garam lebih 15 dari 100 orang Indonesia
mengkonsumsi Lemak lebih
dari 50 g/hari dari mengalami Obesitas
dari
2000 mg/hari 67 g/hari

KONSUMSI GULA OBESITAS


KONSUMSI GARAM KONSUMSI LEMAK
Tertinggi di Tertinggi di Sulawesi
Tertinggi di DKI Tertinggi di DKI
DI Yogyakarta Utara (24,1 %)
Jakarta (65,4 %) Jakarta (48,2 %)
(16,9 %)
PENINGKATAN GAYA HIDUP SEHAT
DENGAN PERILAKU CERDIK DAN PATUH
P Periksa Kesehatan secara rutin
dan ikuti anjuran dokter
Atasi Penyakit dengan
A pengobatan yang tepat dan
teratur
T Tetap diet sehat dengan gizi
seimbang,
U Upayakan beraktivitas fisik
dengan aman,
Hindari rokok, alkohol dan zat
H karsinogenik lainnya

Promosi kesehatan untuk berperilaku Program Patuh bagi yang sudah


CERDIK dalam mengatasi PTM dan menyandang PTM diselenggarakan
mengimplementasikan dalam Posbindu agar mereka rajin kontrol dan
PTM minum obat

10
SEBAGIAN BESAR MASYARAKAT
TIDAK MENGERTI

PTM SEBAGAI
“SILENT KILLER”

10 juta
Tidak
Terdiagnosa
63.2%

Tidak
Hipertensi v
Hipertensi
25.8%
74.2%
Terdiagnosa/
Minum obat
36.8%
INDIKATOR RENSTRA
PROGRAM P2PTM Tahun 2015-2019

D I REKT O RA T PEN C EG A H A N D A N
PEN G EN D A L I A N PEN YA KI T T I D A K M EN U L A R
PP NO.2 SASARAN PEMB. NASIONAL
PERPRES NO.2/2015 RPJMN
TAHUN 2018 2015-2019;
TURUN HIPERTENSI,
TENTANG KENDALIKAN OBES,
TURUN PEROKOK ≤ 18
SPM

RENSTRA
KEMENKES
PERMENDES
NO. 19/2017; Indikator
PEMANFAATAN
REGULASI Persentase
DANA DESA PENDUKUNG desa dengan
Posbindu
PTM

PERATURAN MENTERI
KESEHATAN REPUBLIK INPRES NO 1 TAHUN 2017
INDONESIA NOMOR 52 TAHUN TENTANG GERMAS
2016 TENTANG STANDAR
TARIF PELAYANAN • Peningkatan Konsumsi Sayur dan
KESEHATAN DALAM buah nusantara
PENYELENGGARAAN • Peningkatan Aktivitas Fisik
PROGRAM JAMINAN • Deteksi dini/Pemeriksaan
KESEHATAN kesehatan berkala
KEBIJAKAN POSBINDU PTM
POSBINDU PTM
PERSIAPAN
• Pengumpulan data terkait Demografi, Tingkat
Pendidikan, Sosio-ekonomi dan Profil PTM dan
Faktor Risikonya di Masyarakat.
• Informasi ini dimanfaatkan sebagai Advokasi Kit
• Identifikasi Kelompok Potensial dalam masyarakat.
• Rekruitmen tenaga sukarela sebagai petugas
pelaksana posbindu PTM
Pelatihan Petugas Pelaksana Posbindu

• Petugas Pelaksana Posbindu PTM, minimal 5 orang


per Posbindu PTM
• Peningkatan pemahaman tentang PTM, Faktor Risiko,
Dampak dan Upaya Pengendalian
• Peningkatan Pengetahuan, Kemampuan dan Praktis
dalam Pengendalian PTM .
• Peningkatan kemampuan Konseling dan Penyuluhan
• Peningkatan Kemampuan Manajemen Posbindu
SYARAT DAN TUGAS
KADER POSBINDU PTM
Syarat menjadi seorang kader;
a. Berasal dari anggota kelompok masyarakat/lembaga/institusi
b. Peduli terhadap masalah penyakit tidak menular dan bersedia melaksanakan kegiatan Posbindu
PTM
c. Pendidikan sebaiknya minimal setingkat SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas)

Tugas Kader;
a. Melakukan pendekatan kepada pimpinan kelompok/lembaga/institusi.
b. Melakukan survai mawas diri/pendataan bersama petugas.
c. Melaksanakan musyawarah bersama dalam penyelesaian masalah termasuk penentuan jadwal
penyelenggaraan posbindu PTM.
d. Mendorong anggota kelompok masyarakat/kelompok/lembaga/institusi untuk datang ke
posbindu PTM ( mengajak anggota keluarga/masyarakat agar hadir, memberikan serta
menyebarluaskan informasi kesehatan, menggali dan menggalang sumber daya termasuk dana
yang berasal dari masyarakat).
e. Melaksanakan kegiatan posbindu PTM termasuk kunjungan rumah bila diperlukan.
f. Melakukan pencatatan hasil kegiatan Posbindu PTM

.
TAHAP PENYELENGGARAAN POSBINDU
1. Satu hari sebelum pelaksanaan ( Tahap Persiapan)
a. Mengadakan pertemuan kelompok untuk menentukan jadwal kegiatan.
b. Menyiapkan tempat dan peralatan yang diperlukan.
c. Membuat dan menyebarkan pengumuman mengenai waktu pelaksanaan.

