You are on page 1of 16

LAPORAN

Kedokteran Keluarga
KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT DAN KEDOKTERAN PENCEGAHAN UNIVERSITAS
DIPONEGORO
4 Maret – 27 ApriI 2019
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA
ISPA
Infeksi Saluran Pernapasa Akut
Disusun oleh :
Aletha Ayu 1710221018
Vitria Dwiayu 1710221027

Pembimbing: dr. Teddy Wahyu Nugroho, MKes


PENDAHULUAN

“Infeksi Saluran Pernapasan Akut


(ISPA) merupakan penyakit menular
udara yang sering terjadi dan menjadi
salah satu penyebab kematian
tersering pada anak di dunia”
KASUS ISPA
40 juta
India 21 juta
China 10 juta
Pakistan

6 juta
Bangladesh, Indonesia, Nigeria
Prevalensi ISPA di
Indonesia berdasarkan
diagnosis tenaga
kesehatan dan keluhan
Penyebab utama kunjungan
penduduk yaitu sebesar 40-60% pasien ke sarana kesehatan
.
dari seluruh kunjungan ke
25% puskesmas
15-30%
Seluruh kunjungan rawat jalan
dan rawat inap rumah sakit

ISPA menempati urutan pertama 10


besar penyakit di Puskesmas Provinsi Jawa tengah menjadi salah satu dari 16
Borobudur yaitu dengan jumlah provinsi yang mempunyai prevalensi Infeksi Saluran
Pernafasan Akut diatas prevalensi nasional
899
29,1%
kunjungan
TUJUAN
TUJUAN UMUM

Mengaplikasikan dan menerapkan


konsep kedokteran keluarga pada TUJUAN KHUSUS
seorang pasien yang menderita infeksi
saluran nafas akut a. Mengidentifikasi
masalah kesehatan
keluarga, termasuk
c. Membantu masalah lingkungan
seluruh anggota dan sosial ekonomi
keluarga untuk keluarga
D. Membantu keluarga
untuk memahami fungsi-
mengenali masalah
E. Membantu keluarga fungsi anggota keluarga yang ada di dalam b. Meningkatkan
untuk dapat memecahkan (biologis, psikologis, keluarga tersebut kualitas kesehatan
permasalahan kesehatannya sosial, ekonomi dan yang akan
secara mandiri. pemenuhan kebutuhan, seluruh anggota
serta penguasaan
mempengaruhi keluarga
F. Membentuk perilaku masalah dan kemampuan derajat kesehatan
hidup sehat di dalam
keluarga.
beradaptasi). anggota keluarga
Manfaat Kegiatan
Bagi Penulis

Menambah pengalaman bekerja sebagai dokter keluarga secara langsung pada pasien
infeksi saluran nafas akut pada remaja dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

Bagi Pasien dan Keluarga


• Keluarga menjadi lebih memahami mengenai masalah kesehatan yang ada dalam
lingkungan keluarga.
• Keluarga mampu untuk mengatasi permasalahan kesehatan keluarga secara mandiri.

Bagi Tenaga Kesehatan


Sebagai bahan masukan kepada tenaga kesehatan agar dapat memberikan
pelayanan kepada pasien infeksi saluran nafas akut secara holistik dan
komprehensif serta mempertimbangkan aspek keluarga dalam proses
kesembuhan.
ISPA (Infeksi Saluran
Pernapasan Akut)
Penyakit saluran pernafasan atas atau bawah,
menular, yang dapat menimbulkan berbagai spektrum
penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala
atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan
mematikan, tergantung pada pathogen penyebabnya,
faktor lingkungan, dan faktor pejamu
EPIDEMIOLOGI
ISPA lebih banyak terjadi di negara
berkembang (20 -30%) dibandingkan
negara maju (10%-15%)

Hampir empat juta orang meninggal akibat ISPA merupakan salah satu penyebab
ISPA setiap tahun, 98% disebabkan oleh utama konsultasi atau rawat inap di
infeksi saluran pernafasan bawah. fasilitas pelayanan kesehatan
terutama pada bagian perawatan
anak.
• Lingkungan
- Kualitas Udara

• Host
- Status Imunisasi
- BBLR
- Umur
Etiologi & Faktor Resiko
KLASIFIKASI ISPA

01 ISPA RINGAN

Batuk, pilek, serak (bersuara parau ketika berbicara), sesak


yang disertai atau tanpa disertai demam ( >37,2oC),
keluarnya cairan dari telingan yang lebih dari 2 minggu tanpa
ISPA SEDANG
ada rasa sakit pada telinga. (1 / >)
ISPA SEDANG 02
Gejala ISPA ringan + 1 / > gejala seperti pernafasan yang cepat,
panas dengan suhu 39oC atau lebih, wheezing,tenggorokan
berwarna merah, mengeluarkan cairan dari telinga, timbul bercak
dikulit menyerupai campak, dan pernafasan berbunyi seperti
mengorok
Content Here
03 ISPA BERAT
Gejala ISPA ringan & sedang + 1/> gejala Retraksi dada (tanda
utama), adanya stridor,sulit makan, sianosis, pernafasan cuping
hidung, kejang, dehidrasi, kesadaran menurun, nadi cepat (lebih dari
160x/mnt atau tak teraba) dan terdapatnya selaput difteri
WHO
Manifestasi Klinis

Demam Batuk Nyeri Tenggorok

Pilek Sesak nafas/ mengi/ sulit bernafas

13
TATA LAKSANA
NON
MEDIKAMENTOSA MEDIKAMENTOSA MEDIKAMENTOSA NON
• Pneumonia berat : dirawat di rumah MEDIKAMENTOSA
sakit, diberikan antibiotic parenteral, A B • Istirahat yang cukup
oksigen dan sebagainya. • hindari makanan berminyak dan
• Pneumonia : diberi obat sesuai dingin
organisme penyebab • konsumsi makanan gizi seimbang
• Bukan Pneumonia : tanpa pemberian
antibiotik, terapinya berupa terapi
simptomatik. Diberikan perawatan
dirumah

• Pemberian antibiotik yang tidak sesuai untuk infeksi


saluran pernafasan akut dapat menyebabkan
peningkatan prevalensi dan resistensi antibiotik
• Sebelum hasil kultur keluar, maka antibiotik yang
dapat diberikan adalah antibiotik spektrum luas.
Pencegahan

03
Alat Pelindung Diri

Reduksi dan Eliminasi

Mengurangi dan
menghilangkan sumber
infeksi dan faktor resiko.
01 02 Pengendalian Lingkungan
Membuat lingkungan yang tidak
mudah terjadi penyebaran infeksi

15
16