You are on page 1of 10

KOMA HIPOGLIKEMIA

ANNISA WARDA IRVANI


1610211053
DEFINISI
 Hipoglikemia adalah kadar glukosa darah dibawah
normal.
 Respon regulasi non-pankreas terhadap hipoglikemia
dimulai pada kadar glukosa darah 63-65mg% (3,5-
3,6mmol/L). Oleh sebab itu pada konteks diabetes,
diagnosis hipoglikemia ditegakkan jika kadar glukosa
plasma <63 mg%.
TRIAS HIPOGLIKEMIA (TRIAD WHIPPLE)
 Keluhan yang menunjukan kadar glukosa plasma yang
rendah.
 Kadar glukosa darah yang rendah (<3mmol/L pd
diabetes)
 Hilangnya keluhan setelah kelainan biokimiawi
dikoreksi.
ETIOLOGI
 Peningkatan kadar insulin yang kurang tepat, setelah
pemberian insulin atau sulfonilurea.
 Pemberian insulin masih belum bisa menirukan insulin
fisiologis.
 Makan glukosa 1 jam. Insulin mencapai puncak
konsentrasi 1-2 jam = rentan hipoglikemia 2 jam setelah
makan hingga makan selanjutnya.
FAKTOR PREDISPOSISI
Kadar insulin berlebihan
Dosis berlebihan
Peningkat anbioavabilitas insulin
 Peningkatan sensitifitas insulin
Defisiensi hormon counter-regulatory : addison, hipopituarisme
Penurunan BB
Latihan jasmani, postpartum
FAKTOR PREDISPOSISI
 Asupan karbohidrat kurang
Makan tertunda atau kurang
Diet sliming, anoreksia nervosa
Muntah
menyusui
 Lain-lain
Absorbsi yang cepat
Alkohol, obat ( salisilat, sulfonamid, penyekat beta, pentamidin)
HORMON KONTRA REGULATOR
 Glukagon : glikogenolisis, glukoneogenesis
 Epinefrin : glikogenolisis, glukoneogenesis dihati dan
ginjal. Lipolisis dijaringan lemak.
 Kortisol dan growth hormone : melawan kerja insulin
dijaringan perifer serta meningkatkan glukoneogenesis.
 Sel beta pankreas bereaksi terhadap hipoglikemi.
 Neuron hipotalamus ventromedial (VMH): percobaan pada
hewan. Neuron tersebut berkaitan dengan pituitari-adrenal
GEJALA HIPOGLIKEMIA
KLASIFIKASI KLINIS HIPOGLIKEMIA AKUT
Derajat Klinis
Ringan Simtomatik, dapat diatasi sendiri, tidak ada
gangguan aktivitas sehari-hari yang nyata
Sedang Simtomatik, dapat diatasi sendiri, menimbulkan
gangguan aktivitas sehari-hari yang nyata
Berat Sering (tidak selalu) tidak simtomatik, karena
gangguan kognitif pasien tidak mampu mengatasi
sendiri
Membutuhkan pihak ketiga tetapi tidak
memerlukan terapi parenteral
Membutuhkan terapi parenterqal (glukagon
intramuskular atau glukosa intravena
Disertai dengan koma atau kejang
TERAPI HIPOGLIKEMIA
 Glukosa oral : 10-20 g. dalam bentuk tablet, jelly, minuman, madu, dll.
 Glukagon intramuskular : 1 mg. bila pasien sadar diikuti 20 g oral,
dan 40 g karbohidrat dalam bentuk tepung.
 Glukosa intravena : 75-100ml glukosa 20% atau 150-200ml glukosa
10%. Glukosa 50% dianggap toksik untuk jaringan.