2. Hari Pelaksanaan
a. Melakukan pelayanan dengan sistem 5 meja atau modifikasi sesuai dengan kebutuhan dan
kesepakatan bersama.
b. Aktifitas bersama seperti berolahraga bersama, demo masak, penyuluhan, sarasehan atau
peningkatan ketrampilan bagi para anggotanya.

3. Satu hari setelah pelaksanaan ( Tahap evaluasi )


a. Menilai kehadiran (para anggotanya, kader dan undangan lainnya)
b. Catatan pelaksanaan kegiatan
Catatan :
c. Masalah yang dihadapi
Untuk tahapan pelaksanaan Posbindu
d. Mencatat hasil penyelesaian masalah dapat saja disesuaikan dengan situasi dan
kondisi setempat sesuai dengan
kebutuhan masyarakat, karena para kader
pada pelaksanaannya menggabungkan
untuk tahap satu hari dengan tahap
. pelaksanaan
PRASARANA DAN SARANA PENUNJANG
Tipe Peralatan Deteksi Dini Peralatan KIE dan Penunjang
Posbindu PTM dan Monitoring Faktor Risiko PTM

Posbindu PTM Dasar Alat ukur Lingkar Perut : 1 Unit Lembar Balik : 2 Buah
Alat ukur tinggi badan : 1 Unit Leaflet / brosur : 1 Buah
Tensimeter Digital : 1 Unit Poster : 1 Buah
Alat Analisa Lemak Tubuh : 1 Unit Buku : 1 Buah
Feakflow meter : 1 Unit Pencatatan
Buku Panduan : Serial
Buku Formulir
Rujukan : 1 Buah
KMS FR-PTM : 1 Buah
Kursi dan Meja : Sesuai kebutuhan
Kamar khusus : Untuk
Posbindu PTM Dasar kit : 1 Paket
pemeriksaan IVA
Posbindu PTM Utama Alat Ukur Kadar Gula,
Alat Tulis kantor : 1 Set
kolesterol total dan Trigliserid
Alat Ukur Kadar Alkohol : 1 Unit
Model Makanan : 1 Paket
Pernafasan
Tes Amfetamin Urin : 1 Unit
Bahan IVA dan alat
kesehatan dan penunjang : 1 Paket
lainnya
: 1 Paket
.
:
POSBINDU PTM DASAR KIT

ALAT UKUR BERAT BADAN ALAT UKUR LINGKAR PERUT

ALAT UKUR TB ALAT UKUR


TEKANAN DARAH
POSBINDU PTM UTAMA KIT

ALAT UKUR BB ALAT UKUR TB ALAT UKUR


LINGKAR PERUT

ALAT UKUR GULA DAN ALAT UKUR


LEMAK DARAH TEKANAN DARAH
KEGIATAN POSBINDU
MEMERIKSA KESEHATAN
Setiap 6 bulan sekali / Min 1 tahun sekali
setiap orang

CEK CEK
TEKANA KADAR Deteksi Dini
N DARAH GULA Gangguan
Penglihatan
DARAH
&
Pendengaran
CEK
KOLESTEROL
DETEKSI
DINI
CEK
LINGKAR KANKE
PERUT/BM R LEHER
I RAHIM
UNTUK
PEREMPUAN
JADWAL KUNJUNGAN POSBINDU PTM
Faktor Risiko Orang Sehat Faktor Risiko Penderita PTM

Glukosa darah puasa 3 tahun sekali 1 tahun sekali 1 bulan sekali


Glukosa darah 2 jam 3 tahun sekali 1 tahun sekali 1 bulan sekali
Glukosa darah sewaktu 3 tahun sekali 1 tahun sekali 1 bulan sekali
Kolesterol darah total 5 tahun sekali 6 bulan sekali 3 bulan sekali
Trigliserida 5 tahun sekali 6 bulan sekali 3 bulan sekali
Tekanan darah 1 bulan sekali 1 bulan sekali 1 bulan sekali
Indeks Masa Tubuh (IMT) 1 bulan sekali 1 bulan sekali 1 bulan sekali
Lingkar Perut 1 bulan sekali 1 bulan sekali 1 bulan sekali
Arus Puncak Ekspirasi 1 tahun sekali 3 bulan sekali 1 bulan sekali
IVA 5 Tahun sekali
Cedera dan Kekerasan 6 bulan sekali 3 bulan sekali 3 bulan sekali
Dalam Rumah Tangga
Kadar Alkohol Pernafasan 1 tahun sekali 6 bulan sekali 1 bulan sekali
dan Tes Amfetamin Urin
4/15/2019 32
33
CERDIK DI SEKOLAH

