You are on page 1of 22

KELOMPOK 6

Akbar Satya (16/396721/SV/10934)

Dea Ravena (16/396725/SV/10938)

Zik Handoko (16/396757/SV/10970)

Amalina I R (16/401862/SV/12366)
HIDROLOGI
TERAPAN

Bambang Triatmodjo
BAB I PENDAHULUAN

Hidrologi adalah ilmu yang berkaitan dengan air di bumi, baik mengenai terjadinya, peredaran dan
penyebarannya, sifat-sifatnya dan hubungan degan lingkungannya terutama makhluk hidup.
Hidrologi banyak dipelajari oleh para ahli di bidang teknik sipil dan pertanian untuk beberapa
kegiatan berikut :
– Memperkirakan besarnya banjir yang ditimbulkan oleh hujan deras
– Memperkirakan jumlah air yang dibutuhkan ileh suatu tanaman
– Memperkirakan jumlah air yang tersedia di suatu sumber air
– Banyak parameter yang berpengaruh pada kondisi hidrologi di suatu daerah, seperti kondisi
klimatologi (angin, suhu udara, penyinaran matahari), kondisi lahan (daerah aliran sungai, DAS)
seperti jenis tanah, tata guna lahan, kemiringan lahan, dsb. Kondisi hidrologi juga sangat
dinamis, tergantung pada perubahan/kegiatan yang dilakukan oleh manusia.
SIKLUS HIDROLOGI

Siklus Hidrologi merupakan proses kontinyu dimana air bergerak dari bumi ke
atmosfer dan kemudian kembali ke bumi lagi. Neraca air tahunan diberikan dalam
nilai relatif terhadap hujan yang jatuh didaratan (100%). Air dipermukaan tanah,
sungai, danau dan laut menguap ke udara. Uap air tersebut bergerak dan naik ke
atmosfer, yang kemudian mengalami kondensasi dan berubah menjadi titik-titik air
yang berbentuk awan. Selanjutnya titik-titik air tersebut jatuh sebagai hujan ke
permukaan laut dan daratan. Hujan yang jatuh sebagian tertahan oleh tumbuh-
tumbuhan (intersepsi) dan selebihnya sampai ke permukaan tanah.
SIKLUS HIDROLOGI

Sebagian air hujan yang sampai ke permukaan tanah akan meresap ke dalam tanah
(infiltrasi) dan sebagian lainnya mengalir di atas permukaan tanah (aliran
permukaan atau surface runoff) mengisi cekungan tanah, danau, dan masuk ke
sungai dan akhirnya mengalir ke laut. Air yang meresap ke dalam tanah sebagian
mengalir di dalam tanah (perkolasi) mengisi air tanah yang kemudian keluar
sebagai mata air atau mengalir ke sungai. Akhirnya aliran sungai akan sampai ke
laut. Proses tersebut berlangsung terus menerus yang disebut dengan siklus
hidrologi.
SIKLUS HIDROLOGI

Jumlah air dibumi adalah 1,386 milyar km3; yang sebagian besar adalah air laut
yaitu sebesar 96,5%. Sisanya sebesar 1,7% berupa es di kutub; 1,7% sebagai air
tanah dan hanya 0,1% merupakan air permukaan dan air di atmosfer. Dimensi
dalam mm/tahun diperoleh dengan membagi parameter dalam km3/tahun dengan
luas, yang menunjukkan kedalaman parameter merata pada seluruh luasan.
Karakteristik Sungai dan Daerah Aliran
Sungai

Aliran permukaan pada daerah tangkapan air (daerah aliran sungai, DAS) terjadi
dalam beberapa bentuk :
– Aliran limpasan
– Aliran melalui parit/selokan
– Aliran melalui sungai-sungai kecil
– Aliran melalui sunagi utama
Tingkatan sungai