Enyahkan asap rokok


Cek kesehatan secara berkala

Kelola stress Istirahat cukup Diet seimbang Rajin beraktivitas fisik


SISTEM RUJUKAN
Monitor Perbaikan

Modifikasi Observasi 3-6


Berisiko PTM
Gaya Hidup bulan

Intervensi PEN
Tidak ada
Program Rujuk ke FKTP
perbaikan
Pandu PTM
Contoh FORMAT RUJUKAN
Yth.
Puskesmas………..
Di………………..

Bersama ini kami kirimkan ;


Nama : Tn/Ny/Nn……………………………………………………………………….…
Umur :…………….Tahun
Alamat::………………………………………………………………………………………….

Dengan Kondisi masalah


kesehatan:……………………………………..............................................................
Penanganan yang telah dilakukan
:………………………………….................................................................
Mohon dilakukan penanganan lebih lanjut. Demikian disampaikan dan sekiranya hasil tindak
lanjut dapat disampaikan kepada kami untuk penatalaksanaan berikutnya.
Terima Kasih
………………….., …/…/20…
Yang merujuk,

(Nama dan TTD)

.
Sistem Informasi PPTM
Sebagai tempat menyimpan informasi
kesehatan warga masyarakat
Sebagai basis data untuk
pengambilan keputusan
Surveilans Posbindu PTM
Web GIS

SISTEM
INFORMASI Sebagai wadah untuk informasi kesehatan

Sebagai indikator kesehatan


PPTM untuk menghindari faktor risiko PTM

masyarakat dalam satu wilayah

Portal Web PTM


Surveilans PTM FKTP

Sebagai alat Sebagai sarana komunikasi masyarakat


monitoring dan dalam menjaga kesehatan
evaluasi penyakit
tidak menular Tindaklanjut Gateway
Monev PTM ElKes
SISTIM INFORMASI PTM BERBASIS WEB
(di Posbindu PTM dan FKTP)

Posbindu PTM FKTP (Puskesmas)

Buku Monitoring FR PTM CM deteksi dini kanker leher


rahim dan payudara

Register Faktor Risiko PTM Register deteksi dini kanker leher


rahim dan payudara

Laporan bulanan (SIP-SIS PTM terintegrasi)

1. % Desa Ber Posbindu


• % Perempuan usia 30-50
2. Prevalensi tekanan darah tinggi
tahun dideteksi dini kanker
3. Prevalensi obesitas
leher rahim dan payudara
4. Prevalensi merokok
5. Prevalensi katarak
PEDOMAN POSBINDU DAN
SURVEILANS PTM
PEMBIAYAAN
Pembiayaan Penyelenggaraan:
– Komunitas
– CSR (Corporate Society Responsibility)
– Pemerintah Daerah (Dekon dan DAK)
– Alokasi pendanaan SPM di Kab/kota
– Alokasi Dana Desa
– Sumber-sumber lain
MONITORING DAN EVALUASI

 Petugas Kesehatan dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan


setempat
 supervisi, fasilitasi dan asistensi teknis  Pengumpulan
dan Analisis data
 Target  petugas pelaksana Posbindu PTM
 Monitoring  per 3 bulan yg berisiko
 Penilaian sekali setahun tiap orang
 Tujuan  Perencanaan dan Peningkatan
Kegiatan
PEMBINAAN

• Cakupan Sasaran
Desa/Kelurahan • Pembinaan Program
Indikator
Program
• Tingkat Perkembangan
PPTM
Posbindu • Pembinaan
4/15/2019
Komunitas/individu 43
KEGIATAN LAINNYA DALAM PENYELENGGARAN POSBINDU

DETEKSI DINI
DAN TATA LAKSANA FAKTOR RISIKO
PENYAKIT TIDAK MENULAR SECARA MANDIRI

Sepeda Gembira Senam Bersama

Demo Masak Menu Sehat


dan seimbang
Penyuluhan melalui Kegiatan Keagamaan
“kegiatan lainnya dalam posbindu”
46
MARI MENUJU MASA MUDA SEHAT
HARI TUA NIKMAT TANPA PTM
DENGAN PERILAKU CERDIK
Ajak masyarakat ke
Cegah
Posbindu PTM untuk Cek kondisi kesehatan anda secara
deteksi lebih dini berkala
Sekarang
faktor risiko PTM
juga Enyahkan asap rokok
Rajin aktifitas fisik
Diet yang sehat dan seimbang
(rendah gula, garam dan lemak
serta tinggi serat)
Istirahat yang cukup
Kelola stres

TERIMA KASIH