Jaringan sungai dapat diklasifikasikan secara sistematik menurut tingkatan alur


sungai berdasar posisinya dalam jaringan. Tingkatan sungai ditetapkan berdasar
ukuran alur dan posisinya; tingkatan terendah untuk alur terkecil yang merupakan
sungai-sungai paling ujung dan tingkat yang lebih tinggi untuk alur yang lebih besar
yang berada di daerah bagian hilir.
Daerah Aliran Sungai

Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah daerah yang dibatasi oleh punggung-punggung
gunung/pegunungan dimana air hujan yang jatuh didaerah tersebut akan mengalir
menuju sungai utama pada suatu titik/stasiun yang ditinjau. DAS ditentukan
dengan menggunakan peta topografi yang dilengkapi dengan garis-garis kontur.
Panjang Sungai

Panjang Sungai diukur pada peta. Dalam memperkirakan panjang segmen sungai
disarankan untuk mengukurnya beberapa kali dan kemudian dihitung panjang
reratanya. Panjang sungai adalah panjang yang diukur sepanjang sungai, dari
stasiun yang ditinjau atau muara sungai sampai ujung hulunya.
Kemiringan Sungai

Kurva yang menunjukkan hubungan antara elevasi dasar sungai dan jarak yang
diukur sepanjang sungai mulai dari hulu sampai muara disebut profil memanjang
sungai atau kemiringan sungai. Kemiringan sungai utama dapat digunakan untuk
memperkirakan kemiringan DAS. Untuk menghitung kemiringan sungai, sungai
dibagi menjadi beberapa pias, dan kemiringan dihitung untuk setiap pias.
Neraca Air

Perkiraan secara kumulatif dari siklus hidrologi dapat dinyatakan berdasar prinsip
konservasi massa, yang dikenal dengan persamaan neraca air. Persamaan tersebut
menggambarkan bahwa didalam suatu sistem hidrologi (DAS, waduk, danau, aliran
permukaan) dapat dievaluasi air yang masuk dan yang keluar dari sistem tersebut
dalam suatu periode waktu tertentu.
Neraca Air

Imbangan air untuk DAS besar dan durasi panjang


Apabila evaluasi dilakukan dalam suatu periode panjang (misal siklus tahunan), variasi tampungan air relatif seimbang
sehingga perubahan tampungan ∆S dapat diabaikan.
Imbangan air untuk badan air dalam periode singkat
Pengaruh perubahan kondisi hidrologi di suatu waduk, danau atau sungai dapat diperkirakan dengan menggunakan
persamaan imbangan air untuk periode waktu singkat, misalnya dalam waktu menitan atau jam-jaman.
Imbangan air untuk aliran permukaan
Persamaan imbangan air yang hanya memperhitungkan air permukaan adalah :
𝑃 − 𝐸 − 𝑇 − 𝐼 − 𝑄 − 𝑆𝐷 = 0
Dengan I adalah infiltrasi dan 𝑆𝐷 adalah tampungan cekungan
Apabila 𝑆𝐷 = 0, persamaan
𝑄 =𝑃−𝐸−𝑇−𝐼
BAB V HIDROMETRI

Debit aliran sungai, diberi notasi Q, adalah jumlah air yang mengalir melalui
tampang lintang sungai tiap satu satuan waktu, yang biasanya dinyatakan dalam
meter kubik per detik (m3/detik). Debit disuatu lokasi di sungai dapat diperkirakan
dengan cara berikut :
a. Pengukuran dilapangan (dilokasi yang ditetapkan)
b. Berdasarkan data debit dari stasiun didekatnya
c. Berdasarkan data hujan
d. Berdasarkan pembangkitan data debit
Teori pengukuran debit

Diperoleh dengan mengalikan luas tampang aliran (A) dan kecepatan aliran (V),
Q=A× 𝑉. Kedua parameter tersebut dapat diukur pada suatu tampang
lintang(stasiun) di sungai. Luas tampang aliran diperoleh dengan mengukur elevasi
permukaan air dan dasar sungai. Kecepatan aliran diukur dengan menggunakan
alat ukur kecepatan seperti current meter, pelampung atau peralatan lainnya.
Pengukuran Debit